Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
47


Jam kini menunjukkan pukul dua belas tepat, waktunya untuk istirahat. Fardhan menerima panggilan terlfon dari abang iparnya.


πŸ“ž " hallo assalamualaikum bang " kata Fardhan


πŸ“ž " waalaikumsalaam Dhan " jawab Azka


πŸ“ž " ada apa bang ? " tanya Fardhan penasaran


πŸ“ž " ada seauatu yang abang mau tanyakan sama kamu " kata Azka


πŸ“ž " tanyakan saja bang, kalau bisa saya jawab jangan syngkan " kata Fardhan


πŸ“ž " beegini Dhan, sebelumnya abang minta maaf bukannya abang ikut campur urusan rumah tangga kalian. Tapi abang rasa hal ini perlu di bicarakan agar tidak berbuah masalah besar nantinya " kata Azka


πŸ“ž " iya bang " kata Fardhan


πŸ“ž " begini Dhan, waktu kemarin kalian ke rumah Maira sempet curhat sama istri abang. Katanya Mai merasa tertekan oleh mama kamu, Maira merasa stres Dhan terus di tanya sudah hamil belum. avang mengerti keinginan mama kamu, tapi abang juga berfikir kalau Maira terus merasa stres seperti itu tidak menutup kemungkinan Maira akan sulit mengandung juga Dhan. Lagian kalian nikah baru enam bulan, abang aja nunggu nya sampai satu tahun. Abang harap kamu bisa menjadi penengah dalam masalah ini, maaf bukannya abang mau masuk dalam kehidupan rumah tangga kamu, tapi abang merasa Maira sedang butuh bantuan saat ini. Lagi pula mama dan papa masih belum mengetahui permasalahan ini, abang minta supaya kamu bisa jadi penengah Dhan. " kata Azka


πŸ“ž " iya bang, semalam Maira juga udah cerita sama Fardhan. Kalau buat Fardhan sih santai aja, mungkin kita belum di percaya buat punya anak saat ini. Mungkin saat ini Allah memberikan kesempatan untuk Maira dan Fardhan agar lebih bisa menikmati waktu kebersamaan sebelum hadirnya anak diantara kami bang. Maafkan mama juga bang, Fardhan juga tahu bang mama terlalu berambisi dan selalu memaksakan kehendaknya sendiri tanpa memikirkan orang lain. Tapi Fardhan tetap dukung Maira kok bang abang tenang saja, doakan supaya Maira bisa melewati cobaan ini " kata Fardhan


πŸ“ž " iya Dhan, abang selalu doakan kalian kok. oh iya sudah dulu ya Dhan, abang harus pergi meeting sebentar lagi " kata Azka


πŸ“ž " iya bang, tidak apa. Fardhan mengerti kok ! " jawab Fardhan


πŸ“ž " salam buat Mai, assalamualaikum " kata Azka


πŸ“ž " waalaikumsalaam " jawab Fardhan


Azka pun menutup panggilan telfonnya dan bersiap untuk pergi meeting di luar bersama Ghaisan.


" bagaimana Gahis, apa kamu sudah siap ?" tanya Azka


" siap bos !" jawab Ghaisan


" tidak perlu se formal itu kalau kita hanya berdua seperti ini !" kata Azka


" maaf, tapi bagaimanapun ini di kantor. Kalau di luar sana saya bisa tidak se formal ini, maaf " kata Ghaisan


" ah, kamu ini !" kata Azka


Ghaisan hanya tersenyum saat melihat ekspresi yang di tunjukkan oleh Azka. Ghaisan tahu kalau Azka tidak terlalu suka jika saat keduanya berada di satu ruangan berbicara formal, tapi bagi Ghaisan itu sangat penting karena ia harus menjaga totalitasnya saat bekerja.


Azka dan Ghaisan kemudian pergi ke tempat yang telah di reservasi oleh Ghaisan tadi pagi. Sedangkan Maira kini baru saja membereskan pekerjaannya, kemudian ia memanggil Aisyah untuk ke ruangannya.


" ada apa Mai ? " tanya Aisyah setelah masuk


" tidak ada, apa pekerjaanmu sudah selesai ?" tanya Maira


" belum, masih sedikit lagi " jawab Aisyah


" bawalah pekerjaanmu kemari, kerjakan disini saja sambil temani aku. Kebetulan pekerjaanku sudah selesai " kata Maira


" baiklah, aku ambil dulu ya " kata Aisyah lalu pergi keluar


Aisyah kembali kedalam ruangan Maira sambil membawa laptop dan berkas yang harus ia selesaikan. Maira menunggu Aisyah samb memainkan ponselnya.


" tumben minta ditemani " kata Aisyah lalu duduk di samping Maira


" ya pengen ada teman ngobrol aja Syah. Akhir akhir ini pekerjaanku tidak terlalu banyak, jadi aku bisa sedikit bersantai " kata Maira


" iya Mai, aku juga sama " kata Aisyah


Maira kemudian terdiam kembali sambil berselancar di dunia maya, sedangkan Aisyah melanjutkan kembali pekerjaannya. Maira merasa jenuh karena tidak ada pekerjaan yang harus ia selesaikan.


" Syah, udah selesai belum ?" tanya Maira


" alhamdulillah berea Mai " jawab Aisyah sambil merenggangkan otot tangannya


" kita keliling yuk ! bosen di ruangan terus " ajak Maira


" ayo Mai, kali kali kita jalan " kata Aisyah


" maksudnya keliling kantor beb " kata Maira


" ya iyalah aku juga tahu lah Mai, masa masih jam kerja udah keluyuran keluar !" kata Aisyah sambil terkekeha


Maira dan Aisyah keluar dari ruangan dan berjalan jalan melihat keadaan di dalam kantor. Yang pertama Maira kunjungi adalah bagian divisi keuangan, ia melihat pak Herman dan kawan kawannya sedang mengerjakan tugasnya. Kemudian salah seorang melihat Maira dan Aisyah sedang melihat kearah mereka.


" eh, bu. ada yang bisa kami bantu ?" tanya karyaean perempuan bername tage Sania


" tidak ada, kalian teruskanlah pekerjaan kalian. Saya hanya berkeliling saja " jawab Maira


" baik bu " jawab Sania


Maira dan Aisyah melanjutkan kembali langkahnya ke beberapa divisi, hingga keduanya memutuskan kembali ke ruangannya karena sebentar lagi jam pulang kerja. Jadi Aisyah dan Maira membereskan meja kerja nya dan beberapa berkas.


Tepat pada pukul empat, semua sudah selesai. Para karyawan sudah mulai berhamburan keluar gedung untuk pulang, dan ada juga sebagian diantaranya yang masih tetap di kantor karena harus lembur. Maira dan Azka turun bersama hingga ke loby, setelah sampai di loby Maira duduk di kursi sofa yang tersedia sambil memainkan ponselnya.


" iya bang, nunggi mas Fardhan jemput " jawab Maira


" loh, emang mobil kamu kemana Mai ? " tamya Azka lagi


" ada di rumah bang, sengaja Mai gak bawa. Soalnya Mai mau langsung jalan sama mas Fardhan " jawab Maira


Tak lama kemudian ponsel Maira pun berdering menandakan ada panggilan masuk.


πŸ“ž " hallo assalamualaikum " kata Maira


πŸ“ž " waalaikumsalaam sayang, ini mas udah nunggu di parkiran " kata Fardhan


πŸ“ž " iya mas, Mai kesana sekarang ya. Assalamualaikum " kata Maira


πŸ“ž " waalaikumsalaam " jawab Fardhan


Setelah menerima panggilan telfon dari Fardhan, Maira memasukkan ponselnya kedalam tas.


" mau bareng ke parkiran gak bang ? mas Fardhan udah nunggu disana " kata Maira


" ayo !" kata Azka


Maira dan Azka pergi ke parkiran bersama sama, hingga sampai di parkiran Azka masih bersama Maira untyk menemui adik iparnya.


" assalamualaikum bang " kata Fardhan


" waalaikumsalaam. Kenapa kamu parkir disini Dhan ?" tanya Azka


" aku nunggunya udah setengah jam yang lalu bang, jadi aku nunggu disini saja. Kalau di depan ngehalangin jalan yang mau lewat " jawab Azka


" kenapa gak masuk aja mas ? lagi pula pekerjaanku tidak terlalu banyak, sampai sampai aku keliling aja sambil mantau yang kerja " kata Maira


" iya, kenapa gak masuk aja ?" tanya Azka


"tadinya sih begitu, tapi setelah di fikir lagi takutnya ganggu abang sama Mai kerja " kata Fardhan


" lain kali mau sibuk atau enggak, kamu naik aja ke atas. Nunggunya di ruangan Maira aja atau gak di ruangan abang juga boleh " kata Azka


" iya bang, lain kali Fardhan akan nunggu di ruangan Mai atau di ruangan abang aja " jawab Fardhan


" ya sudah, ngobrolnya udahan dulu ya ! abang, Mai mau pergi jalan jalan dulu sama mas Fardhan ya " kata Maira


" iya, bersenang senanglah ! hati hati bawa mobilnya Dhan !" kata Azka


" siap bang, assalamualaikum" ucap Fardhan lalu masuk kedalam mobil


" waalaikumsalaam " jawab Azka


Setelah melihat mobil yang di kendarai oleh Fardhan pergi, Azka pun juga segera pulang ke rumah dengan mengendarai mobilnya. Didalam perjalanan, Fardhan selalu mencuri pandang pada Maira dan Maira pun menyadari hal itu


" apaan sih mas " kata Maira


" kamu makin cantik sayang " kata Fardhan


" udah pinter ngerayu ya sekarang " kata Maira


" biarin dong, asal jangan ngerayu istri orang. Yang ada nanti kena damprat suaminya hahaha " kata Azka sambil tertawa


" awas aja kalau mas berani lirik sana sini " kata Maira


" gak akan sayang, insya Allah aku gak gitu. Kamu doakan saja ya, semoga kita berjodoh hingga di akhirat nanti di Surga Allah yang kekal abadi " kata Fardhan


" aamiin " kata Maira


Keduanya menikmati waktu berdua dengan jalan jalan, tak hanya itu Fardhan juga mengajak Maira nonton, makan es krim, dan yang terakhir belanja pakaian tentunya untuk Fardhan sendiri dan Maira juga. Keduanya merasa sangat bahagia, hingga melupakan sejenak permasalahan dan kepenatan yang dirasakan.


.


.


.


.


.


TBC


Happy reading..


Jangan lupa tinggalkan jejak yups😊


Thank youπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»