Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
129


brukk


aaw


Maira meringis kesakitan saat kursi yang ia duduki jatuh dan membuat salah satu lengannya juga sakit. Tapi rasa sakit itu ia biarkan saja saat melihat botol yang ia lihat jaraknya begitu dekat dengannya.


Maira menggesek gesekkan tangannya yang sebelah kiri untuk mencoba melonggarkan ikatan ditangannya, dan berhasil walaupun tidak terlali longgar dan belum bisa mengeluarkan tangannya dari ikatan itu.


trek trek (anggap saja suara kunci dibuka😂)


Seorang pria masuk dengan membawa makanan dan sebotol air mineral ditangannya. Pria itu memberikan makanan tersebut pada Maira.


" makanlah " ucapnya sambil menyimpan makanan dan air minumnya


" bagaimana aku makan jika tanganku saja masih diikat seperti ini !" kesal Maira


Pria itu membuka ikatan disalah satu tangan Maira.


" sekarang makanlah " kata pria itu


" biarkan aku sendiri. Kau pergi saja sana !" usir Maira


Maira mengusir pria itu, dan pria itu juga langsung keluar dan kembali mengunci pintu. Maira menghela nafas kasar, untuk sekarang ia harus makan dulu. Kabur juga butuh tenaga kan ? kalau loyo mana bisa lari jauh. Dengan terpaksa Maira memakan makanan yang diberikan pria tadi dngan terpaksa. Bukan menu makannya yang tidak enak, tapi suasana hati Maira yang membuatnya tidak ingin makan hingga makanan itu terasa hambar baginya. Tapi Maira memaksakan diri untuk memakan makanannya.


Usai makan, ia membuka salah ikatan yang ada ditangan kirinya dan berhasil. Maira menghela nafas lega saat ikatan itu bisa ia buka. Dilihatnya pergelangan tangannya memerah lecet karena gesekan yang ia lakukan tadi. Memang sedikit sqkit dan perih, tapi itu diabaikan saja. Ada hal yang lebih penting yang harus Maira rencanakan dan menyusun rencana itu dengan baik dan rapih.


*****


Sedangkan Fardhan kini pulang kerumahnya dengan lesu. kali ini ia tak bersemangat untuk pulang, karena tidak ada yang menantinya kembali ke rumah. Ditambah lagi masih belum ada kabar tentang Maira diluar sana. Sapaan dari bi Titin saja tidak ia hiraukan, fokusnya hanya istirahat sambil menunggu informasi.


Tidak ada semangat dalam dirinya saat ini, bahkan untuk makan malam saja Fardhan tidak berselera. Ia tidak tenang, bagaimana ia bisa makan dengan enak sedangkan diluar sana sang istri entah sudah makan atau belum.


tok tok tok..


" den, makan malam dulu " kata bi Titin dari balik pintu


" bibi makan aja dulu, Fardhan masih belum lapar " teriak Fardhan


" gak biasanya si aden kayak gini, kenapa ya kira kira ?" gumam bi Titin


Bi Titin pergi kembali ke dapur untyk membereskan makanan. Selama ini bi Titin sudah faham jika mood Fardhan sedang begini pasti tidak berselera untuk makan, dan sudah bisa dipastikan juga ia tidak akan makan.


Fardhan hanya bisa berbaring terlentang diatas kasur yang biasa ia pakai bersama sang istri. Sungguh sepi rasanya, kehampaan memenuhi hatinya dan kekhawatiran terus menghantui fikirannya.


tring


💬 Shandy


Istrimu dibawa seorang laki laki sijalan xx saat kondisi jalanan sepi. posisi yang terlacak sementara di sebuah bangunan tua dijalan xxxx.


" hah " Fardhan terperangah saat membaca pesan dari Shandy


💬Fardhan


Kita berangkat sekarang ke lokasi. Aku akan hubungi abang dulu.


Fardhan langsung menghubungi Azka tentang perkembangan Maira. Sama halnya dengan Fardhan, Azka juga ia langsung bersiap dan berangkat untuk bertemu dengan Shandy di tempat yang telah dijanjikan sebelumnya.


*****


saat ini Maira tengah berada dalam mobil yang entah akan membawanya kemana. Gelapnya malam seakan mendukung ketakutan dan kekhawatiran dalam dirinya. Entah siapa yang membawanya, dan entah akan dibawa kemana ia saat ini. Tangannya kembali diikat dengan tali begitu kuat hingga Maira tidak bisa menggerakkan pergelangan tangannya. Mulutnya terkunci rapat karena lakban yang direkatkan dibibirnya.


Hijab yang dipakai Maira sudah tak rapi berbentuk lagi, baju pun sudah lusuh bercampur debu.


ya Allah, berilah petunjuk pada suami dan abang hamba supaya mereka bisa secepatnya menemukan hamba. Hamba ingin cepat pulang ya Allah...


Selamatkan hamba ya Allah dari niat jahat orang yang kini tengah membawa hamba entah kemana. Bantulah hamba ya Rab..


do'a Maira


Jalanan yang gelap dan hujan membuat Maira tidak bisa memperhatikan jalan. Yang jelas sepertinya ia telah jauh dari tempat yang tadi ia disembunyikan.


Setelah hampir tiga jam berada dalam mobil, Maira dipaksa turun oleh salah seorang pria yang tadi mengapitnya duduk dibagian belakang mobil. Maira tidak mengenali tempat ini karena sudah malam, tapi yang Maira lihat ini adalah daerah pinggiran rel kereta.


.


.


.


.


.


TBC


Happy reading😊


dikit dulu ya😁