
Karena merasa lelah akhirnya Fardhan tidur sambil duduk di dekat ranjang Maira, sebelah tangannya masih saja memegang tangan Maira. Maira sadar saat mendengar suara adzan shubuh, tepat ketika Fardhan pergi ke mushola. Perlahan Maira membuka matanya, matanya menatap sekeliling ruangan yang berwarna putih tersebut. Bau obat obatan yang menyengat di hidung membuat Maira tidak betah. Sakit, itulah rasanya saat Maira berusaha menggerakkan badannya. Saat Maira melihat jam, ternyata sudah masuk waktu shubuh.
Sesaat kemudian pintu ruangan terbuka, munculah sosok yang beberapa hari ini ia rindukan kehadirannya. Tapi ada rasa sedikit takut dalam diri Maira saat mengingat kembali pertengkaran dengannya tempo hari, hingga membuat Maira kembali memejamkan matanya saat Fardhan datang.
" assalamualaikum sayang, mas baru pulang dari mushola. Maaf ya, mas ninggalin kamu sendiri lagi kali ini. Kapan kamu akan sadar, mas mau bicarakan semuanya. Mas mau semua kesalah fahaman ini kita akhiri saja, mas gak bisa kalau harus terus begini ! maafkan mas sayang " kata Fardhan sambil mengusap lembut kepala Maira yang di tutupi hijab
Maira membuka matanya setelah mendengar perkataan Fardhan barusan. Maira melihat kedua mata Fardhan memerah menahan tangis dan kepalanya tertunduk, ia sungguh sangat menyesal kali ini. Maira mencoba menggerakkan tangannya, hal itu membuat Fardhan menoleh ke arahnya.
" alhamdulillah, kamu sudah sadar sayang ! " kata Fardhan lalu menekan tombol untuk memanggil dokter
" mas minta maaf sayang, mas sudah salah. Mas dibutakan oleh rasa cemburu, mas minta maaf sudah menuduhmu seperti itu. Mas menyesal ! Mas sudah tahu semuanya, maafkan mas " kata Fardhan sambil berurai air mata
" iya mas tidak apa " jawab Maira lemah
" kamu mau apa, mau minum dulu ?" tanya Fardhan
Maira hanya menganggukkan kepalanya, karena memang ia merasa kehausan. Fardhan mencoba membangunkan Maira tapi Maira menggelengkan kepalanya, Fardhan pun mengerti kemudian ia memberikan Maira minum dengan menggunakan sendok.
" kenapa ?" tanya Fardhan
" sakit " jawab Maira
" sebentar lagi di periksa ya, nanti kita tanyakan sama dokternya. Kamu yang sabar ya " kata Fardhan sambil mengusap kepala Maira
Tak lama dokter datang bersama dua orang suster, dokter memeriksa kondisi Maira saat ini. Setelah selesai memeriksa Maira, dokter menjelaskan kondisinya saat ini.
" kondisinya sudah mulai membaik, demamnya juga sudah mulai turun. Untuk tekanan darahnya masih rendah ya, dan untuk lambungnya nanti saya kasih obat insya Allah tidak apa apa, dan jangan lupa untuk menjaga asupan yang di konsumsi ya. apa ada yang mau di tanyakan ?" kata dokter
" ada dok, tadi dia bilang sakit. Kira kira bagaimana dok ?" tanya Fardhan
" oh, untuk sakit mungkin di badan ibu sakit semua ya ?" tanya dokter
" iya dok " jawab Maira pelan
" wajar saja pak, karena istri anda habis terjatuh jadi itulah sebabnya merasa sakit. Tapi nanti juga akan membaik " kata dokter
" oh begitu dok. terima kasih dok " kata Fardhan sambil menjabat tangan dokter
" sama sama pak, saya permisi " pamit dokter
" iya silahkan " jawab Fardhan
Fardhan kembali duduk disamping Maira lalu meraih tangan Maira. Maira hanya terdiam menatap ke langit langit ruangan. Kemudian pintu kembali terbuka, rupanya Azka datang. Maira melihat abangnya datang, lalu ia menoleh pada Fardhan seolah bertanya kenapa abang ada disini ?
" mas yang kasih tahu sayang, tidak apa ya ! Kalau tidak dikasih tahu nanti abang marah besar sama mas " kata Fardhan
Azka mendekati ranjang Maira dan melihat kondiai adiknya setelah mengucapkan salam dan bersalaman dengan Fardhan.
" kenapa Dhan, dan apa kata dokter ?" tanya Azka
" Maira jatuh dari tangga bang. Kata dokter sakit typus, sakit lambungnya juga kambuh, tekanan darahnya juga rendah bang " jawab Azka
" kok bisa Mai ? bukannya kemarin kamu di Sumedang ?" tanya Azka
" Mai pulang, mau hadir di acara khitbahnya Aisyah bang. Makanya Mai langsung pulang " jawab Maira
" ya ampun Mai,kalau kamu sakit kenapa maksain bepergian sih ? kakak kamu juga gak tenang, dia mikirin kamu terus " kata Azka
" maaf ya bang, Mai gak kasih kabar ke abang " kata Maira
Azka, Maira dan Fardhan masih ngobrol hingga seorang suster datang mengantarkan makanan untuk Maira.
" sarapan dulu Mai, biar cepat sehat " kata Azka
" mas suapin ya ! " kata Fardhan dan Maira hanya menganggukkan kepalanya
" bangunin dulu Dhan !" kata Azka
" badannya sakit semua bang ! efek jatuh dari tangga " kata Fardhan sambil menyuapi Maira dengan bubur
" kok bisa jatuh dari tangga gitu sih Mai ?" tanya Azka
" ya namanya juga badan lagi gak sehat bang, gak ada tenaga juga buat nahan. pandangan juga jadi gelap, Mai ingetnya pas udah dilantai aja " jawab Maira
" ya ampun, tapi gak kenapa napa kan Dhan kata dokter ?" tanya Azka
" masih belum bisa di pastiin bang, nanti harus CT Scan dulu, kalau luka luarnya di kening empat jahitan bang " kata Fardhan
" semoga saja tidak terjadi apa apa ya !" kata Azka mendoakan
" iya bang, aamiin " kata Azka mengaminkan
" Aisyah nelfon sayang " kata Fardhan saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya
" angkat saja mas, bilang aku gak bisa datang " kata Maira
" mas angkat dulu ya " kata Fardhan
" iya mas " jawab Maira
Fardhan pun mengangkat telfon dari Aisyah.
π " hallo, assalamualaikum Syah " kata Fardhan
π " waalaikumsalaam kak, kak Maira nya ada ?" tanya Aisyah
π " ada Syah, tqpi dia gak bisa datang untyk menemani kamu. Maaf ya, Maira nya lagi dirawat di rumah sakit Syah " jawab Fardhan
π " loh, Mai sakit apa kak ? kok gak ngasih tahu sih ?" tanya Aisyah
π " jangankan kamu, aku aja gak tahu syah. Tahunya kemarin pas dia jatuh aja " kata Fardhan
π " katanya sakit, tapi jatuh ? gimana ini infonya kak ? yang mana yang bener ?" tanya Aisyah
π " iya dua duanya emang bener, Mai sakit typus sama lambungnya kumat, tekanan darahnya juga rendah. Dia jatuh dari tangga pas baru datang dari Sumedang " kata Fardhan
π " innslillahi, ya udah kak nanti Aisyah kesana ya. Bilangin salam sama Maira ya " kata Aisyah
π " iya, nanti di bilangin ! eh, selamat ya buat kamu sebentar lagi di halalin sama calonmu itu " kata Fardhan
π " iya kak, terima kasih ya. Doakan supaya aku cepat nyusul kalian naik pelaminan " kata Aisyah
π " iya, doa terbaik deh buat kamu ! tuh kata Maira salam buat ayah sama bunda " kata Fardhan
π " iya nanti aku sampaikan. ya udah kak, aku tutup dulu ya mau siap siap " kata Aisyah
π " iya Syah, semoga acaranya lancar " kata Fardhan
π " iya kak, assalamualaikum " ucap Aisyah
π " waalaikumsalaam " jawab Fardhan
Aisyah memutuskan sambungan telfonnya, lalu ia segera bersiap. Fardhan menyimpan kembali ponselnya diatas nakas dekat ranjang Maira.
" apa katanya mas ?" tanya Maira
" nanti selesai acara katanya mau kesini tengokin kamu. Dia juga titip salam buat kamu " jawab Fardhan
" ada apa Dhan ?" tanya Azka kepo
" itu, Aisyah tadinya minta Maira buat nemenin dia sekarang pas acara khitbahnya dia. Tapi kan keadaannya lagi gini ya aku bilang aja apa adanya, dan alhamdulillah dia ngerti " kata Fardhan
" wah, gak nyangka juga tuh anak udah mau di khitbah aja hari ini. Kalau dilihat lihat dia itu gak pe3nah jalan sama laki laki " kata Azka
" ya gak pernah bang kalau jalan berdua mah, orang dia selalu ajakin Mai kalau mau ketemu doi ! Dia juga awalnya cuman iseng aja gitu, eh tapi si laki lakinya serius dia langsung datang ke rumah ngomong sama ayahnya loh. Gentle banget kan dia ?" kata Maira
" baguslah kalau begitu ! Jadi tinggal satu lagi yang masih jomblo, tinggal si Ghina aja tuh. Aisyah udah mau sold out !" kata Azka
" iya bang, nanti abang bantuin dia ya kalau dia cari jodoh " kata Maira
" iya, entar abang jodohin tuh sama si Ghaisan biar gak jomblo terus dia " kata Azka
Ketiganya tertawa bersama saat membayangkan bagaimana respon Ghaisan yang pendiam dan karakter Ghina yang ceria.
.
.
.
.
.
TBC
Happy reading...
Jangan lupa tinggalkan jejak yupsπ
Terima kasiihππ»ππ»