Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
57


Hari ini adalah hari yang penting bagi Aisyah, pasalnya ia akan di khitbah oleh Arfan. Laki laki yang tidak pernah di sangka sangka datang ke rumah dan meminang Aisyah pada ayahnya langsung.


Aisyah duduk di depan meja riasnya, ia merias dirinya sendiri sengan make up natural seperti biasa. Tadinya ia akan meminta Maira yang meriasnya, karena Maira pandai merias walaupun dirinya tidak pernah merias wajahnya. Tapi ternyata diam diam Maira belajar tutorial make up hingga ia mahir mengenakan alat alat make up.Pintu kamar di ketuk, ternyata bunda yang datang.


" sayang, katanya Maira akan kesini. Tapi sampai sekarang dia masih belum datang juga !" kata bunda


" Mai gak jadi kesini bunda, dia dirawat di rumah sakit " jawab Aisyah


" ya Allah, sakit apa dia ? kok ngabarinnya mendadak ?" tanya bunda


" kata kak Fardhan semalam Maira jatuh dari tangga, ternyata pas di bawa ke rumah sakit dia sakit typus, sakit lambungnya juga kumat bun. dan lebih parahnya lagi dia baru pulang dari Sumedang sendirian " jelas Aisyah


" duh, kalau gitu nanti beres acara kita tengokin ke rumah sakit yuk ! Kasihan dia, mana mama sama papanya jauh lagi. " kata mama


" kalau mama sama papanya udah di pastiin gak bakal di kasih tahu bun, Aisyah tahu bagaimana Maira !" kata Aisyah


" huh, ya sudah sekarang kita keluar ya ! Arfan sudah datang bersama kedua orang tuanya di bawah sama ayah " kata bunda


" iya bun " jawab Aisyah


Aisyah turun bersama bunda ke ruang tamu, dimana Arfan bersama keluarganya sudah berkumpul bersama ayah dan bunda juga paman dan bibi dari ayah.


Acara khitbah pun berjalan dengan lancar, hari ini Aisyah audah reami di khitbah oleh Arfan. Tanggal pernikahan pun sudah di rencanakan kalau dua bulan dari sekarang keduanya akan melaksanakan pernikahan.


Setelah acara khitbah selesai, ayah dan keluarga Arfan ngobrol bersama. Sedangkan Aisyah mengajak Arfan keluar sebentar untuk duduk di teras depan rumah.


" ada apa Syah ?" tanya Arfan


" begini mas, apa mas mau ikut nengokin Maira ke rumah sakit mas ? soalnya aku mau nengokin dia habis ini sama bunda sama ayah juga. Sekalian kenalin mas sebagai calon suamiku ke kak Fardhan " kata Aisyah


" siapa Fardhan ?" tanya Arfan


" kak Fardhan itu suaminya Maira mas. Kemarin dia sempet ribut sama Maira gara gara aku ngajakin dia waktu mas ngajak ketemuan di kafe " kata Aisyah


" ribut ? iya deh, nanti mas bareng sama kamu aja nengokin dia sekalian jelasin ke suaminya. terus sekarang gimana ? apa mereka sudah baikan ?" tanya Arfan


" sepertinya sudah mas, tapi tetap aja biar lebih lega kita jelasin langsung kesana " kata Aisyah


" iya, nanti mas izin sama mama dan papa untuk nemenin kamu. Biar nanti mereka pulang duluan " kata Arfan


" mending kamu anterin mereka dulu mas, nanti kamu kesini lagi " kata Aisyah


" enggak ah, biar mereka pulang duluan aja. Udah, kamu gak usah mikirin itu, nanti urusan mas aja " kata Arfan


" iya deh " kata Aisyah


Aisyah dan Arfan masuk kembali kesalam rumah dan bergabung dengan yang lainnya.


" ma, pa Arfan nanti pulang terakhir ya. Arfan mau ikut temanin Aisyah nengok sahabatnya yang lagi sakit. Papa sama mama pulang duluan saja ya " kata Arfan


" iya, kamu pergilah. Lagian mumpung libur juga, kalau bukan hari libur kamu sibuk terus setiap hari " kata mama


" maklum dong ma, namanya juga kerja " kata papa membela


Setelah itu kedua orang tua Arfan dan keluarganya pamit untuk pulang kembali ke rumah Arfan. Sedangkan Arfan kini tengah duduk bersama ayahnya Aisyah sambil menunggu bunda dan Aisyah yang sedang bersiap untuk pergi. Lima menit kemudian, Aisyah dan bunda turun ke bawah menemui ayah dan Arfan.


" beranhkat yuk !" ajak Aisyah


" ayo ! kamu udah dapat alamat sama ruangannya ?" tanya papa


Ayah dan bunda menggunakan mobil sendiri tanpa supir, dan Aisyah bersama Arfan memakai mobil milik Arfan. Jalanan cukup ramai saat ini, mengingat karena hari libur jadi banyak yang keluar untuk refreshing.


Satu jam kemudian Aisyah, Arfan, ayah dan bunda tiba di rumah sakit. Aisyah berjalan lebih dulu karena dia yang tahu dimana ruangan Maira. Setelah sampai di depan kamar rawat Maira, Aisyah langsung masuk setelah sebelumnya mengetuk pintu.


" assalamualaikum " ucap Aisyah, dan Arfan


" waalaikumsalaam " jawqb Maira dan Fardhan


" bagaimana kabarmu sekarang Mai ?" tanya bunda


" alhamdulillah sudah lebih baik bunda, tapi masih belum bisa digerakkan. Bunda, ayah, kak Arfan duduklah " kata Maira


" ih kamu mah gitu Mai, mereka aja yang disuruh duduk. aku enggak, emang aku harua berdiri ya ? kelamaan berdiri bisa bisa merambat aku !" kata Aisyah


" kamu duduklah disini Syah " kata Fardhan sambil memberikan kursi pada Aisyah


" terima kasih kak ! eh tadi katanya ada bang Azka, tapi kok gak ada sekarang ? kemana dia ?" tanya Aisyah


" pulang dulu, Silmi rewel katanya " jawab Maira


" maaf ya semuanya, bukannya Mai gak sopan tiduran terus tapi Mai masih belum bisa duduk " kata Maira


" tidak apa, kita ngerti kok !" kata ayah


" kak, bagaimana perkembangannya sekarang ?" tanya Aisyah


" alhamdulillah sudah berangsur membaik Syah. Panasnya sudah mulai turun, tinggal tekanan darahnya saja yang masih kurang sedikit lagi " jawab Fardhan


" Syah, bagaimana acaranya ? " tanya Maira


" alhamdulillah lancar Mai ! cuman kurang komplit kalau gak ada kamu " kata Aisyah


" maaf ya, aku gak bisa hadir disana. Lagian kondisi aku lagi beginj nanti nyusahin yang ada ! maaf ya ayah, bunda Mai gak bisa temenin Aisyah tadi " kata Maira


" tidak apa Mai, ayah sama bunda ngerti kok ! kamu tenang saja " kata bunda


Mereka ngobrol sambil sesekali melempar godaan pada Aisyah dan Arfan, jangan salah Maira dan Fardhan juga tak luput dari sasaran ayah dan bunda.


.


.


.


.


.


TBC


Happy reading...


Jangan lupa tinggalkan jejak yups😉


Terima kasiih🙏🏻🙏🏻