Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
135


Fardhan pun membawa Maira keluar dari ruangan yang penuh debu itu. Fardhan langsung membawanya kedalam mobil yang tadi dipakainya. Fardhan melajukan mobilnya ke arah rumah sakit yang ia lihat tadi saat perjalanan menuju ke tempat dimana Maira berada.


Awalnya memang berjalan lancar, tapi tak lama kemudian sebuah mobil mengikuti mobil yang dikendarainya dari belakang. Mobil itu terus saja memepet mobil yang dikendarai Fardhan.


" kamu yang sabar ya ! pegangan " kata Fardhan


Maira pun berpegangan dengan bibir yang tak berhenti merapalkan do'a. Ia berharap bisa segera selamat dari kejaran orang orang itu. Tapi rupanya kenyataan tak sesuai dengan harapan yang diinginkan. Mobil yang tadi mengikuti itu kini berhasil menghadang jalan Fardhan dan Maira. Mobil pun terpaksa berhenti mendadak, hingga suara decitan rem terdengar begitu jelas.


Dua orang laki laki berbadan tinggi dan besar keluar dari mobil dan menggedor kaca jendela mobil bagian depan. Kedua laki laki itu memaksa Fardhan untuk keluar dari mobil, hingga akhirnya Fardhan pun menurut dan berakhir dengan perkelahian.


Maira hanya bisa menurut saja dengan perkataan Fardhan yang menyuruhnya untuk tetap didalam mobil apapun yang terjadi. Tapi Maira tidak bisa berdiam diri begitu saja saat melihat Fardhan terus bertarung dan sudah kewalahan.


" maafkan aku mas, aku tidak bisa lagi menuruti perkataanmu mas. Aku tidak bisa membiarkanmu bertarung sendiri sedangkan aku berdiam diri disini " gumam Maira


Sebelum keluar dari mobil Maira celingukan mencari sesuatu yang bisa membantunya melawan orang orang tadi. Hingga akhirnya pandangan Maira menemukan sebuah batu yang lumayan besar untuk membantu Fardhan. Ia juga melihat banyak batu kecil yang bisa digunakan untuk melempar dari jauh.


Maira keluar dari mobil dengan pelan hingga ia berhasil membawa beberapa batu kecil dan memindahkan batu yang agak besar. Setelah berada ditempat yang tidak terlalu jauh dengan Fardhan, Maira mulai melemparkan batu itu pada tiga laki laki yang masih saja bertarung dengan Fardhan.


Hingga fokus Fardhan teralihkan pada banyaknya lemparan batu yang terus mengarah pada tiga laki laki yang ada dihadapannya kini.


" Maira " gumam Fardhan


Fardhan tak habis fikir dengan Maira, istrinya itu benar benar nekat. Tapi Fardhan memaklumi apa yang dilakukan Maira juga untuk membantunya yang sudah kelelahan.


Akhirnya Maira menjadi incaran ketiga laki laki itu. Maira tidak bisa melawan, karena tubuhnya belum membaik. Alhasil Maira berlari saja untuk menghindar walaupun jalan yang berbelok tajam dan bertebing tinggi. Maira berlari mencoba menhjauh dengan tertatih tatih, karena ia tidak memakai alas kaki.


Sedangkan Fardhan, ia berlari masuk kedalam mobil untuk mengejar Maira. Walau sebenarnya bisa dengan berlari saja, tapi Fardhan berniat akan langsung membawa Maira pergi. Fardhan membawa mobilnya dengan hati hati, karena jalan yang ia lalui cukup menguji nyalinya. Jalan yang berbelok tajam dengan jurang yang ada di salah satu sisinya membuat Fardhan harus ekstra hati hati, apalagi jalan ini adalah satu satunya jalan untuk kembali ke perkotaan.


Maira terhenyak ketika melihat kebelakang, tepat salah seorang laki laki tadi berhasil mengejarnya. Laki laki itu berusaha untuk membawa Maira, tapi Maira tetap berontak melakukan perlawanan.


Fardhan langsung turun dari mobil yang dia kendarai dan membantu Maira untuk terbebas dari cekalan laki laki itu. Tapi naas tak bisa dihindari, tubuh Maira terpelanting dan jatuh kedalam jurang itu hingga tak terlihat.


Fardhan naik pitam dengan kejadian ini, ia langsung memukuli laki laki itu dengan membabi buta. Setelah kedua laki laki yang tadi ia tabrak tadi tapi beruntungnya tidak sampai meninggal, dan kini satu lagi yang ia ringkus. Baju kemeja yang Fardhan kenakan sudah tak berbentuk lagi, sebagian sudah ia robek untuk mengikat dua orang tadi dan kini Fardhan mengambil bajunya dari dalam mobil untuk kembali mengikat orang.


Setelah memastikan orang itu aman dengan ikatannya, Fardhan kemudian mencoba untuk mencari Maira. Yang ia lihat hanya sebuah kain robekan dari baju yang dikenakan oleh Maira. Tapi Fardhan tak patah semangat, ia masih terus mencari walaupun hal itu sangat beresiko baginya mengingat medan yang terjal.


Hingga akhirnya Fardhan menemukan Maira yang tersangkut disalah satu pohon dengan kondisi yang memprihatinkan dan tak sadarkan diri. Fardhan mencoba untuk membawa Maira walaupun kesulitan, hingga beberapa saat kemudian ia berhasil membawa Maira naik kembali ke pinggiran jalan tadi.


.


.


.


.


.


TBC


Happy reading😊


sorry telat up nya, Rose nya lagi banyak urusan ditambah kondisi badan yang kurang fit. Jadi mohon maklum ya readers🙏🏻🙏🏻