Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
39


Pagi telah tiba, sang mentari sudah menampakkan sinarnya di ufuk timur. Pagi ini Maira sudah siap dengan baju rapi dan tas dengan beberapa dokumen di dalamnya. Sedangkan Fardhan ia masih bisa istirahat di rumah dan akan mulai pergi ke kantor besok. Fardhan sudah menunggu Maira di ruang makan sambil meminum teh hangat.


" sudah siap sayang !" kata Fardhan


" sudah mas !" jawab Maira


" mas, hari ini mungkin aku akan pulang malam. Mas tidak apa apa kan sendirian di rumah ?" tanya Maira


" tidak sayang, mas bisa kok sendiri di rumah. lagi pula kan ada mang Jajang sama bi Titin disini ! Mas juga masih harus memeriksa laporan untuk besok meeting " jawab Fardhan


" oh iya, mas mau sarapan apa ? nasi atau roti ?" tanya Maira


" nasi saja !" jawab Fardhan


Kemudian Maira menyedokkan nasi kedalam piring beserta lauknya untuk Fardhan, sedangkan ia sendiri memilih untuk makan selembar roti saja dengan di olesi selai kacang.


" kenapa tidak makan nasi ?" tanya Fardhan


" gak mas, biar cepet. nanti makan nasi di kantor saja !" kata Maira


Maira memakan roti dan Fardhan memakan nasi sebagai sarapannya pagi ini, keduanya selesai berbarengan. Usai sarapan, Maira langsung pamit untuk segera pergi ke kantor.


" Mai pergi dulu ya mas !" kata Maira


" mas anterin ya !" kata Fardhan


" terima kasih mas, tapi tidak perlu. Mai tahu, mas masih capek setelah peejalanan kemarin. Jadi biar Mai bawa mobil sendiri saja ya, nanti Mai pulang malem jadi mas tidak perlu jemput " kata Maira


" ya sudah kalau begitu, hati hati di jalan jangan ngebut ngebut ya bawa mobilnya ! " kata Fardhan


" iya mas ! Mai pergi dulu ya, assalamualaikum " kata Maira sambil mencium tangan Fardhan dan Fardhan mencium kening Maira


Maira pergi mengendarai mobilnya sendiri, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Satu jam kemudian ia sampai di kantor dan langsung masuk ke ruangannya.


" assalamualaikum !" ucap Maira


" waalaikumsalaam, kapan sampai Mai ?" tanya Aisyah


" kemarin maghrib. oh iya, oleh olehnya aku lupa ! besok aku bawain deh, kalau gak lupa itu juga !" kata Maira sambil tersenyum


" oh iya, kamu udah di tunggu si bos di ruangannya !" kata Aisyah


" iya, aku masuk simpen dulu tas !" kata Maira lalu melangkah ke dalam ruangannya untuk menyimpan tas dan membawa beberapa dokumen yang di perlukan


Setelah menyiapkan dokumen yang di perlukan, Maira langsung pergi ke ruangan Azka untuk membahas permasalahan yang terjadi.


tok.. tok.. tok..


" assalamualaikum abang, ini Mai !" kata Maira dari luar


" masuk Mai !" sahut Azka dari dalam


" bagaimana bang ?" tanya Maira


" abang sudah suruh Gahisan memeriksa CCTV di beberapa ruangan untuk mencari bukti !" jawab Azka


" Ghaisan ? asisten abang baru ?" tanya Maira


" iya, yang kemarin abang pindahkan ke cabang di Bandung " jawab Azka


" tapi yang ini bisa di percaya gak bang ?" tanya Maira


" insya Allah Mai, dia itu sahabat abang. abang kenal dia udah lama, orangnya jujur kok !" jawab Maira


" baiklah. Oh iya bang, nanti siang setelah makan siang kita adakan meeting dadakan dengan beberapa divisi. Mai mau tahu bagaimana kinerja mereka dan dari sana kita bisa melihat bagaimana reaksi si pelaku saat kita sudah mengetahui kecurangannya ! bagaimana menurut abang ?" tanya Maira


" abang juga berfikir begitu Mai, oke kalau begitu nanti kita adakan rapat setelah jam makan siang. Kamu siapkan saja laporan yang akan di butuhkan nanti, abang juga akan kumpulkan bukti yang sudah di temukan oleh Ghaisan tadi tinggal menunggu beberapa lagi !" jawab Azka


" ini dokumennya abang yang simpan dulu, nanti Mai akan siapkan beberapa lagi !" kata Maira


Maira pergi kembali ke ruangannya untuk menyiapkan beberapa data yang di butuhkan, Maira hampir lupa untuk menyuruh Aisyah mengumpulkan beberapa ketua divisi.


" Syah, ke ruanganku sebentar " kata Maira melalui sambungan telfon interkomnya


Aisyah langsung masuk kedalam ruangan Maira tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


" ada apa Mai ?" tanya Aisyah


" tolong kamu kasih tahu ke bagian ini untuk rapat nanti siang setelah makan siang " kata Maira sambil memberikan kertas berisikan daftar staf yang harus hadir saat rapat nanti


" siap ! ada lagi ?" tanya Aisyah


" tidak, sekarang keluarlah. Tapi setelah itu kamu masuk lagi kesini !" jawab Maira


" siap " kata Aisyah


Aisyah keluar dari ruangan Maira dan melakukan apa yang Maira perintahkan. Tak lama kemudian ia kembali lagi ke ruangan Maira


" bagimana ?" tanya Maira


" beres !" jawab Aisyah


" tunggu aku sebentar, ada sesuatu yang akan aku tanyakan padamu !" kata Maira


" siip, apa perlu bantuan ? kalau iya, aku akan bantu " kata Aisyah


" tidak, terima kasih. ini juga sudah hampir selesai ! " kata Maira


Lima belas menit kemudian Maira telah menyelesaikan laporannya, dan ia langsung menghampiri Aisyah yang kini sedang duduk di sofa sambil memainkan ponsel pintarnya.


" bagaimana dengan kafe ?" tanya Maira


" sejauh ini masih lancar, pengunjung juga ramai. Oh iya, nanti hasilnya aku transfer ke rekening yang mana ? yang biasa atau yang satu lagi ?" tanya Aisyah


" ke rekening yang satu lagi, itu khusus uang hasil dari kafe. Kalau rekening yang satu lagi itu sudah tercampur dwngan uang yang lain !" jawab Maira


" wah, hebat punya dua ATM card dengan berbeda pemasukan !" kata Aisyah


" ya itukan udah dari dulu kali ! biasa lah uang jatah dari papa per bulan sama uang gaji, kalau yang satu lagi itu murni dari penghasilan kafe kita !" kata Maira


" hebat ๐Ÿ‘๐Ÿป " kata Aisyah sambil mengacungkan jempolnya


" oh oya, gimana masalah disini ? apa sudah ketemu pelakunya ?" tanya Aisyah


" aku sih belum terlalu tahu, karena abang masih mengurusnya. Tapi beberapa bukti mengarah pada seseorang, tapi itu juga masih kita selidiki kebenarannya " jawab Maira


" semoga saja pelakunya cepat ketemu, supaya perusahaan kita tidak rugi terus !" kata Aisyah


" iya " kata Maira


Jam isirahat sudah tiba, semua pergi ke kantin untuk makan siang. Tapi tidak dengan Maira dan Aisyah, jam istirahat mereka gunakan untuk mengecek pembukuan dari kedua kafe yang mereka kelola. Maira merasa puas dengan apa yang ia lihat dan ia dapatkan. Ia tidak pernah menyangka jika usaha yang ia rintis bersama akan berhasil hingga saat ini.


Maira dan Aisyah melupakan makan siangnya, tapi tidak dengan Azka karena ia membawa bekal dari Nisa.


Kini jam istirahat telah usai, semua staf karyawan masuk dan kembali bekererja. Lima menit setelah jam makan siang usai, beberapa staf karyawan yang di panggil tadi sudah berada di ruang rapat menunggu Maira dan Azka datang. Tak lama kemudian Azka didampingi oleh Ghaisan dan Maira masuk kedalam ruang rapat, membuat suasana menjadi hening dan tegang seketika.


Maira membuka rapat kali ini, dan langsung membahas permasalahan yang terjadi. Dari sekian orang yang di panggil untuk meeting dadakan kali ini ada satu orang yang membuat Maira curiga padanya, tapi Maira tidak menunjukannya karena ia akan menyelidikinya lebih lanjut. Setelah mendengar beberapa laporan dati staf yang ada, kecurigaan Maira makin bertambah saat orang tadi mebacakan hasil laporan yang ia terima.


.


.


.


.


.


TBC


Happy reading...


jangan lupa tinggalkan jejak ya...


terima kasiih๐Ÿ™๐Ÿป