
Maira, Aisyah dan Ghina turun dari kamar untuk bergabung dengan yang lainnya di ryang keluarga, tapi Ghina harus pergi ke kafe karena sekarang Ghina lah yang bertanggung jawab dengan kafe. Sekalian memberikan info pada karyawan yang lain untuk datang ke acara pernikahan Maira besok dan tentunya kafe di tutup, alias libur.
Ghina bahagia sekali memiliki atasan seperti Aisyah dan Maira, selain keduanya cantik juga baik hati tidak pernah membedakan orang dari rupa, kedudukan bahkan keturunannya. Ghina sudah menganggap keduanya sebagai kakaknya sendiri, begitupun dengan Aisyah dan Maira yang menganggap Ghina sebagai adiknya bukan seorang karyawan.
Waktu terus bergulir dan berputar dengan cepat, hingga tibalah saatnya pada hari ini. Hari dimana Fardhan dan Maira menikah untuk melepas masa lajangnya.
Sejenak Fardhan melihat dan menatap pantulan dirinya di cermin, kali ini ia menggunakan baju adat sunda berwarna putih satu kata yang sudah pasti akan orang katakan " Perfect ". Wajah tampan, hidung mancung, bibir sedikit tebal, rahangnya yang tegas, berkulit putih bersih, berwibawa, dan bijaksana. Ahhhh... untuk jiwa jiwa jomblo pasti akan meronta berharap bisa mendapatkannyağŸ¤.
Perlahan Fardhan menjejaki anak tangga untuk turun ke ruang keluarga dimana semua keluarganya sudah berkumpul. Semua mata kini tertuju pada Fardhan yang terlihat berbeda, mingkin aura pengantinnya sangat kuat. Fardhan hanya tersenyum saat ia sadar semua anggota keluarga memperhatikannya.
" wiiiih, kakakku makin ganteng aja !" goda Faridah
" apa sih kamu ini Far ! " kata Fardhan menanggapi
" kamu benar benar perfect, hari ini ! gak kerasa sekarang udah mau nikah aja, rasanya baru kemarin mama melahirkanmu dan mengurusmu !" kata mama penuh haru
" mama jangan sedih gitu dong !" kata Fardhan sambil menghapus air mata mamanya
" sudah sudah, sekarang kita berangkat ! nanti kita telat " kata paman
Fardhan dan keluarga kini berangkat dari rumahnya. Sedangkan di rumah, Maira baru saja selesai dirias. Maira mengenakan kebaya modern berwarna putih yang sangat cantik, mahkota telah bertengger diatas kepalanya dengan cantik berkilau, harum bunga melati menjadi ciri khas dari pengantin adat sunda ini.
Maira duduk di depan meja rias, memandangi pantulan dirinya di cermin. Ia masih merasa ini hanyalah sebuah mimpi, ia tak menyangka pertemuannya di kantor dengan Fardhan akan berlanjut hingga ke jenjang yang lebih serius seperti saat ini yang terjadi.
Maira masih menatap dirinya, perlahan ia meraba pipi mulusnya yang kini telah di poles dengan make up natural.
apakah benar ini wajahku saat ini ?
ya Allah, benarkah ini aku ?
tapi aku yidak mengenali diriku saat ini !
...gumam Maira...
ceklek
Pintu kamar terbuka, mama dan Nisa masuk kedalam kamar menemui Maira
" masya Allah, anak mama cantik sekali !" kata mama
" iya ma, Nisa sampai pangling lihatnya !" timpal Nisa
Sedangkan Maira ? dia hanya tersenyum menanggapinya tanpa bicara sepayah kata pun.
" baru kemarin rasanya kamu mama gendong, dan tahu tahu sekarang sudah besar dan akan menikah ! selamat ya sayang !" kata mama memeluk Maira sambil meneteskan air matanya
" mama jangan nangis dong ! aku juga jadi sedih !" kata Maira kini matanya juga sudah berair dan siap meluncur di pipinya
" mama bukan sedih sayang, tapi mama terharu dan bahagia !" jawab mama
Mama masih meneteskan air matanya, kemudian mama merangkul Maira dan Nisa bersamaan. Mama merasa sangat bahagia, tapi tak di pungkiri juga ada rasa was was dihatinya. Mama takut Fardhan tidak akan mampu bertahan dengan sikap manja anaknya yang satu ini. Memang, Maira selalu manja kepada keluarganya (mama, papa dan Azka). Tapi mama berusaha menepis perasaan itu, mama berharap Maira dan Fardhan akan hidup bahagia.
" oh iya kak, bagaimana hasil test nya ?" tanya Maira setelah melepas pelukannya
" eh iya, mama juga lupa ! bagaimana hasilnya ?" tanya mama dengan penuh harap
" maaf " satu kata yang Nisa ucapkan tapi terdengar ambigu
" tidak apa sayang, mungkin belum rizkinya kamu sama Azka saja !" kata mama membesarkan hati Nisa
" maaf ma, Dek tapi hasilnya memang positif !" jawab Nisa sambil tersenyum
" kakak beneran ini ? serius ?" tanya Maira antusias, sedangkan mama masih mencerna ucapan Nisa barusan
" serius Mai !" jawab Nisa sambil tersenyum bahagia
" ini beneran ? asli ? serius ?" tanya mama memastikan, Nisa hanya mengangguk sambil tersenyum
" masya Allah, alhamdulillah ya Allah, rupanya Kau memberikan kami kebahagian lagi saat ini !" ucap mama yang kini menangis bahagia
" mulai sekarang kamu jangan melakukan aktifitas berat lagi ya, kamu harus jaga kandunganmu. mama tidak mau terjadi apa apa dengan kalian !" kata mama
" iya ma " jawab Nisa menurut saja pada ucapan mama mertuanya
Ketiganya kembali berpelukan hingga tidak sadar sedari tadi Azka mengetuk pintu kamar tak ada yang menyahutinya.
" ma, aku ketok pintunya kok gak ada yang jawab sih ? " tanya Azka
" maaf, kita gak denger karena kita sedang bahagia !" jawab mama
" emang bahagia apa sih ? kok aku jadi kepo !" tanya Azka
" abang, selamat ya sebentar lagi abang bakalan jadi ayah !" kata Maira membuat Fardhan bungkam seketika dan menatap Nisa yang kini sedang tersenyum menatapnya
" sayang ?" tanya Azka meminta penjelasan
" iya mas, aku positif hamil !" jawab Nisa bahagia
" selamat ya !" kata mama sambil menepuk bahu Azka
" kamu hamil, alhamdulillah ya Allah !" ucap Azka kemudian ia sujud syukur
Azka seakan lupa dwngan keberadaan mama dan Maira disana, ia menghambur memeluk Nisa sambil menghujaminya dengan ciuman.
" bahagia sih bahagia bang ! ingat, disini masih ada orang !" kata Maira
" iya, sampai gak sadar gitu kalau kita ada disini ! kita berasa jadi nyamuk ya Mai ?" kata mama
" iya bener ma !" kata Maira
" mama kayak gak pernah merasakannya saja !" jawab Azka
" dan kamu Mai, suatu saat nanti kamu juga bakal ngerasain bagaimana bahagianya !" sambung Azka pada Maira
" iya deh iya... selamat ya abang dan kakakku !" ucap Maira
" sudahlah, ayo kita keluar sebentar lagi akadnya akan dimulai !" kata Azka
Mama, Maira dan Nisa pun mengikuti langkah Azka menuju ruangan dimana akan dilaksanakan ijab qabul. Tapi Maira tidak di pertemukan dulu dengan Fardhan, nanti setelah "SAH" barulah Maira akan di munculkan untuk menemui suaminya.
.
.
.
.
.
TBC