Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
101


Didalam ruang kerja Azka masih terus terjadi obrolan seputar masalah yang sedang dihadapi Maira dan mencoba mencari solusi terbaik untuk menyelesaikannya. Lain lagi dengan Fardhan, saat ini ia baru saja selesai meeting dan baru saja ia masuk kedalam ruangannya dan dikejutkan dengan keberadaan Kirana diruangannya.


" ngapain kamu disini ?" tanya Fardhan ketus


" aku nungguin kamu " jawab Kirana menampilkan senyum terbaiknya


" untuk apa menungguku ? tidakkah kamu malu selalu mengganggu suami orang lain ?" tanya Fardhan pedas membuat Kirana emosi


" Dhan, aku disini juga disuruh mama kamu ! Kita masih bisa bersama kembali Dhan, aku mau kita kembali lagi seperti dulu " jaeab Kirana


" dengarkan aku baik baik ! aku tidak akan mau kembali lagi sama kamu, karena aku sudah mempunyai istri yang sangat aku cintai dan mau menerima aku apa adanya, menemani aku disaat aku sedang terjatuh dan tentunya dia l3bih baik dari pada kamu !" kata Fardhan penuh tekanan


" Tapi aku mau kita kembali lagi seperti dulu Dhan ! Lagi pula mama kamu sudah merestui kita jika kita bersama " kata Kirana


" Sekarang kamu mau kita kembali bersama, tapi dulu kamu kemana ? kemana saat aku membutuhkan banyak dukungan darimu ? kemana kamu saat aku masih berada dibawah ? kamu tidak ada, bahkan kamu pergi begitu saja meninggalkan aku " kata Fardhan geram


" iya, aku menyesal melakukan itu padamu dulu. Sekarang aku ingin memperbaiki semuanya kembali, aku mohon beri aku kesempatan sekali saja Dhan " kata Kirang menghiba


" sekarang kamu kembali karena aku sudah sukses kan ? oh iya, dimana harga dirimu yang selalu kau junjung tinggi itu ? mengapa sekarang kau menghiba padaku seperti ini ? apa tidak ada laki laki yang mau mendekatimu lagi ?" kata Fardhan membuat Kirana diam


Kirana tidak menyangka kalau ucapan itu akan terlontar dari mulut Fardhan sendiri, Fardhan yang dulu dikenal dengan baik hati tapi berbeda dengan sekarang. Tapi hal itu hanya berlaku pada Kirana saja sekarang. Ya, Fardhan tidak ingin tergoda dengan bujuk rayu dari wanita ini. Ia akan memperjuangkan pernikahannya dengan Maira, ia takkan melepaskan wanita yang kini sudah mengisi relung jiwanya.


" aku tidak menyangka kamu jahat Dhan ! kamu bukan Fardhan yang aku kenal dulu, aku tidak mengenalmu lagi Dhan, kamu berubah " kata Kirana sambil berurai air mata


" ya, ini m3mang aku yang sekarang ! bukan Fardhan yang dulu yang lemah dan bisa kau perlakukan sesuka hati. Aku berubah, karena kau membuat luka dan kau pula yang menjadi penyebab aku begini. Jadi jangan salahkan orang lain " kata Fardhan


" sekarang pulanglah kembali kepada orang tuamu, dan jangan pernah mencoba untuk mengusik kehidupanku saat ini atau kau akan tahu akibatnya " kata Fardhan


" kamu mengusirku ?" kata Kirana emosi


" aku berhak melakukan apapun, karena ini kantorku jadi aku berhak mengusirmu " lanjut Fardhan


" aku tidak akan pe4gi dari sini ! aku akan menunggumu disini sampai selesai !" kekeh Kirana


" oke, aku beri pilihan sekarang. Pergi dari kantorku sekarang juga dan jangan pernah menampakkan kembali wajahmu diaini atau aku akan membatalkan kontrak kerja sama antara perusahaan papamu denganku sekaligus melaporkanmu pada yang berwajib dan ayahmu yang telah berbuat curang pada klienmu " kata Fardhan


skak..


Tak ada pilihan lain bagi Kirana saat ini, ia harus segera meninggalkan kantor Fardhan. Ia tidak mau ambil resiko besar u tuk rencananya ini, biarlah ia kembali dulu dan menyusun kembali rencana yang bisa ia lancarkan selanjutnya.


" oke, aku akan pulang tapi tunggu saja pembalasan dariku atas penghinaanmu ini padaku Fardhan " kata Kirana geram lalu pe4gi meninggalkan kantor Fardhan dengan hati yang dipenuhi emosi


Setelah kepergian Kirana, Fardhan merasa lega saat ini karena keberadaan Kirana sedikit menggoyahkan hatinya, hanya sedikit. Ya, walau bagaimana pun Kirana adalah cinta pertama Fardhan yang pernah mengisi hati Fardhan. Tapi sekarang Fardhan sudah memantapkan hatinya untuk Maira seorang. Fardhan tidak ingin menyakiti Maira lagi, cukup sudah ia melakukan kesalahan yang berujung pertengkarannya dengan Maira.


Fardhan mengetahui itu semua, karena Fardhan sudah menyelidikinya lebih dulu. Dan apa yang ia ketahui saat ini tentang Kirana dan papanya te4nyata sangat mencengangkan, untung saja dulu Fardhan ditinggalkan oleh Kirana. Kalau tidak, entah apa yang akan terjadi dengannya saat ini.


Merasa fikirannya tidak terlalu tenang, dan kebetulan juga jadwalnya hari ini sudah longgar Fardhan memutuskan untuk pulang saja kerumah mertuanya untuk menemui Maira. Walaupun masih belum bisa berkomunikasi dengan baik, tapi Fardhan bisa memahami itu semua.


" Shan, aku akan pulang sekarang. Kau handle kantor " kata Fardhan


" siap bos " kata Shandy dengan santai


" thank you, aku duluan " kata Fardhan lalu pergi dari hadapan Shandy


Setelah berada dijalanan kurang lebih tiga puluh menit, Fardhan sampai di rumah mertuanya. Ia melihat Mqira sedang duduk santai diruang keluarga sambil nonton Tv bersama Zahra dan Nisa juga Silmi.


" assalamualaikum " ucap Fardhan


" waalaikumsalaam " jawab semua kompak


Fardhan langsung mendekat kearah Maira, ia melihat Maira sudah sedikit berubah. Maira juga sudah mau melakukan salam padanya, membuat Fardhan senang.


" abang kemana kak ? tanya Fardhan


" abangmu sedang di ruang kerjanya, katanya ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan " jawab Nisa


" oh gitu ya, ya udah aku ke kamar dulu ya kak bersih bersih dulu " kata Fardhan lalu pergi ke kamar


Fardhan disusul oleh Maira dibelakangnya, walau bagaimanapun juga Fardhan adalah suaminya. Mendiamkan Fardhan dan meninggalkannya beberapa minggu lalu membuat Maira merasa bersalah, ya sedikitnya ia juga tahu kalau pe4gi meninggalkan rumah tanpa izin suami itu berdosa. Tapi saat itu ia tidak punya pilihan lagi, tapi sekarang ia akan mencoba memperbaikinya.


.


.


.


.


.


TBC


Happy reading😊