Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
30


dua hari kemudian....


Hari ini Fardhan akan membawa Maira pindah ke rumah baru yang akan ia tempati. Maira sudah siap dengan dua koper besar di hadapannya, sedangkan Fardhan tidak membawa apa apa karena semua barang Fardhan sudah di pindahkan ke rumah barunya terlebih dahulu. Sedangkan koper yang Fardhan bawa beberapa hari lalu ke rumah ini s3ngaja di simpan didalam lemari milik Maira bersama beberapa baju Maira yang di simpan disini, supaya jika akan menginap disini Maira dan Fardhan tidak perlu repot repot membawa baju ganti.


" sudah beres sayang ?" tanya Fardhan


" alhamdulillah beres mas ! oh iya, kita berangkat sekarang kan ?" tanya Maira saat melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul dua belas lebih dua puluh menit.


" iya sayang, kita berangkat sekarang ! mama, papa, bang Azka dan kak Nisa sudah menunggu di bawah ! sini biar mas yang bawa kopernya !" kata Azka


" tapi ini berat mas !" kata Maira yang sebenarnya merasa tidak enak


" yang berat itu rindu, kamu gak akan kuat, biar aku saja !" kata Fardhan sambil terkekeh


" emmm, gini nih kalau jadi korban Film !" kata Maira


" ih emang beneran loh, rindu iyu memang berat ! emang kamu tidak peenah rindu padaku saat kita tidak bertemu ?" tanya Fardhan


" tidak !" jawab Maira sambil terkekeh


" masa sih ? tega banget itu namanya !" kata Fardhan pura pura merajuk


" aku bercanda kali mas ! iya, aku rindu sama kamu saat kita tidak bertemu !" jawab Maira membuat Fardhan teraenyum senang saat mendengarnya


" ya sudah ayo kita berangkat !" ajak Fardhan sambil membawa kedua koper milik Maira


Fardhan berjalan di depan sambil membawa kedua koper milik Maira dan Maira berjalan di belakangnya hanya menenteng tas tangan yang berukuran sedang


" lama amat ! ngapain aja sih didalam ?" tanya Azka yang sudah menunggu sedari tadi


" biasa bang, kan beresin baju dulu sekalian nunghu mas Fardhan mandi !" jawab Maira


" ya sudah, ayo cepat kita berangkat ! " ajak papa


" iya, ayo dong mas !" ajak Nisa


Semua masuk kedalam mobil, papa dan mama masuk sati mobil dengan Azka dan Nisa. Sedangkan pengantin baru ? ya tentu saja hanya berdua di dalam mobil Fardhan.


" mas, besok kan kita anterin papa dan mama ! nanti kita mampir dulu ke rumah lama ya mas, nemuin mama kamu sama Faridah !" kata Maira


" iya sayang, lagian besok mama sama Faridah juga harus kembali ke Palembang !" jawab Fardhan


" kok besok sih mas ? katanya masih dua hati lagi disini !" kata Maira


" ada beberapa masalah dikantor katanya, sama Faridah juga kan udah mau masuk kuliah lagi !" jawab Fardhan


" jam berapa berangkatnya mas ?" tanya Maira


" ya sekitar jam enam pagi mereka take off, ya berarti sekitar jam lima mereka harus berangkat ke bandara !" jawab Fardhan


" kalau begitu kita nginep saja di sana mas, biar nanti bisa anterin mama sama adikmu !" kata Maira


" beneran mau nginep disana ? kamu gak bakal capek ?" yanya Fardhan


" enggak mas, aku yakin !" jawab Maira mantap


" ya sudah kalau begitu nanti setelah shalat Maghrib kita berangkat ya !" kata Fardhan


" iya mas !" jawab Maira


Fardhan dan Maira melanjutkan pembicaraan mulai dari sahabatmya sambil mengenang masa dimana saat itu keduamya bertemu untuk pertama kalinya. Hingga tak terasa kini Fardhan dan yang lainnya telah sampai di rumah yang akan ditempati oleh sepasang pengantin baru itu.


" selamat datang di rumah kita sayang !" kata Fardhan sambil membukakan pintu untuk Maira


" mas ini rumah kita ?" tanya Maira


" apa tidak terlalu besar mas ? kita disini cuman tinggal berdua loh mas !" kata Maira


" kita gak berdua sayang, kan ada asisten rumah tangga sama sopir ditambah lagi security !" jawab Fardhan sambil tersenyum


Fardjan pun menuntun Maira untuk masuk kedalam rumah barunya. Disana Fardhan dan yang lainnya disambut oleh bi Titin dan mang Jajang, juga mang wawan.


" assalamualaikum !" ucap Fardhan dan Maira


" waalaikumsalaam, selamat datang di rumah baru aden, non !" kata mang Jajang, bi Titin dan mang Wawan


" terima kasih sudah menyambut kami ! semoga betah bekerja pada kami ya !" kata Maira dwngan ramah


Maira dan keluarganya di ajak masuk kedalam rumah, sedangkan barang bawaan mereka mulai di angkut kedalam rumah oleh mang Jajang dan mang Wawan.


" mamang sama bibi tolong kesini sebentar !" kata Fardhan


" iya den !" jawab ketiganya serempak


" perkenalkan, ini istri saya kalian bisa panggil Maira. yang ini kedua orang tua istro saya dan ini kakak dari istri saya dan istrinya !" kata Fardhan memperkenalkan


" salam kenal, nama saya mang Jajang dan ini istri saya Titin !" kata mang Jajang memperkenalkan diri dan istrinya


" kalau nama saya Wawan security disini dan nanti ada teman saya yang bakal gantian tugas juga namanya Heri !" kata mang Wawan


Semua mengangguk faham. Fardhan mempersilahkan para pegawainya itu kembali ke tempatnya bekerja. Fardhan juga sudah menyiapkan beberapa menu masakan yang sudah di masak oleh bi Titin sesuai dengan permintaan Fardhan kemarin. Setelah berbincang hangat, Fardhan mengajak istri dan keluarganya untuk makan bersama mengingat hari sudah sore. Setelah makan, mama, papa, Azka dan Nisa pamit pulang pada Maira dan Fardhan


" nak Fardhan, kami.pamit pulang dulu ya ! nanti kapan kapan insya Allah kami akan datang kesini tenhokin kalian !" kata mama


" iya ma, terima kasih sudah mengantar kami !" jawab Fardhan


" tidak perlu berterima kasih, memang sudah seharusnya begitu kan !" kata papa


" oh iya, papa tiyip putri kesayangan papa dan mama sama kamu. Jangan sakiti dia, jangan kamu bentak dia karena dia paling tidak bisa kalau dikerasin. Kalau dia salah, ingatkan dia, tegur dia baik baik jangan main tangan. kalau kamu sudah tidak mampu menjaganya lagi atau tidak menginginkannya lagi, kembalikan dia pada papa dengan baik. Karena kamu pun memintanya untuk menjadi istrimu dengan baik baik pula. Kini tanggung jawabmu bertambah, selain menafkahinya lahir batin kamu juga harus bisa mendidik istrimu agar lebih baik lagi ! kamu mengerti !" kata papa panjang lebar


" insya Allah Fardhan akan menjaga dan melindungi Maira dengan sepenuh hati Fardhan pa, do'akan kami ya pa, ma, abang, kak Nisa !" kata Fardhan penuh keyakinan


" iya, papa dan mama yakin padamu !" kata papa


" Mai, sekarang kamu sudah menjadi milik suamimu. Kamu wajib patuh padanya selama di jalan yang baik. kanu harus pandai melayani suamimu, kamu harus bisa menjaga harta dan dirimu sendiri saat suamimu tidak ada dirumah. kamu tahu kan hukum seorang istri yang keluar dari rumah tanpa izin dari suaminya ? Wanita itu sangatlah dekat dengan yang namanya fitnah nak, makanya kamu harus pandai menjaga diri agar tidak menjadi fitnah bagi suamimu." kata papa


" iya pa !" jawab Maira sambil menunduk


Sebenarnya Maira merasa sangat sedih saat jauh dari kedua orang tuanya. Jujur saja, Maira memang dimanja oleh kedua orang tuanya apalagi oleh Azka abangnya. Tapi Maira harus mengikuti langkah suaminya, karena ia sudah mempunyai kewajiban baru yaitu berbakti kepada suami selain pada orang tuanya.


Maira menangis saat kedua orang tua, abang dan istrinya pulang. Sungguh kini ia benar benar jauh dari keluarganya. Fardhan mengusap pundak Maira dan menuntunnya untuk masuk kedalam rumah.


.


.


.


.


.


TBC


Happy reading...


jangan lupa dukungannya ya...


terima kasiih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป