Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
18


Setelah urusannya selesai, Maira pergi ke kantor dan sampai pada pukul 09.12. Begitu sampai di kantor, Maira langsung masuk kedalam ruangannya sendiri. Hari ini begitu sibuk bagi Maira, banyak File yang harus dia selesaikan hingga ia melupakan makan siangnya.


tok.. tok.. tok..


" masuk " sahut Maira dari dalam


" kamu gak makan siang Mai ?" tanya Azka


" belum, sebentar lagi bang lagi nanggung nih !" jawab Maira masih dengan jari yang menari nari diatas keyboard laptopnya


" pekerjaannya ditunda dulu Mai, lebih baik kamu makan dulu ! jangan karena pekerjaan nanti kamu jadi sakit ! ingat, kamu itu sebentar lagi bakalan nikah jadi harus pandai pandai jaga kesehatan !" kata Azka


" iya abang, bawel amat sih ! lima menit lagi ya ! ohniya, abang sudah makan ?" tanya Maira


" belum, abang baru kembali. kita makan siang bareng ya ! cepetan selesaikan, abang tunggu disini !" jawab Azka lalu duduk di sofa yang ada di ruangan Maira


" iya " jawab Maira singkat


Lima menit kemudian....


" ayo bang !" ajak Maira


" oke !" jawab Azka sambil berjalan mendahului Maira


" kita makan dimana bang ?" tanya Maira


" di kantin saja, jangan jauh jauh ! lagian jam makan siang juga sudah hampir habis !" jawab Azka


" oke, boleh !" kata Maira


Maira dan Azka memesan makan siang mereka, tak lama kemudian pesanan makan siang keduanya datang dan langsung di makan dengan lahap.


" bang, kalau nanyi Mai sudah nikah apa boleh Mai masih bekerja disini ?" tanya Maira saat telah menghabiskan makan siangnya


" harapan abang ya begitu ! tapi semua kembali lagi pada suamimu, kalau suamimu mengizinkan syukur alhamdulillah. tapi kalau suamimu melarangmu, maka kamu hatus menurut padanya untuk tidak bekerja. ingatlah satu hal Mai, seorang wanita itu jika telah menikah maka dia milik suaminya, jadi dia harus patuh karena surga seorang istri ada pada suami. Tapi lain halnya dengan laki laki, kalaupun ia telah menikah ia tetap menjadi milik ibunya, karena surganya ada pada ibunya. kamu mengerti ?" jelas Azka


" iya bang ! semoga saja mas Fardhan masih mengizinkan aku kerja ya !" harap Maira


" iya, semoga saja !" kata Azka tersenyum sambil mengusap puncak kepala Maira


Para karyawan yang melihat kedekatan antara Azka dan Maira pun merasa kagum sekaligus bangga dengan atasannya.


" seneng banget ya lihatnya si bos sama adiknya akur gitu !" kata karyawan wanita yang memakai blazzer warna hitam


" iya, adem banget deh. udah ganteng, mapan, baik pula, pokoknya paket komplit deh ! beruntung banget deh istrinya si bos, jadi pengen dapet yang kayak gitu !" kata si karyawan yang memakai baju putih


" kembali bekerja atau kalian akan mendapatkan SP 1 karena mengobrol disaat jam kerja masih berlangsung !" tegur Fahrul yang membuat karyawan tadi langsung pergi sambil menunduk takut dengan ancaman asisten bosnya.


Fahrul kemudian pergi ke ruangannya untuk mengerjakan pekerjaannya yang masih menumpuk.


Jam pulang kantor telah tiba, semua karyawan pulang kecuali yang harus lembur. Maira membereskan pekerjaannya, kemudian ia pergi ke ruangan Azka untuk pamit pulang duluan.


tok.. tok.. tok..


" assalamualaikum bang !" ucap Maira sambil membuka pintu


" waalaikumsalaam, ada apa Mai ?" tanya Fardhan


" bang, Mai pulang duluan ya ! Mai mau ketemu teman dulu, ada urusan !" jawab Maira


" kemana ?" tanya Azka


" ketemuannya di kafe FaHiSya bang, mungkin pulangnya juga bakal agak malem juga !" jawab Maira


" ya sudah kalau begitu, kamu hati hati di jalannya !" kata Azka


" siap bang ! Mai duluan ya, Assalamualaikum " pamit Maira sambil mencium tangan Azka


" waalaikumsalaam " jawab Azka


Azka kembali fokus pada pekerjaannya, sedangkan Maira langsung berangkat ke kafe.


" assalamualaikum !" ucap Maira


" waalaikumsalaam ! akhirnya datang juga Mai, aku kira kamu gak bakalan datang !" kata Aisyah


" bagaimana, apa omset kita bulan ini naik ?" tanya Maira pada sekertaris yang di percayakan untuk mengurus kafe


" alhamdulillah" ucap Maira dan Aisyah berbarengan


Ya, kafe itu milik Maira dan Aisyah. Selama meeeka kuliah, keduanya sambil bekerja hanya saja tidak ada orangbyang tahu selain keduanya. Dan uang hasil bekerja paruh waktu itu digunakan untuk membangun sebuah kafe.


" semoga kafe ini tetap rame ya kedepannya, supaya kita bisa buka cabang !" harap Aisyah


" aamiin, semoga saja ya ! aku juga udah nabung buat buka cabang yang baru, lumayanlah hasilnya. Selain kita dapat keuntungan kita juga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi yang membutuhkan !" kata Maira


" iya Mai, aku juga udah punya tabungan kok !" timpal Aisyah sambil tersenyum


" iya, semoga cepat terkabul ya !" kata Maira sambil tersenyum manis


" aamiin " ucap Aisyah dan Gina


" oh iya Gina, saya minta data pemasukan dan pengeluaran bulan ini ya !" kata Maira


" semua berkasnya sudah saya simpan di meja kak Mai !" jawab Gina


" bagus ! tidak salah saya menjadikanmu sekertaris !" kata Maira


" iya, kamu cekatan sekali Gina !" puji Aisyah sambil mengacungkan dua jempolnya


Obrolan ketiganya kembali berlanjut, hanya obrolan seputar kafe saja tidak keluar dari jalur itu. Maira baru tersadar saat merasakan ponselnya terus bergetar, ternyata Azka terus menghubunginya.


" iya hallo bang !" kata Maira


".........."


" iya, ini juga baru selesai bang ! Mai pulang sekarang !"


".........."


" iya abang, bawel banget sih !"


".........."


" iya iya ! abang sama yang lain mau dibawain apa sama Mai ?" tanya Maira


".........."


" ya sudah kalau begitu, Mai tutup dulu ya ! assalamualaikum !" kata Maira sambil menutup sambumgan telfonnya


.


" Syah, aku pulang sekarang ya ! mama sama papa udah nungguin aku nih ! duluan ya !" kata Maira


" iya Mai, hati hati di jalan !" kata Aisyah


" oh iya Gina, hampir saya lupa ! nanti saya transfer bonus untuk kalian semua, satu lagi kalau ada apa apa hubungi saya ya !" kata Maira


" assalamualaikum !" ucap Maira


" waalaikumsalaam " jawab Aisyah dan Gina


Maira pergi berlalu dari kafe FaHiSya miliknya dan Aisyah. setelah hampir satu jam menyusuri jalan di gelapnya malam, akhirnya Maira sampai di rumah.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


Happy reading...


jangan lupa tinggalkan jejak yaπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»