
Keesokan harinya, Maira masih berdiam diri di dalam kamarnya. Ia enggan keluar walau hanya sekedar untuk makan saja, setiap waktu makan bi Titin akan mengantarkannya langsung ke kamar Maira.
Melihat kondisi Maira saat ini membuat bi Titin sedih. Walau tidak punya ikatan darah sekalipun, tapi bagi bi Titin Maira adalah anaknya juga. Sejak hari kemarin Fardhan masih belum menghubungi Maira maupun bi Titin. Maira hanya bisa terdiam sambil duduk bersandar di kasurnya mengingat perjalanan rumah tangganya hingga saat ini, hingga tak terasa bulir air mata perlahan menetes membasahi pipinya.
tok.. tok.. tok..
" neng, bibi bawakan makan siang. Neng makan dulu ya, tadi pagi kan neng gak sarapan. Jadi sekarang makan dulu ya " bujuk bi Titin
" Mai gak lapar bi, nanti saja " tolak Maira secara halus
" neng, bibi mohon sama neng. Bibi gak tega lihat kondisi neng seperti ini, neng harus makan ya !" kata bi Titin lagi
" tapi sedikit saja ya bi " jawab Maira
" biar bibi suapin ya " kata bi Titin dan di angguki oleh Maira
Maira pun makan di suapi oleh bi Titin. Bi Titin menyuapinya dengan telaten, tapi baru saja di suapan ke tiga Maira bilang sudah kenyang. Bi Titin terus membujuk Maira agar mau makan lebih banyak lagi, tapi kali ini bi Titin tidak bisa menolaknya.
Setelah makan, Maira kembali meminum obat yang diberikan oleh dokter. Sedangkan bi Titin pergi ke dapur sambil membawa piring bekas Maira makan.
Sedangkan di kafe, Aisyah saat ini tengah memeriksa beberapa laporan yang diberikan oleh Syifa.
" huh, gak ada Maira rasanya suntuk banget gak ada teman ngobrol apalagi bercanda. Jadi bosen sendiri kan !" gumam Aisyah
tok.. tok.. tok..
" masuk " kata Aisyah
" Assalamualaikum sayang " ucap Arfan saat masuk kedalam ruangan
" waalaikumsalaam. Duduk mas " ajak Aisyah mendekatkan diri pada suaminya
" kenapa ? kok kaya bosen gitu " tanya Arfan
" iya mas, bosen gak ada teman ngobrol. Soalnya Maira gak masuk hari ini " jawab Aisyah
" loh, kenapa ? apa dia sakit ?" tanya Arfan
" entahlah mas, dia hanya bilang kurang enak badan. Aku juga gak tqhu pasti, kemarin juga pas nganterin mobil ke rumahnya dia juga gak turun. Kata bi Titin dia gak mau di ganggu dulu katanya " jawab Aisyah
" kita doakan saja semoga dia tidak apa apa ya ! oh iya, kalau kamu bosan kamu datang aja ke kantor biar aku juga ada teman ngobrol " kata Arfan
" beneran mas ?" tanya Aisyah
" ya gak apa apa dong sayang, masa istri mau datang ke kantor gak boleh sih !" kata Arfan
" terima kasih mas " kata Aisyah kegirangan
cup
Satu kecupan mendarat di pipi Arfan dan mendapat pelukan juga dari istrinya tercinta
" jangan menggodaku disini sayang " kata Arfan
" apaan ih mas, cuman gitu aja kok " jawab Aisyah malu malu
" ya udah, nanti mas tagih di rumah " bisik Arfan membuat Aisyah merinding jadinya
" oh iya, kita makan siang di luar aja yuk mas ! hari ini aku lagi kepingin banget makan bakso langganan aku sama Maira " kata Aisyah
" oke, as your wish my wife " kata Arfan sambil mengecup pipi Aisyah
Selanjutnya, Aisyah dan Arfan pergi ke tempat yang telah di tunjuk oleh Aisyah.
Sedangkan Maira masih berada didalam kamarnya, perlahan ia berjalan menuju balkon kamarnya dengan membawa buku diary di tangannya. Ia duduk dan menuliskan apa yang sedang ia rasakan dan harapannya. Lama berada disana, Akhirnya Maira masuk kembali kedalam kamarnya.
Sepi yang menyelimuti hatinya saat ini, hampa dirasa. Maira kembali duduk bersandar di kasurnya setelah membersihkan diri. Siang telah be4lalu dan berganti dengan malam gelap tanpa bintang. Maira kembali duduk di balkon menikmati angin yang datang menyapa. Tak lama hujan mulai turun datang menyapa seolah tahu suasana hatinya saat ini yang sedang merasakan sedih.
Malam telah berganti dengan pagi, sinar mentari menerangi bumi dengan cahayanya yang indah. Hari ini Maira harus pergi ke rumah sakit untuk mengambil hasil lab. Maira berangkat dati rumahnya pukul 09 dan rencananya ia akan pergi ke kafe sebentar.
" iya neng, hati hati di jalan ya " jawab bi Titin
" iya bi, Mai berangkat assalamualaikum " ucap Maira lalu pergi keluar rumahnya
" waalaikumsalaam warahmatullah " jawab bi Titin
Maira mengendarai mobilnya menuju ke kafe miliknya, ia telah memutuskan akan memantau kafe dari rumah saja seperti dulu. Sesampainya di kafe, Maira memarkirkan mobilnya disamping mobil Aisyah dan langsung masuk kedalam kafe.
" assalamualaikum " ucap Maira saat masuk kedalam ruangannya
" waalaikumsalaam " jawab Aisyah tersenyum
" gimana kabarnya Mai ? aku hubunhin kamu susah amat " kata Aisyah
" alhamdulillah baik Syah, hpku lagi bermasalah Syah. ini juga aku mau service, tapi mampir dulu kesini " jawab Maira
" kamu gak bohongkan ?" tanya Aisyah penuh selidik
" bohong buat apa Syah ?" kilah Maira
" enggak, cuman hati aku bilang ada yang kamu sembunyikan dari aku Mai " kata Aisyah
" itu hanya perasaanmu saja ! oh iya, aku kesini sekalian mau bicara serius sama kamu " kata Maira
" bicara serius apa Mai ? " tanya Aisyah
" maaf sebelumnya Syah, sepertinya aku gak bisa mantau kafe seperti kemarin kemarin. Aku udah mutusin buat mantau dari jauh aja, kayak dulu lagi " kata Maira dengan berat hati mengatakannya
" loh, kenapa Mai ?" tanya Aisyah terheran
" yang pertama aku mau fokus juga dengan rumah tanggaku Syah. dan yang kedua, jujur aja aku jadi gak nyaman akhir akhir ini karena Rizal selalu datang menemuiku disini. Dan terakhir kita bertemu dia malah buat aku berselisih faham dengan mas Fardhan. Jadi aku mutusin buat ngambil jalan yang aman aja " jelas Maira panjang lebar
" iya juga sih, keputusan kamu emang bener Mai. eh, tapi kamu sama kak Fardhan gak bertengkar kan ?" tanya Aisyah
" enggak Syah, cuman selisih faham aja. Tapi semuanya udah clear kok " jawab Maira meyakinkan
semoga apa yang aku ucapkan barusan menjadi doa bagi ku
doa Maira dalam hatinya
" sukutlah kalau baik baik saja !" kata Aisyah
" maaf ya Syah, kalau aku kembali menyerahkan beban untuk mengurus kafe kita ini ke kamu " kata Maira merasa tidak enak
" kok kamu bilang gitu Mai, kan kamu juga ikut pantau terus yah walaupun dari jarak jauh " kata Aisyah
" terima kasih ya Syah, udah mau ngertiin aku. Oh iya, aku gak bisa lama lama. Soalnya aku pamit sama bi Titin cuman sebentar, aaku pergi ya Syah " kata maira
" iya, hati hati ya " kata Aisyah
" iya, assalamualaikum " ucap Maira
" waalaikumsalaam " jaeab Aisyah
.
.
.
.
.
TBC
Happy reading😊