Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
37


Fardhan langsung membuka pintu mobil bagian depan dan membanyu Maira masuk, setelah itu kemudian ia juga masuk di kursi kemudi. Fardhan melihat Maira terus meringis kesakitan sambil memegang perutnya membuatnya bertambah khawatir. Tentu saja khawatir ini adalah kali pertama ia melihat Maira kesakitan seperti itu. Fardhan merogoh ponselnya dan mencari lokasi klinik terdekat di sebuah aplikasi.


Setelah mendapatkan lokasinya, Fardhan pun mengikuti petunjuk yang di arahkan oleh salah satu aplikasi yang di pakainya. Tak lama kemudian Fardhan sampai di klinik, untung saja di klinik itu tidak banyak pasien jadi denhan mudah ia membawa Maira untuk segera dinperiksa.


Maira di baringkan di atas blankar, dan sedang di periksa langsung oleh dokter jaga yang sedang bertugas Sedangkan Fardhan ia menunggu di kurai yang tak jauh dari blankar yang di tiduri istrinya.


" bagaimana dok ?" tanya Fardhan saat dokter kembali setelah selesai memeriksa Maira


" lambungnya bermasalah, istri anda tidak perlu di rawat hanya perlu istirahat dan menjaga asupan makanan saja ! saya sarankan unruk menghindari makanannyang pedas, asam dan santan " kata dokter


" baik dok, terima kasih !" kata Fardhan


" ini saya resepkan obat, nanti obat ini harus di konsumsi tiga kali sehari dan yang satunya lagi satu kali sehari !" kata dokter sambil menyerahkan resep kepada Fardhan


" terima kasih dok !" kata Fardhan sambil menjabat tangan dokter yang memeriksa Maira


" sama sama, semoga lekas sembuh " kata dokter


" aamiin " kata Fardhan


Fardhan membantu Maira keluar dari ruang pemeriksaan dan membayar administrasi, setelah itu Fardhan membeli obat yang sudah di resepkan oleh dokter sebelumnya.


" kamu tunggu dulu disini ya ! mas mau beli obat dulu !" kata Fardhan


" iya mas " jawab Maira lemah


Fardhan pun pergi ke apotek sedangkan Maira sudah masuk dan menunggu di dalam mobil. Tidak lama kemudian Fardhan sudah kembali dengan membawa kantong kresek berisi obat.


" kita beli dulu makanan sama air minum dulu ya, di depan sana !" kata Fardhan membuat Maira mengangguk


Fardhan membeli roti dan dua botol air mineral. Fardhan memberikan roti dan sebotol air mineral itu pada Maira.


" ini, makan dulu roti nya lalu minumlah obatnya !" kata Fardhan


" terima kasih mas !" kata Maira


" sama sama sayang !" kata Fardhan sambil mengelus kepala Maira


perlahan Maira memakan roti yang dibelikan oleh Fardhan, hanya dua gigitan saja tidak lebih Maira mengakhirinya.


" kenapa tidak di habiskan ? apa tidak suka ?" tanya Fardhan


" tidak mas, Mai emang sudah kenyang mas. Kan tadi kita makan malam bersama !" kata Maira


" ehniya, mas lupa ! nah sekarang ini obatnya di minum dulu !" kata Fardhan sambil memberikan tiga butir obat pada Maira


" iya mas, terima kasih !" kata Maira


" sama sama !" kata Fardhan


Setelah Maira selwsai meminum obatnya, Fardhan melajukan kembali mobil miliknya untuk kembali pulang.


" mas " panggil Maira


" iya sayang, ada apa ?" tanya Fardhan


" maaf ya sudah merepotkan mas, sudah mengganggu tidur mas juga !" kata Maira sambil menunduk


" tidak apa sayang ! kamu jangan begitu ah, mas tidak merasa di repotkan dan di ganggu kok ! " kata Fardhan


" tapi mas, Mai gak enak aja udah bangunin mas malam malam begini !" kata Maira lagi


" sudahlah sayang tidak apa apa, kamu jangan merasa tidak enak begitu ! itu juga sudah menjadi tugas mas untuk menjaga kamu. Saat ini memang kamu yang sakit, tapi suatu saat nanti bisa saja mas yang sakit bahkan mungkin bisa lebih dari kamu dan kamu yang mengurus mas nantinya !" kata Fardhan


" terima kasih mas sudah mengerti Mai !" kata Maira


" iya sayang !" kata Fardhan sambil mengelus kepala Maira


Fardhan dan Maira tiba di rumah tepat pukul 00.15, Fardhan langsung memarkirkan mobilnya di garasi samping rumah bersebelahan dengan mobil Azka. Keadaan rumah memang sudah sepi karena malam sudah sangat larut, dan hampir dinihari.


Fardhan pergi ke dapur untuk mengambil air hangat untuk Maira, sedangkan Maira sendiri langsung pergi ke kamarnya untuk istirahat.


Fardhan melihat Maira sudah berbaring, dan berganti pakaian tentunya.


" sayang, minum dulu air hangatnya !" kata Fardhan sambil memberikan segelas air hangat


" terima kasih mas !" kata Maira


" sama sama. sekarang kita tidur ya !" kata Fardhan setelah menyimpan gelas diatas nakas


Fardhan dan Maira membaca doa bersama saat akan tidur.


" sini mas peluk, biar nyenyak tidurnya !" kata Fardhan


Maira pun bergeser mendekat pada Fardhan dan langsung di peluk oleh Fardhan, Maira pun membalas pelukan Fardhan. Maira merasa nyaman, tenang dan aman saat berada di pelukan Fardhan. Akhirnya keduanya tertidur lelap saling berpelukan dan mulai berlayar ke alam mimpi.


" bang, semalam kamu yang keluar ?" tanya mama


" keluar kemana ma, orang aku sama Nisa langsung tidur !" jawab Azka


" iya ma, kita langsung tidur kok ! emangnya ada apa ?" tanya Nisa


" semalam mama dengar ada mobil yang keluar, mama kira kalian !" jawab mama


" mungkin Fardhan sama Maira ma !" kata papa


" bisa jadi tuh !" kata Azka


" tapi malam malam begitu mau kemana mereka, bukankah Maira tidak terlalu hafal jalan disini apalagi Fardhan !" kata Azka


" biar lebih jelas nanti tanya mereka saja !" kata papa


" harus itu !" kata mama


Saat sarapan Maira tidak turun, ia masih berbaring di tempat ridur sesangkan Fardhan turun bergabung bersama yang lain.


" loh kok kamu sendiri soh Dhan, Maira mana ?" tanya Azka


" Maira di kamar bang, katanya masih lemas. Semalam Farfhan bawa ke klinik !" jawab Fardhan


" Maira sakit apa ?" tanya mama menjadi panik


" tenang dulu ma " kata papa


" kata dokter sakit lambung ma, tapi sekarang udah mendingan kok mama tenang aja !" kata Fardhan


" oh, jadi semalam kalian yang keluar ! kalau Maira sakit kenapa tidak bangunkan mama atau papa Dhan ?" kata mama


" maaf ma, Fardhan tidak mau mengganggu istirahat mama sama papa !" kata Fardhan


" ya sudah, sekarang kita sarapan dulu. Nanti setelah sarapan kita lihat Maira di kamarnya !" kata papa


" iya pa !" kata mama


Akhirnya papa dan yanh lainnya sarapan bersama terkecuali Maira. Usai sarapan, Fardhan meminta bibi untuk menyiapkan sarapan untuk Maira dan dibawa ke kamarnya.


" dek, gimana keadaanmu sekarang ?" tanya Azka yang tiba lebih dulu


" alhamdulillah sudah lebih baik bang !" jawab Maira


" kenapa tisak membangunkan mama atau papa sih Mai kalau kamu sakit ?" kata mama


" Mai sama mas Fardhan tidak mau mengganggu istirahat mama sama papa !" kata Maira


" kamu ini Mai, kalau begini caranya mama jadi was was ninggalin kamu !" kata mama


" mama tenang saja, Mai hanya ceroboh saja dalam mengkonsumsi makanan. Kedepannya Mai akan lebih berhati hati lagi dalam mengkonsumsi makanan !" kata Maira


" obatnya sudah di minim belum ? " tanya Fardhan


" sudah mas, tadi " jawab Maira


" sekarang sarapan dulu ya, mau mas suapin ?" kata Farfhan


" janganlah mas, malu !" kata Maira


" gak usah malu malu Mai, di suapin aja biar romantis !" goda Azka


" ya sudah, kita semua lebih baik keluar dulu. Biarkan Maira sarapan dan minum obat habis itu istirahat !" kata papa


Akhirnya mama, papa, Azka dan Nisa keluar dari kamar. Tinggallah sekarang Maira dan Fardhan saja berdua. Fardhan menyuapi Maira dengan tenang, walaupun Maira masih merasa malu.


.


.


.


.


.


TBC


Happy reading...


jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan😁


terima kasiih🙏🏻🙏🏻