Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
80


Maira tidak menghiraukan orang orang yang ada disana, tujuannya hanya satu yaitu menyelamatkan mama. Biarlah apa yang akan terjadi selanjutnya, yang terpenting mama selamat fikir Maira.


Dengan tenangnya ia melepas semua ikatan yang ada di tubuh mamanya, tangannya bergetar menahan isak tangis yang dengan susah payah ia tahan kini pecah sudah.


" mama bangun ma, ini Mai datang ! Mama harus kuat ma, mama harus bertahan. Mama jangan begini dong, Mai tahu kalau mama wanita yang kuat ! Mama bangun ya, Mai dayang kesini buat jemput mama agar mama bisa pulang ke rumah " lirih Maira sambil memeluk mamanya yang lemah tak berdaya


" saa... yang... " lirih mama


" kita pulang ya ma, mama harus kuat ! Mama harus bertahan, kita pergi dari sini !" kata Maira


hahhahahaha


tawa seorang wanita menggelegar didalam ruangan itu.


" kalian, bawa wanita tua itu keluar dari sini ! dan kamu, kamu harus menggantikan posisi ibumu yang sudah tak berguna itu !" sarkas wanita itu


Maira hendak membantu mamanya berdiri, tapi tak ada tenaga yang dimiliki oleh mamanya. Selama berhari hari mamanya disiksa, ia bertekad akan membawa mama ke rumah sakit, sungguh sakit jauh sangat sakit melihat wanita yang telah berjuang melahirkannya dalam keadaan seperti ini.


Para pria berbaju hitam itu mencoba memisahkan Maira yang kini sedang mendekap mamanya yang lemah tak berdaya.


" jangan mendekat " teriak Maira


" cepat bawa wanita tua itu dan buang dia dijalan !" kata si wanita tadi


" jangan ! tak akan aku biarkan menyentuhnya !" kata Maira dengan emosi meledak ledak


dua orang pria berbadan tegap mencoba membawa mama Maira, hal itu membuat Maira sangat marah. Maira berdiri mencoba menghalangi langkah kedua pria itu, dengan kasar dia berusaha menyingkirkan Maira dari mamanya.


buugh..


buugh..


Maira memukul kedua pria itu dengan penuh amarah.


" kurang ajar " ucap salah satu dari kedua pria tadi


bugh


satu pukulan keras di tengkuk Maira membuatnya tumbang dan tak sadarkan diri.


" cih, merepotkan saja !" umpatnya lagi


" cepat bawa wanita tua itu dan buang di jalanan " perintah si wanita tadi


" siap bos " jawab akedua pria tadi


Maira diseret menuju salah satu ruangan yang ada di dalam bangunan tersebut dan disunci di dalam ruangan yang minim pencahayaan itu. Sedangkan mamanya telah dibawa dua pria tadi dan di buang di pinggir jalanan sepi jauh dari lokasi penyekapan tadi.


*****


Azka merasakan firasat yang tidak baik, tapi ia tidak mau berfikir yang negatif. Azka berfikir dan berharap semoga mama dan adiknya baik baik saja, ia pun kembali meneruskan perjalanannya guna mencari keberadaan sang mama dan adiknya.


Tak jauh dari Azka, Fardhan pun merasakan hal yang sama. Firasatnya mengatakan sesuatu telah terjadi, tapi entah apa. Yang pasti ia ingin segera menemukan mama mertua dan Maira istrinya dalam keadaan baik baik saja.


Hari berganti malam, Fardhan dan Azka terus melakukan pencarian tanpa henti. Orang suruhannya pun kembali di perbanyak mengingat belum adanya hasil yang di dapat.


*****


Sedangkan di tempat lain, Aisyah merasakan gelisah tak menentu. Ia masih belum mendapatkan kabar tentang pencarian Maira dan mamanya.


" gak enak gimana sih yang ? kamu yang tenang dong " kata Arfan


" gak tahu ih ! aku gak bisa tenang dong kalau mama sama Maira belum ketemu juga ! " jawab Aisyah terus mondar mandir didalam kamar


" mending sekarang kita wudhu, dan shalat. Kita serahkan semuanya sama Allah, mas yakin Allah akan memberi kita jalan untuk menemukan mamanya Maira dan Maira. Kita berdoa semoga keduanya baik baik saja " kata Arfan menyarankan


" iya bener mas " kata Aisyah


Keduanya bergegas berwudhu dan melaksanakan shalat bersama. Untaian doa doa terucap dari bibir Aisyah dengan penuh pengharapan, semoga sahabatnya dan mamanya segera di ketemukan dalam keadaan baik baik saja.


*****


" gimana Nis, udah ada kabar dari Azka ?" tanya papa


" belum pa, mas Azka masih belum mendapatkan informasi apapun ! Nanti kalau dapat kabar langsung kabarin kita kok, papa yang tenang ya. Kita berdoa saja semoga mama baik baik saja " kata Nisa berusaha meyakinkan papa mertuanya


" semoga mama cepat ketemu dan dalam keadaan baik baik saja ya " kata papa mencoba berfikir positif


" aamiin.. oh iya pa, Nisa mau lihat Silmi dulu di kamarnya, siapa tahu sudah bangun " kata Nisa


" iya, kalau sudah bangun bawa ke taman yang di belakang ya ! papa mau ajak Silmi main disana " kata papa


" iya pa, Nisa ke kamar dulu ya " pamit Nisa


Nisa pergi ke kamarnya untuk melihat Silmi, sedangkan papa langsung pergi ke taman belakang rumah. Papa duduk di kursi yang ada disana, tepatnya di bawah pohon yang rindang. Semilir angin menerpa menyapa kulit di sore hari, membuat papa kembali merasa kesepian merindukan sang istri.


ma, mama kemana ma ? papa rindu pada mama. Rasanya begitu berat hidup berjauhan dengan mama. Walaupun dulu papa sering meninggalkan mama keluar kota bahkan keluar negri, tapi rasanya berbeda dengan sekarang.


Ya Allah, tolong permudah proses pencarian istri hamba. Mudahkanlah ya Allah, pertemukanlah kami dan satukanlah kami dengan anak anak kami dalam keadaan sehat walafiyat ya Rabb...


aamiin...


gumam papa


" kakek " panggil Silmi membuat lamunan papa buyar seketika dengan kehadiran bocah kecil itu


" eh, cucu kakek sudah bangun. sini sayang " kata papa sambil merentangkan tangannya


" kek, nenek kemana ya kok belum datang ? Biasanya kakek selalu datang sama nenek " kata Silmi


" kita berdoa saja ya sayang, semoga kita bisa segera bertemu nenek ya ! nanti kita main bareng lagi !" kata papa


" iya kek " jawab Silmi


.


.


.


.


.


TBC