Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
24


Acara pertama pun selesai jam 11.00, Azka dan Nisa langsung pergi keluar untuk mencari rujak sesuai keinginan Nisa. Bagaimana dengan pasangan pengantin baru ? ya tentu saja keduanya juga ikut istirahat juga sama seperti yang lainnya. Maira dan Fardhan masuk kedalam kamar yang telah dipersiapkan sebelumnya.


" Mai, aku mandi duluan ya !" kata Fardhan


" iya, mas mandi duluan saja. nanti Mai siapkan bajunya !" jawab Maira


" iya, terima kasih !" kata Fardhan tersenyum lalu melangkah pergi ke kamar mandi


Setelah memastikan Fardhan masuk kedalam kamar mandi, Maira membuka koper milik Fardhan dan mengeluarkan baju untuk di pakai Fardhan. setelah menyiapkan pakaian Fardhan, Maira mulai membuka hiasan hiasan yang terpasang rapi di kepalanya. Maira riasan kerudungnya hingga kini rambutnya yang hitam dan panjang terurai.


ceklek...


Fardhan membuka pintu kamar mandi dan keluar dengan mengenakan kimono handuk yang sudah tersedia di dalam kamar mandi. Fardhan begitu terpesona saat melihat Maira yang tak mengenakan hijab, yah wajar saja karena selama ini Maira tidak pernah membuka kerudungnya.


Fardhan tertegun ia begitu terpesona dengan keindahan yang terlihat di depannya saat ini.


" mas, sudah selesai ?" tanya Maira gugup karena Fardhan memandanginya tanpa berkedip


" masya Allah, indah sekali !" ucap Fardhan sambil tersenyum


" aku mandi dulu mas, bajunya udah aku siapkan mas !" kata Maira malu lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi


Maira pun memulai acara mandi nya, ia merilexkan tubuhnya dengan cara berendam di dalam bathtub sambil sesekali ia memejamkan matanya.


Fardhan merasa Maira terlalu lama di dalam kamar mandi, wajar saja karena sudah hampir 45 menit Maira masih belum keluar juga. akhirnya Fardhan mencoba mengetuk pintu kamar mandi, tapi setelah beberapa kali ia mengetuk pintu masih saja belum ada respon dari Maira. Fardhan mulai merasa cemas dan akhirnya ia berinisiatif untuk masuk kedalam, matanya terbelalak saat m3lihat Maira memejamkan matanya didalam bathtub, ia jadi panik sendiri.


" Mai, bangun Mai !" kata Farfhan sambil menepuk nepuk pipi Maira, hingga membuat Maira membuka matanya perlahan


" ada apa mas ?" tanya Maira masih belum sadar sepenuhnya


" kamu kenapa ?" tanya Fardhan cemas


" astaghfirulah !" ucap Maira kaget saat ia sadar ia sedang berendam di dalam bathtub dan sekarang Fardhan malah masuk kedalam kamar mandi


" mas kamu ngapain ?" tanya Maira penuh selidik


" aku khawatir sudah lebih dari 45 menit kamu masih belum keluar dari kamar mandi juga, jadi aku putuskan untuk masuk saja !" jawab Fardhan


" maaf mas, aku malah ketiduran hehehe" kata Maira merasa malu sendiri


" ya sudah, cepat selesaikan mandimu dan cepatlah pakai bajumu, aku tidak mau kamu sakit !" kata Fardhan lalu m3langkah keluar kamar mandi


Setelah Fardhan pergi keluar, Maira melanjutkan mandinya dengan segera karena ia juga sudah merasa kedinginan. Maira lupa tidak membawa baju ganti, hingga ia harus keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai kimono handuk sebatas lutut.


Maira celingukan mencari keberadaan Fardhan, saat ia tidak menemukan sosok yang ia cari, Maira pun langsung berlari mengambil pakaiannya yang telah ia siapkan dan ia simpan di atas kasur. Tanpa ia sadari Fardhan melihat kelakuan istrinya yang seperti sedang kucing kucingan saja.


" tidak perlu lari Mai ! tenang saja, nanti jatuh loh kalau kamu lari lari !" kata Fardhan membuat Maira diam mematung


" maaf mas, aku lupa membawa baju ganti !" kata Maira sambil menunduk malu


" tidak perlu minta maaf dan malu begitu, lagian kita juga sudah sah menjadi suami istri jadi tidak apa apa !" kata Fardhan lalu duduk di sofa


" tidak perlu malu, kita sudah menikah. Jangankan melihat auratmu, melakukan lebih pun tidak apa apa. Justru itu akan menjadi ibadah !" jelas Fardhan membuat Maira makin malu dibuatnya


Maira melangkah kembali ke kamar mandi sambil membawa baju gantinya. beberapa saat kemudian Maira keluar dengan mengenakan baju tunik dibawah lutut dan celana leging, sedangkan kepalanya masih di tutupi oleh handuk yang di gulung karena rambutnya masih basah.


Maira membuka handuk yang melilit di kepalanya, ia mengambil sisir. Maira mulai menyisir rambutnya yang panjang sambil sesekali memperhatikan Fardhan yang kini bergerak mendekatinya


" sini sisirnya, biar aku yang sisirkan !" kata Fardhan lalu mengambil sisir dari genggaman Maira dan mulai menyisir rambut Maira perlahan


" terima kasih mas !" kata Fardhan


" rambutmu bagus, panjang dan hitam ! apa kamu tidak pernah membuka kerudungmu ?" tanya Fardhan sambil menyisir rambut Maira


" kalau di dalam kamar aku buka kerudung mas, bahkan aku sering memakai baju pendek. tapi kalau keluar kamar aku pasti pake kerudung, kalau bajuku pendek ya aku pakai cardigan sahaja supaya bisa menutupi auratku !" jawab Maira sambil menunduk


" masya Allah, aku bangga padamu istriku ! eh, tapi kenapa di dalam rumah juga pakai kerudung ?" tanya Fardhan lagi


" ya kan kita tidak pernah tahu kalau kalau ada laki laki yang bukan muhrim kita ada di dalam rumah dan kita tidak tahu ! maka dari itu Mai tidak pernah melepas kerudung kecuali di dalam kamar !" jawab Maira


" masya Allah, shalehahnya istriku ini !" kata Farfhan dengan bangga dan


cup..


Fardhan mengecup pipi kanan Maira secara tiba tiba hingga membuat Maira mematung.


" biasa saja, jangan kaget begitu !" kata Fardhan sambil mengusap rambut Maira yang baru saja selesai ia sisir


" sudah selesai ! kamu cantik, sangat cantik !" puji Fardhan membuat Maira tersenyum malu


" kalau malu malu gitu aku jadi tambah gemes deh sama kamu !" kata Fardhan


" mas ih !" manja Maira membuat Fardhan tersenyum melihat sikap istrinya yang selalu saja malau malu (asal jangan malu maluin aja ya 🤣🤣)


.


.


.


.


.


TBC


Happy reading...


jangan lupa tinggalkan jejak😊


terima kasih...