
Hati Azka saat ini sangatlah senang, pasalnya apa yang ia harapkan selama ini kini terwujud. harapan apa ? ya tentu saja masuknya Maira ke perusahaan, jadi ia bisa sedikit bernafas lega. Fardhan keluar dari ruang kerja dengan hati berbunga bunga, ia kembali ke kamarnya dan akan membicarakan tentang Maira yang akan masuk ke perusahaan besok.
Azka masuk kedalam kamarnya dengan hati yang senang sampai ia tak sadar tersenyum sendiri. Nisa yang melihat suaminya tersenyum sendiri merasa aneh, tidak biasanya Azka seperti ini fikir Nisa.
" Mas kenapa senyum senyum sendiri ?" tanya Nisa
" benarkah ?" tanya Azka memastikan
" iya, dari waktu mas kembali kesini. ada apa ?" tanya Nisa kembali
" aku sedang bahagia sayang, soalnya Maira sudah setuju untuk terjun langsung ke perusahaan untuk membantuku dan papa !" jelas Azka
" beneran mas ?" tanya Nisa merasa terkejut
" iya sayang ! makanya aku sangat senang sekali !" jawab Azka dengan raut wajah yang senang
" syukurlah !" kata Nisa dengan lega
Azka kemudian membaringkan diri di samping istrinya yang sudah membaringkan diri terlebih dahulu. Azka kemudian merubah posisinya menjadi miring menghadap sang istri kemudian memeluknya dan tak lama keduanya pun larut dalam mimpi masing masing.
...*****...
Sedangkan di dalam kamar Maira tampak ia masih belum bisa memejamkan matanya, ia masih tampak berfikir. Bunyi dering dari ponsel membuatnya terperanjat kaget.
tring..
β Mas Fardhan
kamu sudah tidur belum Mai ?
βMairaπ
belum mas, masih belum bisa tidur !
β Mas Fardhan
sama dong, aku juga masih belum bisa tidur
β Mairaπ
mas, aku kan udah resign dari kantor jadi aku mau belajar masuk ke kantor papa bareng bang Azka..
β Mas Fardhan
bagus dong, nanti kalau sudah nikah kamu pindah lagi ke kantorku bantuin aku ya !
β Mairaπ
gak mau ah, malu dong mas ! masa kerja locat sana sini seenaknya sendiri. gak mau ah ! biar aku bantuin abang dulu ya, nanti kalau udah waktunya aku juga bakalan berhenti juga kok mas !
β Mas Fardhan
ya sudah, terserah kamu saja ! asalkan kamu nyaman dan betah aku dukung kamu !
β Mairaπ
terima kasih ya mas ! oh iya, tidur gih aku juga mau coba tidur !
β Mas Fardhan
have a nice dream...
β Mairaπ
you too...
Akhirnya percakapan mereka pun berakhir juga, keduanya kini merebahkan tubuh kembali dan mencoba untuk tertidur hingga tak terasa keduanya tertidur dan terbuai debgan alam mimpi.
Keesokan harinya Fardhan bangun saat dering alarm di ponselnya berbunyi nyaring, ia melihat jam ternyata sudah pukul 04.25 dan sebentar lagi waktu adzan shubuh. Kemudian Fardhan bangun dan mandi, setelah itu ia shalat shubuh dan baru bisa bersantai sebentar. Waktu kini menunjukkan pukul 06.45 Fardhan sudah siap dengan setelan kantornya, ia sudah rapi dan wangi.
" bi, nanti siang masaknya banyakin ya ! hati ini mama, adik dan pamanku akan datang !" kata Fathan
" iya den, nanti bibi banyakin masaknya !" jawab bibi
Kemudian Fardhan menyantap sarapan paginya dengan lahap. Hari ini jadwalnya di kantor tidak terlalu padat, hanya ada satu kali meeting saja dan sisanya ia bisa lebih bersantai. Setelah selesai sarapan Fardhan pergi ke kantornya, di dalam mobil ia merasa jenuh karena terjebak macet dan akhirnya ia berinisiatif untuk menghubungi Maira
tut.. tut.. tut...
setelah beberapa kali panggilan pun Maira masih tidak mengangkat panggilan telfonnya. Fardhan tak putus harapan, ia akhirnya menghubungi Azka untuk menanyakan Maira
tut.. tut.. tut..
π hallo assalamualaikum Fardhan
π waalaikum salaam bang, aku mau tanya bang Maira beraama abang sekarang ?
π tidak, aku batu saja keluar dari rumah mau berangkat ke kantor. Tapi Maira sudah berangkat dari tadi
π tapi kok aku telfon gak di angkat angkat ya bang ?
π ya sudah, sebentar aku coba hubungi dia dulu !
π iya bang, maaf merepotkan
tut..
Azka memutuskan sambungan panggilannya dengan Fardhan dan mulai mencoba mengubungi Maira
" angkat dong Mai, jangan bikin abang khawatir gini !" gumam Azka
Azka pun kini merasakan kekhawatiran seperti Fardhan, ia pun kini bergegas pergi ke kantor karena ada beberapa pertemuan dengan klien. Ditengah perjalanan Fardhan mendapat panggilan telfon dari nomor baru, ia pun segera menerima panggilan telfon tersebut
π ya hallo, maaf ini dngan siapa ya ?
π bang, ini Maira. Sepertinya Mai agak siangan ke kantornya, Mai ada urusan dulu sebentar
π ada urusan apa Mai ? kamu juga kenapa gak angkat panggilan telfon dari abang dan Fardhan ?
π nanti saja Mai jelasinnya di kantor ya ! Mai tutup dulu ya ! assalamualaikum...
π iya, kamu hati hati, waalaikumsalaam..