Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
122


Pagi ini masih week end, Maira dan Fardhan sedang berjalan jalan bersama Zahra dan Silmi juga Nisa. Rencananya mereka akan pergi ke danau, Azka dan papa akan menyusul nanti setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan yang memerlukan saran dari papa. Azka tidak ingin mengambil keputusan sendiri dengan gegabah, ia tidak ingin membuat perusahaan merugi nantinya karena kecerobohannya.


Jika papa dan Azka masih di ruang kerja, Sedangkan Fardhan dengan yang lain kini telah sampai di danau yang masih terasa sejuk dan asri. Suasana danau ini memang sangat dijaga keasriannya, Silmi dan Zahra langsung bermain sedangkan Maira dan Nisa sedang menggelar tikar lipatnya untuk tempat duduk mereka. Walaupun disana ada beberapa bangku tempat duduk, tapi Nisa dan Maira memilih untuk duduk lesehan saja dengan menggelar tikar.


Sedangkan Fardhan sedang menerima panggilan telfon dari Shandy, entah apa yang mereka bicarakan. Tapi sepertinya dalam percakapan itu tidak terlalu serius, karena terlihat sesekali Fardhan tersenyum dan terdengar menggoda Shandy.


" bicarain apa sih mas ? kok seru banget kayaknya " kata Maira saat Fardhan telah mengakhiri panggilan telfonnya


" Shandy, dia minta saran tentang wanita yang dia suka. Katanya dia udah lumayan deket dan rencananya mau melamar dia dalam waktu dekat " jawab Fardhan


" waaah, wanita mana yang beruntung bisa disukai asistenmu yang cuek itu Dhan ?" sambar Nisa


" iya, kok kita gak pernah lihat dia dekat dengan wanita manapun ya ! siapa sih yang beruntung bisa buat hati si sekertaris cuek itu luluh ?" tanya Maira


" nanti kalian juga akan tahu kok ! Tapi pas kalian tahu nanti jangan kaget ya " kata Farfhan sambil tertawa renyah


Tak lama, papa dan Azka pun datang bergabung. mereka semua sedang asik bercanda bersama dan sesekali diseling tawa.


*****


Sedangkan di tempat lain kini Aisyah sedang duduk bermanja pada Arfan, Arfan pun sangat bahagia karena selama ini rumah tangganya baik baik saja. Apalagi beberapa hari yang lalu Arfan mendapat kejutan dari Aisyah dengan kehamilannya yang pertama. Arfan merasa sangat bahagia, setelah hampi satu setengah tahun menanti kehadiran buah hati kini tercapai juga.


" mas, aku mau ke main ya ke rumahnya bang Azka " kata Aisyah


" iya, nanti mas antarkan. Sekalian mas juga mau ketemu sama abang pengen ngobrol " jawab Arfan


" beneran ya mas !" kata Aisyah meyakinkan


" iya, nanti mas antar sayang " jawabnya sambil mencubit gemas pipi Aisyah


" terima kasih suamiku tersayang ! " kata Aisyah berhambur memeluk suaminya


" ayah sama ibu ? waaaah, pasti itu mas. eh, tapi hari apa kesininya ?" tanya Aisyah


" katanya sih hari jum'at sore " jawab Arfan


Aisyah menyambut dengan antusias saat mendengar orang yua Arfan akan datang berkunjung. Hubungannya dengan sang mertua memang baik, tidak pernah ada cerita negatif mengenai hubungannya dengan sang mertua.


Mertuanya tidak pernah menuntut hatus ini dan itu, bahkan diusia pernikahan yang hampir satu setengah tahun ini tidak pernah ada tuntutan apa apa termasuk masalah momongan. Hanya bertanya saja itu adalah hal yang wajar, tapi tidak sampai menyakiti hati. Bahkan ketika Aisyah mengeluh karena masih belum mengandung juga justru orang tua Arfan menguatkannya dengan mengatakan ' mungkin masih belum waktunya saja, bersabarlah. Jika nanti Allah sudah menghendakinya maka kita akan diberikan karunia atas apa yang kita inginkan selama ini. kuncinya hanya bersabar dan berikhtiar dan tak lupa do'a juga ' itulah kata kata yang selalu diucapkan oleh orang tua Arfan.


Sikap orang tua Arfan yang bijaksana membuat Aisyah sangat nyaman, dan betah untuk ngobrol walaupun hanya bisa berkomunikasi lewat telfon atau video call saja.


.


.


.


.


.


TBC


Segini dulu ya😊


bukannya pelit ya, tapi masih sibuk😁


terima kasiiih


sehat sehat selalu readers🤲🏻🙏🏻