
✉ Maira best friend
aku puas dengan service di kafe baru kita, good job sist👍🏻👍🏻
✉ Aisyah best friend
benarkah ?
bagus dong kalau begitu😊
✉ Maira best friend
tetap pertahankan, jangan sampai konsumen ada yang kurang nyaman dengan pelayanan kita.
Tetap pantau selalu, aku hanya bisa mengontrolnya dari jauh secara tidak langsung !
✉ Aisyah berst friend
siap bos !
ngadain sidak kok gak ngajak ngajak sih !
✉ Maira best friend
bukan sidak, hanya kebetulan lewat dan tempatnya dekat saja jadi sekalian mampir
✉Aisyah best friend
oh, aku kira sengaja hehehe
" lagi chat sama siapa sih, kok kayaknya seru gitu sambil senyum senyum sendiri !" tegur Fardhan
" ini mas, Aisyah. biasalah, kalau jomblo emang gitu haha" kata Maira tertawa
" cie yang udah gak jomblo lagi, sekarang bisa ledekin sahabatnya nih yeeee " goda Fardhan
" mas ini ah, gak asik !" kata Maira manyun pura pura ngambek
" oh iya, kita pulang naik apa nih ? " tanya Fardhan
" naik apa ya !" kata Maira sambil berfikir keras
" ah iya, kita naik angkot saja ya mas ! tapi dari sini kita harus jalan ke perempatan jalan di sana dulu ! tidak apa kan ?" tanya Maira
" boleh lah, sekali kali naik angkot !" jawab Fardhan
" naik angkot itu lebih seru loh mas, ongkosnya juga lebih murah ! kalau kita pakai taxi, ongkosnya bisa sampai 100.000 buat sampai ke rumah bahkan bisa lebih. kalau pake angkot kita cuman bayar 7.000 doang per orang mas, lebih hemat kan ! cuman, kalau naik angkot itu resikonya ya desak desakan lah, panas lah, bau segala macam rupa lah, tapi berkesan !" jelas Maira panjang lebar sambil berjalan menuju perempatan yang di tunjuknya tadi.
" Mas emang tahu sih rasanya naik angkot, itu pun dulu sudah lama sekali jauh sebelum mas pergi ke sini ! itupun karena terpaksa !" kata Fardhan
" kalau aku sih sekali kali janjian sama Aisyah kalau pergi naik angkot ! : kata Maira
" jadi ke kantor juga pernah naik angkot ?" tanya Fardhan
" pernah !" jawab Maira dengan entengnya
" aku kira gak pernah hehehe " kata Fardhan cengngesan
ya Allah, aku beruntung sekali mendapatkan wanita seperti Maira istriku.
Dia tidak pernah menyombongkan apa yang dia punya, bahkan ia juga mau berbaur seperti rakyat biasa. Istriku, kamu memang cantik, baik, menarik, rendah hati, sederhana. Harta tidak membuatmu lupa akan kesederhanaan, kamu memang istimewa sayang....
batin Fardhan
" emang kamu gak malu kalau naik angkot ke kantor ?" tanya Fardhan
" buat apa malu ? kalau kita berbuat salah pasti malu. Bagi aku itu jenis transportasi apapun tidak jadi masalah, asalkan kita bisa sampai dengan selamat. Malah kadang aku juga naik ojek kalau males bawa mobil atau motor ! " jawab Maira
" mas bangga sama kamu sayang ! kamu tetap bisa sederhana walaupun sebenarnya untuk hidup mewah pun kamu mampu ! aku bangga !" puji Fardhan
" Harta itu kalau digunakan dengan baik, maka hasilnya akan baik juga. Tapi kalau digunakan sembarangan maka kita akan celaka mas ! aku hanya mau hidup seperti ini mas, tidak mewah. Aku tidak mau orang orang menjadi dekat denganku hanya dengan melihat kemewahan. Aku mau mereka yang tulus menerima aku apa adanya, bukan ada apanya !" kata Maira
" aamiin..." kata Maira
" eh itu angkotnya ! ayo kita naik mas !" ajak Maira lalu menyetop angkot yang lewat
" ayo !" jawab Fardhan semangat
Dengan semangat Fardhan naik kedalam angkot. Fardhan duduk bersebelahan dengan Maira, Fardhan memegang erat tangan Maira dengan saling menautkan jari jemarinya. Maira melihat tangannya yang di genggam erat oleh Fardhan, lalu menoleh pada Fardhan yang kini sedang tersenyum kepadanya.
" biar begini saja !" kata Fardhan seolah tahu arti tatapan Maira
Maira hanya tersenyum senang mendengar ucapan Fardhan. Setelah dua puluh lima menit di dalam angkot, Maira dan Fardhan sampai di depan gerbang komplek. Maira dan Fardhan berjalan kaki kembali untuk sampai di rumah. Setelah sampai di rumah, keadaan rumah benar benar sepi.
" kok sepi ?" tanya Fardhan
" iya mas, kok sepi ya ! kalau bang Azka sama kak Nisa pasti lagi pergi ke kantor, tapi kalau mama sama papa aku gak tahu sih !" jawab Maira
" ya sudah, kita mandi dulu !" kata Fardhan
Maira dan Fardhan mandi bergiliran, setelah bersih keduanya duduk di atas kasur sambil menonton tv yang ada di kamar. Maira duduk sambil menyender dengan kaki berselonjor, begitupun dengan Fardhan yang duduk di sebelah Maira.
" Mai ?" panggil Fardhan membuat Maira menoleh padanya
" iya mas, ada apa ?" tanya Maira
" kalau dua atau tiga hari lagi kita pindah bagaimana ?" tanya Fardhan serius
" kalau aku terserah mas saja, krmanapun mas pergi aku ikut ! bagaimana pun juga mas adalah suamiku, imamku !" jawab Maira sambil tersenyum
" apa kamu tidak merasa keberatan ?" tanya Fardhan
" untuk apa keberatan mas ? seorang istri itu berkewajiban menuruti apa perintah suami selama itu di jalan kebaikan bukan kemaksiatan ! jadi mas tenang saja, Mai akan ikut kemana mas mengajak Mai !" jawab Maira
" masya Allah, terima kasih sayang ! oh iya, kita pindah ke rumah baru. Letaknya tidak jauh dari kantor, jadi kita tidak tinggal di rumah yang lama !" jelas Fardhan
" loh, kok rumah baru sih mas ? kenapa gak di rumah yang lama saja ? lagian sayang kalau gak di tempatin, nanti rusak gak keurus !" kata Maira
" kamu tenang saja, rumah sudah ada yang urus kok ! sekali kali kita bisa datang kesana sekalian nginep !" jawab Fardhan sambil tersenyum
" tapi itu namanya pemborosan mas !" sela Maira
" bukan pemborosan sayang, seorang suami itu wajib hukumnya memberikan tempat tinggal untuk istri dan anaknya. Baik itu rumah sendiri atau ngontrak sekalipun ! Jadi itu namanya bukan pemborosan, tapi mas memenuhi kewajiban mas pada istri mas sendiri, mengerti ?" tanya Fardhan
" iya mas, terima kasih !" jawab Maira sambil tersenyum
" boleh mas peluk kamu ?" tanya Fardhan lagi
" boleh mas, kan sudah halal !" jawab Maira lalu tersenyum membuat Fardhan gemas
Fardhan memeluk Maira dengan erat seolah olah ia takut kehilangan, Maira pun membalas pelukan Fardhan.
.
.
.
.
.
.
TBC
Happy reading...
jangan lupa tinggalkan jejak ya...
terima kasih🙏🏻