
Tiga hari sudah setelah Maira pulang dari rumah sakit, rencananya siang ini ia akan pergi ke kantor suaminya untuk membawakan makan siang sekalian makan bersama. Maira telah menghubungi Shandy tadi untuk menanyakan apakah Fardhan ada jadwal diluar saat makan siang atau tidak, dan jawaban Shandy membuat senyuman Maira mengembang sempurna. Maira juga meminta Shandy untuk merahasiakan kedatangannya pada Fardhan, agar menjadi kejutan.
Maira berjalan dengan hati yang berbunga bunga, ia merasa bahagia dengan rencananya kali ini.
" bi, aku akan ke kantor mas Fardhan dulu ya " pamit Maira
" iya neng, hati hati " sahut bi Titin
Maira pergi mengendarai mobilnya seorang diri, ia terus bersenandung ria sepanjang jalan. Saat telah sampai diloby kantor, ia langsung mengabari Shandy kalau ia telah sampai. Hal itu Maira lakukan agar Shandy mencegah Fardhan jika ingin keluar.
tok tok tok
" masuk " kata Fardhan dari dalam ruangannya
ceklek..
Pintu telah terbuka dan menampakkan sosok cantik berbalut baju gamis dan hijab dikepalanya. Fardhan masih fokus pada layar komputer didepannya dan beberapa berkas yang harus ia periksa.
" ada apa Shan ?" tanya Fardhan tanpa menoleh
Maira tidak mengeluarkan suaranya, malah ia berjalan pelan menuju singgasana Fardhan setelah menyimpan kotak makan yang ia bawa. Maira memeluk Fardhan dari belakang dan mengecup singkat pipi Fardhan. Hal itu membuat Fardhan kaget dan langsung menoleh padanya.
" sayang " kata Fardhan kaget dengan tangan yang berusaha melepas pelukan Maira
" serius banget sih mas " kata Maira masih memeluk Fardhan manja
" kamu ngagetin mas aja deh, mas kira siapa. Nyatanya kamu yang ngagetin mas " kata Fardhan kemudian membawa Maira duduk dipangkuannya
" ada apa kemari hm " tanya Fardhan membalas pelukan Maira
" kangen aja mau bawain makan siang, sekalian aku juga mau makan bareng sama mas " kata Maira
" aiiiih manjanya sekarang ya " gemas Fardhan sambil mencubit hidung Maira
Setelah itu keduanya duduk di sofa untuk makan bersama. Seperti biasanya Maira akan makan disuapi oleh Fardhan dan begitupun sebaliknya. Keduanya saling melempar senyum setiap kali bertemu pandang, entahlah sikap keduanya selalu saja seperti pengantin baru.
" mas, habis ini aku mau kerumah abang dulu ya. Aku kangen sama Silmi deh " kata Maira
" apa sebaiknya nanti saja bersama mas kesananya setelah mas selesai " kata Fardhan
" mas terusin aja kerjanya, nanti kalau sudah beres mas nyusul. Lagipula aku juga bawa mobil sendiri kok " kata Maira
" tapi mas gak enak hati biarin kamu pergi sendiri. Tunggu mas selesai aja ya " kata Fardhan mencoba membujuknya
" gak apa mas, biar Mai duluan Nanti mas nyusul. Kalau aku tungguin takutnya nanti mas gak fokus lagi, atau lebih parahnya gak akan lanjut kerja " kata Maira mencebikkan bibirnya, ia hafal dengan tatapan sang suami yang menatapnya berbeda
" ya sudah, kamu harus hati hati di jalan ya ! nanti kalau sudah sampai atau ada apa apa dijalan langsung kanari mas secepatnya ya " kata Fardhan
" iya mas, ya sudah aku pergi dulu. Assalamualaikum " ucap Maira sambil mencium tangan Fardhan
" waalaikumsalaam " jawab Fardhan
Fardhan masih merasa was was untuk membiarkan Maira membawa mobil sendiri. Hatinya menjadi gelisah tak menentu, memeriksa laporan saja ia menjadi tidak fokus. Akhirnya Fardhan menyuruh Shandy untuk menghubungi salah satu orang suruhannya yang ditugaskan untuk menjaga Maira.
π " hallo Ben, posisi kalian sekarang dimana ?" tanya Shandy
π " kita dijalan kejebak macet bos, malah kita kehilangan jejak istri bos Fardhan. Tapi si Dika udah ngejar pake motor, nanti kita nyusul " kata Beni
π " ya sudah, nanti kabari kita lagi kalau sudah ada kabar dari Dika " kata Shandy
π " siap bos " jawab Beni
Tak patah arang, Fardhan menghubungi Nisa di rumah menanyakan Maira sudah sampai atau belum. Tapi Nisa mengatakan jika Maira belum sampai ke rumahnya. Mendengar kabar dari Nisa makin membuat hati Fardhan tak karuan, ia makin gelisah.
Akhirnya Shandy melacak GPS yang dipasang dimobil Maira. Dalam keterangannya mobil yang tadi dibawa Maira berada disebuah bengkel.
" Mobilnya ada dibengkel " terang Shandy
" kok dibengkel ? mobil itu baru saja selesai di service dua hari yang lalu. Kenapa masuk bengkel ?" tanya Fardhan
" entahlah " kata Shandy
" perasaanku tidak enak, ayo kita cek dulu ke lokasi bengkelnya " ajak Fardhan
Shandy mengambil alih kemudi, dengan Fardhan duduk disampingnya yang terus saja melakukan panggilan pada ponsel Maira. Tapi kali ini ponsel Maira malah tidak aktif, setelah tadi tidak diangkat dan sekarang malah tidak aktif.
Setelah sampai dibengkel, Fardhan melihat mobil Maira terparkir disana.
" itu mobil Maira " kata Fardhan
" iya, tunggu aku hubungi Beni dulu. Kenapa bisa begini " kata Shandy
Shandy menghubungi Beni, yak lama panggilannya pun tersambung dan diangkat.
π " kebetula bos nelfon, kita sudah sampai di rumah pak Azka. Tapi tidak ada istri si bos kesini " lapor Beni
π " apa ? kok bisa ? lalu itu si Dika kemana ?" tanya Shandy
π " Dika ada disini bersama kami bos. Malah dia juga mencari jejak mobil nyonya bos. Tapi gak ketemu " kata Beni
π " ya gak bakal ketemu, orang mobilnya ada di bengkel dijalan xx " geram Shandy karena kecolongan
Shandy memutuskan sambungan telfinnya sepihak, ia merasa kesal dengan keteledoran anak buahnya.
" kenapa ?" tanya Fardhan
" mereka kehilangan jejak dan tidak menemukan Istrimu juga di rumah Azka " jaeab Shandy
Saat ini Shandy memakai bahasa informal saja, terlalu ribet jika harus berbahasa formal disaat situasi seperti ini.
" apa ? lalu kemana perginya Maira ?" tanya Fardhan
" tenanglah dulu, kita harus cek CCTV parkiran kantor dulu. Siapa yahu kita bisa menemukan petunjuk disana " kata Shandy
Shandy dan Fardhan bergegas kembali ke kantor untuk mengecek CCTV. Tidak ada sesuatu yang mencurigakan sebelumnya, hanya saja saat itu ia menemukan seorang OB yang seperti meminta tolong pada Maira. Karena setelah berbicara dengan OB itu Maira nampak khawatir dan langsung melajukan mobilnya. Tapi pada detik selanjutnya terlihat jika Maira menolong seorang wanita hamil kedalam mobilnya dibantu oleh OB yang tadi. Setelah itu terlihat mobil Maira pergi keluar kantor.
.
.
.
.
.
TBC
Happy readingπ