
Pagi ini Maira dan Fardhan mengantar mama dan Faridah ke bandara. Fardhan memegang kendali kemudi dan Maira duduk disampingnya, sedangkan mama dan Faridah duduk di kursi belakang. Tidak ada obrolan serius kala itu, hanya obrolan ringan saja. Setelah sampai di bandara, mama dan Faridah hanya menunggu sebentar lalu setelah itu terdengar panggilan untuk segera check in. Mama Fardhan dan Faridah pergi kembali ke Palembang meninggalkan Fardhan dan Maira.
Setelah melepas kepulangan mama dan adiknya, Fardhan membawa Maira pulang ke rumah orang tua Maira. Sesampainya disana, Maira dan Fardhan disambut oleh mama dan papa.
" assalamualaikum " ucap Fardhan dan Maira
" waalaikumsalaam, akhirnya kalian datang juga !" kata mama menghambur memeluk putrinya
" baru semalam doang ma, belum satu hari udah kayak berapa lama gak ketemu aja !" kata papa
" ih biarin dong pa, namanya juga sama anak sendiri. emangnya papa gak kangen apa sama putri papa sendiri ?" kata mama sewot
" ya kangen dong ma, namanya juga sama anak sendiri !" jawab Papa
" sudah sudah, gak malu apa dilihatin sama mas Fardhan !" tegur Maira
" eh iya. maaf ya nak, maklumlah Maira kan gak pernah tidur di luar (maksudnya nginep ya, jangan salah faham😁). Kalaupun nginep diluar pasti kita sama sama. " kata mama
" iya ma, tidak apa. Fardhan faham kok !"jawab Fardhan sambil tersenyum
Mama dan papa mengajak Fardhan untuk masuk kedalam rumah sambil menunggu Azka dan Nisa yang sedang pergi keluar.
" abang kemana ma ?" tanya Maira
" abangmu pergi keluar beli buah sama kak Nisa ! sebentar lagi pasti pulang !" jawab mama
Hanya berselang lima menit setelah Maira dan Fardhan datang, Azka dan Nisa kembali ke rumah sambil membawa dua kantong kresek yang ukurannya cukup besar.
" loh, itu kresek semua isinya buah ?" tanya Maira
" iya, ini semua isinya buah buahan segar Mai. kamu mau ?" tanya Azka
" mau dong, tapi buat nanti aja di jalan bang, biar seger !" jawab Maira
" iya, yang ini abang simpan disini saja biar tidak lupa !" kata Azka sambil meletakkan satu kantong kresek di atas meja
" itu yang satunya mau dibawa kemana ?" tanya Maira
" ya buat stok di rumah ini dong Mai !" jawab Nisa
" waah, kok banyak banget sih kak ?" tanya Maira lagi
" kakakmu ini semenjak hamil, hobinya makan buah gak mau makan nasi. makanya abang beli banyak sekalian biar gak bolak balik !" jawab Azka
" oh gitu ya !" kata Maira manggut manggut
Fardhan meletakkan satu kantong kresek yang ia bawa tadi di dapur supaya segera di bereskan oleh asisten rumah tangga. Setelah itu, semua ikut sarapan di meja makan tak terkecuali asisten rumah tangga dan sopir. Setelah sarapan, mama, papa, Maira, Fardhan, Azka dan Nisa pamit pergi pada asisten rumah tangga dan satpam.
Kali ini Fardhan dan Maira ikut bergabung dalam mobil yang akan di bawa oleh Azka. Sedangkan mobil Fardhan akan dibawa oleh sopir papa sekalian membawa beberapa barang yang dibawa papa dan mama.
" biar Fardhan saja bang yang nyetir !" kata Fardhan
" ya sudah, nanti kita gantian. perjalanan kita lumayan jauh loh ! biar nanti aku duduk di kursi depan sama kamu biar mudah gantian nyetirnya !" kata Azka mengiya kan permintaan adik iparnya sambil memberikan kunci mobilnya
" sayang, kamu duduknya di belakang ya sama Maira ! aku duduk di depan sama Fardhan biar bisa gantian nyetir !" kata Azka
" iya mas, tidak apa !" jawab Nisa
" sayang kamu sama kak Nisa ya duduknya, mas sama bang Azka yang bakalan nyetir biar gak susah nanti gantiannya !" kata Fardhan dengan lembut
" iya mas !" jawab Maira sambil tersenyum manis
papa dan mama duduk di kursi belakang, di kursi tengah di isi oleh Maira dan Nisa, sedangkan di depan ada Azka yang menemani Fardhan menyetir.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, perjalanan dari kota Jakarta ke Sumedang lumayan lama memakan waktu empat sampai lima jam. Kalau macet pasti lebih lama, tapi beruntungnya perjalanan kali ini lancar hingga bisa sampai lebih cepat. Perkiraan tadinya akan sampai jam satu siang ternyata lebih cepat satu jam.
Akhirnya Maira dan keluarga sampai di rumah yang suasananya sangat asri, udaranya yang sejuk membuat betah untuk tinggal disini.
" alhamdulillah kita sudah sampai !" kata Maira sambil merenggangkan otot tubuhnya yang terasa pegal setelah berjam jam berada didalam mobil
Azka dan Fardhan turun terlebih dahulu untuk membantu mengeluarkan barang barang yang dibawa tadi untuk masuk kedalam rumah di bantu oleh mang Udin dan istrinya.
Setelah selesai dengan barang barang, barulah Azka dan Fardhan bergabung dengan yang lainnya yang sudah menunggu di ruang keluarga.
" suasananya enak banget ya pa !" kata Fardhan
" iya, makanya papa sama mama milih tinggal disini ! " jawab papa
" kita juga mau nginep disini boleh kan ma, pa ?" tanya Maira
" ya boleh dong sayang, masa tidak boleh ! kalian bisa pakai kamar yang biasa Maira tempati kalau kesini !" jawab papa
" terima kasih ma pa !" kata Fardhan sambil tersenyum ramah
" oh iya, mang udin tolong di siapkan makan siang buat kami ya. tadi saya juga bawa lauk buat makan sekarang, tolong di hangatkan ya ! sama buahnya sebagian di masukan ke kulkas aja, yang sebagian disimpan di meja makan ya !" kata mama
" siap bu ! ada lagi yang bisa saya bantu ?" tanya mang Udin
" tidak mang, terima kasih " jawab mama ramah
setelah menunggu lima belas menit, akhirnya semua menu makan siang lengkap dengan buah tersaji diatas meja makan. mama memanggil papa, anak dan menantunya untuk segera bergabung di meja makan. Mama juga memanggil mang Udin dan istrinya untuk bergabung. Awalnya mang Udin dan istrinya menolak, tapi dengan berbagai alasan mama akhirnya mang Udin dan istrinya mau bergabung untuk makan bersama.
" iya ma, lebih enak makan disana !" timpal Azka
" lain kali saja kita makan di belakang ! atau beaok saja gimana ? kita bikin nasi liwet sama ayam bakar !" usul mama
" boleh juga tuh ! tapi besok pagi ya ma, Azka harus segera kembali ke kantor !" kata Azka
" iya !" jawab mama
" mamang sama bibi besok belanja bahan bahannya ya ! nanti kita masak bareng bareng, kalau urusan ayam bakar kita serahkan saja sama Maira yang lebih ahli dari kita !" kata mama
" iya bu, bibi juga kangen ayam bakar buatan neng Maira !" kata istri mang Udin
" Mai masih belajar juga kali ma, mana ada jadi ahli ! kalau udah ahli mah mening lamar kerja jadi chef aja !" kata Maira merendah
" tapi emang masakan sama ayam bakar buatanmu itu bikin nagih rasanya Mai, setara lah dengan rasa makanan hotel bintang lima !" kata Azka
" ah, kalian ini berlebihan sekali !" kata Maira
" for your info aja ya Dhan, Maira itu jago masak ! kamu wajib cobain masakan dia. kalau di rumah dia itu julukannya koki keluarga !" bisik Azka pada Fardhan
" beneran bang ?" tanya Fardhan
" asli ! nanti kamu cobain aja, aku jamin kamu pasti ketagihan !" jawab Azka
" apaan sih abang bisik bisik terus sama mas Fardhan ? ngomongin apa sih ?" tanya Maira
" gak ada !" jawab Azka dan Fardhan kompak
" Mai tagu, kalian lagi nyembunyiin sesuatu kan !" tebak Maira
" tidak !" jawab keduanya kompak lagi
" ah, sudahlah terserah kalian saja !" kata Maira
Setelah selesai makan siang, semua masuk ke kamar masing masing untuk istirahat.
" sayang " panggil Fardhan
" iya mas !" jawab Maira lalu berdiri dari kursi meja rias berjalan menghampiri suaminya
" besok kita jalan jalan ya ! mas mau ke air terjun yang kamu bicarakan itu, mas penasaran sekali !" kata Fardhan
" insya Allah mas, kalau cuacanya bagus kita kesana besok !" jawab Maira
" sekarang kita tidur kamu pasti lelah !" ajak Fardhan
" iya mas " jawab Maira
" sayang !" panggil Fardhan lagi
" iya mas, ada apa ?" tanya Maira
" mas menginginkan ibadah bersamamu sekarang ini !" jawab Fardhan
" iya mas !" jawab Maira ia tahu kemana arah pembicaraan suaminya
" beneran ? kamu tidak terpaksa kan ?" tanya Fardhan lagi
" insya Allah Mai ikhlas dan ridho mas, Mai juga ingin mendapat pahala !" jawab Maira sambil tersenyum
Sebenarnya Maira merasa lelah setelah perjalanan tadi, tapi mau bagaimana lagi, bukankah seorang istri tidak boleh menolak ajakan suami.
Hal ini di dasarkan pada sebuah hadits ( author kutip artinya saja ya biar mudah dibaca)
Dari Abu Hurairah r.a berkata : telah bersabda Rasulullah Saw : " apabila seorang memanggil istrinya ke tempat tidur, dan ia enggan sampai suaminya tertidur dengan keadaan marah, sesungguhnya malaikat melaknat wanita itu sampai pagi ". ( Hadits riwayat Bukhari Muslim )
Fardhan pun akhirnya melaksanakan keinginannya untuk menghabiskan waktu penuh cinta dengan wanita yang paling ia sayangi, hingga keduanya merasa lelah dan tertidur sambil saling memeluk.
.
.
.
.
.
.
TBC
Happy reading...
jangan lupa tinggalkan jejak ya...
terima kasiih🙏🏻🙏🏻