Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
26


Fardhan menyiapkan koper miliknya dan Maira, dan di letakkan di dekat pintu. setelah istirahat sejenak, Maira dan Fardhan pulang ke rumah orang tua Maira.


Maira masuk kedalam mobil Fardhan. Fardhan melajukan mobilnya menuju rumah Maira. Setelah sampai di rumah Maira, Fardhan menurunkan kopernya. Fardhan membawa dua koper kecil miliknya juga milik Maira.


" assalamualaikum !" ucap Fardhan dan Maira


" waalaikumsalam !" jawab Nisa


" kalian kok kesini ? " tanya Nisa heran saat melihat Maira dan Fardhan pulang


" kok kalian pulang nak ?" tanya mama


" Mai mau tidur di sini saja ma !" jawab Maira


" kenapa ? apa disana kurang nyaman ? atau pelayanannya kurang memuaskan ?" tanya mama memberondong


" tidak mama, Mai emang mau tidur di rumah ini ! gak b3tah rasanya kalau disana !" jawab Maira


" ya sudah ayo masuk, lagian angin malam tidak bagus untuk kesehatan !" ajak mama


" kalian sudah makan malam ?" tanya mama


" sudah ma, tadi kami mampir ke resto !" jawab Fardhan


" ya sudah kalau begitu kalian masuklah ke kamar dan istirahat ! mama juga mau istirahat, capek ! selamat malam !" kata mama lalu pergi ke kamarnya


Fardhan mengikuti Maira pergi ke kamar untuk segera beristirahat. Setelah sampai di kamar, Maira segera mengganti bajunya dengan baju tidur begitu pun dengan Fardhan. Keduanya kini sudah naik keatas kasur king size milik Maira. Karena merasa lelah dan kantuk yang menyerang, Maira dan Fardhan terlelap dan terhanyut dalam mimpi yang membuainya.


Tanpa disadari, Fardhan memeluk Maira hingga membuat Maira merasa berat dan sedikit sulit untuk bernafas. Maira melihat sebuah tangan kekar yang melingkar diatas perutnya. Awalnya Maira merasa kaget saat melihat tangan milik Fardhan melingkar di perutnya, tapi ia tersadar jika lelaki yang tengah tidur sambil memeluknya kini adalah suaminya. Perlahan Maira menurunkan tangan Fardhan dari perutnya, karena Maira hendak buang air kecil.


Saat Maira masih di kamar mandi, Fardhan baru tersadar kalau ia tidur sendiri. Tadi ia memang sengaja memeluk Maira, tapi kini Maira sudah tidak ada saja !


" Mai ! kamu dimana sayang ?" panggil Fardhan


" kemana sih ?" gumam Fardhan kembali


ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka menampakkan sosok wanita cantik yang tengah dicari oleh suaminya.


" kamu bangun mas ?" tanya Maira


" iya, tadi aku cariin kamu ! tau nya kamu di kamar mandi !" jawab Fardhan


" iya, aku habis buang air. Mas tidur saja lagi, atau mau ikut shalat tahajud ?" tanya Maira


" tungguin mas, kita shalat bareng !" jawab Fardhan kemudian ia pergi untuk wudhu


Setelah menunggu lima menit, akhirnya Fardhan keluar dan kembali masuk kedalam kamar mandi untuk berganti baju. Tak lama kemudian Fardhan keluar dengan mengenakan celana bahan berwarna hitam dan baju koko berwarna biru telur asin di lengkapi dengan peci.


masya Allah, sungguh indahnya ciptaan Mu ya Rabb, sungguh tampan suamiku ini !


batin Maira menatap Kagum suaminya


Maira kembali sadar, dan ia segera mengikuti Fardhan untuk shalat. Setelah shalat keduanya kini tengah duduk berhadapan, Maira mencium tangan suaminya dan Fardhan mengecup kening Maira. Keduanya saling menatap dan saling melempar senyum dan membuat Maira menundukkan kepalanya karena merasa malu.


" kenapa harus malu ? aku ini suamimu, makhrammu !" kata Fardhan meraih dagu Maira membuat keduanya kembali bersitatap


" maaf mas, aku masih belum terbiasa !" jawab Maira


" maka biasakanlah !" kata Fardhan sambil tersenyum


Entah angin apa yang membuat Fardhan memberanikan diri mengecup pipi Maira hingga membuat kedua pipinya merona


" mas gombal ih !" manja Maira


" mas gak gombal sayang ! ini beneran, kamu emang cantik !" kata Fardhan


" terima kasih, mas juga tampan !" kata Maira malu malu


" hahaha, aku tahu àku tampan ! kalau tidak tampan kamu tidak akan cinta padaku !" kata Fardhan percaya diri


Keduanya kini tidak tertidur, tapi kini tengah berhadapan sambil membuka Al-Qur'an. Maira dan Fardhan bergiliran membaca Al-Qur'an hingga adzan shubuh berkumandang barulah keduanya berhenti membaca Al-Qur'an. Fardhan dan Maira kembali shalat berjamaah. Setelah shalat keduanya tidak tidur, tapi membereskan kamar bersama kemudian pergi ke dapur untuk masak bersama pula.


Maira memang anak manja, tapi kalau sudah berurusan dengan dapur ia jagonya. Hampir setiap papa Salman pulang dinas dari luar kota selalu meminta Maira untuk memasak makanan untuknya.


" ternyata istriku yang cantik ini jago masak juga ya !" puji Fardhan merasa bangga


" gak gitu juga mas, aku masih belajar kok !" kata Maira merendah


" kamu itu selalu saja merendah seperti itu, buat aku makin kagum saja ! aku beruntung sekali bisa menikahimu !" kata Fardhan mengungkapkan kekagumannya


" sudah mas ah, jangan muji terus ! bantuin ini nih di aduk sebentar lagi matang, aku siapin yang lainnya dulu !" kata Maira


" siap komandan !" jawab Fardhan


Setelah hampir satu jam berada di dapur, kini Maira dan Fardhan telah selesai memasak. Setelah selesai menata masakannya di atas meja makan, Maira dan Fardhan naik ke kamar untuk berganti baju. Rencananya hari ini Maira akan mengajak Fardhan jalan jalan, entahlah jalan jalan k3mana author juga gak tahu🤣😝


Setelah bersiap, Maira keluar kamar lebih dulu sedangkan Fardhan menyusulnya di belakang.


" kalian mau kemana nak ?" tanya mama saat melihat anak dan menantunya sudah rapi


" kita mau jalan jalan ma !" jawab Maira


" apa tidak terlalu pagi ?" tanya papa


" tidak ma, pa, lagian kita juga sekalian mau lari pagi !" jawab Fardhan


" ya sudah kalau begitu, pulangnya jangan terlalu siang ya !' kata mama mewanti wanti


" siap ma !" jawab Maira


" kita pergi dulu ma, pa. assalamualaikum " ucap Fardhan


" waalaikumsalaam !" jawab mama dan papa


.


.


.


.


.


TBC


Happy reading😊


jangan lupa tinggalkan jejak ya 😉


terima kasih🙏🏻🙏🏻