
Sore telah datang menyapa, sang mentari mulai bergerak ke arah barat memberi tanda bahwa sang mentari akan segera berlalu dan digantikan oleh cahaya rembulan dan gemerlapnya bintang bintang yang bertaburan.
Maira terbangun setelah mendengar adzan ashar berkumandang. Perlahan matanya terbuka mencari sosok yang tadi menemani tidurnya, ia tidak melihat syaminya dimana mana hanya ada suara gemercik air dari dalam kamar mandi yang menandakan bahwa orang yang dicarinya kini tengah membersihkan diri.
Maira mencoba bangun dari tidurnya tapi ia sedikit kesulitan, tubuhnya terasa sakit semua hingga ia merebahkan kembali tubuhnya. pintu kamar mandi pun terbuka, Fardhan keluar dengan pakaian santai. Ia menoleh ke arah ranjang ternyata istrinya sudah bangun.
" sudah bangun sayang ! mandi gih, kita shalat ashar berjamaah !" kata Fardhan
" badanku sulit digerakan mas, rasanya sakit semua !" jawab Maira pelan
" kamu kenapa ? apa karena permintaan mas tadi ya kamu jadi begini ! mas minta maaf ya sayang, mas gak tahu kalau bakal jadi begini !" kata Fardhan merasa bersalah
" tidak apa apa mas, tapi bantu aku ke kamar mandi mas ! " kata Maira
Fardhan pun membawa Maira ke kamar mandi, tak hanya membawanya ke kamar mandi saja tapi Fardhan juga memandikan Maira walaupun Maira melarangnya tapi Fardhan tetap saja melakukannya.
" maafkan mas ya sayang !" kata Fardhan lagi
" iya mas, jangan minta maaf terus dong !" kata Maira
" mas gak apa mandiin aku kayak gini ? aku jadi malu mas !" tanya Maira
" buat apa malu, kamu itu milikku. mas sudah tahu semuanya sayang bahkan mas sudah merasakannya jadi kamu tidak perlu malu dengan suami sendiri ! mas ikhlas dan ridho kok, kamu tenang saja !" kata Fardhan
" terima kasih ya mas, sudah mau mengurusku seperti ini, sudah mau aku repotkan !" kata Maira menunduk
" sayang, lihat mas ! mas tidak merasa di repotkan olehmu, malah mas yang haruanya minta maaf karen kamu begini juga karena mas !" kata Fardhan merasa beesalah
Setelah memandukan Maira, Fardhan menggendong kembali Maira keluar dari kamar mandi dan di dudukkan di atas kasur. Kemudian Fardhan mengambil pakaian Maira beserta **********, Fardhan pun berusaha memakaikan pakaian itu pada istrinya.
" biar Mai pakai sendiri saja mas !" kata Maira
" tidak apa apa sayang, biar mas yang pakaikan !" kata Fardhan
" biar Mai aja mas, kalau boleh Mai mau minta tolong bikinin Mai teh manis hangat ya mas !" pinta Maira
" ya sudah, gapi kalau kamu kesulitan kamu tungguin mas kembali ya !" kata Fardhan lalu pergi ke dapur
Maira menghela nafas lega saat Fardhan keluar dari kamarnya. Bukan apa apa, hanya saja Maira merasa malu dengan suaminya. masa mandi di mandiin, pakai baju juga di pakaikan sungguh merepotkan sekali fikirnya. Akhirnya Maira selesai memakai pakaian yang tadi di ambil oleh Fardhan, yak lama kemudian Fardhan datang dengan membawa segelas teh manis hangat sesuai permintaan sang istri.
" ini teh nya sayang, diminum dulu mumpung masih hangat !" kata Fardhan
" terima kasih mas !" kata Maira lalu meminum teh manis hangat itu sebagian
" maafkan Mai ya mas, Mai udah gak sopan sama mas, nyuruh mas ini dan itu !" tambah Maira setelah meletakkan gelas di atas nakas
" tidak perlu minta maaf sayang, mas ikhlas dan ridho kok ! lagian ini sudah jadi kewajiban mas juga menjaga dan merawat istri mas sendiri ! kalau posisi kita di balik juga pasti akan seperti ini juga yang kamu lakukan buat mas !" kata Fardhan
" teruma kasib mas !" ucap Maira lalu menghambur memeluk Fardhan
***
Keadaan di kamar bawah hampir sama dengan di kamar atas. mama dan papa tidur kembali setelah shalat ashar tapi tidak dengan Nisa dan Azka. Keduanya berbincang hangat walaupun tersisip sedikit perdebatan diantara keduanya.
" mas, Nisa mau makan !" rengek Nisa
" iya, makan apa sayang ? biar mas yang siapkan !" jawab Azka
" jangan makan yang pedes terus dong sayang, nanti kamu sakit perut kasihan kan baby kita !" kata Azka
" tapi Nisa maunya begitu mas ! beliin ya, please!" buju Nisa
" sekali enggak ya enggak !" kata Azka dengan nada sedikit tinggi
" ya udah, maaf !" kata Nisa lalu beranjak naik keatas tempat tidur
Azka membiarkan Nisa yidur di atas ranjang, sedangkan ia mengecek kembali laporan di tab miliknya. Nisa tidur membelakangi Azka, sebenarnya ia tidak tidur tapi menangis.
kenapa sih aku minta kayak gitu aja gak mau nurutin ! harusnya kalau gak mau bang aja gak mau jangan pake alesan yang lain segala, pake acara bentak lagi !
batin Nisa
Nisa masih menangis, perasaannya saat ini sangatlah sedih. Azka menoleh pada Nisa yang tidur membelakanginya tapi ia mendengar samar suara isak tangis, Azka masih belum sadar dengan apa yang dia lakukan.
" sayang, kamu kenapa ?" tanya Azka mencoba membalikkan tubuh Nisa, tapi ditepis oleh Nisa
" kamu nangis ? kenapa ? coba bilang sama mas !" kata Azka tapi Nisa masih tetap diam tak menjawabnya
" sayang kenapa ?" tanya Azka lagi
" mas fikir aja sendiri !" jawab Nisa ketus
" emangmya mas kenapa ?" tanya Azka masih belum sadar juga
Nisa beranjak dari tempatnya berbaring keluar kamar dan menutup pintumya dengan keras.
" kenapa sih ? aku salah apa coba ? bumil ini ada ada saja !" gumama Azka
Sejenak Azka berfikir kenapa sikap istrinya berubah seperti itu dan seketika ia tersadar dengan apa yang di lakukannya tadi.
" astaghfirullah, aku salah lagi ya Allah ! maafkan hamba telah menyakiti hati istri hamba sendiri !" ucap Azka kemudian ia keluar kamar mencari keberadaan istrinya
Azka berjalan cepat mencari Nisa, hampir seluruh ruangan ia datangi untuk mencari Nisa. Mulai dari ruang keluarga, ruang tamu, lantai atas, dapur dan yang terakhir tempat yang ia datangi adalah halaman belakang. Tepat dibawah pohon mangga ada sebuah kursi panjang yang sedang di duduki oleh seorang wanita cantik yang menatap lurus kedepan melihat jalanan yang dimana saat itu ada beberapa anak kecil yang sedang bermain.
.
.
.
.
.
TBC
Happy reading...
jangan lupa tinggalkan jejak ya...
terima kasih๐๐ป๐๐ป