Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
13


Selepas mendapat kabar dari Maira, Azka segera menghubungi Fardhan.


tuut..


πŸ“ž hallo Fardhan..


πŸ“ž iya bang, bagaimana ?


πŸ“ž katanya dia sedang ada urusan sebentar, entahlah aku juga tidak tahu !


πŸ“ž sukurlah kalau Mai tidak apa apa. aku jadi merasa sedikit lega


πŸ“ž iya, ya sudah aku tutup dulu ya, aku sedang mengemudi ! assalamualaikum


πŸ“ž iya bang, waalaikumsalaam


tut..


Kini Fardhan dan Azka merasa lega setelah mendapat kabar tentang Maira, walaupun keduanya tidak tahu urusan apa yang sedang Maira urus.


#FLASHBACK ON


" ma, pa, Mai berangkat duluan ya ! soalnya Mai ada perlu, tapi habis itu Mai langsung pergi ke kantor kok ! tolong bilangin bang Azka ya !" kata Maira


" memangnya kamu mau kemana sayang ?" tanya mama


" iya, lagian ini juga masih pagi !" timpal papa


" biasa ma, pak ada sedikit urusan anak muda !" jawab Maira sambil menaik turunkan kedua alisnya


" ya sudah, tapi kamu sarapanlah dulu agar penyakit lambungmu itu tidak kembali kambuh !" kata mama


" Mai sarapannya di mobil aja ya, Mai pergi ya assalamualaikum" ucap Mai setelah mengambil selembar roti dengan selai coklat kesukaannya, tak lupa ia juga menyalimi kedua orang tuanya terlebih dahulu


Mai segera masuk kedalam mobil dengan tergesa gesa, ia takut kesiangan saat nanti ia masuk ke kantor, pedahal waktu masih menunjukkan pukul 06.35.


Rencananya hari ini Mai akan datang berkunjung ke salah satu panti asuhan yang sering ia datangi saat ia masih bekerja di perusahaan milik Fardhan. Setelah menempuh waktu 20 menit akhirnya Maira sampai di panti asuhan Kasih Bunda.


Seperti biasa Maira ditemani Aisyah yang sudah terlebih dulu sampai di tempat.


" hai Syah, maaf aku telat !" kata Maira


" tidak apa Mai, santai saja ! aku juga baru sampai kok !" kata Aisyah


" bagaimana kamu sehat ?" tanya Aisyah


" alhamdulillah, kamu sendiri bagaimana ?" tanya Maira


" alhamdulillah aku juga sehat kok ! ya sudah, ayo masuk nanti k3buru siang !" jawab Aisyah


" ayo, aku juga takut kesiangan nih !" kata Maira


" dih, masuk ke kantor papa sendiri pun kamu takut kesiangan ! santai aja kali, ups aku lupa kalau kamu itu orangnya on time !" kata Aisyah membuat Maira terkekeh


setelah perdebatan singkat itu, kini Maira dan Aisyah masuk ke dalam rumah Panti untuk menemui ibu Siti Salamah yang tak lain adalah pengurus panti tersebut. Maira dan Aisyah selalu menyisihkan sebagian dari uang yang di dapatkannya untuk di barikan ke panti. Setelah memberikan uang pada ibu panti, Maira dan Aisyah segera pamit pulang karena harus segera masuk kantor untuk bekwrja kembali.


Aisyah dan Maira berpisah di perempatan jalan yang tak jauh dari panti untuk pergi ke arah kantornya masing masing. Setelah benerapa menit menjauh dari panti, Maira turun sebentar untuk membeli minum. Saat Maira hendak masuk kedalam mobil, ia melihat seorang nenek kebingungan saat hendak menyebrang.


" nenek mau nyebrang ?" tanya Maira


" iya neng, nenek mau nyebrang tapi susah neng !" jawab si nenek dengan raut wajah kebingungan


" nenek sendirian ?" tanya Maira lagi


" iya neng !" jawab nenek


" ya sudah ayo, Mai bantu nyebrang ya !" kata Maira yang hanya di angguki oleh si nenek.


Maira pun membantu nenek menyebrangi jalan, dan membantunya manaiki mobil yang di tunjukkan si nenek. Setelah menyebrangkan nenek tadi, kini Maira menyebrangi jalan kembali tapi naas saat ia akan sampai sebuah mobil melaju kencang dan menyerempetnya hingga keningnya terbentur trotoar. Untung saja saat kejadian itu terjadi, banyak para pejalan kaki yang menolong Maira dan membawanya ke sebuah klinik yang berjarak sekitar sepuluh meter dari tempat kejadian.


#FLASHBACK OFF


sesampainya di kantor, Maira langsung masuk ke ruangan Azka.


tok tok tok


" assalamualaikum bang !" ucap Maira sambil membuka pintu


" waalaikumsalaam, kamu kemana saja mai ?" tanya Fardhan masih fokus dengan laptop di hadapannya


" eh tunggu ! kening kamu kenapa ?" tanya Fardhan saat melihat kening Maira di balut perban


" ah, ini tidak apa apa bang ! hanya luka kecil saja !" jawab Maira dengan tenang


" jawab dengan jujur ! kening kamu kenapa ?" dengan raut wajah yang amat sangat serius bercampur dengan khawatir


" tadi tidak sengaja terserempet mobil di jalan dan keningku kepentok trotoar bang ! tapi beneran gak apa apa kok bang, jangan khawatir gitu !" jawab Maira berusaha menenangkan Azka


" kok bisa ?" tanya Fardhan lagi sambil mengernyitkan keningnya


" tadi habis nolongin nenek nenek nyebrang jalan bang !" jawab Maira dengan jujur


" tapi aku beneran gak apa apa kok bang, tenang saja !" tambah Maira


" baiklah kalau begitu, sebentar lagi kita akan pergi ke aula untuk memperkenalkanmu dengan para karyawan disini sekaligus kamu ikut abang meeting !" kata Azka


" siap bos !" jawab Maira


Setengah jam berlalu setelah Maira datang, Kini Azka, Maira dan Shandy pergi ke aula untuk mengenalkan Maira.


" assalamualaikum semuanya" ucap Azka


" waalaikumsalaam" jawab semua karyawan dengan kompak


" bagaimana kabar kalian ?" tanya Azka berbasa basi


" baik pak !" jawab semua dengan serempak


" oh iya, ini adik saya namanya Fairuz Humaira Al Farizi. Mulai hari ini beliau akan turun langsung ke perusahaan menggantikan posisi saya yang kemarin ! Maira silahkan perkenalkan dirimu !" kata Azka


" assalamualaikum semua !" ucap Maira


" waalaikumsalaam " jawab semua karyawan


" perkenalkan nama saya Fairuz Humaira, kalian bisa memanggil saya Maira. salam kenal, aemoga kita bekerja sama dengan baik dan kalian juga jangan sungkan dengan saya !" ucap Maira


Setelah perkenalan itu, Maira kini mengikuti Azka ke ruang meeting.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


hai readers terima kasih selalu membaca karya Rose, jangan lupa dukungannya dan tinggalkan jejak juga ya..


terima kasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


selamat membaca..