Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
20


Setelah selesai memeriksa berkas berkas tadi, Fardhan beranjak dari tempat duduknya untuk pergi istirahat ke kamarnya. Faridah mengekori Fardhan, ia juga kemudian masuk kedalam kamarnya.


Hari ini Fardhan dan Maira harus fitting baju untuk hari pernikahannya. saat jam istirahat di kantor, Maira di jemput oleh Fardhan karena Azka tidak mengizinkan Maira untuk membawa mobil sendiri.


Awalnya Maira menolak, tapi setelah di fikir fikir lagi memang ada baiknya juga jika menutut. Akhirnya Maira pergi bersama Fardhan ke butik langganan mamanya Maira.


Disana Maira dan Fardhan mencoba beberapa gaun, tapi hanya ada tiga saja yang Maira dan Fardhan pilih, yakni putih untuk akad, warna soft pink dan mocca untuk acara resepsi. Setelah selesai fitting baju, Maira dan Fardhan langsung pulang karena hari sudah sore. pekerjaan Maira sudah di selesaikan sebelumnya, sedangkan pekerjaan Fardhan sudah di urus oleh Shandy.


" Mai " panggil Fardhan sambil fokus pada kemudinya


" iya mas, ada apa ?" tanya Maira menoleh ke arah Fardhan


" kita mau langsung pulang atau kita jalan jalan dulu ?" tanya Fardhan sambil tersenyum


" sebaiknya langsung pulang saja mas, aku merasa capek. badanku sedukit kurang fit hari ini ! kapan kapan saja ya kita jalan jalannya !" kata Maira


" kamu sakit ?" tanya Fardhan setelah menghentikan laju mobilnya


" tidak mas, aku hanya kurang fit saja ! hari kemarin aku tidak bisa tidur, tadi malam juga susah mau tidurnya !" jawab Maira sambil menghela nafas


" kenapa begitu ?" tanya Fardhan penuh selidik


" mungkin aku insomnia lagi mas !" jawab Maira sambil menyender


" ya sudah kalau begitu kita pulang langsung saja ya ! nanti setelah selesai shalat isha kamu langsung istirahat ya, jangan sampai pas hari pernikahan kita nanti kamu sakit !" kata Fardhan sambil tersenyum tipis


" iya mas, mas juga langsunv pulang ke rymah dan istirahat juga ya !" kata Maira


" siap tuan putri !" jawab Fardhan sambil mengacungkan kedua jempol tangannya


Fardhan mengantar Maira pulang ke rumahnya, setelah sampai di rumah Maira dan Fardhan disambut langsung oleh mama dan papa Maira.


" assalamualaikum ma, pa !" ucap Maira dan Fardhan


Fardhan kini membiasakan diri memanggil mama dan papa juga pada kedua orang tua Maira, begitu pun Maira pada mamanya Fardhan.


" waalaikumsalaam, ayo masuk dulu nak !" kata mama


" iya mas, ayo masuk dulu, kita minum dulu !" timpal Maira


" baiklah !" jawab Fardhan


Fardhan dan Maira kini duduk di kursi ruang tamu bersama kedua orang tua Maira.


" bagaimana fitting bajunya ?" tanya mama


" alhamdulillah lancar ma !" jawab Fardhan


" ya, walaupun ada sedikit perdebatan tadi ma masalah warna !" timpal Fardhan


" terus kalian jadinya pilih warna apa ?" tanya mama


" warna putih, soft pink sama mocca ma !" jawab Maira


" gak ada yang warna hijau ? katanya kamu mau pilih yang warna hijau ?" tanya mama


" ma, jangan terlalu detail lah nanya nya ! mama udah kayak jadi detektif aja !" kata papa


" ih papa, biarin aja pa ! kan mama cuman tanya !" jawab Mama


" warna hijaunya gak jadi ma, diganti sama warna mocca !" kata Maira


" oh, ya sudah kalau begitu !" kata mama sambil tersenyum


" kalau begitu Fardhan pamit dulu ma, pa !" kata Fardhan sambil mencium tangan kedua orang tua Maira


" ya sudah, hati hati di jalan ya nak !" kata mama


" iya, jangan kebut kebutan ! calon pengantin itu harusnya pakai sopir saja, jangan nyetir sendiri !" saran papa


" iya pa, sopitnya baru besok mulai masuk kerja. Jadi sementara Fardhan bawa mobil sendiri dulu !" jawab Fardhan


" fardhan pamit, assalamualaikum !" ucap Fardhan sambil melangkah keluar dari rumah diikuti oleh Maira dibelakangnya


" hati hati di jalan mas ! kalau sudah sampai rumah kabarin Mai !" kata Maira


" siap calon istriku !" goda Fardhan sambil tersenyum bahagia


" ish, mas ini ! sudah sana pulang !" kata Maira


Fardhan masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan Maira yang masih berdiri mematung melihat kepergiannya. Setelah mobil yang di kendarai Fardhan menjauh dan tak terlihat lagi, Maira segera masuk kedalam rumah untuk beristirahat.


Sedangkan Fardhan masih mengendarai mobilnya ia menerima panggilan telfon dari adiknya.


" hallo, ada apa Far ?" tanya Fardhan


".........."


" iya kakak pesankan saja ya, soalnya jalanan macet ini !" jawab Fardhan


"........."


" iya, kalau kamu ngantuk tidur saja duluan ! kakak bawa kunci rumah kok !" jawab Fardhan


".........."


" ya sudah kakak tutup dulu ya ! assalamualaikum" ucap Fardhan


".........."


setelah hampir satu jam terjebak macet, akhirnya Fardhan sampai juga di rumahnya. Semua lampu sudah dimatikan, jendela dan pintu semua sudah di kunci. Fardhan kini masuk kedalam rumahnya dan langsung beristirahat, karena ia merasa lelah setelah beraktifitas seharian ini.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


happy reading...


jangan lupa tinggalkan jejakmu ya😉