
Aisyah pergi ke ruangannya dan Sandy pergi kembali ke ruangan Fardhan untuk memberi tahukan kabar Maira yang ia dapat dari Aosyah barusan
tok tok tok
" masuk " kata Fardhan dari dalam ruangannya
" bos, Maira sudah pulang ke rumahnya !" kata Sandy
" bagaimana kondisinya ?" tanya Fardhan khawatir
" kata Aisyah harusnya Maira dirawat, tapi Maira menolak dan memaksa pulang ke rumahnya bos !" jawab Sandy
" kalau begitu, nanti jam istirahat kita jenguk ke rumahnya !" kata Fardhan
" siap bos !" jawab Sandy
Sandy dan Fardhan kembali melanjutkan tugasnya masing masing, hingga jam istirahat tiba Fardhan dan Sandy pergi ke rumah Maira. Jika ditanya dimana alamatnya ? apakah Sandy tahu ? jawabannya ya jelas tahu, orang Sandy mencatat dan mengingatnya di kepala alamat Maira saat ia di perintahkan untuk mencari dokumen terkait dengan Maira saat Fardhan memerintahnya beberapa minggu kebelakang.
Kini mobil yang di kendarai oleh Sandy telah sampai di depan gerbang rumah Maira.
" maaf pak, mau tanya apa benar ini rumah dari Fairuz Humaira ?" tanya Sandy
" iya betul pak, maaf kalau boleh saya tahu bapak ini siapa ya ?" tanya pak Joni, satpam yang sedang berjaga
" saya Sandy, rekan kerja Fairuz Humaira. Saya ada perlu dengannya ! bisa saya masuk ?" tanya Sandy
" oh, boleh pak silahkan !" kata pak Joni
Sandy melajukan kembali mobilnya melewati pintu gerbang dan memarkir mobil yang di kendarainya di halaman rumah Maira. Fardhan dan Sandy keluar dari mobil, melangkahkan kakinya ke arah pintu masuk yang tertutup
tok tok tok
Sandy mengetuk pintu, dan di buka oleh seorang wanita muda yang tak lain dan tak bukan adalah Nisa
" maaf, anda mau cari siapa ?" tanya Nisa
" saya dan bos saya mau menjenguk Maira, boleh ?" tanya Sandy
" oh, boleh ! silahkan masuk dulu !" kata Nisa sambil mempersilahkan keduanya untuk duduk
" sebentar, saya panggil mama dulu !" kata Nisa
Nisa pergi ke kamar mama untuk memberi tahukan kalau di luar ada bosnya Maira datang menjenguk. Sedangkan Fardhan dan Sandy menunggu di ruang tamu.
" eh, ada tamu ! maaf lama menunggu !" kata mama
" tidak apa bu ! oh iya, saya Fardhan dan ini asisten saya Sandy. Kita kesini mau menjenguk Maira. Katanya kemarin Maira pingsan di kantor dan sempat dilarikan ke klinik !" kata Fardhan sukses membuat mama dan Nisa terkejut
" apa ?" tanya mama kaget
" iya bu, kemarin saya sendiri dan Aisyah yang membawa Maira ke klinik !" jawab Sandy
" tapi Maira tidak bicara apapun ! dia hanya bilang kalau dia telat pulang karena ada urusan di luar ! dan memang saat ini Maira sedang istirahat !" kata Mama
" begini bu, sebenarnya kemarin Maira pingsan di lobi kantor saat akan pulang. Saya dan temannya membawa Maira ke klinik, kata dokter Maira kelelahan, penyakit lambungnya kambuh dan sedikit dehidrasi. Sebenarnya Maira harus di rawat di sana, supaya kondisinya bisa di pantau terus tapi Maira menolak dan memaksa untuk pulang bu !" jelas Sandy
" ya ampun ma, kita gak sadar kalau Maira menyembunyikan itu semua dari kita !" kata Nisa
" ya sudah, kita lihat Nisa di kamarnya !" kata mama mengajak Sandy dan Fardhan naik ke lantai atas
Fardhan dan Sandy mengikuti langkah mama dan Nisa menuju ke kamar Maira.
tok tok tok
" Mai, boleh mama masuk ? ini ada bos kamu mau jenguk kamu Mai !" kata Mama di balik pintu
" iya ma !" jawab Maira lalu memakai kerudung instan yang selalu ada di dekatnya.
Ya, Maira gadis berhijab. Ia akan berhijab saat keluar dari kamarnya, meskipun di rumahnya hanya ada keluarga dan asisten rumah tangga saja. Tapi Maira mengkhawatirkan jika ada salah satu pegawai laki laki yang masuk ke rumah saat ia tidak memakai kerudung, karena itu bukan muhrimnya.
ceklek
mama membuka pintu kamar Maira. Mama, Nisa, Fardhan dan Sandi masuk kedalam kamar yang bernuansa hijau muda tersebut.
" Mai, kok kamu gak ngasih tahu mama yang sebenernya sih ?" tanya mama
" maksud mama ?" tanya Maira bingung
" sudahlah Mai, mama dan kakak sudah tahu kejadian sebenarnya !" jawab Nisa
" maaf, bukan maksud Mai untuk berbohong ! tapi Mai hanya tidak ingin kalian khawatir saja !" jawab Maira sambil menunduk
" bagaimana kondisi kamu sekarang Maira ?" tanya Fardhan
" sudah lebih baik pak ! mungkin besok juga sudah bisa masuk kerja !" jawab Maira
" tapi saya memang sudah baikan pak ! tidak perlu khawatir !" kata Maira sambil tersenyum
" syukurlah kalau sudah membaik ! semoga bisa cepat sembuh seperti sedia kala ya !" kata Fardhan
aamiin...
jawab semya serempak
" oh iya, say atidak bisa lama lama. jam istirahat juga sudah habis, saya pamit pulang !" kata Fardhan pamit
" oh iya, terima kasih sudah repot repot mau menjenguk Maira !" kata mama
" tidak apa, bukankah sudah kewajiban kita untuk menjenguk orang yang sakit ! kalau begitu saya permisi pulang dulu bu !" kata Fardhan
" iya, silahkan !" jawab mama
Nisa mengantar Fardhan dan Sandy ke bawah sampai pintu. Setelah Sandy dan Fardhan pergi, Nisa kembali ke kamar Maira.
" Nis, tolong panggilkan dokter Ferdy ya !" kata mama.
" iya ma !" jawab Nisa keluar dari kamar Maira untuk menelfon dokter Ferdy
" ma, ngapain panggil dokter Ferdy ? Mai udah mendingan kok !" kata Maira
" tidak Mai, mama hanya ingin memastikan kondisimu sekarang ! mama tidak mau dibantah !" tegas mama
" ma, dokter Ferdi sedang menuju kesini !" kata Nisa sesaat setelah menelfon
" iya, terima kasih ya !" kata mama
" iya ma !" jawab Nisa
Setengah jam kemudian dokter Ferdy datang, dan langsung di suruh masuk ke kamar Maira.
" selamat siang tante, kak Mai, kak Nisa !" sapa dokter Ferdi
Dokter Ferdi adalah dokter pribadi keluarga papa Salman. Selain dokter pribadi, ternyata dokter Ferdi juga adalah adik sepupu Maira. Walaupun umurnya berbeda 3 tahin lebih tua dirinya, tapi dokter Ferdy sangat menjaga tatakrama dalam berbahasa himgga ia tidak pernah malu untuk memanggil Maira kakak walaupun umur Maira berada di bawahnya.
" tolong periksa Maira, katanya kemarin dia sempat dilarikan ke klinik karena sakit lambungnya kambuh lagi !" kata mama
" iya tante, Ferdy periksa dulu ya !" jawab Ferdy
Ferdy pun mulai memeriksa Maira
" alhamdulillah kondisinya sudah lumayan membaik tante, dalam dua hari kedepan juga insya Allah sudah baik seperti semula, asalkan obatnya diminum teratur !" jelas Ferdy
" syukurlah ! kata mama sambil menghela nafas merasa lega
" terima kasih ya !" kata mama
" iya tante, kalau begitu Ferdy pulang dulu ya !" kata Ferdy
" iya hati hati di jalan ya !" kata mama
" Ferdy pamit ya, tante, kak Mai, kak Nisa ! asaalamualaikum !" ucap Ferdy
" waalaikumsalaam " jawab mama, kak Nisa dan Maira serempak
" kamu istirahat ya Mai, mama tinggal dulu !" kata mama
" iya ma !" jawab Maira
" ayo Nis !" ajak mama sambil merangkul pundak Nisa
Mama dan Nisa memang dekat, seperti halnya dengan Maira dan Azka. Mama tidak pernah menganggap Nisa sebagai menantu, tapi mama menganggapnya sebagai anak sendiri. Maka tak heran jika mertua dan menantu ini begitu akrab layaknya anak dan ibu kandungnya sendiri.
.
.
.
.
.
.
TBC
Happy reading...