Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
43


Di rumah sakit Maira baru saja bangun, Fardhan melihat Maira sadar pun langsung mendekatinya dan langsung menghujaninya dengan kecupan.


" mas, kamu apa apaan sih !" kata Maira


" sukurlah kamu sudah sadar sayang !" kata Fardhan merasa senang


" aku hanya tidur mas, bukan pingsan ! oh iya mas, aku mau pulang. Disini gak enak mas, Mai gak nyaman. kita pulang aja ya !" rengek Maira


" gak bisa sayang, lukamu cukup dalam. Nanti dokter datang periksa kamu, kita tanya boleh pulang atau tidak ya !" kata Fardhan


" tapi mas, Mai gak betah !" rengek Maira lagi


" sabar dulu ya sebentar !" kata Fardhan


Maira akhirnya hanya menurut saja sampai nanti dokter datang untuk memeriksanya kembali. Maira merasa jenuh dan pegal jika hanya diam saja, ia meminta bantuan Fardhan agar bisa duduk di sofa.


" mas, boleh minta tolong gak ?" tanya Maira


" apa sayang ? apa mau ganti baju ? sabar dulu ya Aisyah nya masih di jalan !" kata Fardhan


" aku mau duduk di sofa aja mas. tolong bantu aku bangun, tanganku sakit kalau dipakai buat nekan !" kata Maira


" ya sudah, ayo sini mas bantu !" kata Fardhan lalu membantu Maira untuk bangun dan duduk di sofa yang ada di dalam ruangan.


Tak lama setelah itu Aisyah datang membawa baju ganti untuk Fardhan juga Maira.


" assalamualaikum " kata Aisyah lalu mebuka pintu


" waalaikumsalaam, masuklah !" kata Fardhan


Aisyah pun masuk kedalam ruangan dan duduk di sebelah Maira setelah di persilahkan duduk oleh Maira dan Fardhan.


" bagaimana keadaanmu sekarang Mai ?" tanya Aisyah


" alhamdulillah Syah, tapi yah ginilah ! Tanganku masih belum bisa banyak bergerak, masih sakit soalnya !" jawab Maira


" ya jelaslah sakit, orang lukanya aja dalam gitu. Kamu sadar gak kalau tadi itu walaupun lula kamu udah kamu tutipin pake baju bang Azka, tetep aja ada darah yang netes di lantai tahu ! sorry ya, tadi aku gak bisa bantuin apa apa habisnya aku harus bantuin Ghaisan beresin kerjaan yang harus segera beres !" kata Aisyah


" tidak apa Syah, oh iya itu baju ganti buat aku kan ?" tanya Maira


" iya, tadi abangmu suruh aku ambil baju di rumah baru kamu ! eh tapi sebentar, tadi ada titipan makanan dari bibi di rumah kamu. Aku ambil dulu di mobil ya !" jawab Aisyah lalu ia keluar lagi untuk mengambil bekal yang tadi di titipkan oleh bi Titin


" mas, tolong bantuin aku ganti baju ya di kamar mandi !" kata Maira sesaat setelah Aisyah keluar


" ayo !" jawab Fardhan


" tapi aku juga mau madi mas, sekalian. Badanku rasanya lengket penuh keringat gini !" kata Maira


" iya deh, mas mandiin habis itu mas gantiin bajunya !" kata Fardhan


Fardhan menemani Maira mandi, pastinya untuk membantu membuka pakaian dan memakaikan pakaian nanti. Setelah selesai Mandi, Maira memakai baju berlengan pendek sesuai dengan yang di sarankan oleh Azka.


" mas, kok bajunya tangan pendek ?" tanya Maira


" abangmu yang menyarankan tadi, katanya biar lebih mudah memeriksa lukamu nati !" jawab Fardhan


" tapi kan malu mas, kalau tangan pendek gini !" keluh Maira


" tidak apa, nanti yang sebelahnya pakai handshock aja ya ! " kata Fardhan


" iya mas " kata Maira


Sebenarnya Maira tidak biasa memakai baju lengan pendek di luar kamar tidurnya. Memang sedari dulu, Maira tidak pernah memakai baju berlengan pendek di luar ruangan selain kamarnya sendiri.


" ini titipannya Mai !" kata Aisyah


" terima kasih ya Syah, maaf udah repotin kamu !" kata Maira


" gak apa apa kok, santai aja ! kalian makanlah dulu, sebentar lagi adzan maghrib " kata Aisyah


" iya iya, bawel banget deh. gak ada mama sama abang disini ada kamu yang cerewetnya sama !" kata Maira


" benar kata Aisyah sayang, kita makanlah dulu !" kata Fardhan


" iya mas !" kata Maira


Maira makan disuapi oleh Fardhan karena tangannya masih belum bisa di gerakkan dengan bebas. Adzan Maghrib kini berkumandang, Aisyah pun pamit pergi ke mushola untuk melaksanakan shalat Maghrib.


" maaf Mai, kak Fardhan, aku pamit ke mushola dulu ya buat shalat !" kata Aisyah


" iya Syah, biar aku shalat disini saja sambil jagain Maira !" kata Fardhan


Aisyah pergi ke mushola yang ada di rumah sakit tersebut, sedangkan Fardhan memilih shalat di dalam ruang rawat Maira. Setelah selesai shalat, Azka datang untuk menemani Fardhan menjaga Maira.


" assalamualaikum " ucap Azka saat masuk


" abang kok kesini ? kak Nisa sama siapa bang ? kasihan kalau sendiri !" kata Maira


" kakakmu akan ditemani Aisyah, tadinya dia ingin ikut juga tapi kakak melarangnya " kata Azka


" harusnya abang di tumah saja temani kak Nisa gak perlu kesini, lagian Mai juga tidak apa apa kok !" kata Maira


" mas juga udah bilang gitu tadi Mai, tapi abang mengkhawatirkanmu " kata Fardhan


" bang, yang harusnya abang khawatirkan itu kak Nisa, bukannya Maira !" kata Maira


" sudahlah !" kata Azka lalu duduk di sofa


Malam makin larut Maira Azka dan Fardhan masih ngobrol seputar kejadian tadi siang. Fardhan hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menghela nafasnya saat mendengar kejadian yang benar benar diluar dugaannya, tapi Fardhan juga merasa tenang setelah mendengar bahwa si pelaku telah di amankan oleh pihak kepolisian. Malam makin larut, obrolan ketiganya berakhir saat melihat Maira sudah tertidur duluan.


" Dhan, pindahkan dulu kasihan. Nanti sakit badan dia kalau kelamaan tidur sambil duduk !" kata Azka


" iya bang !" jawab Fardhan lalu memindahkan Maira kembali ke atas ranjangnya


Melihat Maira terlelap, Azka dan Fardhan pun memilih untuk tidur diatas sofa yang ada di dalam ruangan


.


.


.


.


.


TBC


Happy reading...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


Terima kasiih🙏🏻