Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
11


Maira dan Fardhan kini telah sampai di sebuah toko untuk memesan cincin.


" kamu pilih aja mana yang kamu suka !" kata Fardhan sambil membuka salah satu aplikasi yang ada di ponselnya


" kalau menurut mas yang mana yang bagus ?" tanya Maira sambil memiloh beberapa model cincin yang di perlihatkan oleh pelayan toko


" kalau aku terserah kamu saja, lagian kan cuman kamu yang pakai cincin bukan aku !" jawab Fardhan dengan enteng


" mas juga bisa pakai cincin asalkan bukan dari emas saja bahannya ! oh iya, bagaimana kalau dengan yang ini ?" tanya Maira sambil memperlihatkan sebuah design cincin yang sedang ia pegang


" boleh juga, kamu cocok sama yang ini ?" tanya Fardhan dan di angguki oleh Maira


" mbak, saya mau cincinnya yang model seperti ini tapi pakai ukiran nama di dalamnya ya ! " kata Fardhan pada pelayan toko


" bisa mas, nanti barangnya bisa di ambil satu minggu lagi ya !" kata pelayan toko


Usai memilih cincin, Maira dan Fardhan pergi ke salah satu restoran terdekat untuk makan. Tapi sebelum itu mereka pergi mencari mesjid untuk melaksanakan shalat maghrib.


Saat ini Maira dan Fardhan tengah duduk bersebrangan sambil menunggu makanan pesanannya datang.


" oh iya May, tadi kamu kemana pas makan siang ? kata Shandy tadi Aisyah makan sendiri di kantin ?" tanya Fardhan


" oh, tadi pas istirahat aku pergi makan di luar sama kak Miko ! memangnya ada apa mas ?" kata Maira


" cuman berdua ?" tanya Fardhan lagi


" iya, awalnya aku mau mengajak Aisyah untuk makan bareng tapi kak Miko gak mau !" jawab Maira


" kenapa ?" tanya Fardhan mulai curiga


" tadi kak Miko bilang kalau dia suka sama aku mas ! dia mau jadiin aku istrinya, tapi aku menolaknya !" jawab Maira


" Miko suka sama kamu ?" tanya Fardhan


" iya mas, tapi aku juga udah bilang kalau sebentar lagi aku mau di lamar. dan akhirnya dia mengerti dan memilih untuk menjadi teman saja. tidak apa apa kan kalau aku berteman dengan kak Miko ?" tanya Maira hati hati


" tidak apa, justru bagus jika kalian bisa berteman. Setidaknya kalian masih bisa menjalin silaturahmi yang baik !" jawab Fardhan dengan senyum yanb mengembang


Setelah ngobrol, keduanya langsung menyantap makanan pesanan masing masing agar bisa cepat pulang karena saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 19.17. Setelah makan, Fardhan mengantarkan Maira pulang hingga ke depan pintu rumahnya.


tok tok tok


" assalamualaikum " ucap Fardhan dan Maira


" waalaikumsalaam " jawab mama dari dalam sambil membuka pintu


" eh, sudah pulang rupanya ! ayo masuk dulu nak Fardhan !" ajak mama


" maaf tante sebelumnya bukan saya tidak mau mampir, tapi saya benar benar harus segera pulang. Kebetulan sebentar lagi adik saya akan datang dari Palembang, jadi saya harus menjemputnya. maaf sekali lagi !" kata Fardhan dengan sopan


" oh ya sudah kalau begitu hati hati di jalannya ya !" kata mama tersenyum ramah


" ma, Mai antar mas Fardhan dulu ya !" kata Maira


" iya sayang !" jawab mama


Maira mengantar Fardhan sampai ke depan mobilnya.


" kamu hati hati di jalannya mas, jangan ngebut ngebut bawa mobilnya ya !" pesan Maira


" iya calon istriku ! aku pamit ya ! kata Fardhan


" iya mas, fii amanillah !" kata Maira


" mas pulang ya, assalamualaikum !" ucap Fardhan


" waalaikumsalaam " jawab Maira sambil melambaikan tangannya


Setelah mobil yang di kendarai Fardhan berlalu pergi meninggalkan halaman rumahnya, Maira bergegas masuk kedalam rumah. hingga saat ia akan menaiki tangga, ia dikejutkan dengan pertanyaan dari mama.


" bagaimana, cincinnya dapet ?" tanya mama


" dapet ma, satu minggu lagi bisa di ambil cincinnya !" jawab Maira


" iya kak, mas Fardhan mau cincinnya pakai ukiran nama Mai sama mas Fardhan !" jawab Maira


" iiih sweet banget sih kalian ituu !" kata Nisa sambil tersenyum gemas


" sudah sudah, Mai cepat bersihkan diri kamu lalu istirahat !" kata mama


" iya ma, oh iya abang belum pulang ?" tanya Maira


" belum, paling sebentar lagi ! memangnya ada apa Mai ?" tanya Nisa


" tidak ada apa apa kak ! cuman ada yang mau aku obrolin aja sama abang !" jawab Maira


" oh iya, Mai bersih beraih dulu ya !" kata Maira sambil melangkahkan kakinya menaiki tangga


Beberapa saat kemudian papa Salman dan Azka baru saja pulang dari kantor. Papa dan Azka langsung membersihkan diri agar bisa segera beristirahat. Saat ini Azka sudah siap dengan setelan baju tidurnya, ia tengah berbaring diatas ranjang miliknya.


" mas, tadi Maira nanyain kamu ! katanya ada yang mau di obrolin !" kata Nisa


" oh ya ? ngobrolin apa emangnya ?" tanya Azka penasaran


" entahlah, Nisa juga tidak tahu ! baiknya abang temui Mai dulu !" jawab Nisa


" ya sudah, kamu istirahat duluan saja ya. aku mau nemuin dulu Maira !" kata Azka sambil bengusap pucuk kepala Nisa dengan sayang


Azka keluar dari kamarnya dengan berbagai macam fikirannya


Maira mau ngobrolin apa ya ? apa jangan jangan dia sudah siap masuk ke perusahaan ya ?


gumam Azka


tok tok tok


Maira segera membuka pintu kamarnya yang di ketuk dari luar. Saat melihat Azka yang berdiri di depan kamar sambil tersenyum.


" abang, Mai mau bicara sama abang ! tapi gak disini, kita ke ruang kerja aja ya, ayo !" ajak Maira


Azka berjalan mengekori Maira dari belakang.


" ada apa Mai ?" tanya Azka


" Mai mau bilang, kalau Mai udah mau resign bang ! dan Insya Allah Mai mau bantu abang sama papa ! tidak apa kan ?" kata Maira dengan hati hati


" jelas tidak apa apa lah Mai ! justru abang dan papa bakalan seneng banget kalau kamu mau turun langsung bantuin abang dan papa di perusahaan, pernyataan ini yang selalu abang nantikan !" jawab Azka dengan senyum yang mengembang


" tapi nanti setelah acara lamaran Mai resmi resign bang ! "kata Maira


" iya, tidak apa apa ! nanti akan abang bicarakan dwngan papa mengenai ini !" jawab Azka


" terima kasih bang !" kata Maira


Maira dan Azka kembali beristirahat setelah selesai dengan obrolan mereka. Ya, Maira memutuskan untuk resign dan akan mulai bergabung dwngan perusahaan papanya. Hal ini membuat Azka begitu bahagia, akhirnya sang adik mau bergabung di perusahaan.


.


.


.


.


.


.


TBC


terima kasih sudah setia membaca karya Rose


jangan lupa tinggalkan jejaknya yaπŸ˜ŠπŸ™πŸ»


happy reading...