
Baru satu suapan saja yang masuk ia merasa mulutnya terasa pahit, tapi ia memaksakannya masuk. Hanya dua suap saja Maira makan, ia mengambil obat yang selalu ia sediakan di laci nakasnya. Maira sudah berencana hari ini akan pergi ke Sumedang walaupun harus sendiri.
Maira mengeluarkan koper kecil bersama tas dan menyimpannya di dekat ranjangnya.
✉ Maira💕
bismillah...
mas, Mai pamit pergi ke Sumedang dulu. Mai rindu mama sama papa.
✉ mas Fardhan
terserah
✉ Maira💕
Mai pamit mas, assalamualaikum
✉ mas Fardhan
waalaikumsalaam
Maira menghela nafas kasar saat melihat jawaban sari suaminya. Fardhan seakan sudah tak perluli lagi dengan Maira saat ini. Maira pun mengusap air matanya yang jatuh menetes tanpa ia inginkan. Maira memasukkan ponselnya kedalam tas yang akan ia bawa, kemudian ia keluar kamar sambil menggeret koper dan menenteng tas. Maira berpamitan pada mang Jajang dan bi Titin, kemudian ia memasukkan koper kecilnya kedalam bagasi mobil dan setelah itu ia pergi meninggalkan rumah.
Maira merindukan kedua orang tuanya apalagi disaat seperti ini. Ia membutuhkan tempat untuk bersandar.
Di kantor, Fardhan lebih banyak terdiam dibandingkan dengan bekerja. Fikirannya tidak fokus, di tanya saja kadang menjawab tidak nyambung.
" kenapa bos ? kayaknya lagi banyak fikiran " kata Shandy
" gak ada, hanya kurang tidur saja hadi kurang fokus " jawab Fardhan
" aku tahu bos, beda kalau orang yang lagi banyak fikiran sama kurang tidur. Saran aku, ai bos beresin dulu deh itu masalah yang lagi berkelana difikiran. Kalau udah beres, udah clear baru deh masuk kerja lagi. Urusan kantor biar aku yang handle " kata Shandy menyarankan
" iya, sebaiknya memang begitu Shan. Ya sudah, aku pulang sekarang ya " kata Fardhan
" siap bos, semoga masalahnya cepat selesai " kata Shandy mendoakan
" aamiin, aku titip kantor ya. assalamualaikum " kata Fardhan lalu pergi sambil membawa tas kerjanya
Fardhan mengemudikan mobilnya untuk segera pulang, ia berharap Maira belum berangkat dan ia bisa berbicara sebentar dengannya. Sesampainya di rumah, Fardhan melihat mobil Maira sudah tidak ada. Fardhan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah, dan kali ini ia masuk kedalam kamarnya bukan ke kamar tamu lagi.
Fardhan melihat sekeliling kamar itu, dimana ia bercanda dan tertawa bersama, disaat keduanya saling menghoda. Bayangan itu terus berputar putar di benak Fardhan. Ia merasa bersalah pada Maira, hanya karena sebuah fhoto ia bertengkar dengan istrinya. Terlebih saat ia mendengar penjelasan dari Aisyah tadi pagi.
Tadi pagi sengaja Fardhan menghubungi Aisyah dan meminta untuk bertemu, dan Aisyah menjelaskan semua yang terjadi. Aisyah juga menjelaskan bahwa selama Fardhan tidak di rumah, Aisyah lah yang selalu menemani Maira pergi kemanapun.
FLASH BACK ON
Pagi ini Fardhan sudah menghubungi Aisyah dan meminta waktu untuk bertemu sebentar. Aisyah berjanjian di kafe dekat kantor Azka, supaya Aisyah tidak keluar terlalu jauh.
" assalamualaikum " ucap Fardhan
" waalaikumsalaam, sendirian kak ? Mai gak ikut ?" tanya Aisyah
" Mai ada di rumah. Langsung saja, aku kesini mau menanyakan sesuatu " kata Fardhan memulai pembicaraan serius
" iya, katakan saja " kata Aisyah
Fhoto yang pertama, saat Maira duduk berseberangan dengan seorang laki laki di sebuah kafe.
" ini memang Maira, tapi seingatku saat itu Aisyah yang mengajak Maira ke kafe untuk bertemu teman Mai. Namanya Arfan, dia diam diam telah datang ke rumah dan melamar Aisyah kak. Aisyah sengaja mengajak Maira sebagai teman supaya tidak terjadi fitnah nantinya " jelas Aisyah
" untuk apa kalian ketemu ?" tanya Fardhan
" Aisyah hanya ingin menanyakan saja tentang keseriusannya, takutnya dia hanya mempermainkan saja. Saat itu juga mendadak dia yang ngajak ketemuan, kebetulan aku juga lagi free ya sudah ajak Maira aja " kata Aisyah
" apa kamu tidak berbohong Syah ?" tanya Fardhan
" aku berani sumpah kak, kalau tidak percaya biar aku telfon Arfan saja " kata Aisyah
" baiklah, lalu bagaimana dengan yang ini ?" tanya Fardhan memperlihatkan fhoto kedua
" aiih, kerajinan banget sih orang yang ambil tuh fhoto ! nih ya, biar Aisyah jelasin sama kak Fardhan. Saat itu Aisyah sama Maira lagi di kafe, Maira pergi ke toilet sebentar. Nah sebelum dia kembali, ada anak kecil tuh yang tidak sengaja numpahin minum ke lantai. Pas Maira lewat, dia injak itu bekas tumpahan tadi karena gak tahu. Ya akhirnya dia kepleset, dan yang laki laki itu bapaknya tuh anak. Dia juga sama istrinya, justru istrinya tidak marah saat itu. Malah mereka meminta maaf pada Maira karena hampir saja Maira celaka karena ulah anak mereka " jelas Aisyah
" oh, begitu. Tapi apa yang kamu jelaskan bisa di pertanggung jawabkan ?" tanya Fardhan
" bisa, sangat bisa. Kalau mau kita datang ke kafe itu sekarang dan lihat bukti rekaman cctv nya. emangnya kenapa ?" tanya Aisyah mulai mencium agaknya ada yang tidak beres dengan rumah tangga sahabatnya ini
" tidak ada " kilah Fardhan
" apa kalian bertengkar karena hal ini ?" tanya Aisyah sambil memicingkan matanya
" iya " jawab Fardhan pelan
" astaghfirullah kak " kata Aisyah mendesah kasar sambil mengusap wajahnya
" dengar ya kak, bukannya aku belain dia sebagai sahabat. Disini aku sebagai penengah, aku tidak akan mengatakan kebohongan dengan merubahnya menjadi kebaikan. Kak, selama ini apa kakak tahu kalau selama ini Maira tidak pernah punya pacar ? Kakak itu laki laki ketiga yang dekat dengannya selain papa dan bang Azka. Walaupun banyak laki laki yang mencoba untuk menarik hati Maira, tapi dia tidak pernah tergoda kak. Jangankan untuk berselingkuh, untuk berfikir kesana pun ia tidak pernah kak ! satu yang perlu kakak tahu, hati Maira itu bersih kak. Dia terlalu lebut intuk disakiti, terlalu baik. Dia juga faham agama kak, ida tahu itu dosa. Kalau kakak mengira Maira berselingkuh, aku pastikan aku dan bang Azka yang akan maju melangkah lebih dulu untuk menentangnya kak " kata Aisyah
" kakak mohon jangan sampai bang Azka dan yang lainnya tahu soal ini Syah. Cukup kamu saja yang tahu permasalahan ini, kakak janji akan menyelesaikan masalah ini secepatnya " kata Fardhan
" baiklah, aku tunggu kabar baiknya " kata Aisyah
" maaf kak, aku duluan. Assalamualaikum " kata Aisyah lalu pergi meninggalkan Fardhan sendiri
FLASH BACK OFF
.
.
.
.
.
TBC
Happy reading...
Jangan lupa tinggalkan jejak yups...
Terima kasiih🙏🏻