
Rapat selesai walaupun masih belum mendapatkan titik terang. Semua kembali ke ruangan masing masing. Maira, dan Ghaisan masuk ke ruangan Azka untuk membahas beberapa info yang harus segera di bahas terkait masalah yang ada.
" maaf bang kalau Mai terkesan mendahului abang, tapi Mai ingin semua cepat selesai " kata Maira meminta izin terlebih dahulu
" tidak apa Mai, itulah gunanya ada kamu disini !" kata Azka
" Mai minta sama kak Ghaisan untuk menyelidiki orang yang bernama Herman dari divisi keuangan, Mai minta info se detail mungkin. kalau bisa informasi itu beaok harus sudah siap !" kata Maira
" siap " jawab Ghaisan singkat karena memang ia tipikal orang yang jarang berbicara
" masalah pekerjaan kamu nanti akan di bantu oleh Aisyah , jadi kamu tidak akan terlalu pusing " kata Azka
" iya, biar nanti Aisyah akan membantu " timpal Maira
" baiklah, kalau begitu saya permisi " kata Ghaisan lalu pergi keluar
Setelah pertemuan itu Maira kembali ke ruangannya dan mengerjakan tugasnya, sementara Aisyah kini sedang membantu mengerjakan beberapa dokumen yang di urus oleh Ghaisan. Saat jam pulang tiba Maira, Aisyah dan Ghaisan masih belum pulang juga karena masih harus membahas informasi yang di dapat oleh Ghaisan. Sedangkan Azka dipaksa pulang oleh Maira karena mengingat Nisa yang kini sedang mengandung, dan kembali susah untuk makan.
" bagaimana kak ?" tanya Maira
" ini informasi yang saya dapatkan !" kata Ghaisan sambil memberikan beberapa lembar kertas
Maira pun membaca satu persatu kertas yang di berikan oleh Ghaisan.
" Aisyah, coba cek CCTV di ruangan pak Herman dan periksa di komputernya apakah ada yang mencurigakan atau tidak !" perintah Maira
" siap " kata Aisyah langsung pergi ke ruangan yang di tuju
Aisyah langsung membuka beberapa dokumen yang ada di komputer pak Herman, semua tampak biasa saja tapi ada satu dokumen yang bisa di bilang tidak mencurigakan karena nama file nya little family. Tapi Aisyah membukanya walaupun ia tidak yakin, tapi kemungkinan bisa saja terjadi saat ini. Betapa terkejutnya Aisyah saat melihat beberapa dokumen yang memuat kecurangan yang di lakukan pak Herman, dan ia langsung mengcopy nya untuk di perlihatkan pada Maira dan Ghaisan.
" Mai, lihatlah !" kata Aisyah samb memberikan sebuah flashdisk
Tanpa bertanya lagi Maira langsung membuka file yang di maksud oleh Aisyah, awalnya ia memang terkejut tapi kemudian ia menjadi bertanya tanya.
" itu buktinya benarkan ?" kata Aisyah
" iya, ini memang benar ! tapi ada yang mengganjal bagiku. Kalau memang dia yang melakukan kenapa file sepenting ni bisa dia simpan sembarangan tanpa pengamanan. Apakah mungkin ada seseorang di balik ini semua ?" kata Maira mulai berfikir
" bisa jadi, si pelaku utama menjadikan pak Herman sebagai kambing hitam untuk melindungi dirinya. Biar nanti saya selidiki lwbih lanjut lagi !" kata Ghaisan
" tolong cari tahu dan selidiki orang yang pernah berhubungan dengan pak Herman yang ada di perusahaan ini !" kata Maira
" baik, informasinya akan saya serahkan segera !" kata Ghaisan
" oh iya Mai, ini sudah malam. Sebaiknya kita lanjutkan besok saja !" kata Aisyah
" iya, betul. Sekarang kita pulang dan segera istirahat ! kalian boleh pilang duluan !" kata Maira
Aisyah dan Ghaisan pun pulang bersama karena Aisyah tidak membawa motor maupun mobil. Ghaisan juga tidak mengizinkan Aisyah pulang sendiri karena hari sudah malam, takutnya terjadi apa apa. Sesangkan Maira pulang terakhir, ia masih membereskan laporan yang ada di mejanya. pada pukul delapan malam barulah Maira bergegas pulang. Sesampainya di rumah, Fardhan sudah menunggu kedatangan Maira di kamarnya.
" assalamualaikum " ucap Maira
" waalaikumsalaam " jawab Fardhan
" mas belum tidur ?" tanya Maira
" belum, mas masih menunggumu " jawab Fardhan
" sebentar, Mai mandi dulu ya " kata Maira
" iya " kata Fardhan
Maira langsung pergi ke kamar mandi, ia melepas semua pakaiannya dan masuk kedalam bathtub untuk berendam. Maira berendam untuk membuat tubuhnya sedikit rilex, setelah hampir setengah jam berendam Maira menyudahinya dan segera membilas tubuhnya. Setelah selesai mandi, Maira memakai setelan baju tidur berlengan pendek dan celana pendek selutut, lalu keluar dan berbaring disamping Fardhan.
" sepertinya kamu lelah sekali sayang !" kata Fardhan
" iya mas, masalah di kantor masih belum selesai juga. Mai harap besok sudah ada informasi yang pasti, supaya masalahnya bisa cepat selesai !" kata Maira
" belum mas, boro boro inget makan. kerjaan numpuk ditambah lagi ada masalah bikin kepalaku pusing !" jawab Maira
" makan dulu ya, biar mas ambilkan !" kata Fardhan
" tapi berdua dengan mas ya !" kata Maira
" iya, mas juga belum makan kok. Mas sengaja nungguin kamu pulang " kata Fardhan
Setelah mengatakan itu Fardhan keluar dari kamar dan mengambil makan untuk berdua. Maira dan Fardhan makan sepiring berdua.
" kalau bisa makan seperti ini terus sayang, biar lebih romantis !" kata Fardhan
" boleh mas, kita makan sepiring berdua !" kata Maira
" kita biasakan ya !" kata Fardhan
Maira dan Fardhan menghabiskan makanan yang ada di piring hingga tak tersisa, setelah itu Fardhan menyimpan piring kotor di atas meja. Keduanya tidak langsung tidur, melainkan duduk bersantai sambil menyender di tempat tidur dan Maira duduk aambil bersandar pada pundak Fardhan.
" kalau lelah tidur saja " kata Fardhan sambil mengusap lembut pipi Maira
" kalau langsung tidur yang ada jadi penyakit mas ! mending kita main permainan saja gimana ?" kata Maira
" jangan permainan, mending main tebak tebakan aja biar seru !" kata Fardhan
" boleh juga tuh mas ! mas yang duluandeh kalau gitu !" kata Maira
" denger ya, kalau gajah masuk kedalam kulkas kelihatan apanya ?" tanya Fardhan
" itu mah Mai juga hapal mas, kelihatan bohongnya !" jawab Maira dan Fardhan langsung tersenyum
Keduanya main tebak tebakan hingga jam sebelas malam, dan kemudian langsung tidur karena hari esok keduanya harus kembali ke kantor. Pagi pagi Maira dan Fardhan sudah bersiap dengan menenteng tas kerja masing masing, Fardhan membawa dasi yang sengaja tidak ia pakai karena Fardhan ingin Maira yang memakaikannya.
" loh, kenapa dasinya tidak di pakai mas ?" tanya Maira
" mas mau, mulai hari ini kamu yang pasangkan mas dasi !" jawab Fardhan sambil memberikan dasi itu pada Maira
" baiklah, rupanya suamiku ini sudah mulai manja !" kata Maira
Maira memasangkan dasi, sedangkan Fardhan memeluk pinggang Maira membuat posisi keduanya begitu dekat saat ini.
" mas jangan gitu ah, nanti di lihat bibi sama mang jajang !" kata Maira
" tidak apa apa sayang, mereka juga tahu kok kalau kita sudah nikah !" kata Fardhan
" tapi jangan mengumbar kemesraan di sembarang tempat dong mas, Mai gak enak aja !" kata Maira
Maira memang tidak suka mengumbar kemesraan di sembarang tempat, ia takut jika ada orang yang merasa risih atau iri yang akan membuatnya tidak nyaman. Kalau mau mesra mesraan ya di ruang tertutup saja, dan jangan diumbar di luar fikir Maira.
.
.
.
.
.
TBC
Happy reading...
Jjangan lupa tinggalkan jejak ya...
Terima kasiih๐๐ป๐๐ป