
Aisyah duduk di kursi yang ada di dekat dengan ranjang tempat Maira terbaring. Maira bingung, apa ia harus memberi tahu kedua orang tuanya atau tidak. Aisyah tahu Maira itu tipikal orang yang tidak mau merepotkan orang lain, termasuk keluarganya sendiri.
Tak lama ponsel milik Maira pun berdering menandakan sebuah panggilan masuk dari "kak Nisa". Aisyah bingung harus bagaimana, tapi saat akan mengangkat telfon dari kak Nisa, Maira pun sadar.
" Mai, kamu sudah sadar ?" tanya Aisyah
" iya, maaf aku merepotkanmu Syah !" jawab Maira
" Mai, kakak ipar kamu nelfon nih !" kata Aisyah sambil menyodorkan ponsel yang di pegangnya pada Maira
Sejenak Maira menatap ponsel miliknya, ia juga bingung harus menjawab apa.
" hallo kak !" kata Maira
" Mai, kamu dimana ? kok belum pulang, ini sudah lewat jam 18 Mai. kamu kemana ?" tanya Nisa
" maaf kak, Maira ada perlu dulu. Jadi belum bisa pulang, mungkin pulangnya bakalan telat kak ! maaf sudah membuat kakak khawatir !" kata Maira
" bukan hanya kakak yang khawatir, tapi semua orang yang ada di rumah mengkhawatirkan kamu Mai !" kata Nisa
" tolong bilangin Mai telat pulang ya kak ! mungkin sekitar jam 20 an Mai bisa sampe di rumah ! Telfon nya Mai tutup dulu ya kak !" kata Maira lalu memutuskan sambungan telfonnya
Maira menghela nafas lega, karena keluarganya tidak merasa curiga. Tapi tetap saja ia tidak enak hati karena harus berbohong.
" kenapa kamu bohong Mai ?" tanya Aisyah
" aku tidak apa apa Syah, kamu tenang saja !" jawab Maira sambil tersenyum
" tapi bagaimana pun juga keluarga kamu harus tahu kondisimu sekarang Mai !" kata Aisyah
" kamu tenang saja, oh iya apa kata dokter ?" tanya Maira
" kamu terlalu lelah, penyakit lambungmu kambuh dan sedikit dehidrasi !" jawab Aisyah
" kamu belum tentu bisa pulang sekarang Mai ! oh iya, kamu makan dulu ya supaya bisa minum obat !" kata Aisyah
" iya !" jawab Maira
Aisyah mengambilkan makanan yang tadi sudah di berikan oleh suster. Setelah selesai makan, Maira meminum obatnya. Tak lama setelah selesai makan, dokter yang tadi memeriksa Maira kembali lagi ke ruangan Maira setelah mendapat info dari Aisyah kalau Maira sudah sadar.
" selamat malam, apa yang anda rasakan sekarang ?" tanya dokter
" perut saya masih sakit dok dan kepala saya juga masih pusing, tapi sekarang sudah sedikit membaik dok ! oh iya, saya mau segera pulang dok !" pinta Maira
" tapi sebaiknya anda dirawat dulu untuk malam ini saja, baru besok pagi boleh kembali !" jawab dokter
Dokter hanya bisa menghela nafas saat menghadapi orang yang keras kepala seperti Maira sekarang.
" baiklah, tapi maaf sebelumnya jika terjadi apa apa itu diluar kendali kami !" jawab dokter
" terima kasih dok !" jawab Maira sumringah
" sus, tolong di buka selang infusnya !" perintah dokter
" baik dok !" jawab suater
Selang infus pun telah selesai di lepas oleh suster, sekarang Maira hanya tinggal menunggu Aisyah yang sedang menebus obat di apotek.
" oh iya, tadi dokter menyarankan supaya anda istirahat dulu untuk beberapa hari kedepan bu !" kata suster
" iya sus, saya mengerti !" jawab Maira
" ayo Mai, kita pulang !" ajak Aisyah setelah kembali dari apotek
Maira dan Aisyah akhirnya pulang. Saat ini Aisyah yang memegang kendali kemudi, hening tak ada suara hanya deru mesin saja yang terdengar.
" Syah, kamu jangan bicara tentang kejadian hari ini ke keluargaku ya !" pinta Maira memecah keheningan
" kenapa Mai ?" tanya Aisyah
" aku hanya tidak mau orang orang khawatir dengan kondisiku saat ini !" jawab Maira
" baiklah, terserah padamu saja !" kata Aisyah
.
.
.
.
.
TBC
Happy reading..