
Fardhan masih merenungi kesalahannya yang dengan seenaknya menuduh Maira selingkuh darinya. Itu adalah kata kata terkasar yang pernah ia lontarkan pada Maira, sungguh kini ia menyesal dengan perbuatannya.
Hampir lima jam Maira mengendarai mobilnya, akhirnya ia sampai juga di rumah mama dan papanya.
" assalamualaikum " ucap Maira membuka pintu sambil menggeret kopernya
" waalaikumsalaam, ayo masuk " ajak mama
" bagaimana kabar papa dan mama disini ?" tanya Maira sambil mencium tangan mamanya
" alhamdulillah segat sayang, bagaimana senganmu ?" tanya mama
" alhamdulillah ma, eh papa dimana ?" tanya Maira
" papamu beralih profesi Mai sekarang. Pasti ada di belakang lagi ngurusin tanaman sayurannya di belakang " kata Mama
" wah, ternyata masih produktif juga ya papa " puji Maira
" pa, Maira datang " kata mama
" wah, anak cantik papa sudah datang rupanya. bagaimana kabarmu sayang ?" tanya papa
" alhamdulillah baik pa. Papa makin ganteng aja " goda Maira
" hm, anakmu sudah pintar menggoda papa rupanya ma. Apalagi sama suaminya ya !" kata papa balik menggoda papa
Pe4kataan papa mengingatkan Maira pada Fardhan. Keadaan rumah tangganya kini sedang tidak baik baik saja. Tapi Maira berusaha menepisnya, supaya orang tuanya tidak curiga.
" ah papa bisa aja, jadi malu " kata Maira sambil tersenyum menutup wajahnya
" masuk yuk ! sudah hampir sore, oh iya sayang kamu sudah makan siang belum ?" tanya mama
" sudah ma, tadi dijalan " jawab Maira berbohong
" ya sudah kamu istirahat dulu, nanti setelah shalat maghrib kita kumpul ya " kata mama
" iya ma " jawab Maira lalu pergi ke kamarnya
Maira langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur. Ia jadi kembali teringat dengan suaminya, tapi beberapa saat kemudian ia tertidur. Sebenarnya Maira sudah merasa kurang sehat beberapa hari belakangan ini, tapi dengan pintarnya ia menyembunyikan itu semua. Bukan hanya lelah di badan, tapi lelah hati juga yang saat ini Maira rasakan.
***
Ditempat lain, Aisyah kini tengah menunggu kehadiran Arfan di rumahnya. Setelah beberapa saat menunggu, terdengarlah suara bunda yang memanggilnya.
" sayang, Arfan sudah menunggu di depan " kata mama
" iya ma " jawab Aisyah
Aisyah berjalan dibelakang bundanya, ia tidak mau berjalan di depan bundanya karena ia merasa malu. Sesampainya di ruang tamu, Arfan sedang ngobrol dengan ayahnya perihal berita penting yang harus ia beri tahukan pada orang tua Aisyah.
" nah ini dia yang kita tunggu tunggu" kata ayah sambil melihat Aisyah
" begini Syah, nak Arfan berniat akan mengkhitbahmu dua hari lagi. Bagaimana, apa kamu setuju ?" tanya ayah
" Aisyah terserah ayah dan bunda saja " jawab Aisyah sambil menunduk
" begini nak, memang acaranya mendadak. Mumpung orang tua nak Arfan masih ada disini dan rencananya kedua orang tua nak Arfan akan kembali ke Kalimantan setelah acara kalian. Kamu jangan menyerahkan jawaban pada ayah nak, karena semua akan dijalani olehmu dengan nak Arfan nantinya. Jadi putuskanlah apa kamu siap menerimanya atau tidak ? kalau siap kalian harus mencari cincin hari ini juga " kata ayah
" bismillahirrahmaanirrahiiem, insya Allah Aisyah siap ayah " jawabΒ Aisyah
" alhamdulillah " ucap ayah, bunda dan Arfan
Ayah dan Arfan beserta Aisyah melanjutkan ngobrolnya seputar bisnis. Arfan bekerja sebagai Manager di salah satu perusahaan asing yang ada di kota ini. Setelah puas ngobrol, Arfan mengajak Aisyah untuk pergi membeli cincin. Sesuai dengan janjinya pada ayah Aisyah, keduanya akan segera kembali.
***
Malam sudah berganti pagi, sang mentari pagi susah mulai menampakkan dirinya di ufuk timur. Maira pergi ke balkon kamarnya yang menghadap ke timur. Ia melihat pemandangan yang begitu indahnya, dimana gunung Ciremai bisa terlihat hanya dipagi hari. Itu pun saat cuaca cerah, kalau mendung akan terhalangi oleh kabut. Kalau siang juga tidak bisa terlihat karena mungkin sudah banyak polusi dan cahaya mentari juga mulai menjauh dari arahnya.
Maira mengabadikan moment tersebut dengan kamera ponselnya. Kemudian ia mengunggahnya di salah satu akun media sosialnya dengan caption " Indahnya mentari pagiπ selamat pagi dunia, selamat pagi semua "
οΏΌ
Setelah mengunggah jepretannya di media sosial, Maira menyimpan kembali ponselnya dan duduk termenung. Suara ketukan pintu membuat lamunannya terbuyarkan seketika.
" kita sarapan dulu sayang, papa sudah nunggu kamu di meja makan " kata mama
" iya ma " jawab Maira
Mama dan Maira berjalan bersama menuju meja makan, benar saja disana papa sudah menunggu kedatangan Maira dan mama. Maira duduk di seberang mamanya, kalau sudah begini ia jadi ingat dengan Fardhan. Ah, ingatan itu membuat nafsu makan Maira hilang. Ingin rasanya Maira makan sepiring berdua kembali seperti biasa, tapi itu semua hanya angan saja untuk sekarang.
" sayang, makanlah ! Atau kamu mau makan yang lain biar mang Uding carikan " tanya mama
" enggak ma, gak usah. Ini juga udah banyak banget makanannya, kalau gak di makan sayang. Apalagi sampai kebuang, dosa ma " kata Maira
" kalau begitu sekarang makanlah " kata mama
Maira mengambil sedikit nasi dengan sayur sop dan menambahkannya dengan sambal, karena ia tidak berselera untuk makan.
" kok ngambil nasinya sedikit Mai ?" tanya papa
" gampang pa, nanti kalau habis ambil lagi " jawab Maira
Seperti pagi kemarin, ia merasa pahit saat makanan itu menyentuh lidahnya. Maira hanya makan satu suap saja, jujur saja semua yang masuk ke mulutnya saat ini terasa pahit. Kalaupun minum, itu juga terasa hambar. Setelah satu suap tersebut, Maira permisi ke kamarnya dengan alasan mau ke toilet.
" ma, pa, Mai ke toilet dulu ya " kata Maira
" loh, kok ke toilet sih ? gak biasanya deh " kata mama
" gak tahu ma, panggilan alam kan gak kenal waktu " kata Maira
" mama sama papa terusin aja ya, nanti Mai nyusul deh " kata Maira
Papa dan mama hanya mengiyakannya saja tanpa menaruh curiga sedikitpun. Sesampainya di kamar, Maira langsung mengunci kamarnya dan berbaring. Sungguh saat ini ia merasa kepalanya pusing, lemas juga. Maira pun akhirnya memilih untuk tidur saja walaupun hari masih pagi. Tak lama ponselnya berbunyi menandakan panggilan telfon masuk dari Aisyah
π " hallo assalamualaikum Syah " ucap Maira
π " waalaikumsalaam Mai, kamu lagi apa ?" tanya Aisyah
π " aku lagi rebahan abis sarapan Syah, ada apa ? tumben pagi pagi udah telfon " kata Maira
π " aku mau ngasih tahu kalau besok aku mau di khitbah Mai, sama mas Arfan " kata Aisyah
π " alhamdulillah, semoga lancar ya Syah !" kata Maira
π " iya, aamiin. Besok pagi kamu kesini ya Mai temenin aku !" kata Aisyah
π iya, nanti aku temani disana. ya sudah, aku tutup dulu ya telfonnya aku ada urusan sebentar " kata Maira
π " iya deh, Terima kasih ya sebelumnya. Kamu emang the best deh !" kata Aisyah
π " ya sudah, aku tutup dulu telfonnya ya. Assalamualaikum" ucap Maira
π " waalaikumsalaam " jawab Aisyah
Setelah sambungan telfon terputus, Maira berfikir kalau ia harus segera kembali hari ini juga. Karena besok ia harus menemani Aisyah di rumahnya. Maira tidak akan membawa pakaian yang ia bawa tadi, pakaian tersebut akan disimpan saja disini untuk nanti kalau ke Sumedang kembali ia tak perlu membawa baju ganti
.
.
.
.
.
TBC
Happy reading...
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yups...
Terima kasiihππ»ππ»