Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
27


Maira dan Fardhan kini tengah lagi pagi di luar komplek perumahan menuju ke taman yang letaknya tidak jauh dari gerbang perumahan. Maira dan Fardhan duduk di kursi taman yang masih kosong.


" kita istirahat dulu mas !" kata Maira mendaratkan bokongnya di kursi taman


" iya, habis ini kita kemana ?" tanya Fardhan duduk di sebelah istrinya


" habis ini kita ke sana ya mas ! ada danau kecil disana !" jawab Maira sambil menunjuk ke arah kanan


" boleh saja ! tapi tempatnya jauh tidak ?" tanya Fardhan lagi


" lumayanlah, tidak terlalu jauh ! paling cuman tiga puluh menitan mas !" jawab Maira


" jalan kaki tiga puluh menit ? jauh dong tempatnya !" kata Fardhan


" cuman segitu doang kok jauh sih mas ! kalau aku sama Aisyah itu ya, pernah lari keliling komplek langsung lari keliling danau. tapi habis itu gak bisa kemana mana karena kecapekan, hahaha !" kata Maira sambil tertawa membayangkan kelakuannya bersama Aisyah


Fardhan ikut tersenyum saat mendengar cerita istrinya sambil menggelengkan kepala.


" kamu ini ada ada saja !" kata Fardhan masih tersenyum


" tapi kalau dulu aku masih sekolah menengah atas, aku selalu pertama kalau masalah lari ! bahkan beberapa kali aku ikut kompetisi, malah sempet jafi juara provinsi. sayangnya pas mau masuk kejuaraan nasional keburu peraiapan buat ujian ! sayang banget kan !" kata Maira


" itu namanya masih bukan rezki kamu sayang !" kata Fardhan sambil mengusap kepala Maira


" tadi mas panggil aku apa ?" tanya Maira memperjelas


" sayang ! tidak apa kan aku panggil sayang ?" tanya Fardhan membuat kedua pipi Maira memerah seketika


" terserah mas saja !" jawab Maira malu malu


" jadi gemes deh lihat pipimu yang merah itu !" kata Fardhan merasa gemas sekali


" ayo mas, kita terusin lari nya !" ajak Maira mencoba mengalihkan pembicaraan


" ayo, keburu siang !" kata fardhan


Maira dan Fardhan melanjutkan lari paginya ke tujuan kedua yaitu danau kecil. Setelah hampir setengah jam berlari, Maira dan Fardhan akhirnya sampai juga di danau.


" sudah sampai !" kata Maira merentangkan tangan sambil menghirup udara segar


" masya Allah, sungguh indah !" kata Fardhan memandang takjub


" ini adalah tempat favoritku dengan Aisyah mas ! oh iya, disana pemandangannya lebih indah loh, bagus buat jadi spot fhoto !" kata Maira menunjukkan


" kalau begitu kita kesana, kita fhoto bareng yuk !" ajak Fardhan


" ayo !" jawab Maira semangat


Maira dan Fardhan menikmati waktu berdua saat ini hingga tak terasa hari sudah mulai akan siang.


" Mas, pulang yuk ! " ajak Maira


" ayo, tapi kita sarapan dulu ya !" kata Fardhan


" sarapan kesiangan, makan siang kepagian hahaha " kata Maira sambil tertawa saat melihat kini waktu telah menunjukan puk 10.13


" iya, bener ! ya sudah kita mau makan dimana ?" tanya Fardhan


" terserah sih mau makan dimana juga, asalkan enak dan halal pastinya " jawab Maira cengengesan


" kalau begitu kita cari tempat makan di dekat sini saja ya !" kata Fardhan


" ayo mas, tapi mas gak lupa bawa dompetkan ?" tanya Maira


" ah, iya aku tahu tempat makan yang enak, halal tapi murah ! ayo mas !" kata Maira mengajak Fardhan


Fardhan mengikuti kemana arah Maira pergi, ia memang tidak tahu tempat ini. Karena memang selama ini ia jarang sekali keluar rumah hanya umtuk pergi jalan jalan. Kalaupun hati libur kerja pun ia habiskan untuk bersantai di rumah, kadang ia menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda saat week end.


Maira mengajak Fardhan masuk ke kafe miliknya dan Aisyah yang masih baru. Semenjak kafe keduanya itu di resmikan, Maira memang belum pernah datang sekedar untuk berkunjung sekalipun. Jadi di kafe baru miliknya itu belum ada yang mengenal Maira, mereka hanya baru mengenal Aisyah saja.


Maira dan Fardhan duduk di meja no.5 dekat kaca yang menyuguhkan keindahan alam yang ada. Maira tidak menyangka ternyata kafe kedua miliknya itu lebih bagus dari gambar yang pernah di kirimkan oleh Aisyah.


Maira dan Fardhan memesan makanan yang mereka inginkan, tak lama kemudian pesanan keduanya datang dan langsung di nikmati begitu saja oleh Maira dan Fardhan. Setelah selesai makan, Maira mengajak Farfhan ngobrol sebentar.


" mas, kalau aku kerja boleh tidak ? tapi masih di kantor papa kok !" tanya Maira


" kan dulu aku pernah bilang, boleh saja. asalkan jangan terlalu berlebihan, kalau boleh jujur sih aku mau kamu di rumah saja. Tapi aku tidak mau mengekangmu hanya untuk keegoisanku, yang akhirnya membuatmu tidak nyaman. Tapi aku minta suatu saat nanti kalau kamu mengandung kamu harus berhenti bekerja ya !" jelas Fardhan


" siap ma ! terima kasih ya !" kata Maira merasa senang


***syukurlah, mas Fardhan masih mengizinkan aku bekerja. Kalau tidak, mau apa aku di rumah. masa iya tiap hati kerjanya rebahan terus, nonton terus kalau begitu lama lama bisa gendut aku ! aku kira mas Fardhan hanya menyenangkan aku saja saat aku bertanya dulu, tapi memang kenyataanya mas Fardhan mengizinkan aku kerja. sempat aku fikir dulu kalau mas Fardhan hanya melakukan pencitraan saja untuk memikat hatiku.


Ya Allah, sunggguh hamba telah berdosa karena berburuk sangka pada suami hamba sendiri. Tapi kenyataannya suami hamba memang orang yang baik, terima kasih ya Allah...


Semoga rumah tangga hamba bisa menjadi rumah tangga yang Sakiinah Mawaddah wa Rahmah, aamiin***....


" kita pulang yuk !" ajak Fardhan


" ayo mas !" jawab Maira


" mbak, minta bill nya dong !" kata Maira


" oh iya, di tunggu sebentar ya mbak, mas !" sahut pelayan lalu pergi kembali ke meja kasir untuk mengambil bill yang di minta oleh Maira


" maaf mbak, ini bill nya !" kata pelayan tadi sambil menyerahkan bill itu pada Maira


" berapa sayang ?" tanya Fardhan


" seratus lima puluh dua ribu mas !" jawab Maira sambil tersenyum


" ini mbak uangnya, kembaliannya ambil saja !" kata Fardhan menyerahkan uang dua ratus ribu


" terima kasih mas, mbak. permisi !" kata pelayan undur diri


" murah banget ya, makan di tempat gini cuman seratus lima puluh ribuan doang ! pantes aja rame !" kata Fardhan


Maira hanya menanggapinya dengan senyuman. Ia merasa luas dengan apa yang ia lihat dan ia rasakan. Dimulai dari service kepada pelanggan, kualitas makanan, harga, kebersihan dan kelezatannya sesuai dengan selera dan rencana.


.


.


.


.


.


TBC


Happy reading....


Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa😊


Terima kasiih🙏🏻🌹