Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
48


Satu setenagah tahun kemudian...


Sudah dua bulan ini Maira memutuskan untuk berhenti bekerja, ia akan fokus pada rumah tangganya saja. Azka pun mendukung keputusan Maira ini, siapa tahu dengan berhentinya bekerja Maira bisa segera mendapatkan keturunan fikir Azka.


Anak Azka dan Nisa sudah lahir berjenis kelamin perempuan kini berumur satu tahun empat bulan, yang diberi nama Silmi Aulia Dinillah. Silmi sudah bisa berjalan saat masih berumur sebelas bulan, ia juga tumbuh menjadi balita yang cantik.


Hari ini rencananya Maira akan pergi ke rumah Azka, ia telah meminta izin pada Fardhan sebelumnya. Maira pergi mengendarai mobilnya dan ia berhenti di sebuah supermarket untuk membeli beberapa camilan sehat dan buah segar untuk Silmi. Setelah selesai berbelanja, Maira kembali melanjutkan peejalanannya ke rumah Azka. Sesampainya disana, Maira disambut oleh Silmi yang kebetulan sedang bermain bersama Nisa di halaman depan.


" assalamualaikum " ucap Maira mendekati Nisa dan Silmi


" waalaikumsalaam. Sendiri Mai ?" tanya Nisa


" iya kak, kan mas Fardhan masih ngantor " jawab Maira


" eh iya, ini Mai bawakan makanan buat si cantik " kata Maira sambil memberikan kantong kresek kepada Nisa


" kok repot repot sih Mai kalau kesini ya kesini saja, tidak perlu bawa makanan segala kan ngerepotin kamu " kata Nisa merasa tidak enak pasalnya setiap kali Maira datang selalu saja membawa makanan untuk Silmi.


" Silmi sayang, salim dulu sama tante " kata Nisa


Silmi pun menurut, ia berjalan ke arah Maira lalu mencuim tangan Maira.


" waaah, ponakan tante sudah makin pinter rupanya !" kata Maira merasa gemas pada Silmi.


" Mai, kita makan siang yuk !" ajak Nisa


" ayo kak !" jawab Maira


" Silmi sayang, kita maem ciang dulu ya " kata Maira


Silmi hanya mengangguk saja karena ia masih anteng dengan mainan yang di pegangnya. Maira membawa Silmi masuk kedalam rumah sambil menuntunnya berjalan, Maira sangat gembira melihat Silmi yang selalu tertawa saat ia mengajaknya bercanda. Nisa hanya tersenyum saat melihat kedekatan Silmi dengan Maira, terkadang Silmi juga selalu merengek mau ikut saat Maira akan pulang. Maira juga sudah menganggap Silmi seperti anaknya sendiri.


Setelah makan siang, Maira mengajak Silmi main di dalam ruangan saja karena biasanya setelah makan siang Silmi akan tidur. Baru saja sepuluh menit Silmi bermain, ternyata ia sudah menguap terus. Memang pada anak sebesar Silmi lebih sering tidur siang dan itu hal yang wajar bagi anak anak.


Melihat Silmi tidur, Maira memutuskan untuk pulang saja ke rumahnya dan berpamitan pada Nisa.


" kak, Mai pulang dulu ya " kata Maira


" disini saja Mai, lagian Fardhan juga pulangnya nanti sore kan !" kata Nisa


" iya sih kak, tapi Mai mau belanja dulu buat kebutuhan dapur. Tadi udah janjian sama bi Titin " kata Maira


" ya sudah kalau begitu, hati hati di jalan ya. Ingat, jangan ngebut ngebut bawa mobilnya " kata Nisa mengingatkan


" iya kak, duh bawel banget sih udah kayak bang Azka aja deh bawelnya " kata Maira sambil tersenyum


" biar saja kakak bawel ingetin kamu, supaya gak nakal " kata Nisa lalu keduanya tertawa


" Mai pamit ya kak, assalamualaikum " ucap Maira


" waalaikumsalaam " jawab Nisa


Maira keluar dari halaman rumah Azka be4niat akan pergi belanja kebutuhan dapur bersama bi Titin, memang tadi siang keduanya sudah janjian. Saat sampai di Supermarket, ternyata bi Titin sudah berdiri menunggu kedatangan Maira.


" udah lama bi ? Maaf Mai telat " kata Maira merasa tidak enak


" tidak apa neng. belum lama kok, baru lima menit " jawab bi Titin


" ayo bi, biar Mai yang dorong troli nya " kata Maira sambil mendorong sebuah troli


Maira dan bi Titin mangambil beberapa kebutuhan dapur hingga tidak terasa troli yang di dorong oleh Maira kini telah penuh.


" udah semua bi ?" tanya Maira


" udah neng " jawab bo Titin


" kita bayar dulu ya, habis itu kita pulang " kata Maira


Maira berendam untuk merilexkan tubuhnya yang terasa lelah, setelah itu ia membilas tubuhnya hingga bersih. Setelah selesai mandi dan berpakaian, Maira duduk di depan cermin untuk menyisir rambut dan memakai krim perawatan wajahnya.


tok.. tok.. tok..


" masuk " kata Maira tanpa melihat ke arah pintu


" duh, istriku ini sudah cantik dan wangi rupanya " kata Fardhan sambil memeluk Maira dari dalam


" eh mas, aku kirain bi Titin !" kata Maira


" mau kemana sudah wangi begini hem ?" tanya Fardhan


" mau menyambut suamiku yang tampan pulang kerja " jawab Maira lalu mengecup bibir Fardhan sekilas


" waah, sudah mulai nakal ya. Sudah pandai menggoda rupanya " kata Fardhan


" sudah ah, mas mandi dulu sana ! " kata Maira


" iya deh, mas mandi dulu " kata Fardhan


Fardhan kemudian menyimpan tas kerja dan membuka sepatu yang di pakainya. Setelah selesai mandi, Fardhan mendekati Maira yang kini sedang duduk bersandar di kasur sambil membaca buku.


" baca apa sayang ?" tanya Fardhan lalu menyandarkan k3palanya di bahu Maira


" buku sejarah mas " jawab Maira


" bagaimana pekerjaan di kantor mas ?" tanya Maira kemudian menutup buku yang dibacanya


" alhamdulillah sejauh ini baik baik saja ! oh iya, dalam beberapa hari lagi mas harus pergi ke Cina sayang " kata Maira


" kapan mas ?" tanya Maira


" yah tiga harian lagi lah !" jawab Fardhan


" berapa lama ?" tanya Maira


" paling lama satu minggu, tapi nanti mas usahakan pulang secepatnya ya " kata Fardhan


" iya mas, semoga kerjaan mas lancar ya " kata Maira


" Mai ke dapur dulu ya mas, mau masak buat nanti " kata Maira


" mas temani ya !" kata Fardhan


" boleh banget, asal jangan ganggu aja " kata Maira


Fardhan dan Maira pergi ke dapur untuk memasak. Sebenarnya hanya Maira yang memasak, kalau Fardhan mah dia cuman jadi mandor doang🤭


.


.


.


.


.


TBC


Happy reading...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yups...


Terima kasiih🙏🏻🙏🏻