
Maira menghela nafas kasar saat mendengar alasan Fardhan memasukkan Kirana ke rumah sakit jiwa. Ia tak menyangka ternyata wanita yang telah merencanakan penyekapannya adalah seorang wanita dengan gangguan jiwa, tapi ada sedikit rasa lega juga dihatinya.
" mas, aku mau ke rumah abang ya besok. Boleh gak ? " tanya Maira
" boleh, kebetulan juga besok tanggal merah jadi libur. Kita kesana bersama sama ya, kalau perlu kita nginep aja sayang " jawab Fardhan
" beneran mas ?" girang Maira membuat Fardhan tersenyum merekah saat melihat istrinya bahagia
" iya sayang " jawab Fardhan sambil mengusap rambut Maira dan mengecup keningnya
Maira memeluk Fardhan dengan erat sebagai rasa terima kasihnya ia juga mlabuhkan sebuah kecupan singkat di bibir Fardhan.
" kok gitu doang sih sayang ?" tanya Fardhan
" terus aku harus gimana mas ?" tanya Maira polos
" lamain dikit dong ciumnya " otak mesum Fardhan kumat kembali🤦🏻♀️
" mas otaknya mesum, Mai jadi takut deh lama lama deket mas " kata Maira
" loh kok takut ? kan biasanya juga gak apa apa " kata Fardhan
" enggak ah, aku takut. Kalau deket deket mas terus nanti aku jadi ketularan mesumnya " kata Maira sambil mencebik
" kan mesum sama istri sendiri sayang, bukan sama orang lain " sahut Fardhan
" aku udah tahu kalau udah gini pasti mengarah pada adegan ranjang, dan maaf mas aku gak bisa melayanimu " kata Maira
" lah kenapa gak bisa sih ?" tanya Fardhan kecewa
" lah gimana mau bisa kalau si tamu bulanan udah nongol masa mau aku suruh balik lagi, kan gak bisa mas " jawab Maira menghela nafas pelan
" ah, cuman bentar doang kok. Paling lama satu minggu kan, bukan satu bulan atau satu tahun. Waktu kamu berobat aja aku tahan, masa sekarang yang cuma sebentar gak bisa sih. Lagi pula tidak apa apa, itu hal yang wajar terjadi pada wanita. Ya, meskipun aku menginginkannya tapi aku harus tahan. Kalo gak bisa ya terpaksa main solo " kata Fardhan
" main solo ?" tanya Maira mengernyitkan keningnya
" iya, dikamar mandi " jawab Fardhan
Jawaban Fardhan membuat Maira tertawa. Maira membayangkan bagaimana suaminya bermain solo di kamar mandi, tapi detik kemudian tawa itu ia henyikan dan langsung kembali memeluk Fardhan sambil menciuminya.
" maaf, bukan maksudku mengejekmu. Tapi aku geli saja membayangkannya " ucap Maira kembali tertawa
Fardhan tidak marah saat melihat ekspresi Maira saat ini. Hal ini jarang sekali dilakukan Maira, ya memang Maira jarang sekali bisa tertawa lebar seperti sekarang. Makanya saat melihat sang istri tertawa lepas, rasa kesal Fardhan berangsur memudar dan berganti dengan rasa bahagia.
Karena sedang tidak shalat, Maira memutuskan untuk membereskan tempat tidur saja kemudian ia akan ke dapur untuk membuatkan sarapan untuk suami tercinta.
Rencananya untuk menu sarapan pagi ini Maira akan membuat nasi goreng sea food saja, kebetulan juga bahan bahannya masih ada dalam kulkas.
Maira sedang asik berkutat dengan alat masaknya, dikagetkan dengan sentuhan dari seseorang yang sangat ia kenali. Ya, baunya saja sudah membuatnya mengenal siapa yang tengah memeluknya kini.
" mas, lepaskan dulu tangannya. Ini sudah akan selesai, aku kurang nyaman kalau kerja sambil dipeluk gini " kara Maira
" maaf sudah mengganggu sayang " kata Fardhan kemudian melepas pelukannya
" mas tunggu saja di meja makan, Mai akan menyiapkan nasi gorengnya kedalam piring dulu " kata Maira dengan lebut
Fardhan pun menuruti apa yang dikatakan oleh Maira, ia duduk manis di meja makan sambil memandang sang istri yang tengah menyiapkan sarapan untuknya.
" selesai, silahkan dinikmati suamiku tercinta " kata Maira sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda sang suami
" eeeh, kenapa duduk disana ?" tanya Fardhan
" lah emang aku harus duduk dimana mas ?" tanya Maira masih berdiri
" disini saja " kata Fardhan sambil menarik lengan Maira dan terduduk dipangkuannya
Hal itu langsung membuat wajah Maira merona karena malu. Walaupun sudah terbiasa makan bersama dalam satu piring, tapi kalau duduk di pangkuan Fardhan masih jarang terjadi. Sontak saja hal itu menjadikan wajah Maira memerah, tapi tak dapat dipungkiri juga ia merasa bahagia dengan perlakuan Fardhan padanya.
.
.
.
.
.
TBC
Happy reading😊
Oh iya, untuk novel ini akan hadir 1 episode lagi sebagai episode terakhir. Nanti Rose kasih extra part tapi gak bisa banyak. Maaf ya🙏🏻🙏🏻