
Nampak di salah satu rumah bergaya lama khas bangunan Jogja, di salah satu ruangan di rumah itu.Nampak pria tua,memakai blankon dan baju khas orang jawa bersama Tamunya duduk di ruang kerjanya.
Pria tua itu bernama Ki Kartolo.
Ki Kartolo tak memakai kalung ataupun gelang. Ia hanya memakai cincin batu akik
Tamunya itu ingin wanita yang di incar betekuk lutut padanya(Pelet).
Baru saja Ki Kartolo hendak mengucapkan mantra,tiba - tiba terdengar suara teriakan.
"PAK TUAA.... DI MANA KAMU...
"Eh....!!!??? Ki Kartolo terkejut.
"BAYU TERLUKA....CEPATAN KELUAR..." suara teriakan Hana.
Ki Kartolo lantas keluar dari ruangannya untuk menemui ibunya Bayu.
Saat Ki Kartolo berada di ruang tamu,Nampak Hana duduk di kursi bersama Bayu yang mengerang kesakitan akibat terkena Santet. Bersama istri dan ke dua anaknya.
Ki Kartolo menghampiri Bayu.
"Bayu kenapa?" ucap Ki Kartolo.
"Bayu kena santet...Aku tak bisa mengobatinya.." ucap Hana.
"Bajingan....Siapa yang telah berani melukai Bayu..." ucap Ki Kartolo marah.
"Marahnya nanti saja...Cepat sembuhkan Bayu..." ucap Hana
Ki Kartolo lantas komat kamit membaca mantra,lalu menaruh telapak tangannya di dada Bayu.
Saat Ki Kartolo mengeser tangannya...Satu persatu benda asing di dalam tubuh Bayu keluar melalui telapak tangan Ki Kartolo.
Telapak tangan Ki Kartolo berpindah - pindah untuk mencari barang santet tersebut.
Tak lama kemudian,Ki Kartolo selesai mengeluarkan benda asing di dalam tubuh Bayu.
"Lee....Apakah kamu masih merasakan sakit?" ucap Ki Kartolo.
"Mboten pakdhe...." ucap Bayu lemah.
"Syukurlah.... " ucap Ki Kartolo.
Ki Kartolo memunguti benda yang keluar dari tubuh Bayu sambil di masukkan dalam kantong kain hitam.
"Ayo ikut bapak Lee..." ucap Ki Kartolo pada Bejo.
"Injih pak.." ucap Bejo.
Ki Kartolo berjalan ke ruang kerjanya bersama Bejo.
"Sampeyan kembali besok lagi..Soalnya aku ada perlu yang sangat penting.." ucap Ki kartolo pada tamunya.
"Baik Ki..." ucap tamu Ki Kartolo.
Tamu Ki Kartolo kemudian keluar ruangan.
Kemudian Ki Kartolo membuka peti kayu.
Nampak sebuah keris pusaka yang jarang ia pakai. Ki Kartolo mengambil keris tersebut.
Lalu duduk di depan dupa dan berbagai peralatan perdukunan.
"Kamu telah berani melukai Bayu,jadi kamu harus MATI..."ucap Ki Kartolo marah tak terima perlakuan paranormal yang melukai Bayu.
Ki Kartolo meletakkan kain hitam. Lalu membuka kerisnya.
Keris di letakkan di wajah Ki Kartolo sambil mengucapkan mantra pembalik serangan dan rogoh sukmo.
Bejo menambahkan lagi menyan sambil mengucapkan mantra.
---***---
Di rumah Ki Parwoto.
Nampak Ki Parwoto sedang ada tamu suami istri di ruang tamu.
"Maaf Ki...Maksud kedatangan kita kemari karena ingin lawan bisnisku bangkrut..
Ki Parwoto menganggukkan kepalanya.
"Apakah aki bisa melakukannya " ucap pria.
"Bisa...Asal sanggup membayar,maka aku akan membuat lawan bisnismu bangkrut.." ucap Ki Parwoto.
"Berapa Ki?" ucap Pria.
"10 juta saja..." ucap Ki Parwoto.
Tiba - tiba ada cahaya merah melesat ke arah Ki Parwoto.
"Eh....!!!??? Ki Parwoto terkejut. Ia segera menahan serangan itu menngunakan kedua tangannya.
"Sial....Siapa yang berani menyerangku..." ucap Ki Parwoto dalam hati.
Tamu Ki Parwoto melihat Ki Parwoto yang sedang menahan serangan nampak heran dan bingung.Mereka tak dapat melihat cahaya merah itu.
"Aki kenapa ?" ucap Pria penasaran.
Ki Parwoto tak menjawab,ia konsentrasi memghadapi serangan ghaib yang menyerang dirinya.
Serangan balik Ki Kartolo di buang ke atas.Lalu Sinar itu kembali.Kini tak hanya satu,Melainkan 2.
Ki Parwoto mengeluarkan kerisnya di balik punggung lalu cepat - cepat ia membukanya.Lalu membaca mantra,setelah itu mengarahkan keris ke arah sinar merah tersebut
DUUUAAAARRR.....
DUUUUUAAARR....
Keluarga Ki Parwoto kaget.
Tamunya terkena efek serangan itu,puluhan paku,Silet,jarum masuk ke dalam tubuh mereka.
Hoooeekk.... Dua orang itu memuntahkan seteguk darah.
"Siaaalll....Serangannya sungguh kuat sekali." ucap Ki Parwoto sambil mengelap darah yang keluar dari sela - sela bibinya.
"Ada apa pak e ? Apa yang terjadi.." ucap seorang wanita yang sebagai istri Ki Parwoto. Di sebelahnya ada seorang pemuda. Pemuda itu adalah anak Ki Parwoto.
Ki Kartolo kemudian muncul. Ki Parwoto melihat ke arah Ki Kartolo.
"Siapa kamu...Aku tak ada urusannya dengan kamu..." ucap Ki Parwoto yang tak mengenal Ki Kartolo.
Keluarga Ki Parwoto tak bisa melihat Ki Kartolo,karena ilmu mereka belum cukup mampu melihatnya.
"Kamu telah berani menyerang anakku..
"Kamu harus MATI." ucap Ki Kartolo.
"Eh..... !!!??? Ki Parwoto terkejut,lalu ia teringat dengan salah satu tamunya meminta untuk mengirim santet . Tamunya bilang Bayu seorang paranormal.
Ki Kartolo melesat menyerang ke arah Ki Parwoto dengan Ajiannya.
Ki Kartolo mengunakan ajian Rogoh sukmonya untuk menyerang Ki Parwoto.
Ia mengetahui rumah kediaman Ki Parwoto dari benda yang di kirim oleh Ki Parwoto untuk menyerang Bayu.
Lalu mereka pun berkelahi adu kekuatan.
Sedangkan kedua tamunya memgerang kesakitan akibat terkena ilmu santet yang di kirim oleh Ki Kartolo. Keluarga ki Parwoto membantu tamu nya itu.
Buugghh.... Ki Parwoto terkena tendangan dari Ki Kartolo,
Ki Kartolo yang tak memberi waktu jeda, ia terus menghajar Ki Parwoto.
Nampak Ki Parwoto memgeluarkan darah lagi.
Ki Kartolo memukul dada Ki Parwoto.
Buuughh.... Buughhh... Bugghhh...
Lalu memukul pipinya.
Buuuughhh.....
Ki Parwoto terlempar.
Anak Ki Parwoto berdiri di belakang Ki Parwoto,untuk membantu mingirimkan energinya. Hanya itu yang bisa ia bantu,sebab anak Ki Parwoto belum menguasai secara sempurna ilmu rogoh sukmonya. Hanya ilmu teluh saja yang bisa ia lakukan.
"Sial...Tenaganya luar biasa hebat..." ucap Ki Parwoto dalam hati.terbaring di lantai tak sanggup melawan.
Sedangkan raganya mengeluarkan darah lagi dari dalam mulut Ki Kartolo yang duduk di kursi.
"Siapa yang menyuruhmu....
"Cepat katakan atau aku akan membunuhmu....." ucap Ki Kartolo.
"Aku tak tahu...." ucap Ki Parwoto.
Ki Kartolo menggunakan ajiannya,ia mengarahkan telapak tangan ke arah Ki Parwoto.
Muncul sebuah bola cahaya berwarna merah,
Bola cahaya itu melesat ke arah Ki Parwoto.
Wuuusssss......
Ki Parwoto menghindar,ia kemudian masuk masuk kembali ke raganya.
Ki Kartolo menyerang raga Ki Parwoto dengan ajinnya.
Whuuuuuss....
Whuuussss.....
2 bola cahaya merah melesat ke arah Ki Parwoto.
Buuuugghh...... Ki Parwoto terkena serangan dari Ki Kartolo tepat di dadanya.
Hoooeeeekk..... Ki Parwoto memuntahkan seteguk darahnya.
Anaknya telempar kebelakang.
Brruuukk... Ia menabrak tembok.
Muncul keris di depan Ki Kartolo,lalu keris itu melesat ke arah Ki Parwoto.
Jleeb.... Keris itu menusuk tepat di jantung Ki Parwoto lalu menembus di tubuhnya.
Kemudian keris itu menembus sandaran kursi secara ghaib melesat ke arah anaknya Ki Parwoto.
Jleeb... Keris Ki Kartolo menembus jantung anak Ki Parwoto.
Setelah semua mati terbunuh,Ki Kartolo menghilang.
----***----
Rumah Ki Kartolo.
Nampak Ki Kartolo masih memegang kerisnya di depan wajahnya,keris itu harta warisan dari orang tuanya yang di berikan secara turun temurun.
Keris Ki Kartolo menghilang.
Bejo melihat keris bapak tirinya hilang kaget.Karena ia baru pertama kali melihatnya.
Tak lama kemudian,keris itu muncul lagi.
Ki Kartolo membuka matanya,lalu menutup ajiannya.
"Akhirnya selesai juga..." ucap Ki Kartolo.
Ki Kartolo berdiri lalu berjalan keluar menuju tempat Bayu berada bersama Bejo.
Nampak Bayu minum teh hangat di ruang tamu.
Ki Kartolo duduk berhadapan dengan Bayu.
"Pakde sudah bunuh orang yang menyantetmu lee.." ucap Ki Kartolo.
"Pak tua...Apa sampeyan tahu siapa yang menyuruh dukun itu?" ucap Hana.
"Dia tak tahu namanya..." ucap Ki Kartolo.
"Sial... Jika tahu. Aku akan membunuhnya.." ucap Hana geram.
"Bu...Sudahlah bu....
"Mungkin ini salah Bayu bu...
"Mungkin ada seseorang yang tak menyukaiku..Lalu dia minta sama dukun untuk mencelakaiku..." ucap Bayu.
"Apakah ini ada hubungannya sama ibunya Alvin" ucap Hana dalam hati mencurigai keluarga Mahendra.
"Ada beberapa cewek mencoba mendekati bu saat di Bayu di kampus,tapi Bayu cuek saja tidak menanggapinya.." ucap Bayu.
"Pakde akan membuatkan jimat untukmu lee...
"Kalau aku iyakan...Sirik donk aku..." ucap Bayu dalam hati.
"Tapi kamu jangan percaya sama pakde...
"Percayalah kepada Gusti Pangeran seng gawe urip yo lee..." ucap Ki Kartolo.
"Injih pakde...." ucap Bayu mengiyakan saja untuk menghormati Ki Kartolo,padahal Bayu tidak mau menerimanya.
"Bay... " ucap Bejo.
"Iyo kang.." ucap Bayu.
"Kira - kira siapa yang kamu curigai itu?" ucap Bejo.
"Gak tahu kang...Lha wong aku di kenal banyak orang kok.." ucap Bayu.
"Hana.... Aku sarankan,kamu hubungi Kyai Mustafa. Mintalah amalan untuk menahan serangan ilmu santet dan amalan yang berhubungan dengan perdukunan.." ucap Ki Kartolo.
"Ora sudiiii....
"Yang ada dia ku buat babak belur... " ucap Hana yang masih marah dengan KH. Mustafa.
Lantas Bayu teringat sosok yang bersurban yang sempat mendatangi Bayu.
"Bu... Bayu akan menemui KH, Syukron Ma'mun..
"Siapa tahu beliau bisa..." ucap Bayu.
"Hemmm... KH. Syukron ya..." ucap Hana.
"Iya bu...Sekalian silaturahmi..." ucap Bayu.
"Pakde tinggal dulu sebentar..." ucap Ki Kartolo.
"Injih pakde.." ucap Bayu.
Ki Kartolo kemudian berjalan ke kamar khususnya.Untuk membuat jimat pelindung untuk Bayu.
"Ya sayang... Tapi ibu tidak ikut.. Sebab Ibu ada perlu dengan Malik." ucap Hana.
2 jam kemudian Hana dan Bayu pamit undur diri. Bejo dan Ki Kartolo mengantar Bayu ke jakarta menggunakan mobilnya.
---***---
Di rumah sakit.
Pukul 19.40
Nampak Alvin bersama kedua adiknya menjenguk ibunya.
"Papamu mana..." ucap Liliana lirih.
"Papa lagi ada janji ma dengan klien.2 hari baru pulang ma.." ucap Alvin.
Liliana dendam terhadap Bayu. Bila ia sudah sembuh,dirinya akan membuat perhitungan karena telah melukai wajah dan kedua tangannya.
Sementara di Sebuah kamar hotel.
Nampak Johan bersama Angel tak memakai pakaian sehelai benang pun.
Johan telentang,di atasnya ada Angel. Johan menjilati lubang va*** Angel.
Angel melahap kon**** Johan.
Lalu Angel merubah posisinya. kepala Angel berhadapan dengan Johan. Johan memegang burungnya lalu mengarahkan kelubang va***** Angel.
Blesssh.... kon**** Johan masuk ke dalam va***** Angel.
Aaahhh.....
Angel menggerakkan pinggulnya.
Nampak burung Johan keluar masuk di lubang va***** Angel.
"Mas... Kon****mu enak banget...Aku suka...Aaaahhh....Oouuuhh..heempph..." racau Angel.
"Tem****mu juga enak banget sayang..." ucap Johan menikmati sensasi jepitan lubang va**** Angel.
Ploook...Plook....Plook...Plook... Suara kulit Angel bertemu dengan kulit Johan saat Angel menggerakkan pinggulnya.
Aaah....Aahhh...Ouuhh...Aaaah.....
Lalu Angel duduk tegap,kemudian ia mengangkangg,setelah itu menaik turunkan badannya.
Aaah...Aaaahh...Oouuuhh...Hemmphh...
Aaahhh... Aaahhh....Aaaahh....Aahh..
Berbagai gaya mereka lakukan. Angel merasa puas sekali bercinta dengan Johan daripada dengan Alvin.
----***---
Jakarta.
Nampak sebuah mobil HONDA CRV hitam berhenti di pos pemeriksaan perumahan Golden Hills.
Bejo yang menyetir lantas membuk kaca pintu mobil.
"Selama malam pak..." ucap Security.
"Malam juga pak.." ucap Bejo.
"Maaf bapak mau kemana tengah malam begini?" ucap Security sopan.
Bayu membuka kaca mobilnya lalu memunculkan kepalanya melihat ke arah Security.
"Pak...
Security melihat ke arah Bayu.
"Mereka keluargaku..." ucap Bayu.
"Siap pak..." ucap Security yang kenal dengan Bayu.
Pintu gerbang kemudian terbuka. Bejo menjalankan mobilnya.
Tak lama kemudian mobil itu berhenti.
Bayu keluar dari mobil.
"Pak...Tolong bukain..." ucap Bayu sambil berdiri di depan kamera yang mengarah ke dirinya.
Pintu gerbang kemudian terbuka.
"Maaf bos...Saya gak tahu..." ucap penjaga.
"Ya gakpapa pak.." ucap Bayu.
Bayu berjalan ke mobil Bejo,lalu masuk.
"Ini rumah apa istana Bay...?" ucap Bejo melihat rumah Bayu yang begitu besar.
"Itu pos ronda kang..." ucap Bayu.
"Juancook...." ucap Bejo.
Mobil Bejo memasuki halaman rumah,lalu berhenti di parkiran. Mereka pun keluar dari mobil,lalu berjalan ke rumah.
"Sampeyan mau tinggal di sini gak kang?"ucap Bayu sambil berjalan.
"Lah terus siapa yang jagain adikku jika aku tinggal di sini " ucap Bejo.
"Tuh banyak teman - temanku yang jagain adik sampeyan." ucap Bayu.
"Hem....Aku gak bisa memutuskan Bay..." ucap Bejo.
Mereka masuk kedalam rumah.
Nampak rumah dalam keadaan sepi. karena sudah pada tidur semua.
"Pripun pakde?...Kang Bejo kaleh Nadya tinggal di sini." ucap Bayu.
"Lah... Sepi donk rumah pakde lee...Jika Bejo dan Nadya tinggal di sini.." ucap Ki Kartolo.
"Gampang itu... Pakde panggil saja para pocong dan mbak kunti menemani pakde..." ucap Bayu.
"JUANCOOOK..." ucap Ki Kartolo.