
Sebuah mobil mewah berhenti di parkiran.
4 orang pria berjas hitam dan memakai kaca mata hitam keluar dari mobil,kemudian salah satunya membuka pintu mobil.
Nampak pria muda tampan turun dari mobil memgenakan pakaian kampus,dia adalah Bayu.
Bayu membuat janji bertemu dengan Clara untuk mencari informasi mengenai sahabatnya yang kecelakaan akibat tabrak lari.
Bayu berjalan ke sebuah tempat Cafe warung kopi. Bersama 4 pengawal. Lalu 2 pengawal berdiri di pintu masuk,sisanya mengikuti Bayu.
Nampak Clara duduk bersama 2 orang wanita.
" Selamat siang bu Clara..." ucap Bayu.
Teman Clara melihat ke arah Bayu.
" Siang juga pak Bayu...Silahkan duduk..."
Bayu duduk di kursi.
" Mau pesan apa pak?" ucap Clara.
" Teh Kotak saja..." ucap Bayu.
" Teh Kotak tidak ada di sini pak.." ucap Clara.
" Ya udah deh...Kopi hitam..Jangan manis dan jangan pahit...Yang sedang - sedang saja.." ucap Bayu.
Clara memanggil pelayan Cafe.
Pelayan Cafe datang lalu Clara menyuruh pelayan itu membuatkan kopi untuk Bayu.
" Dia siapa Ra?" ucap teman Clara berbisik.
" Klien kita... Lu ingat makanan yang kita makan waktu itu?" ucap Clara.
" Ingat..." ucap teman Clara.
" Ini pemilik Cafe itu Nindy.." ucap Clara.
" Ooo... Begitu.." ucap Nindy.
" Oh iya pak Bayu...Perkenalkan ini teman saya Nindy.." ucap Clara.
Nindy menyodorkan tangan ke Bayu.
" Nindy..." ucap Nindy.
" Saya Bayu..." ucap Bayu sambil menangkupkan kedua telapak tangan.
" Dan ini Eka..." ucap Clara.
" Eka...." ucap Eka sambil menyodorkan tangan.
" Bayu..." ucap Bayu sambil menangkuokan kedua telapak tangan.
" Apakah langsung ke topik pembicaraan atau kita mengobrol dulu neh pak?" ucap Clara.
" Hemm..Mengobrol saja dulu.."
" Oh iya... Apa ibu sudah tahu kabar mengenai Bimo?" ucap Bayu.
" Ada apa dengan pacar saya pak?"
" Kemarin saya mau menjenguk tapi tidak di bolehin.." ucap Clara.
" Begini...Bimo sudah sadar..." ucap Bayu.
" Syukurlah..." ucap Clara.
" Akan tetapi tidak bisa di ajak banyak bicara bu.." ucap Bayu.
" Ooo..Begitu...Kapan saya bisa jenguk dia pak?" ucap Clara.
" Mungkin 2 hari lagi..."
" Oh iya..."
Bayu melihat ke arah Nindy.
" Bu Nindy.." ucap Bayu.
" Iya mas..Eh pak Bayu.." ucap Nindy.
" Boleh kita bicara 4 mata saja..Saya ada perlu dengan ibu.." ucap Bayu.
" Eh...Saya pak..." ucap Nindy.
" Iya..Kalau mau " ucap Bayu.
" Mau pak..Kapan?" ucap Nindy.
" Sekarang...Sebentar saja gak sampai 5 menit.."
" Mari ikut saya bu..." ucap Bayu.
" Baik pak..." ucap Nindy.
Bayu dan Nindy berjalan sedikit menjauh. Setelah menjauh.
" Maaf sekali ya bu...Tiba - tiba saya bicara 4 mata dengan ibu..." ucap Bayu.
" Ya gakpapa pak..Ada apa ya pak?" ucap Nindy.
" Begini bu..."
" Bimo adalah sahabat saya, sekarang pacaran dengan bu Clara.." ucap Bayu.
" Apakah bapak juga menyukai Clara?" ucap Nindy.
" Dengarin saya dulu dong bu...Saya belum selesai neh.." ucap Bayu.
" Maaf " ucap Nindy.
" Sebelum bu Clara pacaran dengan Bimo,apakah Clara sudah punya pacar bu?" ucap Bayu.
" Sudah pak..." ucap Nindy.
" Kalau boleh tahu siapa namanya?" ucap Bayu.
" Siapa ya..."
Nindy nampak berpikir.
"Ndo...Ando..."
" Ahaaaa.....Nando pak...Tapi nama lengkapnya saya tidak tahu" ucap Nindy.
" Nando ya.. "ucap Bayu.
" Iya... Maaf pak..Sebenarnya ada apa ya pak?" ucap Nindy.
" Begini..."
" Bimo sahabatku kecelakaan tabrak lari.."
" Ada 2 versi.."
" Pertama pelaku tak sengaja lalu ketakutan hingga ia kabur.."
" Ke dua... Pelaku sengaja menabrak Bimo lalu kabur.."
" Saya curiga yang versi ke dua,yaitu pelakunya sengaja menabrak karena suatu alasan lalu kabur.."
" Pelakunya itu pacar atau mantan pacar bu Clara.." ucap Bayu.
" Jujur ya pak...Tapi jangan marah ataupun bilang ke Clara.." ucap Nindy.
" Iya..Saya tidak marah dan bilang kok bu.." ucap Bayu.
" Saya itu heran...Kok bisa - bisanya Clara memutuskan Nando pria kaya,wajahnya ganteng,tapi lebih ganteng pak Bayu seh.."
" Bisa pacaran dengan Bimo yang wajahnya pas - pasan,terus miskin.... Maaf loh pak..Saya bicaranya jujur loh ini.." ucap Nindy.
" Jancook...Miskinnya jangan di ucapin dong.." ucap Bayu dalam hati.
" Iya...Saya tidak marah.." ucap Bayu.
" Saya aja mending pilih Nando yang sudah mapan...Punya kerjaan dan jabatan.." ucap Nindy.
" Yang namanya jodoh kita gak tahu bu..."
" Awalnya kita ingin yang begini,yang begitu..
"Akhirnya malah di luar keinginan kita..." ucap Bayu.
" Iya juga seh pak.." ucap Nindy.
" Apa bu Nindy punya nomor hape atau alamat rumahnya Nando bu..?" ucap Bayu.
" Gak punya pak..Kenapa bapak tidak tanya langsung ke Clara pak." ucap Nindy.
" Bu Clara tidak menjawab,malah dia bilang hanya ada Bimo.."ucap Bayu.
" Ooo...Begitu..." ucap Nindy.
" Baiklah...Ayo kita kembali ke sana lagi bu.." ucap Bayu.
" Maaf pak...Apakah pak Bayu sudah punya pacar..?" ucap Nindy.
" Saya tidak punya pacar.." ucap Bayu.
" Serius mas...Eh pak..?" ucap Nindy tak percaya,sebab wajah Bayu sangat tampan,ia pun naksir ke Bayu.
" Saya serius bu...Tapi kalau istri saya sudah punya..." ucap Bayu.
" Sama aja bohong dong.. ." ucap Nindy kecewa.
" Mari kita kembali lagi bu..." ucap Bayu lalu berjalan ke arah Clara berada.
" Maaf bu...Kami agak lama" ucap Bayu.Lalu mengambil minuman kopinya.
" Iya gak apa - apa pak.."
" Kita langsung ke topik pembicaraan saja ya pak..Soalnya 10 menit lagi kami harus kembali.." ucap Clara.
" Topik pembicaraan ya tentang Bimo tadi bu..." ucap Bayu.
" Serius pak..?" ucap Clara.
" Saya serius bu Clara..."
" Tadi saya dari sana,lalu ke sini untuk memberi tahu ibu..Begitu.."ucap Bayu.
" Saya pikir tentang kerja sama.." ucap Clara.
" Tidak bu..." ucap Bayu.
" Kira - kira pacarku Bimo kapan keluar dari rumah sakitnya ya pak?" ucap Clara.
" Saya gak tahu bu...Oh iya..."
" Apa yang Bimo lakukan waktu hari minggu itu bu?" ucap Bayu.
" Rahasia pak...." ucap Clara.
" Ayolah bu...Bimo itu sahabat saya... Sebab setelah dari Apatemen ibu,Bimo kecelakaan.." ucap Bayu.
" Baiklah...Bimo mengajari saya memasak pak.." ucap Clara.
" Berarti dia melakukan apa yang aku saranin,baguslah..."
" Apa aku tanyakan saja ya rumahnya Nando.."
" Tanyakan sajalah..." ucap Bayu dalam hati.
" Maaf bu... Kalau boleh saya tahu..Di mana alamat rumah pak Nando..?" ucap Bayu.
" Kenapa pak Bayu tiba - tiba menanyakan alamat rumah Nando pak?" ucap Clara.
" Saya hanya ingin tahu saja,saya menduga Nando adalah pelaku yang menabrak pacar ibu.." ucap Bayu.
" Serius pak....?"ucap Clara.
" Saya hanya menduga,jika ibu memberi tahu..Maka saya akan pergi kesana untuk mencari informasi,jika Nando adalah pelakunya..."
" Maka saya dan pengacara saya akan menuntut Nando bu.." ucap Bayu.
" Baiklah..." ucap Clara.
Clara memberi tahu alamat rumah Nando.
" Apa warna mobilnya bu..?" ucap Bayu.
" Sedan Toyota warna merah pak..." ucap Clara.
" Baiklah bu,terima kasih atas informasinya.. Saya permisi dulu.. Sebab saya urusan yang lain.." ucap Bayu mengakhiri pertemuan.
" Iya...Kami juga akan kembali ke kantor.." ucap Clara.
20 menit kemudian.
Bayu berada di dalam mobil menuju rumah Nando.
" Hemm...Nando ya..."
" Baiklah...Aku akan melihat mobilnya..Apakah ada bekas nabrak apa enggak..." ucap Bayu dalam hati.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya Bayu sampai di depan pagar alamat yang di berikan oleh Clara.
" Ini bos rumahnya..." ucap pengawal.
" Iya pak...Tunggu sebentar..." ucap Bayu.
Bayu memejamkan mata,lalu membaca ajian rogoh Sukmo di dalam hati.
Setelah sukma Bayu keluar,ia segera melesat ke rumah Nando.
Bayu melihat rumah Nando sangat bagus. Lalu Bayu mencari mobil Nando berada.
" Mana neh mobilnya..."
Bayu celingukan mencari keveradaan mobil sedan merah,diboarkiran dan di garasi,akan tetapi Bayu tak menemukannya. Hanya ada mobil lain dan 2 sepeda motor saja.
" Jangkreeek.... Aku lupa..."
" Mungkin dia masih kerja terus mobilnya di bawa..."
" Kenapa aku gak tanya sekalian tempat kerjanya ya..."
" Asem...Asem...Yo wes lah..."
Bayu memutuskan kembali ke raganya.
" Pak...Kita ke Cafe..." ucap Bayu setelah sukmanya kembali.
" Baik boss..." ucap pengawal.
****
Cafe Mantan.
Ruangan Paijo.
Nampak Bayu bersama,Paijo,Lukman dan Daniel duduk di sofa,sementara Fitri di luar,karena Bayu yang meminta.
" Aku sudah datangin Clara..."
" Sebelum Clara pacaran dengan Bimo,Clara punya pacar bernama Nando.." ucap Bayu.
" Benar kan tebakanku..." ucap Lukman.
" Warna mobil dan tipenya sama dengan mobil yang mengikuti kalian waktu itu.." ucap Bayu.
" Serius Bay..?" ucap Daniel.
" Aku lagi serius Daniel..Kudaniel...Enggak guyon.." ucap Bayu.
" Ya sorry..." ucap Daniel.
" Aku wes mengecek di rumahnya..."
" Tapi sayang mobilnya gak ada....Jika ada,maka aku akan menuntut dia..." ucap Bayu.
" Gak semudah itu Bayu menuntut orang..." ucap Paijo.
" Lah... Kan sudah ada bukti,Nando adalah pacarnya Clara,terus mobilnya peyot...Masa gak bisa kang.." ucap Bayu.
" Itu hanya azas praduga Bayu yang ganteng.."
" Bila Nando berkilah bahwa itu peyotnya dah lama...Kita bisa apa..."
" Seandainya saja ada saksi yang melihat saat kejadian itu...Kita bisa memenjarakan dia.." ucap Paijo.
" Iya juga seh...."
Bayu menggaruk - garukkan kepala.
" Mumet aku cook...." ucap Bayu.
" Podo...Aku juga mumet..." ucap Paijo.
" Kalau kita tangkap lalu kita siksa gimana Bay...?" ucap Lukman.
" Gak bisa begitu Lukman...Yang ada nama keluarga Han bisa jelek nantinya... Jika pihak keluarga Nando gak terima" ucap Paijo.
" Emboh lah...."
" Seandainya saja ada mesin waktu,maka kasus ini akan cepat selesai..." ucap Lukman.
" He eh.... Panggilkan Doraemon dong. " ucap Bayu.
" Doraemonnya lagi ada rapat bersama Kaisar Bay..." ucap Daniel.
" Jaluk rokok e...Mumet aku..."
Daniel memgeluarkan rokok Malboronya.
" Sempurna wae....Aku gak iso rokok putihan..."
Lukman mengeluarkan rokoknya beserta korek. Bayu mengambil lalu pergi keluar.
"Ngudud nang jobo yuk..." ucap Bayu.
" Ayoo..." ucap Lukman dan Daniel.
Mereka pun merokok di bawah pohon samping bangunan.
" Kenapa Nando mengikuti kita ya.. ?" ucap Lukman.
" Mungkin dia ingin tahu rumah Bimo..." ucap Daniel.
" Kalau cowoknya Clara itu badannya gak kelar... Nando langsung keok tuh di hajar Bimo jika Nando nantang gelut.." ucap Lukman.
" He eh....Tapi kalau sama aku dia kalah " ucap Bayu.
" Lah piye ora kalah...Matamu koyok genderuwo ngono... Abang kabeh.. "
" Bimo yo wedi lah..."ucap Lukman.
" Lapo gak mbok pisah Man...?" ucap Daniel.
" Piye nak arep misah..Lha wong aku juga kena gepuk kok...Loro tenan...Sampe biru.." ucap Lukman.
" Nanti malam sajalah aku datangin lagi ke rumahnya" ucap Bayu dalam hati sambil menikmati nikotin yang masuk dalam mulutnya.
Tiba - tiba Diana muncul bersama Ayu.
" Kenapa sayang merokok?" ucap Diana.
" Pusing yank..."
" Cuman sebatang aja kok,habis itu sudah..Enggak lagi.." ucap Bayu.
Setelah itu Diana dan Ayu pergi meninggalkan Bayu.
" Coba minta bantuan sama mbahyutmu Bay...Daripada kamu pusing.." ucap Lukman.
" Mbahku banyak kerjaan Man..."
" Kalau dia juga ikut ngurusin masalah ini,tambah strees dia..." ucap Bayu.
***
Rumah Bayu.
Malam hari pukul 20.10.
Seperti biasa Bayu berkumpul di balkon lantai 2 bersama teman - temannya.
" Yen gak ono Kebo sepi yoo.." ucap Lukman.
Hana datang menghampiri mereka.
" Ada ibuku...Matikan rokok kalian.." ucap Bayu.
Lukman dan Daniel mematikan rokoknya.
Hana duduk di samping Bayu.
" Apakah sayang menyelidiki kasusnya Bimo?" ucap Hana.
" Injih bu... Bayu penasaran..." ucap Bayu.
" Sayang sudah dapat informasi?" ucap Hana.
" Sudah bu... Bayu mendapatkan informasi dari temannya Clara..."
" Jika Clara punya pacar sebelum pacaran dengan Bimo.."
" Siapa namanya?" ucap Hana.
" Nando bu..Bayu juga sudah mendapatkan alamat rumahnya..Tapi..."
" Pas Bayu kesana... Mobilnya gak ada..." ucap Bayu.
" Coba sayang pergi kesana lagi dan cek mobiknya. " ucap Hana.
" Iya bu.. "
Bayu memejamkan matanya,lalu mengucapkan ajian Rogoh Sukmo.
Setelah sukma Bayu keluar.
" Bayu pergi dulu..."
Hana menganggukkan kepala.
Sukma Bayu menghilang dari hadapan Hana.
***
Di rumah Nando.
Bayu muncul di depan rumah Nando yang nampak sepi. Lalu Bayu segera mencari keberadaan mobil Nando.
Nampak sebuah mobil sedan bewarna merah.
" Itu dia mobilnya..."
Bayu mendekat ke mobil sedan tersebut. Ia melihat plat kendaraan itu tertutup plastik mika yang hitam,sehingga jika di lihat agak jauh tidak seberapa jelas. Laku Bayu memperhatikan bagian depan mobil.
" Gak ada peyot....Masih mulus..."
" Menurut keterangan dari polisi mobil sedan merah..."
" Tapi ini gak ada rusak bagian depannya..."
" Hemm....Aku masuk ke dalam sajalah..."
Bayu melesat maauk ke dalam.
Ruang tamu sepi,lalu Bayu melesat ke ruang lainnya.
Bayu melihat pria dan wanita setengah Baya duduk menonton acara di tivi. Setelah itu Bayu melesat ke tempat lain.
Di dalam sebuah kamar. Bayu melihat seorang pemuda sedang mengetik di Laptop.
" Apakah dia Nando?"
Bayu melihat di sekeliling pria itu. Bayu melihat sebuah bingkai foto yang di dalamnya ada Clara dan pria yang sedang mengetik di laptop.
" Iya....Dia Nando....".ucap Bayu
Bayu diam memperhatikan Nando.
" Akhirnya kelar juga..." ucap Nando.
Nando berdiri dari kursinya,lalu keluar kamar.
Laptop di biarkan menyala.
" Kerjain sajalah..." ucap Bayu.
Bayu menggerakan mouse lalu menghapus semua file pekerjaan Nando. Setelah selesai,Bayu kembali ke raganya.
***
Rumah Bayu.
Bayu membuka matanya lalu melihat ke arah ibunya.
" Bu..."
" Setelah Bayu periksa...Mobilnya dia gak ada yang rusak bu..." ucap Bayu.
" Berapa nomor platnya sayang?" ucap Hana.
" B 1428 AFI bu..." ucap Bayu.
" Baiklah...Ibu tinggal dulu..." ucap Hana.
Hana berdiri lalu berjalan meninggalkan Bayu.
" Kapan kamu kesananya Bay?" ucap Paijo heran. Karena dia melihat Bayu duduk bersila lalu memejamkan mata.
" Woooo...Sampeyan gak tahu ta..Bayu ini wong hebat,dia bisa tahu meakipun hanya duduk saja.."
" Sampeyan umpetin Cintya di rumah sampeyan Bayu bisa tahu kok.." ucap Lukman.
" Jangkreek...."
" Cintya kok di bawa - bawa..." ucap Paijo.
" Itu benar kang...."
" Kita lagi ngentu aja,Bayu tahu...Padahal kamar tetutup rapat. Kita gak ada bilang ke Bayu..." ucap Daniel.
" Kalian ngentu sama siapa?" ucap Paijo.
" Pas kita ke Jepang..Kita di temanin sama cewek jepang...Ayuu maneh." ucap Daniel.
" Jancook... Ora ngajak - ngajak..." ucap Paijo.
" Lah.... Wes di jak ngono kok..Tapi sampeyan emmoh.." ucap Lukman.
" Sampeyan juga pengen seperti mereka kang?"
" Kalau iya...Nanti aku kasih tahu ke Cintya..." ucap Bayu.
" Diampuut..."
" Enggak Bay...." ucap Paijo.
---***---
Pagi hari
Pukul 7.40.
Nando berada di ruang rapat,lalu ia membuka laptopnya.
Setelah menyala,Nando mencari file pekerjaan yang ia ketik tadi malam.
" Eh...!!!??" Nando terkejut karena File pekerjaannya hilang.
" Perasaan sudah gue simpan...Kok gak ada..."
Nando mencari di semua data yang tersimpan. Namun tidak menemukan file yang ia buat.
" Bajingaaaan..."
" Kenapa bisa begini....."
" Mana ini rapat bahas file itu lagi..." ucap Nando dalam hati gelisah. Keringat dingin keluar.
Atasan Nando masuk dalam ruang rapat.
Tak lama kemudian rapat pun di mulai.
" Sial...Aku harus cari jalan keluarnya..." ucap Nando dalam hati.
Nando melihat gelas yang bertangkai berisi air mineral. Muncul sebuah ide untuk menumpahkan air itu ke laptopnya.
Akhirnya usaha Nando berhasil.
" Sial....Tumpah lagi..." ucap Nando berpura - pura membersihkan air yang mengenai laptopnya.
Laptop Nando akhirnya rusak terkena air.
" Kenapa anda begitu ceroboh pak Nando..?" ucap atasan Nando.
" Maaf pak...Saya tidak sengaja..." ucap Nando.
" Terus... File yang anda buat bagaimana?" ucap atasan Nando.
" Gak tahu pak...Ini filenya ada di laptop saya.." ucap Nando.
" Apakah anda membuat salinannya?" ucap atasan Nando.
" Tidak pak...Saya belum sempat mengcopynya pak.." ucap Nando.
" Lain kali,anda harus membuat salinannya. Agar kejadian ini tidak terulang kembali.." ucap atasan Nando.
" Iya pak...Saya minta maaf pak..." ucap Nando.
Akhirnya rapat itu di tunda,karena file yang di buat oleh Nando lenyap.
" Syukurlah...Gue selamat...Jika tidak..Bisa mampus gue..."
" Terus gue di pindahkan di kantor cabang yang ada di pelosok.." ucap Nando dalam hati merasa lega.