
Nampak 2 sepeda motor berjalan memasuki halaman rumah Ki Kartolo. Mereka adalah Hana,Bayu,Bejo dan tetangganya yang berada di tempat wisata.
Bejo di bonceng naik sepeda motor,bonceng bertiga,sedangkan Hana di bonceng ibu - ibu naik sepeda motor.
Sedangkan di dalam rumah ada beberapa warga berkumpul di dalam rumah ada pula yang duduk di teras,karena 2 orang gadis yang di nyatakan hilang di dalam kolam air terjun tiba - tiba muncul di halaman rumah Ki Kartolo. Lalu Ki Kartolo menyuruh Nadya memanggil ke dua orang tua salah satu gadis tersebut,karena salah satu gadis itu masih satu desa,sedangkan gadis satunya dari luar desa.
Oarang - orang berdatangan silih berganti,ingin melihat gadis yang awalnya di nyatakan hilang. Ki kartolo sempat mencari di alam gaib tak berhasil menemukan gadis itu.
Mereka berhenti,lalu Bejo dan temannya memapah Bayu,karena Bayu masih lemas tak bertenaga.
"Matur suwun bu..." ucap Hana pada ibu - ibu yang mengantar dirinya.
"Sami - sami.." ucap ibu tersebut.
"Kok rame banget ya..." ucap Bejo heran melihat rumahnya ramai banyak orang berkumpul.
"Mungkin bapakmu lagi menjodohkanmu kang.." ucap Bayu.
"Jancoook..." ucap Bejo.
"Dudukkan aku di Dipan saja kang.." ucap Bayu.
Orang - orang yang duduk di Dipan memberi tempat duduk untuk Bayu.
Bayu duduk menyender di dinding,ia membuka penutup wajahnya. Sementara Hana masuk ke dalam rumah.
"Kalau merokok tolong di luar,jangan di dalam rumah " suara Hana di dalam rumah terdengar hingga ke teras.
Orang - orang yang merokok di dalam rumah,mau tak mau keluar dari dalam rumah.
"Kang...Tolong buatin aku teh anget, manis yoo..." ucap Bayu.
"Lapo gak kopi wae..." ucap Bejo.
"Lagi pengen ngeteh kang.." ucap Bayu.
Bejo lantas masuk ke dalam rumah.
3 orang muncul dari dalam rumah berpakaian sederhana khas orang desa,1 wanita sekitar 40 an tahun 1 pria 50 an tahun dan 1 pria 80 an tahun,mereka menghampiri Bayu. Mereka adalah keluarga salah satu gadis yang di bawa ke alam gaib. Mereka pikir anaknya telah tewas.
"Le...Matur suwun yo lee..." ucap bapak itu sambil berlinang air mataðŸ˜. Karena mereka bisa bertemu lagi dengan putrinya.
"Sami - sami pak..." ucap Bayu.
Bapak itu memeluk Bayu,setelah itu wanita di depan Bayu memeluk Bayu lalu mencium pipi Bayu kanan dan kiri sambil menangis. Ia merasa sangat senang dan bahagia sekali,keponakan angkat Ki Kartolo bisa menyelamatkan putri kesayangannya.
Lalu ayah dan ibu dari salah satu gadis itu masuk ke dalam rumah.
"Mbah gak nyongko,kowe iso nemokke putuku lee... Mbah uduk wong sugih,mung iso dungakke..Mugi - mugi gusti pangeran jembarke rejekimu, lan di wenehi umur seng dowo..." ucap pria tua itu.(kakek tidak memyangka,kamu bisa menemukan cucuku nak...Kakek bukan orang kaya,hanya bisa mendoakan,Semoga tuhan meluaskan rejekimu,dan di beri umur yang panjang)
"Amiin...Matur suwun mbah atas dungone..." ucap Bayu.
Ki Kartolo muncul dari pintu.
"Lapo gak mbok pateni Kumala Sarine Lee.." ucap Ki Kartolo.(kenapa tidak kamu bunuh Kumala Sarinya nak)
Sebelumnya,Ki Kartolo terkejut melihat Kumala Sari muncul di halaman teras saat ia sedang duduk sendirian,lalu Kumala Sari memunculkan 2 orang gadis tergeletak di tanah tak sadarkan diri kemudian Kumala Sari menghilang. Ki Kartolo terkejut lagi,lalu segera menghampiri ke dua gadis itu untuk di bawa ke dalam
"Pengennya seh begitu pakde...
Bejo muncul dari dalam rumah sambil membawa segelas teh hangat kemudian memberikan kepada Bayu.
"Tapi Bayu gak mau jadi pengganti wanita iblis itu...
Bayu menerima gelas teh pemberian Bejo lalu meminumnya.
"Bismilah....
Glek...Glek...Glek...
Seorang pemuda hendak memfoto Bayu menggunakan HP Nokia 6600.
Bayu memgetahui dirinya akan di foto.
"Kang...Jangan foto aku..." ucap Bayu tak ingin dirinya di foto,takut ia terkenal.
Pemuda itu tak jadi memfoto Bayu.
"Jika nanti dia berulah lagi gimana lee?" ucap Ki Kartolo.
"Gampang... Nanti Bayu akan menikahkan pakde sama dia aja,biar dia gak berulah lagi." ucap Bayu.
"Diampuuut...
" Untung kowe ponak anku,yen wong liyo wes tak keplak ndasmu" ucap Ki Kartolo gregetan.(Beruntung kamu keponokanku,kalau orang lain sudah kupukul kepalamu).
"Dia sudah Bayu tundukkan pakde.. Jadi dia tidak akan berani mengganggu manusia,hanya yang bersekutu dengan dia saja yang diambil. Begituu.." ucap Bayu.
"Oooh...Ngono to...." ucap Ki Kartolo.
Bayu merasa lega akhirnya wanita iblis itu bisa di tundukkan oleh sosok wanita yang bersemayam di dalam dirinya,kini Bayu tinggal menghadapi 1 masalah. Yaitu Sulis.
Apakah Sulis akan mengandung anaknya atau tidak,secara Sulis sudah di lamar oleh keluarga pak H. Ridwan. Bayu bingung dan pusing memikirkan hal tersebut,jika Sulis belumdi lamar,Bayu bisa bertanggung jawab meskioun dirinya melakukan itu tanpa sadar. Akan tetapi Sulis sudah di lamar. Tak mungkin dirinya bertanggung jawab menikahi Sulis.
Sejak peristiwa itu,Sulis merasa bahagia sekali. ia perlahan bisa melupakan rasa cintanya kepada Bayu,dan berharap dirinya hamil anak Bayu. Ke tiga istri Bayu tak memgetahui hal tersebut. Hanya Bayu dan Hana saja yang tahu peristiwa yang sebenarnya.
Sulis dan Ahmad akan menikah seminggu lagi, karena Sulis akan menunaikan ibadah Haji. pak H. Ridwan sengaja memajukan acara itu,agar Sulis mendapat arahan dan pelajaran dari keluarga pak H. Ridwan.Acara pernikahan mereka di gelar di rumah Sulis.
"Sabtu depan Sulis ijab kabul...Semoga aja acaranya itu lancar....Amiin..." ucap Bayu dalam hati.
Bejo menyodorkan rokok Surya ke Bayu.
"Neh Bay...." ucap Bejo.
"Gak kang..." ucap Bayu tak ingin merokok.
3 orang muncul,salah satunya adalah gadis yang di culik ke alam gaib.
Gadis itu mendekati Bayu.
Bayu menangkupkan tangan ke gadis tersebut, agar gadis itu tak memeluk dirinya.
"Matur suwun kang,sudah menolongku,aku tak tahu harus bagaimana membalasnya..
Gadis itu melepas anting emas yang ia pakai,lalu memberikan anting itu pada Bayu.
"Terimalah kang...Sebagai bentuk rasa terima kasihku padamu." ucap gadis itu.
Gadis itu tak ingat apa -apa saat dirinya di bawa ke alam gaib. Dia hanya ingat dirinya sedang bersama temannya pergi ke air terjun itu.Setelah itu tak ingat apa - apa lagi.
"Iya sama - sama mbak...
"Maaf mbak,aku gak butuh emas itu..
"Cukup do'akan saja,semoga aku panjang umur,bisa membantu warga sini lagi." ucap Bayu.
Bayu mengeluarkan dompetnya.
Nampak dompetnya terbungkus plastik,lalu membuka bungkusan itu.
Bayu memberika uang pada gadis tersebut.Ia sengaja m
"Ini aku ada sedikit rejeki untuk mbak dan keluarga mbak,aku harap mbak jangan menolaknya..." ucap Bayu sambil memberikan 600 rb.
Gadis itu enggan menerima pemberian Bayu,karena dirinya sudah di tolong,malah di beri uang lagi pada Bayu.
"Ambil saja nduk..." ucap Ki Kartolo.
"Matur suwun kang." ucap gadis itu menerima pemberian uang dari Bayu.
Keluaga gadis itu berpamitan, lalu pergi menuju rumahnya,di ikuti beberapa warga yang berkumpul.
"Yang satunya itu orang mana pakde..." ucap Bayu.
"Kuwi cah Sangon Kalirejo lee..." ucap Ki Kartolo.
"Bay...Sabtu ngarep kuwi acara nikahanne Sulis yoo" ucap Bejo.(Sabtu depan itu acara pernikahannya Sulis ya)
"Nang kene wes penak kok pakde...
"He eh kang.. Sabtu depan acaranya..." ucap Bayu.
Hana keluar rumah berjalan menuju mobilnya untuk memgambil tas milik Bayu lalu setelah itu berjalan memghampiri Bayu.
Hana melepas bajunya Bayu,lalu memgambil baju di dalam tas. Setelah itu Hana memgoleskan minyak kayu putih di badan Bayu.
Bayu diam saja tanpa protes perlakuan ibunya pada dirinya.Meskipun dirinya sudah dewasa dan bisa mandiri.
Orang - orang memperhatikan Hana.
Setelah itu Hana memakaikan kaos dalam lalu baju kemeja pada Bayu.
"Sayang dah bisa berdiri?" ucap Hana.
"Bisa bu...Cuman kalau jalan jauh,Bayu gak bisa.." ucap Bayu.
" Ya sudah..
"Pak tua... Kita pamit pulang dulu.." ucap Hana.
"Gak tidur sini ta Na?" ucap Ki Kartolo.
"Enggak... Soalnya aku ada perlu.." ucap Hana.
Bejo kembali memapah Bayu.
"Assalam mu'alaikum..." ucap Hana.
"Wa'alaikum salam " ucap Ki Kartolo dan orang - orang yang berkumpul.
Hana berjalan menuju mobil,sedangkan Bayu di papah oleh Bejo.
"Kalau dia berulah kasih tahu aku yo kang.." ucap Bayu.
"Iyoo..." ucap Bejo.
Setelah mereka masuk,perlahan mobil Ferari warna merah meninggalkan rumah Ki Kartolo.
"Besok jadikan opening cafennya sayang?" ucap Hana sambil menyetir.
"Jadi lah bu...." ucap Bayu.
Hari minggu adalah acara pembukaan Cafe Mantan milik Bayu,Paijo sebagai manajer cafe tersebut. Persiapannya sudah selesai. Bu Intan di bantu beberapa pegawainya yang merupakan preman memasak di dapur. Mereka di latih oleh Paijo dan bu Intan cara melayani tamu dengan baik dan benar.
Preman yang biasa menarik iuran keamanan menjadi pelayan cafe menyerahkan kepada preman yang tak bekerja di cafe, sehingga wilayah kekuasaan anak buah Bayu masih tetap berjalan.
Bayu mengambil hapenya yang ada di dalam tas. Ia melihat panggilan tak terjawab dan sms masuk.
Bayu mengecek satu persatu,lalu membalasnya.
***
Rumah Bayu.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai juga di rumah.
Nampak ke tiga istri Bayu,Melisa dan teman - temannya menunggu di teras rumah,mereka di beri tahu oleh pengawal bahwa mobil Hana melewati gerbang perumahan.
2 orang pengawal yang berjaga di teras mendekati mobil Ferari saat tiba,lalu membukakan pintu.
Bayu turun dari mobil dan berdiri.
"Tolong aku pak...Aku gak kuat berjalan.." ucap Bayu.
"Siap bos..." ucap pengawal.
Pengawal itu memapah Bayu.
Ketiga istri dan teman - temannya yang melihat Bayu jalan di papah,langsung memghampiri Bayu.
Bimo membantu pengawal memapah Bayu.
"Mas kenapa..." ucap Khalisa.
"Shujin kenapa...?" ucap Hinata bersamaan dengan Khalisa.
"Aku gakpapa....." ucap Bayu.
"Apakah sayang terluka..?" ucap Diana.
"Iya sayang aku terluka..." ucap Bayu.
"Mana yang luka mas..." ucap Khalisa lalu memeriksa tubuh Bayu.
"Aku terluka bila jauh dari kalian.." ucap Bayu.
"Jancook...Tak kiro beneran terluka,gak tahunya gombal...Waasssuu..." ucap Lukman.
Bayu melihat orang - orang yang menyambut dirinya terasa kurang lengkap tanpa adanya Sulis.Sebab Sulis saat ini berada di rumah orang tuanya.Bayu hanya melihat bayangan Sulis saja.
Mereka mengantarkan Bayu ke kamar Khalisa.
Setelah Bayu sampai di dalam kamar.Bayu berebah di tempat tidur.
"Apakah mas kalah melawan dia.." ucap Khalisa.
"Alhamdulilah menang dek..." ucap Bayu.
"Kumala Sarinya apakah sudah mati sayang?" ucap Diana.
"Dia gak mati yank..." ucap Bayu.
"Kenapa shujin tak membunuh dia..?" ucap Hinata.
"Jika aku bunuh ,maka aku menggantikan posisinya dia yomesan...
"Aku gak mau menjadi Raja alam gaib...
"Jadi aku tundukkan saja dia..." ucap Bayu.
Khalisa menyentuh celana Bayu.
"Celana mas kok lembab begini..?" ucap Khalisa.
"Belum ganti dek..." ucap Bayu.
Teman - teman Bayu keluar kamar di ikuti Melisa,untuk membiarkan Bayu beristirahat.
Khalisa mengganti celana Bayu.
***
Malam hari.
Bayu sudah bisa beraktifitas seperti biasa. Saat ini ia berada di meja makan bersama keluarga dan teman - temannya.
Bayu melihat ke arah kursi yang biasa di tempati oleh Sulis. Kursi tersebut kosong tak ada yang menempati kursi tersebut.Lalu ke kursi yang biasa di duduki Melisa juga kosong. Bayu menduga Melisa pulang kerumahnya.
"Asem - asem...
"Kenapa aku malah kepikiran dia terus ya.." ucap Bayu dalam hati.
"Kepikiran siapa Bay?" suara Sekar.
"Sulis mbak.." ucap Bayu dalam hati lalu mengalihkan pengelihatannya ke piring nasinya lalu menyendok makanannya.
"Kalau gak ada di cariin...
"Jika ada di cuekin...." suara Jalu.
"Kepikiran aja aku pakde...Jika gak ada orang terdekatku itu gak ada hadir.." ucap Bayu dalam hati.
"Bilang saja kalau kamu kangen sama dia...Terus kamu pengen ngentuin dia lagi" suara Jalu.
Uhuuk...Uhuuk....Uhuuuk... Bayu kesedakan gara - gara mendengar ocehan Jalu.
"Diampuuut..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu mengambil gelas air putih lalu meminumnya. Bayu mengakui ucapan makhluk yang bernama Jalu itu,bahwa dirinya kangen dengan Sulis,akan tetapi dirinya tak ingin menyetubhuhi Sulis.
Selesai makan malam. Bayu bersama ke empat temannya ke Balkon lantai 2.
"Persiapannya sudah siap kah kang untuk opening besok?" ucap Bayu bertanya pada Paijo.
"Sudah Bay....
"Oh iya...Ini ada titipan dari Kuplex(anak buah Bayu)" ucap Paijo sambil menyodorkan sebuah amplop tebal.
Bayu menerima amplop tersebut lalu membukanya.
Nampak segepok uang berbagai pecahan uang di amplop,paling banyak pecahan 50 rb.
"Uang apa ini kang?" ucap Bayu heran dan penasaran.
"Setoran dari anak buahmu..." ucap Paijo.
Bayu memgambil 10 ribu untuk menghargai usaha anak buahnya.
"Kasihkan dia lagi,bilangin ke dia,bagikan ke teman - teman.Aku sudah mengambil jatahku.." ucap Bayu sambil mengembalikan amplop ke pada Paijo.
Paijo menerima amplop itu lagi.
"Siap bos..." ucap Paijo.
"Melisa pulang kerumahnya kah Niel?" ucap Bayu.
Tangan Bayu bersandar di pagar sambil menatap langit,tak ada satupun bintang yang bersinar,karena kalah dengan cahaya lampu di ibu kota.
Dalam fikiran berkecamuk mengenai Sulis,akankah Sulis akan hamil. Secara Sulis tak lagi memakai KB. Jika hamil anaknya,maka Bayu tak bertanggung jawab. Apa kata keluarganya dan keluarga pak H. Ridwan. Gadis yang sudah di lamar malah ia rebut.
Teman - teman Bayu duduk di lantai bermain kartu sambil mengobrol.
Bayu menoleh ke teman - temannya yang asik bermain kartu Remi,Kemudian Bayu duduk di samping Paijo.
"Ikut donk..." ucap Bayu.
"Sabar...." ucap Bimo.
"Oh iya Bay.... Kamu pas melawan Ratunya itu apakah memakai mata kucingmu?" ucap Lukman.
"Iya Man...
"Asli kuat banget e dianya,sampai aku lemas gak ada tenaga..." ucap Bayu.
"Ayu gak orangnya Bay..." ucap Paijo.
"Hem....Cantik kang... Sayang si kang Bejo gak mau aku jodohin...
"Sampeyan mau gak kang tak jodohin sama dia..." ucap Bayu.
"Emmooh... Bimo aja yang kamu tawarin Bay..." ucap Paijo.
"Diampuut... Lihat pocong aja aku takut,apa lagi sama Ratu penguasa dedemit..Hiiiiii ." ucap Bimo lalu bergidik ngeri.
"Enak loh Bim di sana itu...Makan di suapin,ada musik dan penarinya,di jaga lagi....
"Gak usah mikirin duit,tinggal makan,ngentu,tidur...Makan,ngentu tidur.... Mau gak Bim?." ucap Bayu.
"Emmmoooh..." ucap Bimo.
"Orangnya cantik banget loh Bim... Artis Ayu Azhari aja kalah..." ucap Bayu.
"Di sana itu ada kendaraan gak Bay?" ucap Daniel.
" Gak ada...Kenapa emangnya Niel?" ucap Bayu.
"Gak papa,cuman nanya aja..." ucap Daniel
"Di alam gaib itu gimana seh suasananya Bay?" ucap Paijo.
"Kalian tahu Film Angling Darma kan..?" ucap Bayu.
"Iya aku tahu.." ucap Paijo.
"Nah suasananya itu persiis ~~Banget seperti di Film itu. Rumah - rumah terbuat dari kayu,lantas penduduknya sama,hanya saja muka mereka pucat,lalu kerajaan Ratu sama persis...Hanya saja di sana gak ada siang dan malam. Soalnya gak ada matahari.." ucap Bayu.
"Ooo...Seperti itu..." ucap Daniel.
Bayu memgambil gelas kopi di dekatnya,lalu meminumnya. Setelah itu mengambil rokok milik Paijo.
"Awakmu lagi mikir opo?" ucap Lukman melihat Bayu merokok.
Huuufft......asap keluar dari mulut lalu hidung.
"Mikirin kalian...Apakah kita akan selalu bersama sampai tua nanti..." ucap Bayu.
"Aku seh maunya kita selalu bersama,tapi jika takdir berkata lain..Mau gak mau kita berpisah.." ucap Bimo.
"Aku sependapat dengan Bimo" ucap Daniel dan Lukman.
"Kalau aku pengen garap sawah Bay..Duit pemberian kakekmu itu sebagian kubelikan sawah ....
"Tahu gak Bay...Tetanggaku bilang aku ini jadi orang sukses loh... Bisa renovasi rumah,beli tanah,terus belikan motor adekku.." ucap Paijo.
"Ya mang sampeyan sukses kang... Buktinya,sampeyan menjabat manajer Cafe.." ucap Bayu.
"Kowe mekso aku dadi Manajer ngono loh... Sakjane aku luwih seneng dadi pramusaji..." ucap Paijo.(Kamu maksa aku jadi Manajer gitu loh...Sebenarnya aku lebih senang jadi pramusaji).
Bimo menutup permainan karena menang. Lalu mereka membuka kartu masing - masing.
"Diampuut...Aku kalah lagi.." ucap Paijo.
Paijo mengumpulkan kartu lalu mengochoknya. Setelah itu di bagikan.
"Sama...Aku itu sebenarnya pengen banget jadi petani kang...Pagi ke sawah,malamnya ngumpul bareng keluarga.." ucap Bayu.
---***---
Cafe Mantan.
Bayu dan yang lainnya sudah berada di Cafe Mantan untuk opening. Daniel tak ikut,karena ia pergi ke Gereja.
Nampak para karyawan Cafe yang merupakan preman mengenakan seragam Cafe standby di tempatnya.
Terdengar suara kicauan burung yang di beli Lukman. Ada burung Kenari,Murai,Cucak Ijo,Jalak suren dan Kacer. Burung - burung itu di letakkan dalam 1 tempat yang ukurannya 6 m x 10 m dalam kotak besar setinggi 8 meter di kelilingi kawat agar tak lepas. Lalu ada 2 akuarium besar yang berisi ikan Arwana bewarna putih pemberian Rahman secara cuma - cuma.
"Kalian ingat kan tata cara melayani pelanggan.?" ucap Bayu pada anak buahnya.
"Ingat boss..." ucap para karyawan Cafe.
Bayu melihat jam tangannya.
Pukul 8.59.
Bayu memegang HT.
"Buka pintunya kang...Sudah jam 9..." ucap Bayu.
"Siap bos..." suara di HT.
Sebagian preman membagikan brosur Cafe Mantan pada pengguna jalan yang lewat di depan Cafe.Ada pula yang menjaga parkiran.2 orang berjaga di depan layar CCTV. Jika ada yang mencurigakan,mereka memberi tahu lewat HT. Ada pula yang bertugas di dapur.
1 jam 20 menit Kemudian.
Belum ada satupun pelanggan yang datang.
"Kang..." ucap Bayu pada Paijo.
"Opo Bay...?" ucap Paijo.
"Kemarin sudah di sebar apa belum kang brosur iklannya ..?" ucap Bayu.
"Sudah Bay...Bahkan di lampu merah kita sebarin..." ucap Paijo.
"Kok belum ada yang datang ya..." ucap Bayu.
"Ya sabar Bay...Kita kan baru buka..." ucap Paijo.
Tak lama kemudian muncul 3 orang pembeli, lalu mereka duduk di kursi. Mereka melihat menu yang ada di meja.
Anak buah Bayu datang menghampiri.
"Selamat pagi,selamat datang bapak...Ibu...
"Bapak dan ibu mau pesan apa?" ucap anak buah Bayu dengan ramah.
"Kami mau pesan Coto Makasar 3.." ucap salah satu pengunjung seorang bapak - bapak.
"Baik... Untuk minumnya pak.." ucap anak buah Bayu sambil mencatat.
"2 es teh dan 1 teh hangat.." ucap bapak itu lagi.
"Baik pak...Silahkan di tunggu.." ucap anak buah Bayu.
Anak buah Bayu mencatat pesanan tak lupa nomor meja,lalu berjalan ke arah bu Intan berada.
"Ini bu pesenannya meja nomor 4.." ucap anak buah Bayu sambil memberikan kertas menu yang di pesan.
Bu Intan lantas menyuruh anak buah Bayu yang berada di bagian makanan dan minuman untuk membuatkan,kemudian bu Intan mengawasi , bila ada kesalahan bu Intan langsung memberi arahan.
Setelah pesenan jadi,anak buah Bayu lainnya mengantar pesenan tersebut,kemudian meletakkan di meja.
"Silahkan pak...Ibu..." ucap anak buah Bayu lalu pergi meninggalkan pelanggan tersebut.
Nampak pelanggan ibu - ibu mencicipi kuah Coto Makasar tersebut.
"Enak banget pah..." ucap ibu itu.
"Iyaa enak banget..." ucap bapak itu setelah mencicipi Coto Makasar.
"Sudah enak,di sini tempatnya bagus ,sejuk,ada suara burungnya ..." ucap ibu itu.
"Iya...Harganya juga gak murah...Pelayannya ramah,terasa seperti di restoran maah.." ucap bapak itu. Karena melihat di daftar menu ada harga yang sudah tertera. Sehingga mereka bisa menyesuaikan isi di dalam dompet mereka sebelum memesan.
Tak lama kemudian datang lagi orang pembeli.
Anak buah Bayu mendatangi pembeli tersebut.
Bayu melihat dari kejauhan mengawasi anak buahnya.
Tak lama kemudian datang lagi 2 orang pembeli.
"Alhamdulillah....Banyak yang datang..." ucap Bayu dalam hati lega.
Lalu Kakek buyutnya muncul bersama keluarga Jien Li Han.Mereka penasaran karena belum pernah makan Coto Makasar ada pula yang memesan menu masakan Jepang.
"Mbah buyutmu juga ke sini Bay.." ucap Paijo.
"He eh... Kalau keluargaku bayar gak usah di terima ya kang,kecuali jika keluargaku pembeli pertama... Suruh aja mereka mendo'akan agar Cafe ini selalu ramai pengunjung." ucap Bayu.
"Siap bos.." ucap Paijo.
Paijo lantas berjalan menuju kasir untuk memberi tahu.
Satu persatu pembeli berdatangan,mereka penasaran dengan Coto Makasar dan makanan khas Jepang . Setelah mereka mencobanya, sebagian pembeli memesan lagi untuk di bawa pulang. Menu masakan Jepang itu di buat oleh Hinata,lalu Hinata memberi tahu cara membuatnya ke bu Intan.
Di Cafe terdapat tulisan mohon maaf jika Adzan berkumandang,kami tidak melayani. Setelah adzan selesai,kami akan melayani kembali.
Di saat keluarga Bayu hendak membayar di kasir yang di jaga seorang wanita.
"Berapa total di meja 7,8,10 dan 12 ?" ucap Zhang Yong Han pada Kasir.
"Mohon maaf pak,kata bos Bayu bapak tidak perlu membayarnya... Cukup do'akan saja agar Cafe ini terus berjalan dan ramai pengunjung." ucap sang kasir.
"Ooo...Begitu...Ya sudah...Aku do'akan semoga Cafe ini selalu ramai..." ucap Zhang.
"Amiin...Terima kasih pak atas do'anya.." ucap sang kasir.
Nampak para pengunjung menikmati makanan yang mereka pesan,ada pula yang berjalan ke arah tempat burung berada karena penasaran dengan suara burung tersebut.
Tak terasa waktu cepat berlalu,Bayu melihat jam 10 menit lagi adzan Dzuhur.
Bayu menghampiri istrinya yang duduk di Gazebo samping Mushalla. Di samping Gazebo itu ada kandang burung.
"Kalian bawa mukena?" ucap Bayu.
"Bawa mas.." ucap Khalisa.
"Bawa sayang " ucap Diana bersamaan dengan Khalisa.
"Anoo... Aku lagi halangan shujin.." ucap Hinata.
"Ya gakpapa yomesan.." ucap Bayu.
Bayu berjalan ke tempat wudhu,selesai wudhu Bayu masuk ke dalam Mushalla.
Tak lama kemudian,saat waktu Dzuhur sudah tiba,Bayu menyalakan mic lalu Adzan.
Nampak anak buah Bayu yang baru saja menghampiri pelanggan mendengar suara adzan berkumandang.
"Mohon maaf mbak..Mas..Setelah adzan baru saya mencatat pesanannya.." ucap anak buah Bayu sopan.
"Iya..." ucap pria dan wanita serempak.
Setelah adzan selesai berkumandang,anak buah Bayu memcatat pesenan mereka.
Sebagian anak buah Bayu pergi ke mushalla. Mereka bergantian untuk shalat. Sehingga Cafe itu tetap melayani pelanggan setelah adzan di kumandangkan.
Paijo bertindak sebagai imam shalat. Tak hanya anak buah Bayu saja yang ikut shalat,para pengunjung ada yang ikut shalat di Mushalla tersebut.
Selesai shalat Dzuhur,Bayu berjalan ke Gazebo,nampak ke tiga istrinya sedang duduk dan mengobrol.
"Kalian sudah makan apa belum?" ucap Bayu.
"Belum..." ucap mereka serempak.
"Kalian mau makan apa?" ucap Bayu.
Ketiga istri Bayu menyebut pesanan mereka,lalu Bayu berjalan untuk memesan,setelah itu Bayu kembali ke Gazebo.
"Rame banget ya mas.." ucap Khalisa.
"Iya...Alhamdulilah ramai dek...aku pikir gak ada yang datang." ucap Bayu.
Nampak bapak - bapak mengendong seorang bayi berjalan ke arah kandang burung.
"Tuh burungnya...Bagus ya..." ucap bapak itu.
Diana memperhatikan pengunjung tersebut.
"Yank..." ucap Diana
"Iya sayang..." ucap Bayu.
"Lucu ya bayi itu" ucap Diana.
"Iya lucu..." ucap Bayu.
"Sayang gak pengen kah gendong bayi?" ucap Diana.
"Pengen lah,tapi takut..." ucap Bayu.
"Takut kenapa mas?" ucap Khalisa.
"Kalau salah gendong bisa nangis kejer - kejer" ucap Bayu.
" Ya belajar lah mas..." ucap Khalisa.
" Bayinya siapa yang ku gendong dek?" ucap Bayu.
"Ya sayang hamilin kita lah...Masa iya bayi orang yang sayang gendong.." ucap Diana.
3 anak buah Bayu datang membawa pesanan Bayu,lalu meletakkan makanan dan minuman.
"Silahkan bos..Nyonya bos.." ucap salah satu anak buah Bayu yang membawa pesanan Bayu.
"Iya terima kasih...." ucap Bayu dan ketiga istrinya serempak.
Ke tiga anak buah Bayu kemudian pergi meninggalkan Bayu.
"Tunggu Ayu selesai sekolahnya ya sayang....
" Jadi..
"Jika sayang mau hamil,ya Ayu dan Khalisa juga hamil... Agar sama - sama hamilnya.. Dah yuk kita makan" ucap Bayu.
Mereka pun makan bersama - sama.
Para pembeli puas atas pelayanan dan rasa makanan yang di sajikan. Lantas mereka ada yang memberi tahu kepada orang lain mengenai Cafe Mantan.
Cafe Mantan di buka pukul 9 pagi,dan tutup jam 8 malam. Hanya beroperasi 11 jam saja.
Nampak warung di seberang jalan tutup karena masih lebaran,sedangkan Cafe di sebelah warung itu sudah buka,namun tak ada pengunjung yang datang.
Bu Intan tak menyangka jika menu masakan yang ia buat di serbu pembeli,untungnya ia membuat 2 dandang,jika membuat 1 dandang saja maka jam 5 sore menu Coto Makasar sudah habis.
***
Esok harinya.
Dari ucapan para pengunjung dari mulut ke mulut ,orang - orang penasaran akan Cafe Mantan. Mereka pun berdatangan untuk mencoba menu yang di sajikan.
Nampak beberapa orang berkumpul sebelum Cafe di buka. Anak buah Bayu yang berada di luar bersiaga. Ketika Jam 9 pas. Pintu Cafe Mantan terbuka. Orang - orang yang sudah menunggu akhirnya senang sekali melihat pintu sudah terbuka. Lalu mereka masuk ke dalam kemudian memesan.
Warung bakso yang ada di seberang jalan,nampak 3 orang membersihkan tempat usaha tersebut. Mereka melihat ke arah Cafe Mantan yang sudah beroperasi.
"Di seberang sudah buka rupanya.." ucap orang 1.
"Iya..." orang 2.
"Kamu tahu gak apa yang mereka jual?" ucap oeang 3 .
"Enggak...Kan gue baru datang kemarin.." ucap orang 1.
Siang harinya,yang awalnya orang - orang pekerja kantoran membeli di warung sebrang melihat warung itu tutup,lantas iseng mengunjungi Cafe Mantan.
Di saat mereka masuk , mereka kaget. Rupanya di Cafe itu menjual berbagai macam menu. Lalu memberi tahu ke teman - temannya melalui hand phone. Teman - temannya lantas berdatangan karena di beri tahu oleh temannya.
Mereka juga terkejut saat datang ke Cafe Mantan. Lalu mereka memesan makanan dan minuman.
"Gokiil neh Cafe.... Berasa di restoran,antara restoran Jepang dan Makasar..." ucap orang 1.
"Iya...Sudah murah,enak lagi...Pas di kantong gue..." ucap orang 2.
"Jadi kita gak usah jauh - jauh datang ke Jepang,cukup datang ke sini dah bisa menikmati makanan Jepang.." ucap orang 3.
Jika saja anak buah Bayu sedikif,maka mereka akan kelimpungan mengatasi pengunjung yang datang. Sebab,tak hanya pekerja kantoran saja yang datang,para mahasiswa/ mahasiswi juga datang karena penasaran.