
Bayu baru saja selesai berwudhu menggunakan air botol mineral yang masih bersegel.
Tiba - tiba hapenya berdering.
Bayu mengecek siapa yang menelpon.
Nampak nomor Agus Irawan menelpon,Bayu menerima panggilan tersebut.
"Di mana kamu sembunyikan ibu mertuaku" ucap Bayu.
"Aku akan jawab,tapi sebelum itu... Aku mau tanya... Apakah kamu mendapat sms dari nomor asing?" suara Agus.
Bayu teringat sms dari nomor asing.
"Iya... Aku mendapatkan pesan,jika anakmu tak terima bila ibunya mati,dan dia akan membalasnya..." ucap Bayu.
"Aku juga mendapat pesan dari nomor asing,sms itu memberitahukan jika ibumu akan membunuh ibunya Sandi.. Aku telpon nomornya tak aktif..." ucap Agus.
"Kok sama ya..." ucap Bayu dalam hati
"Ibuku tak akan berbuat seperti itu jika wanita sok Kaya itu masuk penjara... Cepat katakan di mana ibu mertuaku...Atau kubunuh semua keluarga Mahendra...Aku tak peduli..." ucap Bayu.
"Sumpah demi Allah...Aku tak ada menyuruh anak buahku untuk mencelakai ibu mertuamu...Nomor yang mengirim pesan itu 0812********" suara Agus.
"Itu bukan nomor ibuku... " ucap Bayu.
"Adik Sandi di culik di sekolahannya....
"Apaa...Di culik...Yang benar saja..." ucap Bayu dalam hati.
"Apa itu kamu Bay yang melakukannya?" ucap Agus.
"Tidak....Aku tak melakukannya,aku hanya datang kerumahmu,lalu membunuh para pengawal dan polisi untuk mencari keberadaan ibu mertuaku...
Lalu Bayu teringat perihal pria yang ada di dalam mimpinya dan sempat pergi ke sana.
"Bajingan.....
"Aku tahu siapa pelakunya" ucap Bayu.
Bayu mematikan panggilannya,lalu menelpon ibunya.
Tuuuut....Tuuuut....Tuuuut...
"Ya sayang...Ada apa?" suara Hana.
"Tadi Agus nelpon...Dia juga menerima sms dari nomor asing,dia pikir itu nomornya ibu..
"Dia memberi tahu nomornya.. Bayu jawab bukan,karena memang bukan nomor ibu..Lalu dia bilang bahwa adiknya Sandi di culik,dia menuduh Bayu... Dan Bayu teringat tentang pria yang ada dalam mimpi Bayu...
"Bayu sempat ke sana,tapi tak menemukan dia bu..." ucap Bayu.
"Tunggu Ibu...Jangan ke sana sendirian...Ini ibu akan kesana..." suara Hana
"Iya bu..." ucap Bayu.
"Assalam mu'alaikum..."suara Hana.
"Wa'alaikum salam...
Bayu mematikan hapenya.
"Asem...Lobet lagi.." ucap Bayu saat melihat sisa batre di hape Nokianya.
Bayu menjalankan mobilnya ke arah rumah Khalisa.
"Jika dia... Maka yang menculik adiknya Sandi dia juga dong....
"Aaaaarrrggghhh.... Kenapa gak aku tanyakan dulu ke bajingan itu dulu seh... Bayu...Bayu.... Jangan grusa grusu(buru - buru) jadi orang." ucap Bayu dalam hati menyalahkan dirinya sendiri.
Tak lama kemudian Bayu sampai di rumah Khalisa. Bayu membungkus pedang katana dengan kain lagi,
Nampak masih 4 orang pengawal Bayu yang menjaga rumah,sisanya mengawal Khalisa dan Hinata menuju Jakarta.
Bayu turun dari mobil sambil membawa kain berisi pedang dan Shuriken.
Salah seorang pengawal menghampiri Bayu.
"Bos...Istri bos pergi ke Jakarta,ini kunci rumahnya" ucap pengawal sambil memyerahkan kunci rumah ke Bayu.
"He eh...Suwun....Sori mobilnya penyok habis nabrak pagar rumah..." ucap Bayu.
"Ya gakpapa bos..." ucap pengawal.
Bayu berjalan menuju pintu rumah lalu membuka pintu. Kemudian Bayu berjalan ke arah kamar Khalisa.
Ceklek...Kriiieet...
Bayu berjalan ke tempat colokan listrik.
"Alhamdulilah...Belum di bawa cassan Nokiaku..." ucap Bayu senang melihat cassan hapenya masih ada.
Bayu mencolokkan cassan ke hape Nokianya.
Kemudian Bayu mencari pakaian ganti. Namun tak menemukan pakaiannya,lalu teringat Khalisa menjemur pakaian,Bayu keluar kamar menuju tempat jemuran.
Nampak jemuran pakaian masih ada.
"Selamet...Masih ada bajuku... Masa iya aku pakai baju cewek..
Bayu mengambil semua jemuran yang sudah kering tersebut..Lalu berjalan menuju kamar Khalisa.
Bayu melepas pakaianya yang nampak bolong - bolong terkena peluru.
Duuk....Duuuk... Suara benda terjatuh ke lantai.
Nampak ujung peluru jatuh dari pakaian yang di lepas Bayu.
Bayu ke kamar mandi membawa pakaian ganti dan handuk.
Selesai mandi,Bayu melaksanakan shalat Dzuhur. Setelah itu Bayu ke dapur untuk makan siang.
Setelah selesai makan siang,Bayu kembali ke kamar lalu duduk bersila di lantai.
Bayu merapalkan mantra ajian Rogoh sukmonya.
Nampak sukma Bayu keluar dari raganya.
Kemudian menghilang dari kamar Khalisa.
---***---
Di rumah Susanto Prayuga Wijaya.
Bayu muncul di depan pintu rumah,lalu masuk ke dalam.
"Kemana dia ya...
Bayu celingukan mencari keberadaan Susanto.
"Sore sajalah aku kembali ke sini..
Bayu menghilang dari rumah Susanto.
Sejam kemudian Susanto datang bersama anak buahnya.
Nampak 2 orang menggotong Bening masuk dalam rumah.
---***---
Di rumah Khalisa.
Sukma Bayu kembali ke raganya. Lalu Bayu membuka mata.
"Jiangkreek....
"Apa jangan - jangan dia punya markas..
"Sial....
"Jika saja aku tahu markasnya... Sudah aku datangin..
Bayu mengambil hapenya,lalu mengirim pesan ke ibunya jika ia menunggu di rumah bu Intan. Kemudian Bayu merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
Perlahan mata Bayu terpejam.
***
Bayu berada di gubuk tengah sawah.
Seorang wanita cantik datang menghampiri Bayu lalu duduk di samping Bayu.
Wanita itu membelai wajah Bayu yang nampak teduh.
Perlahan Bayu membuka matanya.
Eh...!!!?? Bayu tersentak kaget melihat seorang wanita cantik memakai kain kebaya.Rambut panjang sepunggung ,kulitnya sawo matang,wajah oval.
Bayu terbangun lalu berdiri.
"Mbak siapa?" ucap Bayu lalu ia melihat di sekitar berubah tempat.
"Perasaan aku tidur di kamar...Kenapa aku di tengah sawah" ucap Bayu dalam hati heran dan penuh tanda tanya.
"Aku adalah keluargamu Bayu Saktiawan Mahendra..." ucap wanita itu.
"Aku bukan Saktiawan Mahendra...Namaku.." ucap Bayu.
"Muhammad Bayu Samudra Han " ucap Bayu dan wanita itu serempak.
"Jancooook...
"Mbak ini sebenarnya siapa? dan mengapa tahu namaku... juga...
"Kenapa aku ada di sini .?" ucap Bayu.
Wanita itu tersenyum.
Tiba - tiba muncul seorang pria di belakang Bayu,lalu memegang pundak Bayu.
"Eh....!!!?? Bayu tersentak kaget lalu menendang kebelakang.
Buugghhh..... Pria itu terkena tendangan di perut lalu tersungkur di tanaman Padi yang tingginya setengah meter.
Bayu melihat ke arah belakang.
Pria itu terngkurap lalu bangun.Nampak wajahnya terkena tanah,bajunya kotor.
Ha....Ha...Ha....Ha...Ha...Ha....
Wanita itu tertawa melihat pria itu.
"Juancook... Aku malah di saduk(tendang)" ucap pria itu,lalu berjalan ke genangan air,kemudian membersihkan wajahnya.
"Kalian ini siapa? dan mengapa aku ada di sini?" ucap Bayu waspada.
Pria itu selesai membersihkan wajahnya,lantas menghampiri Bayu.
"Bocah gemblung... Mosok dulure dewe di saduk...Wasssuuu..." ucap pria itu.(Anak gila...Masa saudara sendiri di tendang...Anj1ng..).
"Gelut yokk..." ucap pria itu.
"Ayooo...Siapa takut..." ucap Bayu lalu memasang kuda - kuda.
Wanita itu menghampiri pria itu lalu menarik telinganya.
"A.....A....Ampuuun.....Atiit...." ucap pria itu meringis kesakitan.
"Jangan kamu dengarin ocehan si Jalu ini Bayu..." ucap wanita itu.
Bayu mencubit tangannya,untuk memastikan kalau ia tak mimpi.
"Sakit...Jadi ini nyata...Tapi aku di mana..." ucap Bayu dalam hati.
"Kamu ada di alamku Bayu...Tenang saja... Aku hanya ingin bertemu dengamu.." ucap wanita itu.
"Kok dia bisa baca apa yang aku ucapkan dalam hati.." ucap Bayu dalam hati.
"Karena aku adalah keluargamu... Apa yang kamu ucapkan dalam hati,aku bisa mendengarnya.." ucap wanita itu.
"Bangkek... Wanita ini sungguh misterius... Apa jangan - jangan dia Kumala Sari..." ucap Bayu dalam hati.
"Aku bukan Kumala Sari penunggu air terjun Kedung Pedut" ucap wanita itu.
"Juancoook...
"Ono udut (ada rokok) gak pakde..." ucap Bayu memanggil pria itu dengan sebutan pakde.
"Ra duwe aku...Adanya rokok yang mengeluarkan cairan kental.." ucap pria itu.
"Waassuu...Aku yo duwe..." ucap Bayu kesal.
"Kamu mau ku temanin apa enggak?" ucap pria itu.
"Enggak...Sampeyan temanin saja si bajingan Agus,atau Sandi atau keturunan Sandi ....
"Oh iya...Sampeyan niki sinten to (Anda ini siapa seh)" ucap Bayu.
"Namaku Jalu...
"Kalau kamu mau ku temani,maka aku bisa membuatmu bersenang - senang.." ucap pria itu mengaku Jalu.
"Weegaah.... Aku sudah senang karena bisa berkumpul dengan keluargaku..." ucap Bayu.
Wanita itu menghampiri Bayu,lalu berdiri di belakangnya. Kemudian memeluk Bayu dari belakang.
Bayu berusaha melepaskan pelukan wanita itu,tapi tak bisa.
"Jangan terburu - buru mengambil keputusan...
"Aku gak mau keturunanku saling berkelahi..." ucap wanita itu.
"Keturunan apa mbak...
"Mahendra atau Han?" ucap Bayu.
"Mahendra..." ucap wanita itu lalu melepaskan pelukannya kemudian duduk di gubuk.
"Tergantung... Kalau salah ya aku akan menghajarnya,bila perlu aku membunuh semua keturunan Mahendra.." ucap Bayu.
Wanita itu berdiri di depan Bayu.Bayu memalingkan wajahnya.
"Tatap mataku..." ucap wanita itu.
"Maaf aku gak bisa mbak..." ucap Bayu.
Wanita itu memegang wajah Bayu,lalu mengarahkan ke wajahnya.
Bayu memejamkan matanya tak mau melihat wanita itu.
"Bayu...Tatap mataku...sebentaaaar saja.." ucap wanita itu berkata lembut.
"Maaf,jika mbak adalah ibuku dan istriku.. Aku mau menatap mbak.." ucap Bayu.
Jalu mendekatkan wajahnya ke telinga Bayu.
"Jika gak buka..Maka kamu bisa di perkossa loh.." ucap Jalu.
"Jancook..." ucap Bayu lalu membuka matanya.
Bayu melihat mata wanita itu.
Awalnya hanya bewarna hitam dan putih saja,lalu berubah menjadi hijau semua.
"EH...!!!?? Bayu terkejut. Karena baru pertama kali melihatnya.
Bayu merasakan kedamaian di dalam dirinya.
Wanita itu membelai wajah Bayu.
"Sayang...." ucap wanita itu.
***
Di tempat tidur.
Hana duduk di samping Bayu yang tertidur.Ia memegang pipi Bayu.
"Sayang....
"Banguuun..." ucap Hana
Mata Bayu perlahan terbuka.Lalu terbangun.
Bayu mencari keberadaan wanita yang ia temui.
"Bu...Di mana wanita itu bu..." ucap Bayu sambil celingukan mencari.
"Wanita...Wanita siapa sayang" ucap Hana heran dan penasaran.
Bayu menghampiri ibunya,lalu menceritakan kejadian yang menimpa dirinya barusan.Han sempat terkejut dengan cerita Bayu.
"Coba sayang gambar wanita itu...Siapa tahu ibu mengenalnya" ucap Hana.
"Baik bu.." ucap Bayu.
Bayu mencari buku gambar dan pensil untuk memggambar wajah wanita itu dan juga pria yang ada di dalam mimpinya.
Setelah dapat,Bayu menggambar wajah wanita tersebut.
Hana diam memperhatikan Bayu menggambar wajah seorang wanita.
Setelah selesai menggambar,Bayu menyerahkan pada ibunya.
"Ini bu...Wanita ini hadir dalam mimpi Bayu.." ucap Bayu.
Hana memperhatikan gambar wajah wanita secara seksama sambil mengingat - ingat. Apakah pernah bertemu apa tidak.
"Ibu belum pernah bertemu sayang...." ucap Hana setelah melihat wajah di gambar tersebut.
Kemudian Bayu menggambar pria yang ia temui dalam mimpinya.
Setelah selesai memggambar.
"Ini pria yang bernama Jalu bu.." ucap Bayu.
Hana memperhatikan gambar Bayu.
"Hem...Ibu juga belum pernah bertemu sayang.." ucap Hana.
"Bayu merasakan sentuhannya bu..Seperti nyata..." ucap Bayu.
"Apa sayang ada baca ayat kursi?" ucap Hana.
"Enggak bu...Lha wong Bayu seperti orang linglung,tiba - tiba ada di gubuk persawahan..
"Ibu ke sini sama siapa? " ucap Bayu.
"Sendiri sayang...." ucap Hana.
"Naik apa kesini?" ucap Bayu.
"Naik mobil Ferari merah...Daripada mobil itu nganggur gak di pakai..Ya ibu pakai saja." ucap Hana.
"Ibu bisa nyetir...?" ucap Bayu mengira ibunya tak bisa menyetir mobil.
"Bisa dong sayang.... Emang sayang aja yang bisa nyetir mobil"ucap Hana.
"Hem...Mbah buyut gimana bu..?" ucap Bayu.
"Kakek sangat marah...Tapi dia gak berani gegabah...Kakek sudah mengirim tim untuk menyelidiki Susanto itu.." ucap Hana.
"Bayu sudah ke sana,dan tak menemukan orangnya bu..
"Bayu melihat peralatan sesajen di salah satu ruangannya.." ucap Bayu.
Nampak Hana berpikir.
"Jangan - jangan dia dukun sayang..." ucap Hana.
"Mungkin bu...
Bayu melihat jam tangannya.
"Bu... Bayu shalat dulu...Ibu sudah shalat?" ucap Bayu.
"Belum..." ucap Hana.
Mereka kemudian shalat berjamaah.
Selesai shalat Bayu menghadap ke ibunya,lalu mencium tangan ibunya.
"Bu...Kita berangkat sekarang kah?" ucap Bayu.
"Ayoo...Lebih cepat lebih baik..." ucap Hana.
Mereka kemudian keluar rumah.
"Kalian pulang saja ke Jakarta...Jangan membantah perintahku.." ucap Hana.
"Siap bu..." ucap para pengawal serempak.
Bayu masuk ke dalam mobil Ferari,ia duduk di kursi kemudi.Hana duduk di sebelah Bayu. Kemudian Bayu menyalakan mobil tersebut.
Bruuuum....Bruuuum...Bruuumm....
Bruuuuuuuum...... Suara mobil Ferari. Lalu mobil itu meninggalkan rumah Khalisa.
"Setelah Bayu menatap mata wanita itu,kenapa Bayu merasakan ketenangan batin ya bu.." ucap Bayu.
"Mungkin itu kekuatannya sayang...." ucap Hana.
"Ooo...Begitu..." ucap Bayu.
Perlahan mobil Ferari yang di kendarai Bayu bertambah kecepatannya menuju rumah Susanto Prayuga Wijaya.