
Saat Bayu akan berangkat ke tempat pembuatan perahu pak.Anwar. Pomsel Bqyu berdering.
Bayu melihat ke layar ponsel,nampak panggilan dari ibunya.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..Sayang lagi apa?" suara Hana
" Mau melihat pak Anwar buat kapal bu.." ucap Bayu.
" Begini..Jika Ida menerima sayang..Maka Melisa dan Aisyah bersedia berpisah dengan sayang.." suara Hana.
*Flas back On.*
Di rumah Bayu.
Hana mengumpulkan ke lima istri Bayu di dalam kamarnya setelah dirinya menemui Ida.
" Asaaalam mu'alaikum warah matullahi wabarakatuh.." ucap Hana.
" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap kelima istri Bayu.
" Maaf ibu mengumpulkan kalian dalam kamar ibu.."
" Ada hal yang penting yang ingin ibu sampaikan pada kalian.."
" Ibu telah menemui Ida,gadis yang sangat mirip sekali dengan Putri.."
" Ternyata benar...Gadis itu sangat mirip dengan Putri.."
" Ibu tahu,bagaimana Bayu sangat mencintai Putri.."
" Nak Ayu,Diana,dan Sulis..."
" Kalian pasti pernah mendengar Putri bercerita saat ia masih berpacaran dengan Bayu.."
" Dan Bayu pernah bercerita tentang Putri.."
" Bayu sangat mencintai Putri meskipun sudah tidak berkomunikasi dengan Putri saat Putri pergi pindah rumah.."
Hana menghela nafas. Lalu melanjutkan lagi ucapannya.
" Bayu bilang pada ibu,bahwa dia melihat Ida seperti melihat Putri hidup kembali,dan Bayu ingin menikahi Ida..."
" Ibu memberitahukan ke Bayu sebelum ibu pulang..Ibu bilang ke Bayu,bahwa batas memiliki istri ada 4.."
" Bayu diam tidak menjawab,dia pergi memancing bersama kakaknya Ida..."
Hana menjeda lagi. Ke lima istri Bayu diam tak berani bersuara.
" Mungkin di antara kalian sudah tahu batas maksimal seorang pria dalam menikah..Yakni 4 orang wanita saja..."
" Makanya ibu mengumpulkan kalian.."
" Ibu gak ingin Bayu melanggar syariat agama.."
" Untuk Melisa...Sebenarnya dalam islam tidak memperbolehkan Bayu menikah lagi,tapi..Karena Melisa hamil anak Bayu..."
" Mau gak mau Bayu menikah lagi,dengan catatan harus adil..Jika tidak adil,maka berdosa.."
" Mel...Ibu mau tanya..Apakah Mel saat ini hamil?" ucap Hana.
" Tidak bu...Mel tidak hamil...Setelah Mel keguguran,Mel pakai KB. Karena Mel ingin menunda punya anak.." ucap Melisa.
"Ya sudah..."
" Nanti kalian musyawarah setelah ini tanpa ibu.."
" Kalian putuskan siapa yang akan bercerai dengan Bayu...Harus 2 orang.."
" Ibu sebenarnya tak ingin kalian bercerai dengan Bayu.."
" Jika seandainya Ida tak menerima Bayu..Maka hanya 1 orang yang harus berpisah dengan Bayu..." ucap Hana.
Melisa mengangkat tangan. Hana menganggukkan kepala.
" Maaf bu..Jika ibu memginnginkan kak Bayu memiliki 4 istri..Mel bersedia bercerai dengan kak Bayu.."
" Mel akui...Itu kesalahan Mel.."
" Sebenarnya Mel tidak mencintai kak Bayu bu.."
" Mel hanya sayang ke kak Bayu sebagai kaka sendiri.." ucap Melisa.
" Itu Mel bahas setelah ini ya sayang...Tanpa ibu."
" Ada 2 kemungkinan..."
" Yang pertama...Bila Ida menerima Bayu..Maka 2 diantara kalian harus siap berpisah"
" Yang ke dua,bila Ida menolak..Maka 1 saja yang harus berpisah..."
" Itu saja yang ibu mau sampaikan ke kalian.." ucap Hana.
Kelima istri Bayu keluar dari kamar Hana.
*Flash back Off.*
" Iya bu...Bayu juga sudah ikhlas kok bu...Bila nanti Ida gak menerima Bayu." ucap Bayu.
" Iya sayang...Itu saja yang mau ibu beritahu.."
" Assalam mu'alaikum..." suara Hana.
" Wa'alaikum salam.." ucap Bayu
Bayu menaiki sepeda motor,lalu menjalankan sepeda motor tersebut menuju tempat pembuatan kapal milik pak Anwar.
Di tengah perjalanan,Bayu singgah dahulu untuk membeli makanan,minuman dan rokok. Setelah selesai membeli,Bayu melanjutkan kembali perjalanannya.
Nampqk Bayu tiba di tempat pembuatan kapal milik ayahnya Ida. Ia membawa jajanan gorengan dan minuman kemasan tak lupa rokok surya 1 slop.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
Pak Anwar dan anak buahnya melihat ke arah Bayu menjawab salam Bayu" Wa'alaikum salam.."
Bayu bersalaman ke pak Anwar tak lupa cium punggung tangan.
" Ini buat bapak.." ucap Bayu menyerahkan kantong kresek.
" Kada usah repot - repot.." ucap pak Anwar.
" Gakpapa pak.. Cuman jajan sama minum aja.." ucap Bayu lalu bersalaman ke yang lainnya.
" Makasih lah.." ucap pak Anwar.
" Ayo pak...Makan dulu..." ucap Bayu kepada anak buahnya pak Anwar.
" Wadduh..Kalau bisa tiap hari aja datang ke sini.." ucap pak Juan.
Mereka pun mengambil jajanan gorengan,lalu memakannya.
" Kada bisa pak ai...Ulun handak bulik" ucap Bayu.
" Piyan orang banjar kah?" ucap pak Juan.
" Sanes pak..Kulo wong jowo..." ucap Bayu.
" Ikam bulik kamana?" ucap pak Imran.
" Jakarta pak..." ucap Bayu.
" Jauhnya..." ucap pak Juan.
" Dekat saja pak..Gak sampe 2 jam dah sampe di Jakarta..." ucap Bayu.
Setelah makan gorengan,mereka pun lanjut kembali membuat perahu.
Bayu ikut membantu,ia melepas jaket,dan baju kemejanya.,sehingga kini Bayu hanya memakai celana panjang dan baju kaos lengan pendek.
" Sudah lama di Jakarta?" ucap pak Imran sambil bekerja.
" Alhamdulillah sudah pak...3 tahun lah.." ucap Bayu.
" Kuliah atau kerja?" ucap pak Juan sambil bekerja.
" Saya awalnya kuliah pak..Terus buka usaha kecil - kecilan di Jakarta terus berhenti.." ucap Bayu.
Bayu melihat pak Amwar sedang menyerut papan dengan mesin ketam listrik.
" Beli jadi apa minta di buatkan ya.."
" Tapi,kalau di buatkan lama jadinya.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu berniat memesan di buatkan perahu untuk dirinya memancing saat sudah pindah kerumah barunya yang berada di pinggir pantai.
Saat ini tahap pembangunan rumahnya sudah 70% telah jadi. Bahan yang di pakai rata - rata terbuat dari kayu Ulin dan kayu Jati. Ada pula kayu Gaharu,namun kayu Gaharu di pakai di ruang tamu dan ruang keluarga agar wangi.
Tak terasa suara Tarhim terdengar.
" Saya tinggal ke mesjid dulu ya pak.." ucap Bayu.
" Iya..." ucap mereka.
" Ini ulun juga mau bulik.." ucap pak Anwar.
Bayu memakai pakaiannya kembali,kemudian pergi ke mesjid. Dirinya masih kepikiran mengenai Ida yang tak kunjung membalas pesannya. Mau menelpon pun juga ragu,sebab Ida masih sekolah,takut ganggu.
Sesampai di meajid,Bayu segera ambil air wudhu,setelah itu masuk ke dalam mesjid.
Terdengar suara bedug di pukul.
Bayu melihat seorang bapak - bapak berjalan ke mic. Bayi menghampiri bapak tersebut.
" Maaf pak...Bolehkah saya mengumandangkan adzan" ucap Bayu.
" Silahkan.." ucap bapak itu.
Bayu pun berjalan mendekati Mic,lalu mengumandangkan adzan.
Selesai shalat Dzuhur.
Bayu merasakan sesuatu yang mengganjal di hatinya,lalu melihat jam tangannya.
" Sejam lagi Ida pulang..Apa aku kesana aja.."ucap Bayu dalam hati.
Setelah berpikir apakah pergi ke sekolah Ida lanjut membantu pak Anwar,Bayu memutuskan untuk pergi ke sekolahan Ida.
Bayu menyalakan sepeda motor supra Fit ke sekolah SMA 3.
Sesampai di sekolah SMA 3.Bayu melihat masih sepi tak ada anak sekolah.hanya para pedagang yang ada,serta kendaraan yang berlalu lalang.
Bayu melihat salah satu rombong jualan bertuliskan Salome Joss. Ia pun menghampiri pedagang tersebut karena penasaran,makanan Salome itu seperti apa.
" Pak beli salomenya pak.." ucap Bayu.
" Beli berapa?" ucap pedagang salome.
" Lima ribu aja.." ucap Bayu.
Bayu mengeluarkan uang lima ribu lalu memberikan ke pedagang Salome.
Pedagang salome lantas mengambil plastik es lalu membuka panci.
" Kok di namai Salome pak..?" ucap Bayu penasaran.
" Salome itu singkatan mas...Satu lobang rame - rame.." ucap pedagang salome.
" Jancook...Satu lobang rame - rame..." ucap Bayu.
" Waduuh...Bisa lower itu lobang ***** Bay...Jika satu lubang rame - rame.." suara Jalu.
Setelah mendengar suara Jalu,Bayu lantas membayangkan seorang wanita di gangbang banyak pria.
" Wong jowo to mas.." ucap pedagang salome.
" Enggeh pak...Nang jowo gak ono salome..Mangkane aku penasaran terus tumbas.." ucap Bayu.
" Oalah....."
"Dulu itu gawe tusukan lidi,terus di celup - celup nang sambel saos. Seng tuku akeeh.."
" Mangkane di jenengke salome niku yo mergo seng ngelebokke wong akeh dalam satu lobang sambal.." ucap pedagang salome lalu memberikan bungkusan salkme ke Bayu.
" Oalah..Iyo..Yo.."
" Terus...Sinten seng asamani Salome pak?" ucap Bayu. " Siapa yang menamai Salome pak)
" Ojo bahasa jawa halus mas..Aku gak paham." ucap pedagang salome.
" Looh..Jenengan ngomong jowo..Mosok gak paham.." ucap Bayu.
" Aku ini orang bugis mas..." ucap pedagang Salome.
Bayu melihat wajah dan kulit penjual bakso menaksir pria itu berusia 26 tahun.
" Mosok to...Gak percoyo aku.." ucap Bayu.
" Aku serius mas.." ucap pedagang salome.
" Kok iso ngomong jowo..?" ucap Bayu.
" Tetanggaku rata - rata jawa,terus pergaulanku dengan orang jawa..Jadi iso ngomong jowo..Cuman bahasa jawa yang halus aku gak bisa.." ucap pedagang salome.
" Oalah...Ngono to ceritane..." ucap Bayu.
" Masnya asli jawa..?" ucap pedagang salome.
" Enggeh..Aku wong jowo kang..." ucap Bayu.
" Jowone endi mas?" ucap pedagang salome.
" Jawa tengah...Suwun yo kang..." ucap Bayu lalu berjaman lagi ke motor supra Fit yang ia parkirkan.
Sambil menunggu,Bayu duduk di motor sambil memikirkan Aisyah dan Melisa. Istri yang baru saja ia nikahi. Namun kini ia harus merelakan. Entah kehilangan Melisa atau Aisyah,atau kedua - duanya.
" Ya Allah...Kenapa harus 4 aja..Jika hambamu ada yang bisa berlaku adil,kenapa di batasin..." ucap Bayu dalam hati sambil memakan salome.
Bayu ingat akan ayat tentang Poligami,yakni suarah Annisa ayat 3 yang Artinya: "Jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Akan tetapi, jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, (nikahilah) seorang saja atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat untuk tidak berbuat zalim."
Pintu pagar sekolah terbuka,para pelajar SMA keluar.Karena jam sekolah telah selesai.
Bayu memperhatikan para murid yang keluar tersebut.
Saat Ida keluar,mata Bayu tak lepas dari pandangan.
Bayu melihat Ida seperti memikirkan sesuatu,tak seperti biasanya.
" Ya Allah...Maafkan hambamu ini..Hamba mencintai Ida ya Allah...Tapi hamba ikhlas..Bila Ida gak mau dengan hamba. Hamba akan meninggalkan dia,serta melupakannya.."
" Tapi..Hamba mohon ya Allah..Ketika di surga nanti,pertemukan hamba dengan Putri kembali..Amin.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu melihat Ida menaiki angkot,segera saja ia menyalakan sepeda motor.
Setelah angkot yang di tumpangi Ida jalan,Bayu mengikuti dari belakang.
Hingga Ida turun dari angkot.
Bahu berhenti sambil melihat ke arah Ida,
" Kenapa dia masih melamun,gak lihat arah kendaraan lewat lagi.."
Bayu melihat sebuah truck melaju, di belakang truck ada mobil angkot,tapi jaraknya sekitar 40 meter lebih. Lalu melihat ke arah Ida lagi.
Bayu segera menurunkan standar motor.
" Gawaaat...." ucap Bayu melihat Ida tetap berjalan.
TIIIIIINN...... ( suara klason mobil.
Bayu segera memakai ilmu menghilang untuk menyelamatkan Ida.
Bayu menghilang dari sepeda motor lalu muncul di depan Ida. Bayu segera menabrak Ida lalu membawa Ida ke alam ghaib.
" Maak....Maafin ulun.." ucap Ida dengan mata terpejam.
CIIIIIIIT.........( suara rem...)
Truck yang melaju itu mengerem.
***
Alam ghaib.
Kamar tidur.
Bayu dan ida muncul di tempat tidur dengan posisi mau jatuh.
Bruuukk...Mereka jatuh terhempas ke kasur. Posisi Ida di bawah,sementara Bayu di atas.
Bayu segera menutup mata Ida,agar Ida tak melihat. Kemudian membawa Ida kembali ke tempat semula.
****
Alam nyata.
Truck yang melaju hampir menabrak Ida masih mengerem.
Bayu dan Ida muncul kembali sepersekian detik saat truck lewat di mana posisi Ida menghilang. Karena sebelum kembali ke alam nyata,Bayu telah memperhitunkan,kapan ia harus segera muncul kembali.
Orang - orang yang sebagian melihat Ida mengira Ida tertabrak segera berlarian.
Mobil angkot di belakang truk yang melaju segera memperlambat jalannnya karena melihat 2 orang tergeletak di tengah jalan.
Orang - orang yang berlarian itu sampai di tempat Ida dan Bayu.
Bayu menarik tangannya yang menutupi mata Ida lalu berguling ke samping.
Ida membuka matanya,ia melihat pria memakai helm di samping dirinya,lalu melihat orang - orang yang berkerumun.
Bayu duduk jongkok lalu memegang tangan Ida.
" Jangan tidur di tengah jalan..Bahaya.." ucap Bayu sambil membantu Ida berdiri.
Sang supir truck keluar dari mobil lalu menghampiri ke kerumunan orang - orang.
Saat sang sopir melewati keruman orang - orang,ia melihat gadis yang di tabraknya itu tidak apa - apa, lecet pun tidak,lalu berjalan menghampiri Ida.
" Maaf...Tadi aku ngebut,apakah kamu tidak apa - apa?" ucap sang supir.
" Iya..Aku tidak apa - apa.." ucap Ida.
Sang supir melihat orang yang memakai helm dan bermasker serta kacamata.
" Bagaimana dia bisa selamat..Padahal telak - telaknya aku menabrak..." ucap supir truk dalam hati.
Bayu menuntun Ida ke sepeda motor supra Fit.
Setelah sampai,Bayu nail terlebih dahulu,lalu Ida.
Ida masih diam tak bicara. Sebab dirinya merasa bingung.
Bagaimana dirinya bisa selamat dari maut,ia melihat sendiri truck itu akan menabrak dirinya. Ia tak bisa mengelak atau menghindar. Terus di tabrak oleh Bayu,kemudian ia merasakan terhempas di permukaan yang empuk. Kemudian ia merasakan permukaan yang empuk bwrubah menjadi keras.
Sesampai di rumah Ida.
" Dek...Dah sampai..."
Ida tak menjawab,sebab ia masih memikirkan kejadian tadi.
Bayu menepuk paha Ida.
"Eeeeh..!!! Ida terkejut.
" Sudah sampai dek.." ucap Bayu.
Ida turun lalu berjalan ke rumah.
Bayu mengikuti Ida.
Di saat Ida akan melepas sepatu,Bayu segwra menghampiri lalu membantu melepas sepatu. Ida memperhatikan Bayu yang sedang melepas sepatunya.
" Kalau jalan..Jangan melamun yaa..." ucap Bayu.
" Tadi kakak menyelamatkan adek?" ucap Ida.
" Iya.."
" Soalnya kakak kepikiran denganmu,setelah shalat Dzuhur. Kakak langsung ke sekolahannya adek.." ucap Bayu lalu berdiri karena sudah selesai melepas sepatunya Ida.
Ida berdiri lalu memeluk Bayu.
" Terima kasih kak...Jika gak ada kakak,adek sudah mati.." ucap Ida.
" Iya...Jangan melamun lagi ya,kakak mau menemui bapak adek dulu."
" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu lalu pergi.
" Wa'alaikum salam.." ucap Ida sambil melihat Bayu hingga Bayu tak terlihat lagi. Setelah itu masuk ke dlam rumah.
Sesampai di kamar,Ida kepikiran lagi tentang mengapa dirinya selamat,sedangkan dirinya berada di tengah jalan serta ia merasakan hal lain saat di tabrak dan ambruk. Seharusnya ia merasakan benda keras menghantam dirinya.
***
Rumah sewaan.
Sore hari.
Bayu duduk sambil memegang ponsel,ia baru selesai menghubungi ke lima istrinya. Di mulutnya terdapat choki - choki yang sisa separuh.
Bayu telah memesan tiket pesawat untuk penerbangan besok. Malam ini dirinya akan berjalan dengan Dewi ke bioskop.
Bayu harus merelakan Melisa,jika Ida tak menerima. Melisa akan kembali menjadi adiknya Bayu,meskipun sudah bukan suami istri lagi.
" Besok Wardoyo datang ambil motornya,lalu mengembalikan kunci rumah ke bu Nita,setelah itu pulang deh..."
" Alhamdulillah...Terima kasih ya Allah.."
" Engkau telah membantuku dalam mengurus tanah.."
" Sekarang tinggal terakhir..Yaitu.."
" Nonton film di biokop..."
"Habis itu pulang... ucap Bayu dalam hati.