
Jakarta.
Nampak seorang pria keluar dari gerbang Lapas mengenakan baju kemeja bergaris,celana levis,dan sepatu kets.
" Akhirnya...."
" Aku bisa menghirup udah bebas "
" Bayu...."
" Tunggu pembalasanku..Lu akan merasakan apa yang gue rasakan..."ucap pria itu dalam hati.
Lalu seseorang menunggu di mobil dekat bangunan lapas.
Pria yang baru keluar dari lapas lantas menghampiri pria itu.
" Gue kira lu gak mau jemputin gua.." ucap pria 1.
" Ya kagaklah...Gue pasti jemputin lu.." ucap pria 2.
Mereka kemudian masuk ke dalam mobil.
" Oh iya...Lu masih ngawasin Bayu apa kagak?" ucap pria 1.
" Gue jarang ngawasin..."
" Jika sering gue awasin...Takutnya gue ketahuan dan gue bisa di tangkap sama pengawalnya..." ucap pria 2.
" Ya sudah...Ayo jalan..."
" Gue pengen makan dan minum enak..." ucap pria 1.
Pria 2 yang duduk di kursi kemudi lantas menjalankan mobilnya.
" Bukannya lu di dalam penjara makan enak.."ucap pria 2.
" Anjeeeeng...Makan enak dari hongkong..."
" Yang ada gue gak selera makan..." ucap pria 1
" Tapi tetap lu makan kan..." ucap pria 2.
" Ya iyalah gue makan...Gue gak mau mati kelaparan..."
" Dan gue ingin balas dendam sama orang yang telah mencelakai gue dan keluarga gue..."
" Bokap gue mati gara - gara dia..."ucap pria 1.
" Untung lu dapat remisi...Jadi lu cepat bebas.." ucap pria 2.
" Gue sengaja melakukan itu.... Jika tidak..Sudah gue hajar itu penjaga lapas.." ucap pria 1.
---***---
China.
Siang hari.
Ling Ling yang duduk bersama Fai Long di lantai 3 tiba - tiba hapenya bergetar. Lantas Ling Ling melihat siapa yang menelpon.
" Ya hallo.."
" Kapan...?"
" Maaf pak....Bukannya kita tidak mau siang ini berangkat..Kami masih ada perlu..Tengah malam baru kami bisa berangkat"
" Siap....."
Ling Ling menaruh hapenya.
" Kita di suruh kumpul." ucap Ling Ling.
" Siaal...Padahal aku ingin bersantai.." ucap Fai Long.
" Nanti kita liburan...Membawa Jiang ke pantai.." ucap Ling Ling.
" Pantai..?" ucap Fai Long.
" Iya....Dia bilang ingin kepantai..Padahal sudah aku tawarin ke diskotik. Tapi dia gak mau.."
" Kebetulan aku juga ingin ke sana." ucap Ling Ling.
" Lalu Jiang gimana? Kita usir atau tetap di sini " ucap Fai Long.
" Biarkan saja dia di sini.." ucap Ling Ling.
" Apakah kamu yakin dengan pemuda itu?" ucap Fai Long.
" Yakin...Aku tidak pernah salah dalam hal menilai orang..."
" Dia pemuda yang baik dan polos...Juga..." ucap Ling Ling.
" Tampan gitu maksudmu..?" ucap Fai Long.
"Iya...Jangan marah atau cemburu ya suamiku..." Ling Ling.
" Aku tak marah atau cemburu..."
" Memang dia tampan... Dia memiliki sebuah aura misterius..."
" Tengah malam berlari sendirian..."
" Sensitif bila aku bertanya identitasnya..."
" Ngakunya tidak bisa...Tapi bisa.."
" Lugu...dan nyebelin..." ucap Fai Long.
" Bagaimana jika kita latih dia..?" ucap Ling Ling.
" Kamu yakin mau latih dia?" ucap Ling Ling.
" Iya..."
" Siapa tahu dia bisa dan menjadi tim kita.."
"Kamu bisa lihat sendiri dia bisa melempar pisau dan pandai dalam melempar gelang.."
" Aku saja belum tentu bisa melakukannya. ucap Ling Ling.
" Jika dia mata - mata gimana?" ucap Fai Long.
" Aku telah memeriksa kamarnya..."
" Hanya ada pakaian dan senter saja..."
" Tak ada kartu identitas..."
" Dan yang membuatku aneh..."
" Sudah tahu hapenya tidak meliki kartu...Tapi di panggilan keluar ada banyak nomor yang dia hubungi..."ucap Ling Ling.
" Apa kamu sudah pernah mencoba menghubungi nomor itu?" ucap Fai Long.
" Sudah..Namun tidak bisa.." ucap Ling Ling.
" Apa kamu serius melatih dia?" ucap Fai Long ragu.
"Ya kita coba saja..."
" Jika tidak bisa ya sudah..."
" Kita suruh jaga tempat kita saja.." ucap Ling Ling.
Fai Long berdiri lalu berjalan ke arah tembok. Ia memindahkan sebuah lukisan.
Nampak di balik lukisan ada lemari besi.
Fai Long menekan tombol di lemari besi tersebut.
Pintu lemari besi di buka. Nampak di dalamnya ada tumpukan uang dan berbagai macam senjata.
Ling Ling mengambil tas.
Kemudian Fai Long meletakkan senjata dan amunisi ke dalam tas tersebut.
" Oh iya...Dia pernah bilang kalau dia amnesia.." ucap Fai Long.
" Kita lihat saja nanti setelah kita kembali.." ucap Ling Ling.
***
Sore hari.
Nampak Bayu duduk menunggu pelanggan sambil membaca buku pemberian Ling Ling.
Buku itu menjelaskan cara bertahan hidup di hutan
Di samping Bayu masih ada lagi tumpukan buku.
4 orang pengunjung datang,Bayu meletakkan bukunya,lalu bersiap untuk menggoreng ayam.
Fai Long duduk tak jauh dari Bayu,sementara Ling Ling menanyakan ke pengunjung.
Tak terasa waktu shalat magrib pun tiba.
Bayu masih menggoreng ayam lalu melihat jam tangannya.
" * Paman..." ucap Bayu.
" Ya..." ucap Fai Long.
"* Aku mau ke kamar dulu...Tolong gantikan.." ucap Bayu.
" Kamu mau ngapain?" ucap Fai Long.
" * Mau sujud.." ucap Bayu.
" Sujud...?"
" Nanti saja...Masih ada pembeli..." ucap Fai Long.
Bayu melepas celemeknya,lalu mematikan kompor kemudian meninggalkan dapur.
" * Maaf paman...Aku gak bisa.." ucap Bayu.
" Siapa yang memasak jika kamu tinggal?" ucap Fai Long.
" * Paman lah yang memasak...10 menit.." ucap Bayu sambil berjalan.
" Jancook..."
" Aku mau santai malah gak bisa.." ucap Fai Long lalu berjalan ke dapur.
" Kamu ikut - ikutan Jiang mengucapkan jancok?" ucap Ling Ling.
" Iya... Terasa lebih enak saja saat mengucapkannya..." ucap Fai Long.
Setelah Bayu selesai shalat,ia pun kembali ke dapur dan melihat Fai Long masih menggoreng.
Bayu telah membuat sambal lumayan banyak,sehingga lebih memudahkan ketika ada banyak pembeli datang.
"* Iya paman..."
"* Minumannya apa?" ucap Bayu.
" Sudah aku buatkan " ucap Ling Ling.
Fai Long selesai menggoreng dan meletakkan sambal juga nasi,tak lupa sayuran segar timun dan selada..
" Ini antar ke pria dan wanita itu.." ucap Fai Long lalu menunjuk arah.
"* Iya paman..."
Bayu mengantar makanan itu.
"* Silahkan..." ucap Bayu lalu berjalan lagi ke dapur.
" Besok kita tidak berjualan.." ucap Fai Long.
" * Kenapa tidak berjualan paman?" ucap Bayu.
" Kita ada perlu...."
" Jika kamu lapar,masak saja sendiri..."
" Jika kamu keluar...Kunci semua pintu.." ucap Fai Long.
" Berapa hari paman?" ucap Bayu.
" 6 hari..."
" Tenang..."
" Meskipun libur..Aku akan memberimu uang.." ucap Fai Long.
Muncul 4 orang,2 di antaranya suda pernah datang. Lalu memesan makanan.
Bayu sigap membuatkan makanan tersebut. Bayu membuat nasi 2 macam rasa. Nasi biasa dan nasi uduk. Di antara 2 nasi itu,nasi uduk yang paling di minati. Karena ada rasa tersendiri saat menikmati pecel ayam.
" Bibi...Bisa nambah lagi nasinya?" ucap pria yang kehabisan nasi,tapi lauknya masih ada.
" Bisa..."
" Nasi apa?" ucap Ling Ling.
" Nasi spesial (uduk)..." ucap pria itu.
Tidak sampai tengah malam,Ayam yang berada di etalase habis terjual.
Fai Long menutup warung makannya,saat mau menutup ada 2 pria datang.
" Apakah mau tutup?" ucap pria 1.
" Iya..Karena sudah habis..." ucap Fai Long.
" Kita telat..." ucap pria 2.
"Maaf.." ucap Fai Long. Lalu menutup pintu,lalu menghampiri Bayu yang sedang bersama Ling Ling.
" Ayo kita pergi... Sudah aku persiapkan semua.." ucap Ling Ling.
" * Paman dan bibi mau pergi sekarang?" ucap Bayu.
" Iya Jiang..... Kami akan pergi sekarang.."
" Terserah kamu mau kemana..."
" Tapi jangan lupa kunci pintunya "
"Kalau mau pergi jauh dan tidak kembali,lempar kuncinya ke lantai 2 jika mau meninggalkan tempat ini.." ucap Fai Long.
"* Iya paman..." ucap Bayu.
Ling Ling mendekati Bayu lalu memeluknya.
" Jaga diri baik - baik..."
" Dan ingat...Jangan mudah percaya kepada orang yang belum kamu kenal..." ucap Ling Ling lalu melepas pelukannya.
"* Iya bi...".ucap Bayu
FaI Long mengambil 2 tas berbeda ukuran yang tadi di bawa oleh Ling Ling.
" Seharusnya siang tadi kita berangkat.. Tapi kita tunda dulu untuk menamanimu.." ucap Ling Ling.
"* Apakah aku boleh membuka kedai ini sendirian bi?" ucap Bayu.
" Jika kamu sanggup melakukannya sendiri tidak masalah..."
"Tapi... Jangan izinkan orang luar menginap di rumah ini.."
" Apa kamu paham..?" ucap Ling Ling.
" Paham bi..." ucap Bayu.
" Oh iya...Satu lagi.."
" Jangan bukakan pintu bila ada orang lain datang...Tutup dan kunci pintunya"
" Bibi pergi dulu...Jaga dirimu baik - baik.." ucap Ling Ling lalu meninggalkan Bayu.
Bayu berjalan mengikuti Ling Ling. Sesampai di luar Bayu melihat Ling Ling masuk ke dalam mobil lalu pergi.
" Sendirian lagi..."
Bayu menutup pintu dan menguncinya. Kemudian berjalan ke arah meja yang tersusun rapi,nampak ada sampah mengotori lantai.
" Hemm..."
" Besok pagi sajalah aku bersihkan sisanya..." ucap Bayu.
Bayu berjalan ke lantai 2.
Sesampai di kamar tidur ia pergi ke kamar mandi untuk gosok gigi setelah itu tidur.
***
Pagi hari.
Setelah Bayu meraoikan kamar tidur,ia pergi ke lantai bawah.
Bayu mengambil sapu dan serokan tak lupa kain lap.
Kemudian berjalan ke meja.
Bayu mengelap seluruh meja,setelah itu menyapu lantainya.
20 menit kemudian.
Bayu mengunci pintu,lalu mengambil kantong plastik berisi sampah.
Bayu berjalan menuju tempat sampah berada.
" Susah juga kalau begini caranya..."
" Jika aku bertemu orang lain,dan ku pikir dia orang baik. Tapi ternyata jahat...."
Sampai di bak sampah yang besar,Bayu membuah sampahnya,lalu berjalan lagi memikirkan apa yang harus di lakukan mencari jati diri dan juga keluarganya.
" Apa aku pergi ke Indonesia saja ya..."
" Siapa tahu aku bisa bertemu dengan keluargaku.."
" Tapi..."
" Bagaimana caranya.. "
" Indonesia saja aku tidak tahu di mana itu tempatnya..."
" Mumeet sirahku( kepalaku) cook..." ucap Bayu dalam hati.
Tiba - tiba.
" Mumet yo ndang ngentu..." suara Jalu.
Setelah sekian purnama baru muncul suara Jalu.
Bayu celingukan mencari suara tersebut. Namun tidak ketemu. Lalu memutuskan untuk berlari mengelilingi komplek.
Bayu tidak ingat siapa yang barusan ia dengar.
Di saat Bayu berlari akan memasuki sebuah gang ada sebuah mobil berjalan yang jaraknya hanya 30 meter. Di dalamnya ada Hana yang sedang menuju pasar. Ia berharap orang yang mirip Bayu adalah Bayu putranya.
Mata Hana melihat ke jendela mobil dan melihat seorang pemuda berlari.
" Seperti Bayu..." gumam Hana
10 detik kemudian ia baru tersadar.
" Jangan - jangan itu Bayu...." gumam Hana.
"* Pak berhenti..." ucap Hana.
Mobil yang ditumpangi Hana berhenti.
Kemudian Hana keluar dari mobil.
Nampak mobil berlalu lalang saat Hana hendak menyebrang.
" Nyonya mau kemana?" ucap salah satu pengawal.
"* Aku melihat di sana ada putraku.." ucap Hana sambil menunjuk.
Para pengawal membantu Hana memyebrang jalan.
Begitu Hana selesai menyebrangi jalan,ia berlari ke arah gang di mana ia melihat pemuda yang mirip Bayu.
" Sayang....Kamu kah itu..?" ucap Hana dalam hati sambil berlari.
Hana melihat seorang sedang berlari,namun hanya terlihat punggungnya saja.
Potongan rambut mirip seperti Bayu. Hana segera mengejar orang tersebut,berharap itu adalah Bayu. Ia mengerahkan semua kekuatannya.
Jarak Hana dengan orang yang berlari semakin dekat.
Tap.... Hana memegang pundak orang itu.
" Sayang...." ucap Hana.
Orang yang di sentuh Hana berhenti lalu menoleh ke arah Hana.
.
.
.
BERSAMBUNG.
Maaf gak bisa banyak updatenya..