
Malam hari di rumah Bayu.
Bayu duduk bersama dengan para sahabatnya di Balkon lantai 2.
"Kang..."ucap Bayu.
"Opo Bay.." ucap Paijo.
"Gimana Cafenya? lancar" ucap Bayu.
"Lancar Bay... Untung saja teman - teman ada yang berjaga di pasar. Jadi begitu ada bahan yang kurang tinggal telpon aja.." ucap Paijo.
"Syukurlah...
"Hem...Jika kita tambah satu layanan lagi gimana kang?" ucap Bayu.
"Layanan apa Bay? " ucap Paijo.
"Pesan antar... " ucap Bayu.
"Hem....Tunggu dulu Bay... Ne teman - teman mayan kewalahan jika banyak yang datang..
"Belum lagi ada pengunjung menanyakan apa bisa Catering,
"Ya kita jawab belum bisa,sebab baru buka." ucap Paijo.
"Hem....Catering ya..." ucap Bayu.
"Iya...Mereka sangat menyukai masakan yang kita sajikan " ucap Paijo.
"Bim...
Bimo menoleh ke Bayu.
"Awakmu gelem gak jadi bagian pengurus Catering?" ucap Bayu.
"Hem... Mau...
"Terus kuliahku gimana Bay?" ucap Bimo
"Ya tetap kuliah,hanya saja kamu cari pegawai lalu cari mobil Box buat ngangkut makanan...
"2 dari anak buahku untuk mengawasi sisanya orang luar...Gimana? sanggup opo enggak?" ucap Bayu.
Nampak Bimo berpikir.
"Nanti aku bantu Mo..." ucap Daniel sambil mengotak atik laptopnya.
"Jika ada Catering,berarti ibunya Putri semakin sibuk donk Bay?" ucap Lukman.
"Iya...Tapi kan di bantu sama teman - teman..
"Terus calon pegawai baru harus lulusan tata boga,agar lebih mudah.." ucap Bayu.
"Aku mau Bay...Hitung - hitung buat pengalaman " ucap Bimo.
"Nah...Kamu Man bagian pesan antar..Nanti beli motor Supra Fit buat mengantar pesanan,belakangnya kasih kotak buat tempat naruh makanan..." ucap Bayu.
"Seperti Pisang hot dong Bay..." ucap Lukman.
"He eh....Nanti tak kasih uang buat beli kendaraan sama perlengkapan Catering." ucap Bayu.
"Ibunya Putri dah di beri tahu apa belum Bay soal Catering sama Pesan antar itu.." ucap Daniel.
"Belum Niel..Nanti aku beritahu ke mamaku,jika beliau setuju maka rencana ini kita jalankan.." ucap Bayu.
Bayu memgambil choki - choki di kantong bajunya lalu memakannya.
"Kalau ibunya Putri setuju,aku akan buatkan gambar buat Logo Cafemu..." ucap Daniel.
"Itu bukan Cafeku,tapi milik kita bersama...Hasilnya bagi rata setelah di ambil dana operasional Cafe..."ucap Bayu.
"Pegawainya boleh cewek gak Bay?" ucap Bimo.
"Boleh...Asal yang masih muda,jangan yang sudah tua..." ucap Bayu
"Ya iyalah...Masa iya nenek di suruh...Bisa kualat nanti ." ucap Bimo.
"Juga harus kuat mental loh...Soalnya teman kita kan preman..." ucap Bayu.
"Kamu dengar belum Bay" ucap Lukman.
"Dengar apa Man?" ucap Bayu.
"Itu sepupunya Bang Juned yang gantikan bang Juned... Namanya kalau gak salah kang Ubed. Bang Juned yang biasa mangkal jaga parkir lalu di gantikan kang Ubed... Kang Ubed di datangi 3 orang,lalu di pukulin....Katanya gak boleh jaga parkiran di situ.." ucap Lukman.
"Siapa yang mukulin Man? nanti aku samperin,akan kubuat patah tulang yang menghajar temanku" ucap Bayu tak terima bila temannya fi hajar.
"Sudah di atasi Bay...Yang mukulin itu orang yang berusaha merebut lahan parkir...Teman - teman memancing mereka keluar dengan cara merekrut anak buah baru..
"Begitu mereka datang,teman - teman yang bersembunyi kemudian keluar lalu menghajar mereka hingga patah tulang,giginya rontok..." ucap Lukman.
"Syukurlah...Tapi kenapa mereka gak memberitahuku ya?" ucap Bayu.
"Mereka sungkan sama kamu Bay,terus mereka bisa mengatasinya sendiri..Lagi pula kejadiannya pas kita ke Jogja waktu itu." ucap Lukman.
"Kang Ubednya ada di mana sekarang Man?" ucap Bayu.
"Masihi rawat di rumah sakit Bay..Kondisinya sudah baikan." ucap Lukman.
"Mereka tahu gak siapa dalangnya?" ucap Bayu.
"Belum tahu Bay..Masih di selidiki." ucap Lukman.
"Lalu yang lainnya apakah di serang juga?" ucap Bayu.
"Untuk sementara belum ada Bay..." ucap Lukman.
"Yesss.....Berhasil..." ucap Daniel kesenangan.
"Berhasil apa Niel?" ucap Bimo.
"Aku lagi buat semacam virus komputer Bo..." ucap Daniel.
"Oooh...Virus komputers... Terus kamu dah buat aplikasi anti virus itu?" ucap Bimo.
"Sudah dong...Ini belum ada di pasaran..
"Jika peralatan elektronik seperti hape yang memiliki jaringan internet bisa kita kendalikan .Kita bisa tahu siapa yang nelpon,sms..
"Bahkan bisa buka video meskipun yang punya hape tak membuka video..." ucap Daniel.
"Wuuiih....Canggih...Seperti cloning dong.." ucap Lukman.
"Yoi Man..." ucap Daniel.
"Bisa lihat orang tua Bimo gak Niel?" ucap Bayu.
"Hem...Orang tuanya Bimo kan gak punya hape kamera Bay..." ucap Daniel.
"Oh iya...Lali aku...
"Kalau seumpama menghack kamera CCTV bisa gak Niel" ucap Bayu.
"Jika pakai jaringan internet bisa,tapi jika manual gak bisa,aku aku mencolokkan kabel ke rerminal CCTV dulu bila tak ada jaringan internet...." ucap Daniel.
"CCTV di Cafe itu gak pakai internet kan Niel?" ucap Bayu.
"Enggak Bay..." ucap Daniel.
"Ya udah kalau gitu...Besok aku akan bicarakan hal yang mengenai Catering dan pesan antar pada mamaku,jika beliau tak keberatan. Maka kita jalankan bisnis itu..." ucap Bayu.
---***---
Cafe Mantan.
Pukul 11.50.
Bayu beserta keluarga,sahabat dan pengawalnya tiba di Cafe. Mereka di sambut oleh anak buah Bayu yang berjaga di parkiran.
"Siang Bos..." ucap salah satu anak buah Bayu.
"Siang juga kang...Gimana? aman aja kah kang?" ucap Bayu.
"Aman bos..." ucap anak buah Bayu.
Bayu berjalan menuju Cafenya untuk menemui ibu mertuanya.
Nampak bu Intan sedang sibuk melayani pembeli. Padahal Bayu menyuruh ibu mertuanya duduk mengawasi saja,akan tetapi bu Intan tidak mau.
Bayu mendekati ibu mertuanya.
"Ma..." ucap Bayu.
"Iya nak..Ada apa?" ucap bu Intan.
"Setelah shalat Dzuhur nanti mama ke lantai 2 ya..Soalnya ada yang mau kita bicarakan ."ucap Bayu.
"Iya nak..." ucap bu Intan.
Bayu meninggalkan bu Intan,ia berjalan ke samping dapur untuk melihat teman - temannya sedang bekerja.
Nampak 2 orang sedang membuat ketupat,1 orang mengupas bawang merah, 1 orang mengisi beras pada ketupat yang jadi di bawah pohon mangga mengobrol sambil bekerja.
"Assalam mua'laikum..." ucap Bayu.
Mereka melihat Bayu datang menghampiri mereka.
"Wa'alaikum salam bos..." ucap para anak buah Buah.
lalu mereka hendak berdiri. Bayu memberi kode untuk tetap bekerja.
Bayu menghampiri anak buahnya yang bernama Juned.
Juned yang sedang memasukkan beras dalam ketupat di hampiri Bayu.
Bayu duduk di depannya lalu mengambil ketupat yang belum terisi beras.
"Kang Juned..." ucap Bayu tak melihat ke arah Juned,ia melihat ketupat yang ia isi.
"Iya bos..." ucap Juned.
"Kalau ada masalah di lapangan beri tahu aku ya..." ucap Bayu.
"I...I..Iya bos..." ucap Juned.
"Apakah teman - teman sudah mengetahui siapa dalang pemukulan itu?" ucap Bayu.
"Sudah bos..." ucap Juned.
"Siapa dalangnya kang?" ucap Bayu.
"Heru bos..." ucap Juned.
"Lalu..." ucap Bayu.
"Tadi pagi kita sudah menghajar mereka bos..." ucap Juned.
"Mereka ada berapa orang kang?" ucap Bayu.
"15 orang bos....Kita bawa pasukan 25 orang..Salah satunya ada kang Jefry *( *Anak buah Malik dari keaatuan khusus)." ucap Juned.
"Bagus....Jika ada yang berani mengambil kekuasaan kita,buat cacat saja mereka,agar orang lain yang mau mengambil kekuasaan kita tak berani macam - macam dengan kita." ucap Bayu.
"Siap bos..." ucap Juned
Bayu mengambil daun kelapa,lalu membuat ketupat.
"Siapa yang biayain Sepupu sampeyan kang?" ucap Bayu.
"Keluarga bos yang biayain rumah sakitnya bos.." ucap Juned.
Terdengar suara adzan dari mushalla.
Bayu diam memperhatikan Anak buahnya, ia sengaja tak menyuruh mereka berhenti bekerja.
Nampak Juned dan yang lainnya beranjak dari tempat duduk,lalu mereka berjalan ke arah tempat wudhu.
"Bagus....Kurain nunggu ku suruh..." ucap Bayu dalam hati lalu ikut pergi wudhu.
Setelah selesai shalat Dzuhur. Bayu bersama sahabatnya dan juga ibu mertuanya berada di ruang rapat.
"Ma....Tadi malam kita sedang mengobrol masalah orang yang ingin memesan makanan dalam jumlah besar,hemm....
"Jika kita menyediakan layanan itu maka otomatis menambah pekerjaan mama dan kita butuh pegawai,kendaraan dan juga peralatan lagi..
"Kemudian ada yang pesan hanya beberapa porsi saja,otomatis akan ada tim yang memgantar makanan tersebut...
"Menurut mama gimana?" ucap Bayu.
"Jadi kalau dapurnya lebih besar maka mama sanggup jika ada yang Catering?" ucap Bayu.
"Ya mama sanggup Wan..Kan ada anak buah,kecuali jika sendirian..Maka mama gak sanggup.." ucap bu Intan.
"Bay...Itu lantai pertama bagian belakang dapur tuh,kita pakai saja untuk masak,terus bisa menaruh peralatan Catering..." ucap Paijo.
"Hemm...Merubah ruangan lagu dong terus mereka gak ada ruang tamunya nanti" ucap Bayu.
"Cateringnya nanti dulu Wan..." ucap bu Intan.
Tiba - tiba HT yang di bawa Paijo bersuara.
"Pak Manajer...." suara Radio.
"Iya masuk..." ucap Paijo.
"Ada yang ingin bertemu dengan bapak.." suara radio.
"Tinggal aja gakpapa kang..." ucap Bayu.
"Oke...Aku kesana..
"Ku tinggal dulu yo..." ucap Paijo lalu berjalan meninggalkan meja rapat.
"Hem....
"Baiklah...Kalau pesan antar kita buka ya ma?" ucap Bayu.
"Iya...Tapi kita butuh karyawan baru lagi jika pesan antar..." ucap bu Intan.
"Oke...
Bayu menoleh ke Lukman.
"Motor supraku nanti di modif,lalu nanti kamu beli lagi yang baru Man...Apa kamu sanggup?" ucap Bayu.
"Gak usah beli Bay...
"Pakai aja motorku,soalnya motorku,jarang di pakai..." ucap Lukman.
"Kalau cuman dua aja kurang Man..." ucap Bayu.
Hape Bayu bergetar panjang,lalu Bayu mengeceknya.
"Pakai juga motorku Bay..." ucap Daniel.
Nampak panggilan dari Paijo.
"Sebentar...
Bayu menerima panggilan tersebut.
"Ya kang..." ucap Bayu.
"Ada yang mau nyewa Cafe kita Bay...
"Buat acara ulang tahun...Gimana?" suara Paijo.
"Bentar kang....
"Ada yang mau nyewa Cafe ini buat acara ulang tahun...Gimana ? Aku bingung..." ucap Bayu.
"Coba sini Wan,biar mama yang bicara sama Paijo..
Bayu memberikan hapenya.
"Jo..." ucap bu Intan.
"Iya ma..." suara Paijo.
"Bawa orangnya kesini..." ucap bu Intan.
"Siap ma..." suara Paijo.
Panggilan terputus.
"Kalau di sewa, otomatis pelanggan kita yang mau makan di sini gak bisa ma..." ucap Bayu.
"Nanti kita buat papan pengumuman saja Wan...
"Jam sekian akan di buka kembali...Gimana?" ucap bu Intan.
"Ide yang bagus...." ucap Bayu.
"Aku ke ruang kontrol dulu Bay..." ucap Daniel.
"Yo..." ucap Bayu.
Tak lama kemudian Paijo datang bersama seorang pria berumur sekita kepala 5,memakai pakaian jas hitam dan berdasi.
Bayu pernah melihat pria itu sebelumnya,yaitu saat ia shalat di mushalla, pria itu di sampingnya.
"Assalam mu'alaikum " ucap pria itu.
Bayu dan yang lainnya berdiri.
"Wa'alaikum salam " ucap Bayu,Lukman,Bimo dan bu Intan.
Mereka kemudian bersalaman.
"Nama saya Bayu pemilik Cafe ini pak.." ucap Bayu saat bersalaman.
"Saya Arsyad pak..." ucap pria itu
Setelah selesai bersalaman.
"Silahkan duduk pak...
Mereka kemudian duduk. Kecuali Lukman,ia mengambil teh Kotak di kardus,lalu meletakkan di depan tamu tersebut.Kemudian duduk.
"Maaf pak tempat ini tak seberapa luas dan agak berantakan...." ucap Bayu.
"Iya gakpapa pak...
"Saya ingin menyewa tempat ini untuk acara ulang tahun pernikahan saya,sekaligus ulang tahun istri saya... Apakah bisa pak?" ucap Arsyad.
Arsyad tertarik dengan tempat Cafe Bayu,di samping makanannya enak,tempat itu selalu di jaga oleh orang - orang yang membawa senjata laras panjang. Sehingga terjamin keamanannya.
"Hem...Kalau acaranya mendadak kami tak bisa pak,takut yang lain kesni pada kecewa?" ucap Bayu.
"Acaranya itu 2 minggu lagi... Mulai pagi jam 7 malam sampai jam 9 malam..." ucap Arsyad
"Hem...Berapa tamu yang bapak undang?" ucap Bayu.
"Kurang lebih 50 orang pak." ucap Arsyad.
"Gimana ma?" ucap Bayu.
"Bisa Wan..
"Oh iya...Silahkan di minum pak" ucap bu Intan.
"Bisa pak...Lalu menunya apa saja?...
Arsyad pun menyebut menunya.Bayu mencatat di kertas.
"Baik pak... Jika memang begitu,kami meminta uang DP sebesar 50% dari total biaya sewanya...
Arsyad memgambil teh Kotak lalu meminumnya.
"Uang DP itu bisa kembali 100 % jika sehari sebelumnya bapak memberi tahu kami jika mencancelnya.. Tapi jika pada hari perayaan tiba - tiba bapak mencancel maka uang DP tersebut tidak kembali secara utuh,kami akan memotongnya...Bagaimana pak?" ucap Bayu.
"Setuju..." ucap Arsyad.
"Kang...Hitung semuanya...
"Aku malas ngitung..." ucap Bayu sambil menyodorkan kertas Paijo.
"Oh iya pak Bayu...Apakah bisa request Kue ulang tahunnya pak?" ucap Arsyad.
"Mama bisa buat kue ulang tahun gak?" ucap Bayu.
"Mama gak bisa Wan..." ucap bu Intan.
"Jika kita pesankan gimana pak sebab kita tak bisa membuat kue ulang tahun.?" ucap Bayu.
"Boleh..." ucap Arsyad.
"Mau yang berapa tingkat pak?" ucap Bayu.
"Hem...2 tingkat saja pak.." ucap Arsyad.
"Kang...Tahu harga kue ultah gak kang?" ucap Bayu.
"Gak tahu aku Bay...Soalnya ra tau tuku kue ultah.." ucap Paijo sambil menghitung.
"Begini saja pak,untuk kue ultah kami akan memisahkannya sendiri,jadi... Saat bapak hendak membayar kekurangannya,kami akan memberikan nota pembelian kue ultah tersebut..Bagaimana pak?" ucap Bayu.
"Oke....Saya setuju pak" ucap Arsyad.
Khalisa dan Diana muncul.
"Sayang..Pulang yuk..." ucap Diana.
Arsyad menoleh ke Khalisa lalu ke Diana.
"Bentar yank...Masih ada tamu.." ucap Bayu.
"Kita tunggu di bawah ya mas.." ucap Khalisa.
"Iya dek.." ucap Bayu.
Khalisa dan Diana turun lagi ke bawah.
"Pacar bapak?" ucap Arsyad.
"Bukan pak...Itu istri saya...
"Oh iya...Pembayaran Cash atau pakai kartu pak?" ucap Bayu.
"Kartu saja pak..." ucap Arsyad.
"Hem...Pakai dekorasi atau tidak pak?" ucap Bayu.
"Tidak usah pak..." ucap Arsyad.
Paijo lantas memberitahu jumlah yang harus di bayar ke pak Arsyad.
"Mari pak ikut saya.." ucap Paijo.
Bayu berdiri di ikuti yang lain,mereka kemudian bersalaman. Paijo dan Arsyad pergi ke bawah.
"Jika mama capek..Istirahat aja ya ma...Gak usah di paksa,nanti mama sakit.." ucap Bayu.
"Iya Wan..Mama istirahat kok...
"Ini waktunya mama istirahat." ucap bu Intan.
"Man..." ucap Bayu.
"Iya.." ucap Lukman.
"Beli motor baru aja,kalau motor seken banyak memakan biaya perawatan,nanti jika dirimu mau jalan - jalan sama pacar piyee" ucap Bayu.
"Yo wes...." ucap Lukman.
"Ya sudah kalau begitu..Bayu pulang duluan ya ma..." ucap Bayu.
Bayu mencium tangan bu Intan.
"Iya...Hati - hati ya nak.." ucap bu Intan.
"Iya Ma...
"Awakmu muleh gak Man...?" ucap Bayu.
"Engko sore aku balek Bay...Bareng karo mama Putri" ucap Lukman.
"Ya sudah kalau begitu..." ucap Bayu.
Bayu berjalan keluar dari ruang rapat menuju Gazebo.
Sesampai di Gazebo,melihat Khalisa dan Diana sedang mainkan hapenya.
"Yuk kita pulang..." ucap Bayu.
Diana dan Sulis memyimpan hapenya,lalu mereka berjalan ke arah parkiran.