
Pukul 13.40.
Bayu duduk di teras menunggu kedatangan Hinata memakai kaos lengan pendek dan celana pendek.
Hape Nokianya berbunyi nada pesan.
Bayu mengambil hapenya untuk memeriksa.
From bu Eva.
Bay... Ayahku mengundangmu berbuka bersama.
Bayu membalas pesan tersebut.
To bu Eva.
Maaf bu, aku tak bisa datang. aku berbuka bersama dengan keluargaku,dan aku ada jadwal di mesjid.
Bayu mengirim pesan tersebut.
Tak lama kemudian,3 mobil Pajero muncul.
Mobil yang di tengah berhenti di depan Bayu. Para pengawal turun,salah satunya membuka pintu di mana Hinata dan Melisa duduk.
Nampak Hinata tidur di kursi. Bayu berdiri lalu menghampirinya.Ia melepas sabuk pengaman lalu menggendong Hinata masuk ke dalam rumah. Seorang pengawal membawa tas milik Hinata.
Sesampai di kamar Hinata,Bayu meletakkan Hinata di kasur,kemudian Bayu melepas sepatunya Hinata.
Melisa masuk membawa tas milik Hinata yang di letakkan di depan pintu kamar.
"Tumben kak Ayu tertidur kak..." ucap Melisa.
"Kurang tidur dia Mel..." ucap Bayu.
Melisa kemudian keluar kamar tak lupa menutup pintunya.
Hape Nokianya kembali berdering nada pesan.
Bayu melihat siapa yang mengirim pesan.
From bu Eva.
Kapan kamu bisanya.
Bayu tak membalas pesan tersebut,ia membuat mode pesawat di hapenya,lalu berebah di samping Hinata.
"Nanti sajalah aku bicara langsung padanya.." ucap Bayu dalam hati. Ia ingin memberi tahu pada dosennya,bahwa dirinya sudah menikah.
Tak lama kemudian Bayu tertidur.
10 menit sebelum waktu shalat Ashar.
Pintu kamar Hinata terbuka,nampak Khalisa memakai kaos MU dan celana panjang yang membuka pintu itu,lalu berjalan ke arah Bayu yang tertidur.
Khalisa menyentuh pundak Bayu.
"Mas..Banguun...
Bayu membuka matanya.
"Shalat mas...Bentar lagi Ashar.." ucap Khalisa.
Bayu kemudian bangun,lalu melihat ke arah Hinata yang masih tertidur.
"Yomesan....Bangunn..." ucap Bayu sambil menyentuh tangan Hinata.
Hinata membuka matanya lalu terbangun kemudian Hinata melihat sekeliling.
"Okāsan…… okāsan wa doko? " ucap Hinata. (Ibu....Ibu di mana?)
"Yomesan...." ucap Bayu.
Hinata melihat ke Bayu.
"Shujin...Tadi aku betemu dengan ibuku dan kita mengobrol..
"Ada di mana ibuku shujin.." ucap Hinata meneteskan air mata.
"Tenang sayang....
Bayu merangkul Hinata.
"Ibunya sayang sudah tenang di alam sana..." ucap Bayu.
Khalisa mendekati Hinata,lalu memeluknya.
"Jadi dia bermimpi bertemu dengan ibu kandungnya..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu turun dari tempat tidur,ia berjalan ke kamar mandi untuk mandi.
Selesai wudhu,Bayu memakai sarung dan baju muslimnya tak lupa memakai songkok.
Hinata melepas seragam sekolahnya,lalu berjalan ke arah kamar mandi.
Bayu keluar kamar menuju ruang shalat.
Nampak hanya Diana saja yang berada di ruang shalat.
"Yang lain di mana yank?" ucap Bayu.
"Mungkin masih tidur yank..." ucap Diana.
Bayu berjalan ke arah kamar teman - temannya.
Tok....Tok....Tok...
"Man...
Tok....Tok...Tok...
"Shalat man...
Tak ada jawaban.
Dok....Dook....dook... Bayu menggedor pintu.
"Shalat Man..." ucap Bayu agak nyaring.
"Iya Bay..." suara Lukman.
Bayu berjalan ke arah kamar Bimo.
Saat mau mengetuk pintu kamar Bimo. Pintu kamar Bimo terbuka.
"Kirain tidur..." ucap Bayu.
"Boker tadi aku Bay..." ucap Bimo.
Pintu kamar Paijo terbuka,lalu muncul Paijo.
Bayu berjalan ke ruang salat.
Setelah mereka selesai Shalat. Bayu mengajari istrinya mengaji. Selesai mereka mengaji.
"Sayang..." ucap Diana.
"Iya.." ucap Bayu.
"Allah itu cewek apa cowok ?" ucap Diana.
"Di dalam Al Qur'an surah Asy Syura ayat 11 yang artinya...
"(Allah)pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan kamu pasangan - pasangan dari jenis kamu sediri,dan dari jenis hewan ternak pasangan - pasangan (juga). Di jadikan -Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia maha mendengar dan maha Melihat.
"Kesimpulan dari ayat itu,bahwa Allah itu tidak serupa dengan ciptaannya sayang..." ucap Bayu.
"Ooo... Begitu... Terus apakah Allah itu punya istri dan anak?" ucap Diana.
"Tidak sayang...Allah itu satu,dia tidak beranak,dan juga tidak diperanakkan.." ucap Bayu.
"Apakah dia pernah turun di muka bumi ini yank?" ucap Diana.
"Tidak pernah sayang,hanya utusannya yang turun ke bumi untuk menyuruh beribadah kepada Allah... Jika mereka tak mengikuti utusan Allah,maka Allah akan membinasakannya.. Contoh dalam cerita nabi Nuh,mereka tak mau mematuhi perintah Allah ,mereka di tenggelamkan dalam bencana banjir yang maha dahsyat. Cerita itu terdapat di dalam Al Qur'an.." ucap Bayu.
"Apakah sayang termasuk utusan Allah?" ucap Diana.
Bayu tersenyum
"Tidak sayang...
"Utusan Allah itu adalah orang - orang pilihan..
"Yang pertama itu Nabi Adam,dan yang terakhir adalah nabi Muhammad SAW..
"Setelah nabi Muhammad SAW wafat,tidak ada lagi nabi... Jika ada,maka itu palsu. Sebab sudah ada di dalam Al Qur'an dan Hadits..." ucap Bayu.
"Ooo... Begitu..." ucap Diana.
"Apakah ada lagi yang mau di tanyakan?" ucap Bayu.
"Kapan sayang menghamili kita?" ucap Diana.
"Saat aku dah selesai kuliah sayang...Agar aku punya pondasi yang kuat untuk memimpin keluarga ini dan juga keluarga Han.." ucap Bayu.
"Hem...Sayang mau belajar bahasa cina apa enggak?" ucap Diana.
"Mau... Tapi aku belajar bahasa jepang dulu ya sayang...Jika dah lancar,baru aku belajar bahasa cina...
Bayu melihat jam tangannya.
"Kita sudahi dulu...Besok kita lanjut lagi ya" ucap Bayu.
Mereka kemudian membubarkan diri.
Bayu berjalan ke kamar Hinata.
Sesampai di kamar,Bayu mandi. Selesai mandi,Bayu mengambil hapenya,ia mengubah ke mode getar.
Muncul 10 pesan.
Bayu melihat pesan tesebut. Nampak pesan dari dosennya dan operator.
From bu Eva.
Kamu shalat tarawih di mesjid mana Bay.
From bu Eva.
kok gak di balas smsku Bay.
From bu Eva.
Hapemu gak aktif,kamu gak suka ku sms ya Bay...
From bu Eva.
Maaf Bay.Semenjak aku melihatmu,wajahmu selalu muncul di mana - mana,bahkan saat aku mengerjakan materi kuliah. Wajahmu muncul di layar laptopku.
Maaf bila aku mengganggumu.
Bayu menghapus semua sms dari bu Eva,setelah itu Bayu mengecas hapenya.
5 menit sebelum adzan Magrib.
Bayu dan yang lainnya berkumpul di meja makan keluarga.
Melisa,Daniel dan Sulis ikut serta.
Nampak di meja makan tersedia kue basah ,Teh Kotak, jajan gorengan,Kurma,es sirup,dan air putih.
"Enggak mas...Aku di rumah aja..." ucap Sulis.
"Ooo... Begitu..
"Minum air putih dulu sebelum kalian makan,agar lambung kalian tidak kaget." ucap Bayu.
"Iya pak Kyai..." ucap semua orang,termasuk Hana dan bu Intan.
"Asem...." ucap Bayu dalam hati.
Tak terasa waktu magrib pun tiba.
Bayu membaca do'a berbuka puasa. Setelah itu ia meminum segelas air putih,kemudian memakan kurma 3 biji dan 1 agar - agar.
Selesai makan agar - agar,Bayu berdiri.
"Mas gak nyobain kuenya?" ucap Khalisa.
"Nanti setelah shalat dek..." ucap Bayu.
Bayu berjalan menuju ruang shalat.
Setelah sampai ,Bayu mengumandangkan adzan Magrib. Selesai adzan,Bayu melakukan shalat sunnah.
Tak lama kemudian,satu persatu berdatangan untuk shalat magrib.
Selesai shalat Magrib,Bayu mengambil surban yang ia gantungkan kemudian memakaianya.
"Mas kalau pakai surban seperti pak Kyai..." ucap Khalisa.
"Lah...Emang Bayu Kyai Lis..." ucap Lukman.
"Yuk makan yuk...Setelah itu kita langsung ke mesjid.." ucap Bayu.
"Adek ambil tas dulu mas" ucap Khalisa.
"Iya..." ucap Bayu.
Bayu berjalan bersama Bimo,Lukman dan Paijo ke meja makan.
Setelah selesai Makan. Mereka pergi ke mesjid.
****
Di kampus
Bayu sudah berada di dalam kelas bersama Sulis dan Khalisa.
"Aku harus bilang padanya... Agar dia tak mengharapkanku..." ucap Bayu dalam hati.
Tak lama kemudian bu Eva masuk dalam kelas.
"Selamat pagi semuanya..." ucap bu Eva.
"Pagi juga bu..." ucap semua orang termasuk Bayu.
Bayu melihat ke arah dosennya. Nampak bu Eva memakai cadar.
"Diampuut..Dia pakai cadar sekarang.." ucap Bayu dalam hati.
Tatapan Bayu bertemu dengan bu Eva.
Bayu tak mengalihkan mukanya,karena ia hanya melihat pakaian bu Eva saja.
"Akhirnya....Dia mau melihat ke arahku..." ucap bu Eva dalam hati merasa senang hatinya.
Bu Eva memulai pelajaran.
Bayu memperhatikan bu Eva mengajar.
"Tumben bu Eva pakai cadar mas.." ucap Khalisa lirih.
Bayu menoleh ke Khalisa.
"Gak tahu dek..Mungkin dia ingin mas melihat ke arahnya." ucap Bayu lirih lalu melihat ke arah depan.Ia memperhatikan bu Eva menerangkan materinya di papan tulis.
Tak terasa waktu cepat berlalu. Bu Eva membereskan perlengkapan mengajarnya,lalu keluar kelas.
"Dek... Mas mau ke ruang dosen sebentar ya.." ucap Bayu.
"Mau ngapain mas..? " ucap Khalisa.
"Mas mau bilang ke dia,kalau mas dah nikah.." ucap Bayu lirih.
"Mas belum ada bilang ke bu Eva?" ucap Khalisa.
"Belum dek..." ucap Bayu.
"Hem...Ya sudah mas...Mas bilang aja,sebelum dia berharap.." ucap Khalisa lirih.
"Siapp..." ucap Bayu.
Bayu membereskan buku dan alat tulis,lalu berjalan menuju ruang dosen.
Sesampai di depan pintu ruang dosen,Bayu melihat banyak orang.
Bu Eva melihat Bayu berdiri di depan pintu.
"Sial...Banyak orang lagi...Nanti dia malu lagi,mending di rumahnya sajalah..." ucap Bayu dalam hati,lalu berjalan ke kelasnya.
Bu Eva berdiri dari tempat duduk,lalu berlari mengejar Bayu.
"Bayu..." ucap bu Eva.
Bayu menghentikan langkahnya,kemudian membalikkan badannya.
"Iya bu..." ucap Bayu sambil melihat ke arah bu Eva.
"Tadi kenapa kamu berdiri di depan pintu?" ucap bu Eva.
Bayu melihat sekeliling,ia melihat banyak orang.
"Tadi aku mau ngomong sama ibu,tapi gak jadi..." ucap Bayu.
"Mau ngomong apa?" ucap bu Eva.
"Hemm....Di rumah ibu saja...Insya Allah setelah pulang kuliah...Aku ke rumah ibu.." ucap Bayu.
"Ooo...Begitu...Oke...Aku tunggu..." ucap bu Eva lalu berjalan ke ruangannya.
"Akhirnya...Bayu mau datang kerumah lagi.." ucap bu Eva dalam hati merasa senang.
Sesampai Bayu di dalam kelas,ia duduk.
"Banyak orang dek...Aku takut dia malu..Mending Mas bilang di rumahnya." ucap Bayu.
"Hemm...Iya juga seh...Pasti dia malu dengan dosen yang lain jika mendengar." ucap Khalisa.
***
Di rumah bu Eva
Bayu bersama istrinya di dalam mobil.
"Aku ikut yank.." ucap Diana.
"Gak usah Yank...Aku sebentar aja kok..." ucap Bayu.
"Tapi beneran sayang bilang pada dia ya..." ucap Diana.
"Iya sayang..."
Bayu turun dari mobil lalu berjalan ke arah rumah dosennya.
"Assalam mu'alaikum...." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam..." suara pria dari balik pagar.
Tak lama kemudian muncul wajah pria di balik pagar,setelah itu membuka pintu pagar.
"Silahkan masuk...Di tunggu oleh non Eva.."ucap pria itu.
"Iya pak...Terima kasih...
Bayu berjalan ke arah rumah dosennya.
Bayu melihat dosennya bersama ibunya duduk di kursi tamu.Eva memakai pakaian yangbia pakai saat mengajar.
"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam..." ucap mereka serempak.
Eva berdiri bersama ibunya.
"Masuk Bay...
Bayu kemudian masuk,ia menangkupkan tangan ke arah dosennya dan ibu dosen.
"Silahkan duduk.." ucap Eva.
Bayu duduk di kursi sofa.
"Maaf bu...Kedatangan saya kemari pertama bersilaturahmi dan yang kedua menjawab sms ibu..." ucap Bayu sambil melihat ke arah dosennya.
"Sms yang mana ya Bay.." ucap Eva pura - pura tidak tahu.
"Begini bu... Aku sangat senang ibu memakai jilbab dan cadar...
"Kalau bisa,ibu pertahankan...
"Aku hanya bilang.. Bahwa aku sudah berkeluarga bu..." ucap Bayu.
"Aiissh... Kenapa kamu bilang Bay...Padahal kamu bisa dekatin dia,lalu kamu kelonin.."suara Jalu.
Jeedddeerr
Bagaikan ada petir besar di siang bolong,Bu Eva tersentak sangat kaget mendengar pengakuan Bayu barusan.
"Se...Se...Serius Bay...Kamu sudah nikah..?" ucap Eva tak percaya.
"Aku serius bu....Wanita yang di sampingku itu adalah istriku...
Seketika Eva lemas mendengar ucapan Bayu. Kemudian air matanya keluar.
"Maaf ya bu...
"Ku mohon setelah ini,ibu tetap mengajar di kelasku " ucap Bayu.
Eva berdiri,lalu masuk ke dalam sambil berderai air mata.
"Ya nak... Terima kasih kamu datang kerumah ini.." ucap ibunya Eva.
"Iya bu...aku pamit undur diri dulu...
Bayu berdiri.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu
"Wa'alaikum salam..." ucap ibunya Eva.
Bayu berjalan ke teras,lalu memakai sepatunya,kemudian berjalan ke arah mobil.
"Gimana mas...? apakah mas sudah bilang?" ucap Khalisa.
"Sudah dek...." ucap Bayu.
Mobil yang di tumpangi Bayu berjalan menuju rumah.