SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
AKU PULANG DULU


Bayu berdiri lalu menghampiri Aisyah.


" Sekarang giliran dirimu...Jika yang kamu ucapkan tadi adalah kejujuran dan bukan dusta bahwa kamu memang bukan kekasihku.." ucap Bayu sambil menyodorkan racun yang tersisa separo.


" Tidak...Aku tidak mau mati oleh pemuda asing yang gila.." ucap Aisyah.


" Berarti kamu gadis pendusta...." ucap Bayu.


" Aku bukan gadis pendusta seperti yang kamu tuduhkan padaku.." ucap Aisyah tak terima dengan ucapan Bayu.


" Minumlah..." ucap Bayu.


" Baik...Aku akan meminumnya..." ucap Aisyah lalu mengambil botol itu dari tangan Bayu.


Aisyah membuka mulutnya sambil memiringkan botol racun.


" Jancok...Dia gak bohong" ucap Bayu hati sambil merebut botol itu. Kemudian memeluk Aisyah


" Maafkan aku...Aku percaya padamu.." ucap Bayu.


" Sial...Dia memelukku lagi..."


" Tapi ...Untung dia merebut botol itu,jika tidak..."


" Aku akan mati..."ucap Aisyah dalam hati,jantungnya berdegub kencang.


Bayu melepas pelukannya.Lalubmelihat ke arah pak Ihsan.


" Maafkan atas tindakan saya pak..." ucap Bayu.


" Apakah kamu tidak apa - apa?" ucap ibunya Aisyah.


" Tidak apa - apa ibu.."


Bayu duduk di kursinya,lalu meminum teh agar rasa bau racun itu hilang. Setelah minum,bau racun itu masih ada.


" Maaf...Boleh saya minta pasta gigi untuk menghilangkan bau racun ini.." ucap Bayu.


" Ada...Mari ikut saya..." ucap pak Ihsan.


Bayu berdiri lalu mengikuti pak Ihsan.


Di saat Bayu berdiri,ponsel yang kantongi terjatuh di sofa. Ponsel yang jatuh, adalah ponsel hadiah lempar gelang.Tak ada kartu sim di ponsel tersebut.


Sesampai di kamar mandi,Bayu mengambil pasta gigi lalu di masukkan dalam mulut,kemudian Bayu mengambil air.


Bayu berkumur - kumur agar bau racun itu hilang,setelah itu ia membuang air di dalam mulutnya.


" Jika aku gak kebal racun,dah mati aku.." ucap Bayu dalam hati.


Setelah itu Bayu kembali ke tempat semula.


" Saya pamit undur diri dulu pak,ibu...."


Bayu melihat Aisyah.


" Aisyah..."


" Aku mohon pada kalian untuk tidak menceritakan ini pada siapapun. Aku percaya pada kalian..." ucap Bayu.


" Saya janji tidak menceritakan kisah ini pada siapapun.." ucap pak Ihsan.


" Terima kasih pak..."


" Saya pulang dulu.." ucap Bayu.


" Tunggu...Kapan pak Jiang akan kembali le China.." ucap pak Ihsan.


" 3 hari lagi saya balik ke china pak.." ucap Bayu.


" Sebelum pulang...Mampirlah kesini.." ucap pak Ihsan.


" Saya tidak bisa berjanji pak.Tapi.."


" Saya akan usahakan datang kemari.."ucap Bayu.


Bayu kemudian meninggalkan rumah pak Ihsan.


" Mimpi apa aku semalam..."


Aisyah lantas mengambil gelas di atas meja.


" Bertemu pria tampan...Tapi gilaa...."


" Baru bertemu sudah main peluk saja.." ucap Aisyah dalam hati.


Aisyah melihat sesuatu benda di sofa,lalu mengambilnya.


" Ini ponsel Bayu..." gumam Aisayah lantas bergegas ke luar rumah.


Nampak hanya ada kedua oramg tuanya saja,Bayu sudah tidak nampak.


" Ayah...Di mana Bayu..?" ucap Aisyah.


" Kenapa kamu mencari Bayu?"


" Apakah kamu menyukai dia?" ucap ibunya Aisyah.


" Tidak...Mana mungkin aku suka pada pria gila yang menyuruhku minum racun.." ucap Aisyah.


" Kan kamu duluan yang menyuruhnya..Jadi..Siapa yang gila?" ucap ibunya Aisyah.


" Eh....!!! Aisyah terkejut dan tersadar,jika dirinya juga melakukan hal yang gila,menyuruh pemuda asing untuk minum racun serangga.


" Dia sudah pergi.." ucap pak Ihsan.


" Ponselnya dia tertinggal ayah..." ucap Aisyah sambil menunjukkan ponsel milik Bayu.


" Nanti dia akan kembali ke sini...Jadi tak perlu risau.." ucap pak Ihsan.


30 menit kemudian.


Aisyah berada di dalam kamarnya.


Lalu teringat kejadian yang baru saja ia alami.


" Sial...Kenapa aku teringat dia lagi..." ucap Aisyah dalam hati.


Tak lama kemudian Aisyah terlelap dalam mimpi indahnya.


Sebelum adzan Shubuh,Aisyah sudah bangun,lalu pergi ke kamar mandi,ponsel milik Bayu di letakkan di samping temoat tidur.


Di saat dirinya menggosok gigi,ia melihat di cermin,lalu muncul bayangan wajah Bayu.


Aisyah memgucek - ucek matanya.


Bayangan Bayu di cermin hilang.


" Kenapa bayangannya selalu muncul..." gumam Aisyah.


Terdengar suara adzan Shubuh.


Aisyah wudhu ,setelah selesai wudhu,kini ia bersiap - siap melaksanakan shalatvsubuh di rumah. Aisyah memakai mukenanya.


Setelah selesai memakai mukena,ia berdiri di atas sajadah.


" Allaah...."


Muncul lagi bayangan wajah Bayu.


Aisyah menurunkan tangannya.


" Astagfirullah...Ya Allah...Kenapa bayangan dia muncul kembali.." ucap Aisyah.


Aisyah lantas membaca ayat kursi 3 kali,lalu memulai shalatnya lagi.


"Allaaah....Huakbar..." ucap Aisyah sambil mengangkat kedua tangan lalu meletakkan di perutnya.


30 menit kemudian.


Aisyah berada di dapur membantu ibunya memasak.


Ibunya Aisyah melihat Aisyah yang sedang sedang memegang sayuran dan sebuah oisau untuk memgupas nampak melamun,sayuran tidak di kupas.


" Aisyah..."


Aisyah tak menjawab panggilan ibunya.


" Bayuu..." ucap ibunya Aisyah.


Aisyah kaget lalu celingukan mencari Bayu.


" Di mana Bayu bu...?" ucap Aisyah yang tidak melihat Bayu.


" Sebentar lagi akan datang,untuk mencoba masakanmu.." ucap ibunya Aisyah bercanda.


" Mana mungkin dia suka masakan Aisyah bu.." ucap Aisyah lalu memotong sayuran.


" Ibu bercanda..."


" Kenapa kamu nampak melamun..Ibu panggil diam saja tak menjawab,begitu ibu menyebut nama Bayu,kamu celingukan mencarinya.." ucap ibunya Aisyah heran melihat sikap anaknya.


" Aisyah tidak tahu bu..."


" Bayangan dia selalu muncul.."


" Hendak tidur,dia muncul.."


" Saat gosok gigi,dia muncul..."


" Bahkan saat mau shalat juga muncul.." ucap Aisyah.


" Kamu jatuh cinta pada dia.." ucap ibunya Aisyah.


" Jatuh cinta?"


" Ya tentu tidak lah bu...Mana mungkin Aisyah jatuh cinta sama pemuda asing,lupa ingatan dan gila..."


" Baru bertemu saja dia meluk Aisyah.." ucap Aisyah.


" Ibu rasa,jika dia tak hilang ingatan,tak mungkin dia memelukmu. " ucap ibunya Aisyah.


" Kenapa ibu punya pikiran macam itu?" ucap Aisyah.


" Tadi malam dia kan cerita,dia bermain kerumah sorang wanita,dan wanita itu mengajaknya berzina,tapi Bayu tidak mau."


" Lalu wanita itu melepaskan semua pakaiannya. Bayu tidak mau melakukannya,bahkan dia memakaikan pakaian wanita itu kembali..." ucap ibunya Aisyah.


" Benar juga apa yang di ucapkan ibu,jika dia tidak hilang ingatan,tak mungkin dia memelukku.." ucap Aisyaj dalam hati lalu teringat lagi saat dirinya di peluk oleh Bayu.


Aisyah nampak terdiam,lalu ibunya Aisyah memegang pundak Aisyah.


" Selesaikan dulu sayurannya,jangan sambil melamun sayang..." ucap ibunya Aisyah.


" Eh...!!! Iya bu.." ucap Aisyah.


Sore hari.


Aisyah duduk di kursi tamu sambil membaca buku,karena hari ini adalah hari Sabtu,dirinya tidak bekerja. Aisyah bekerja di sebuah perusahaan. Baru 1 tahun ia bekerja. Sabtu dan Minggu Aisyah libur.


" Kenapa kamu selalu muncul dalam ingatanku..." ucap Aisyah dalam hati.


Saat Aisyah mau makan,muncul bayangan Bayu di piringnya.


" Asaalam mua'alaikum..." suara pria


Aisyah melihat ke arah pintu. Ia melihat Bayu berdiri di depan pintu memakai pakaian kemeja. Tidak seperti tadi malam.


Aisyah segera berdiri dan menghampiri pria itu.


" Bayu..." ucap Aisyah pelan.


" Bayuu..??? Saya bukan Bayu..Saya Saleh Aisyah.." ucap pria itu.


Aisyah mengucek - ucek matanya,untuk memastikan ucapan pria itu apakah benar.


Setelah mengucek matanya,nampak wajah pak Saleh yang ia lihat.


" Maaf pak...Saya salah sangka.." ucap Aisyah.


" Tak apa...Saya kesini hanya mengantar undangan saja.." ucap pak Saleh sambil menyodorkan kertas undangan.


" Terima kasih pak Saleh.."ucap Aisyah sambil menerima undangan tersebut.


Pak Saleh berjalan meninggalkan rumah pak Ihsan.


Aisyah berjalan ke tempat semula,lalu meletakkan undangan di atas meja.


Baru saja hendak mengambil buku bacaannya.


" Assalam mua'laikum " suara pak Ihsan lalu muncul di balik pintu.


" Wa'alaikum salam..." ucap Aisyah.


Aisyah melihat ayahnya,ia berharap ayahnya datang bersama Bayu. Namun ia tak melihat Bayu.


" Mencari siapa nak..?" ucap pak Ihsan.


" Bayu ayah...Kenapa dia tak datang bersama ayah?" ucap Aisyah.


" Dia tak datang ke mesjid.." ucap pak Ihsan.


Hingga malam pun tiba.


Aisyah duduk membaca buku setelah dirinya selesai shalat Isya. Ia berharap Bayu datang kerumahnya bersama ayahnya.


" Assalam mu'alaikum..." ucap pak Ihsan saat masuk ke dalam rumah.


" Wa'alaikum salam" ucap Aisyah lalu lalu berjalan ke pintu.


Setelah sampai di luar,dirinya mencari Bayu.


Pak Ihsan menghampiri putrinya.


" Cari siapa nak..?" ucap pak Ihsan.


" Bayu ayah..." ucap Aisyah.


" Dia tak ada datang ke mesjid..." ucap pak Ihsan.


Aisyah berjalan masuk ke dalam rumah dengan langkah tak bersemangat. Ia berharap malam ini Bayu akan datang.


Baru saja hendak mau membuka pintu kamar.


" Assalam mu'alaikum..." suara Bayu.


" Tetangga sebelah lagi.." ucap Aisyah dalam hati,lalu membuka pintu kamarnya dan berjalan masuk.


Baru 3 langkah berjalan.


" Aisyah..." suara ayahnya memanggil.


" Iya..." ucap Aisyah membalikkan badannya,lalu berjalan ke arah depan.


Sesampai di ruang tamu,dirinya melihat Bayu duduk memakai pakaian militer.


Aisyah mengucek - ucek matanya untuk memastikan bahwa dirinya tidak sedang berhalusinasi. Namun setelah ia mengucek matanya,Bayu tetap ada di tempat duduk.


Bayu tersenyum ke arah Aisyah.


" Matamu kenapa?" ucap Bayu.


" Tidak apa - apa,saya pikir saya melihat hantu.." ucap Aisyah.


" Iya..Aku hantu.. Aku akan selalu menghantuimu pagi,siang dan malam.." ucap Bayu.


" Sial...Dia beneran Bayu.." ucap Aisyah dalam hati.


" Buatkan minum untuk Bayu nak.." ucap pak Ihsan.


" Teh tanpa gula..." ucap Bayu.


" Kenapa tak pakai gula?" ucap Aisyah.


" Sebab kamu sudah manis,jika di tambah gula nanti aku diabetes.." ucap Bayu.


" Sial....Dia malah merayuku lagi.." ucap Aisyah dalam hati,lalu berjalan ke dapur.


" Jangan di campur racun serangga ya,nanti mulutku bau lagi.." ucap Bayu .


" Iyaa..." ucap Aisyah sambil berjalan.


Setelah sampai di dapur,Aisyah membuatkan teh untuk Bayu dan ayahnya. Ia tak menambahkan gula pada minuman Bayu. Laku teringat lagi ucapan yang barusan di ucapkan oleh Bayu.


Ibunya Aisyah datang menghampiri Aisyah yang diam saja tidak mengaduk gula,lalu wajahnya senyum - senyum sendiri.


" Hayooo...Senyum - senyum sendiri.." ucap ibunya Aisyah.


Aisyah terkejut.


" Buat teh apa melamun? Ibu lihat tehnya tidak di aduk.." ucap ibunya Aisyah.


" Dua - duanya bu.." ucap Aisyah.


" Dah cepat sana...Di tunggu sama ayah.." ucap ibunya Aisyah.


Aisyah segera membawa teh itu ke depan.


Saat meletakkan gelas,ia salah meletakkan. Teh tawar di berikan ke ayahnya,sedangkan yang manis ke bayu.


" Aisyah..." ucap Bayu saat Aisyah mau berjakan masuk. Aisyah memutar tubuhnya lagi.


" Iya..." ucap Aisayah.


"Aku punya seseuatu untukmu..."


Bayu mengambil buku gambar,lalu memberikan ke Aisyah.


" Ini..Ambilah.." ucap Bayu sambil menyerahkan buku gambar.


Aisyah berjalan menghampiri Bayu lalu menerima buku gambar,lalu membukanya.


" Eh.....!!!! Aisyah terkejut melihat isi di dalamnya.


Nampak gambar dirinya sedang duduk di teras,lalu duduk di kursi tamu,dan saat dirinya mau minum racun,lalu ada gambar ke dua orang tuanya dan gambar wajah Bayu.


" Terima kasih.." ucap Aisyah merasa senang sekali akan hadiah yang di berikan Bayu.


" Sama - sama...." ucap Bayu.


" Oh iya,ponselmu tertinggal semalam di sini.." ucap Aisyah.


" Iyakah...Aku pikir jatuh di jalan,soalnya aku lari menuju hotel.." ucap Bayu.


" Sebentar,saya ambil.." ucap Aisyah lalu pergi ke kamarnya.


" Silahkan di minum.." ucap pak Ihsan.


" Iya pak..." ucap Bayu. Lalu menyeruput tehnya.


" Asem...Aku minta tawar malah di kasih manis..." ucap Bayu dalam hati.


Pak Ihsan juga meminum tehnya.


" Kok tehnya tawar ya...Apa gula di rumah habis" ucap pak Ihsan dalam hati.


Aisyah muncul lalu menyerahkan ponsel milik Bayu.


" Aisyah..." ucap Bayu.


" Iya..." ucap Aisyah.


" Apakah kamu seorang dokter..?" ucap Bayu.


" Bukan...Kenapa?" ucap Aisyah.


" Ooo..Aku pikir dokter,sebab setelah minum teh ini,aku jadi diabetes.." ucap Bayu.


" Maksudnya..? Maaf saya tak paham" ucap Aisyah.


" Coba minum tehku ini.." ucap Bayu.


Aisyah duduk dekat Bayu lalu memgambil gelas teh milik Bayu lalu menyeruputnya.


" Eh...!!! Aisyah terkejut,teh milik Bayu rasanya manis.Lalu meletakkan kembali gelas itu.


" Maaf...Tehmu tertukar dengan milik ayahku.." ucap Aisyah.


" Pantas saja... Wajahmu semakin manis dan semakin cantik saat aku meminum teh ini."


"Jadi aku terkena diabetes...." ucap Bayu.


Pipi Aisyah memerah karena di puji oleh Bayu.


" Jika kamu meminum racun bagaimana wajahku?" ucap Aisyah.


" Tetap cantik dan manis.."


" Aku....."


" Tak bosan - bosan aku memandang wajahmuuu...."


Bayu mengucapkan kalimat itu seperti bernyanyi.


" Tak puas - puas aku mengerjainmuuu.."


Aisyah kaget. Saat Bayu mengatakan mengerjai dirinya.


" Wajahmu sungguh cantik... Begitu sangat sempurnanya dirimuu..."


" Membuat aku...Jatuh cinta kepadamuuu.."


Pipi Aisyah bersemu merah saat Bayu mengatakan cinta .


" Oh iya...Aku minta maaf soal kejadian kemarin.." ucap Bayu memakai ucapan yang biasa setelah memuji Aisyah yang sangat cantik dan menawan.


" Iya aku sudah memaafkanmu...Aku juga minta maaf,karena menyuruhmu minum racun itu..: " ucap Aisyah.


" Aku juga sudah memaafkanmu..."


" Jangankan racun,kamu menyuruhku menyelam ke dasar lautan tanpa alat bantu pu.,aku sanggup melakukannya.." ucap Bayu.


" Yang benar..." ucap Aisyah.


" Mau bukti?"


" Ayoo kita kelaut sekarang..." ucap Bayu.


" Tidak....Aku percaya padamu..." ucap Aisyah.


Ehem...Ehem.... Pak Ihsan berdehem. Sebab dirinya merasa di cuekin dan di anggap hanya hiasan saja.


" Ada apa pak?" ucap Bayu.


" Tidak apa - apa..."


" Kalian seperti sudah lama kenal.." ucap pak Ihsan.


" Maaf pak...Saya ingin meninggalkan negara ini memiliki kesan yang baik,dan maafkan atas tindakan saya kemarin pak.."


" Saya sempat berpikir bahwa putri bapak adalah orang yang ada dalam ingatanku.." ucap Bayu.


" Jika seandainya ingatanmu kembali,apakah kamu akan kembali ke sini?" ucap Aisyah.


" Tergantung...Jika kamu mau aku bawa ke China,aku akan kembali ke sini.." ucap Bayu.


" Enak saja membawa saya ke China...Kawini aku dulu,baru bawa ke China.." ucap Aisyah keceplosan.


" Heeeeh....!!! "


" Seriuss...?" ucap Bayu.


Aisyah menutup mulutnya.


" Jika nak Bayu serius dengam putriku, datanglah ke sini lagi dengan membawa teman - temanmu..Jika sudah ingatanmu pulih,bawalah keluargamu kemari.." ucap pak Ihsan.


" Asem....Di anggap serius sama ayahnya..."


" Piye iki...." ucap Bayu dalam hati bingung.


" Maaf pak,bukannya saya tidak mau,tapii..." ucap Bayu bingung mau berkata apa.


" Akan aku beri waktu setahun dari sekarang.. Jika lewat dalam setahun,dan ada pria yang melamar putriku,maka aku akan menikahkan dengan pria lain. Tapi.."


" Jika belum ada satu tahun dan ada pria yang datang melamarnya,maka akan saya menolaknya dan meminta bersabar hingga batas waktu yang saya tentukan.." ucap pak Ihsan.


" Jancook...Aku harus bilang apa?"


" Kenapa pula aku mengerjainya... Tapi..."


" Memang dia cantik seh..." ucap Bayu dalam hati.


" Nak Bayu.." ucap pak Ihsan.


" Baiklah pak...Saya setuju saja dan.."


" Bila aku masih hidup pak.." ucap Bayu.


" Kenapa berkata seperti itu?" ucap pak Ihsan.


" Sebab saya sering mendapatkan tugas oleh atasan saya...." ucap Bayu.


" Baiklah..." ucap pak Ihsan.


" Maaf Aisyah.... Gambaranku jelek.Tadi aku menggambar itu tergesa - gesa..."


" Sebab dari pagi hingga sore jam 4,Saya dan kawan - kawan berkeliling untuk Liburan "


" Besok jam 10, saya harus kembali ke China.." ucap Bayu.


" Jadi...Kamu besok kembali ke China..?" ucap Aisyah.


" Iya..."


Aisyah yang mendengar bahwa Bayu hendak kembali ke China menjadi sedih. Sebab ia mulai menyukai Bayu.


" Aku bingung mau memberimu apa untuk kenang - kenangan,lalu aku beli buku gambar saja,dan menggambar dirimu serta kedua orang tuamu..." ucap Bayu.


" Tak apa...Lukisanmu sangat bagus sekali,dan aku menyukainya.." ucap Aisyah.


" Oh iya...Berapa nomor ponselmu..?" ucap Bayu.


Aisyah menyebut nomor ponselnya,setelah itu Bayu mengingat dan mengucapkan kembali nomor ponsel Aisyah.


" Kenapa tidak kamu catat?" ucap Aisyah.


" Aku sudah hapal nomormu..."


" Bahkan wajah cantikmu tersimpan dalam otakku...Lalu aku cetak di lembaran kertas..." ucap Bayu.


" Kamu pandai sekali merayuku,apakah setiap gadis cantik yang kamu temui selalu kamu rayu?" ucap Aisyah.


" Enggak....Malah cewek - cewek yang mendekatiku,...Padahal aku sudah menjauh ,agar tidak di hampiri.." ucap Bayu.


" Lantas...."


" Jika wanita dalam ingatanmu itu ternyata kekasihmu lalu kamu berjumpa dengan dia bagaimana?" ucap Aisyah.


" Nah itu dia yang membuatku bingung.."


" Jika wanita itu istriku bagaimana? "


" Apakah kamu mau denganku?" ucap Bayu.


" Tidak...Aku tidak ingin punya suami yang memiliki lebih dari 1 istri.." ucap Aisyah.


" Saat aku berjalan bersama - teman,aku melihat ada pria menggandeng 2 wanita. Aku dengar mereka berbicara,mereka suami istri..." ucap Bayu.


" Tidak..Aku tidak ingin seperti mereka.." ucap Aisyah.


" Iya...."


" Jika ingatanku sudah pulih dalam waktu kurang satu tahun,dan ternyata wanita itu istriku atau kekasihku,maka aku akan memberi tahumu.." ucap Bayu.


" Baiklah..Saya akan menunggumu.." ucap Aisyah.


" Semoga saja wanita dalam ingatan Bayu itu kekasih Bayu dan sudah menikah dengan pria lain" ucap Aisyah dalam hati.


" Oh iya hampir lupa,bolehkah saya shalat di sini?"


" Seban aku tadi tidak sempat,karena berada di restoran,setelah dari restoran,aku langsung menuju ke sini.." ucap Bayu.


" Boleh..." ucap Aisyah.


" Pinjam kamar mandinya boleh..?" ucap Bayu.


" Boleh.." ucap Aisyah.


" Boleh cium pipimu." ucap Bayu.


" Boleh..." ucap Aisyah.


Cuup....Bayu mencium pipi Aisyah.


" Ehhh....!!!Aisyah terkejut saat Bayu mencium pipinya.


" Kenapa kamu cium aku? Kita belum sah.." ucap Aisyah.


" Tadi aku tanya,boleh cium pipimu.." ucap Bayu.


" Maaf...Tadi aku pikir pinjam sajadah untuk shalat.." ucap Aisyah.


" Ooo...Begitu..." ucap Bayu.


Bayu pergi ke kamar mandi lalu berwudu,setelah itu,Bayu mengambil sajadah dan meletakkan di lantai. Bayu shalat tidak memgarah ke kiblat,melainkan ke arah timur.


Pak Ihsan yang melihat Bayu shalat tak memghadap kiblat langsung memberi tahu.


Saat Bayu mengangkat kedua tangannya.


" Nak...Kamu salah menghadapnya.." ucap pak Ihsan.


Bayu menoleh ke pak Ihsan.


" Maaf pak... Saya shalat ya begini... Di manapun berada,saya berdiri langsung shalat.." ucap Bayu.


" Jika shalat,itu harus menghadap ke arah Barat,tidak boleh ke arah lainnya,dan itu sudah menjadi syariat agama islam." ucap pak Ihsan.


" Ooo...Begitu ya pak...Maaf saya tidak ingat tentang itu.." ucap Bayu.


" Arah shalat sebelah sana" ucap pak Ihsan sambil menunjuk.


Bayu mengarahkan sejadahnya sesuai arah yang di tunjuk oleh pak Ihsan.


Setelah selesai shakat,Bahu kembali ke temoat duduknya.


" Apakah setiap kali nak Bayu shalat itu arah sujudnya tak mengarah kiblat atau barat?" ucap pak Ihsan.


" Tidak pak,selesai wudhu ya saya asal saja menghadapnya,yang penting shalat,dari pada gak shalat..Kepalaku jadi pusing pak"


" Kadang saat mendapat tugas,saya tidak berani pergi dari posisi,seumpama sedang tengkurap ya saya shalatnya sambil tengkurap pak,tidak berani berdiri.." ucap Bayu.


" Kenapa tidak berani berdiri?" ucap pak Ihsan.


" Jika saya berdiri,maka musuh dapat melihat keberadaanku pak. Dan aku bisa tewas tertembak.." ucap Bayu.


" Benar juga yang di katakan Bayu,di tambah dia seorang prajurit,yang tugasnya menjaga keamanan dari serangan musuh dari negara tetangga..." ucap pak Ihsan dalam hati.


" Jika tidak sedang dalam bertugas,shalatnya memghadap kiblat ya nak.." ucap pak Ihsan


" Siap pak..."


" Oh iya...Saya pamit undur diri dulu pak...maaf tidak bisa berlama - lama di sini.." ucap Bayu.


"Iya...."


" Aisyah...." ucap pak Ihsan.


" Iya ayah..." suara Aisyah,lalu muncul dari dalam.


"Ada apa ayah?" ucap Aisayah.


" Bayu ingin pulang....." ucap pak Ihsan.


" Kamu pulang sekarang?" ucap Aisyah.


" Iya...Aku tidak bisa berlama - lama " ucap Bayu.


Bayu bersalaman ke pak Ihsan. Lalu ke Aisyah.


Namun Aisyah hanya menangkupkan kedua telapak tangannya.


Bayu menyeluarkan uang 500 Yen lalu memberikan pada Aisyah


"Terserah uang itu buat apa..."


"Aku pulang dulu"


" Assalam mu'alaikum...ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam warahmatullah. " ucap pak Ihsan dan Aisyah.


Aisyah melihat Bayu hingga Bayu tak terlihat.


" Dasar pemuda aneh..."


" Tapi membuatku selalu mengingat wajahnya terus..' ucap Aisyah dalam hati.