
Bayu berjalan mengikuti pria itu masuk ke dalam mesjid.
Sesampainya di tempat penyimpanan Al Qur'an. Pria itu mengambil lalu menunjukkan Al Qur'an itu pada Bayu.
" Inilah Al Qur'an itu...Kitab suci umat islam.." ucap pria itu.
" Serius pak..?" ucap Bayu tak percaya akan ucapan pria tersebut.
Pria itu memberikan Al Qur'an pada Bayu.
Bayu menerima Al Qur'an itu lalu membukanya.
" Mengapa tulisannya begini pak?" ucap Bayu.
" Itu adalah bahasa arab..." ucap pria itu.
Bayu duduk lalu membuka tiap lembar Al Qur'an.
Pria itu juga duduk di depan Bayu.
" Mengapa di negara saya tidak ada bangunan seperti ini pak?" ucap Bayu.
" Negara china tu kebanyakan orang - orang Atheis atau tidak percaya adanya tuhan..Maka sebab tu jarang ada mesjid di sana.." ucap pria itu.
Lantunan ayat - ayat suci Al Qur'an di gantikan suara Tarhim.
" Dalam rangka apa anda datang ke Malaysa..?" ucap pria itu.
" Kami datang untuk mengikuti kompetisi lomba antar militer negara." ucap Bayu.
" Saya tinggal dulu,bentar lagi adzan Shubuh.." ucap pria itu.
" Silahkan " ucap Bayu.
Pria itu berdiri lalu berjalan ke depan.
Bayu melihat jam tangannya lalu melihat jam di mesjid
" Jancook... Ini jamku gak sama dengan waktu di sini.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu meletakkan Al Qur'an di temoat semula,lalu berjalan keluar.
Di saat Bayu keluar pintu,dirinya melihat orang - orang berdiri sambil membasuh anggota tubuhnya.
" Gerakannya kok sama seperti yang aku lakukan..."
" Hemm...Mending aku basuh saja di sini,dan sujud di sini.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu berjalan ke tempat wudhu,tiba - tiba terdengar suara adzan berkumandang.
Deg.....
Jantung Bayu terasa mau copot. Sebab suara itu sama seperti yang ia dengar saat tinggal bersama orang tua angkatnya.
Bayu segera berlari ke dalam mesjid. Ketika sampai di dalam mesjid,Bayu melihat pria yang berbicara dengannya sedang mengumandangkan adzan.
" Aku akan menanyakan saja pada dia..Lebih baik aku basuh dulu mukaku.." ucap Bayu dalam hati lalu pergi wudhu.
Selesai wudhu,Bayu kembali ke dalam mesjid.
Satu persatu orang berdatangan untuk menunaikan shalat shubuh.
Bayu diam memperhatikan orang - orang di sekitar.
Ada yang shalat,ada pula yang duduk saja.
Tak lama kemudian,Iqomat berkumandang. Semua orang berdiri lalu berbaris rapi.
Shalat pun di mulai.
" Eh...!!!??? Bayu terkejut,karena gerakan orang - orang sama seperti dirinya. Lalu Bayu berdiri di samping orang yang sedang shalat,lalu mengangkat kedua tangannya.
" Aamiiin..." ucap semua orang. Bayu mengikuti ucapan orang - orang.
Hingga shalat Shubuh selesai.
Bayu menghampiri pria yang pertama ia jumpai.
" Maaf pak... Boleh aku bertanya.." ucap Bayu.
Pria itu menoleh ke Bayu.
" Tunggulah 15 menit lagi. Saya akan menghampiri anda..." ucap pria itu.
" Baiklah..." ucap Bayu.
Bayu pergi agak menjauh,lalu duduk menyender di sebuah pilar.
20 menit kemudian.
Pria yang pertama Bayu jumpai berjalan ke arah Bayu,lalu duduk di depan Bayu.
" Maaf telah menunggu agak lama.." ucap pria itu.
" Iya tak apa pak.." ucap Bayu.
" Apa yang ingin anda tanyakan?" ucap pria itu.
" Begini pak...Saya itu hanyut di sungai,lalu lepas siang tu saya dengar suara. Suara itu sama persis yang bapak ucapkan memakai mic itu.."
" Tapi saya mencari tidak menemukan asal suara itu dan.."
" Badan saya bergerak sendiri,membasuh tangan,kumur - kumur,membersihkan hidunh,basuk muka lalu.."
" Tangan,rambut,telinga dan kaki.."
" Selepas itu saya melakukan gerakan yang tadi di lakukan.."
" Yang saya ingin tanya..Mengapa saya melakukan itu tanpa saya inginkan?" ucap Bayu.
" Apa yang anda baca saat berdiri,rukuk dan sujud itu..?"
Bayu memberitahu bacaan apa saja yang ia baca saat melakukan sujud.
Pria itu terkejut dan tak percaya apa yanhbdi ucaokan oleh pemuda china itu.
" Dari ucapan anda itu,saya dapat menyimpulkan bahwa anda mengalami Amnesia,dan anda tidak ketinggalan memgerjakan shalat 5 waktu.." ucap pria itu.
" Iya pak...Itu benar..Saya tidak ingat apa - apa,bahkan nama saja saya tak ingat.." ucap Bayu.
" Saya sarankan,selesai bersujud,mintalah pada Allah...Agar ingatan anda dapat kembali seperti semula.." ucap pria itu.
" Iya pak...Nanti saya akan minta kepada Allah.."
" Ada seorang wanita memakai pakaian serba tertutup,ia mengaku bahwa dia adalah ibuku,awalnya aku percaya,namun ketika dia memelukku dan aku membalas pelukannya,aku merasakan di balik pakaiannya menyimpan senjata api,lantas aku waspada dan menanyakan surat izin.."
" Dia tak dapat menunjukkan surat izin.."
" Lalu saya tinggalkan dia,dia tidak mau.."
" Lalu saya ancam dia,bila dia menghubungi atau menemuiku lagi,aku akan memasukkan dia ke kantor polisi.." ucap Bayu.
" Soal itu,saya tidak bisa menyimpulkan. Bisa jadi dia adalah ibumu,atau orang jahat.." ucap pria itu.
" Pusing kepalaku pak..." ucap Bayu.
" Bangunlah tengah malam,lalu shalat sunnah 2 rakaat..Minta tolong kepada Allah untuk mendapatkan petunjuk. Insya Allah...Allah akan menunjukkan jalan itu,dan memulihkan ingatanmu.." ucap pria itu.
" Iya pak...Terima kasih.."
" Saya balik dulu...Takut teman - teman saya mencari saya.." ucap Bayu.
" Iya...Silahkan..." ucap pria itu.
Bayu berdiri lalu berjalan keluar menuju hotel tempat ia menginap.
" Ya Allah...Pulihkanlah ingatanku..Agar aku tahu,siapa sebenarnya aku ini..." ucap Bayu dalam hati sambil berjalan.
Nampak 3 orang wanita memakai Jilbab berjalan kaki.
" Masa seh itu wanita yang aku temui.."
Bayu hanya melihat punggung ke tiga wanita itu,lantas ia berlari. Setelah sampai ia melihat wajah ke tiga wanita itu.
" Bukan..." ucap Bayu dalam hati lalu menghentikan langkahnya.
20 menit kemudian,Bayu berada di ointu kamar hotel,lalu membuka pintunya.
Nampak Lien Wang bersama 3 rekannya berdiri,lalu mereka melihat ke arah Bayu.
" Kamu dari mana?" ucap Lien Wang.
" * Jalan - jalan..." ucap Bayu.
" Aku berpikir kamu kesasar,tidak hapal jalan kembali ke sini.." ucap Lien Wang.
" *Jika aku kesasar,aku akan berhenti jadi tentara..." ucap Bayu.
3 Jam kemudian.
Bayu bersama rekan - rekannya berada di lapangan. Tak hanya mereka saja,ada dari negara lain yang ikut berpartisipasi dalam ajang lomba tersebut.Mereka tidak mengharapkan hadiah. Yang mereka inginkan hanya kemengan yang bisa membuat negara lain teringat,Jika militer negaranya dapat menandingi pasukan elit mereka.
Di depan podium ada seorang pria memakai pakaian militer negara Malaysa berpidato memakai bahasa Inggris.
Di samping kanan barisan Bayu,terdapat perwakilan dari negara Indonesia.Sedangkan sebelah kiri perwakilan dari negara Amerika.
1 Jam kemudian perlombaan pun di mulai.
Lomba pertama,yaitu membuka kunci gembok di dalam kolam air.
Bayu maju sebagai perwakilan negara.
Panitia memberika gantungan kunci ke Bayu.
" Jangkrek..Banyak betul kuncinya.." ucap Bayu dalam hati melihat jumlah kunci ada 25 buah.
Priiiiit....Peluit di tiup oleh panitia.
Bayu melompat.
Byuuur...
Bayu segera melesat ke dalam kolam yang dalamnya hanya 3 meter.
Dengan santainya Bayu membuka gembok di dasar air. Sementara perwakilan dari negara lain muncul ke permukaan air untuk memgambil nafas,lalu masuk ke dalam air.
Bayu berhasil membuka 10 gembok,lalu melesat ke permukaan air sambil memegang gembok yang saling terikat.Setelah itu keluar dari kolam renang.
Panitia mencatat waktu yang di peroleh Bayu.
Bayu berjalan ke arah rombongannya setelah menyerahkam kunci dan gembok.
" Hidup Jiang..." ucap rekan - rekannya Bayu. Setelah Bayu berhasil menjadi yang pertama menyelesaikan lomba.
Satu persatu lomba di lombakan. China berhasil meraih poin tertinggi karena Bayu yang melakukannya.
Tiba - tiba panitia berbicara memakai speker bahwa di tunda dulu waktu lombanya,karena sebentar lagi umat muslim akan shalat.
Bayu segera ambil air untuk wudhu. Kemudian izin ke Mayor Jendral Tang Shin untuk aujud seperti biasanya.
Mayor Jendral Tang Shin memberikan izin tersebut.
Bayu mendengar suara adzan,selesai adzan,Bayu langsung shalat.
1 jam kemudian.
Bayu berdiri tak jauh dari rombongan tentara indonesia.Sambil mendengar obrolan mereka.
" Wasssuu...Kita kalah karo wong cino.." ucap salah satu peserta dari Indonesia.
" Mangkane...Sering - sering latihan cook...Ojo ngentu wae" ucap Bayu.
" Eh....!!!?? Para peserta dari indonesia terkejut dengan ucapan salah satu tentara China yang berhasil menyelesaikan lomba dengan cepat.
" Kowe iso ngomong boso jowo..?" ucap pria 1.
" * Tidak...Aku tidak tahu ucapan anda.." ucap Bayu sambil memberi tanda isarat.
" Jadi...Itu bahasa jawa " ucap Bayu dalam hati.
Bayu berjalan lalu duduk di bawah pohon yang rindang.
Seorang tentara dari negara Indonesia berjalan ke arah Bayu lalu duduk di sampingnya.
Bayu melihat nama pria itu bernama Sukardi.
Sukardi menyodorkan tangan kebayu.
" Sukardi.." ucap Sukardi.
Bayu menerima tangan Sukardi.
" Jiang " ucap Bayu lalu melepas jabatan tangannya.
" Kowe iso boso jowo kah?" ucap Sukardi.
" Sial...Apa yang harus aku katakan...Nanti teman - temanku curiga lagi.." ucap Bayu dalam hati.
"* Anda bicara apa?" ucap Bayu.
" Asem...Tak pikir awakmu iso boso jowo.." ucap Sukardi.
" Sewu Kuto...Uwis tak liwati.." ucap Bayu.
"Heeeh...!! Kowe iso boso jowo ngono " ucap Sukardi.
Bayu mengeluarkan ponselnya,lalu memutar lagu Didi Kempot.
" Owalah...."
Sukardi mengeluarkan rokok suryanya,lalu menyodorkan ke Bayu.
" Rokok.."ucap Sukardi.
Bayu menerima lalu membuka bungkus rokok itu,kemudian mencium aromanya.
" * Tidak...Aku tidak merokok.." ucap Bayu sambil memberi isarat pakai tangan.
Lien Wang berjalan ke arah Bayu.
" Jancok...."
Sukardi terkejut dengan ucapan tentara china itu,sebab ucapannya sama persis yang biasa ia ucapkan.
" Aku cari dari tadi malah duduk di sini.." ucap Lien Wang.
" * Enak duduk di sini..Anginnya membuayku ingin tidur." ucap Bayu.
" Di cari pak Mayor..." ucap Lien Wang.
"Oke..."
Bayu bangkit berdiri lalu menoleh ke Sukardi.
" Tak tinggal di sek yo kang..." ucap Bayu lalu berlari.
" Waasssuuu.... Dek e iso ngomong jowo...Ancen gatelli kok"
" Eh...Kok dia bisa ngomong bahasa jawa ya.."
" Kan di sana gak ada orang jawa.." ucap Sukardi dalam hati penasaran.
Malam harinya.
Para peserta menginap di barak militer yang telah di siapkan Panitia. Bayu berkumpul dengan teman - temanya saja,tidak ingin membaur dengan peserta yang lain.
***
Esok harinya.
Lomba menembak sedang berlangsung.
Para peserta harus berputar sebanyak 7 kali,lalu berlari ke meja yang sudah di siapkan. Di meja itu terdapat pistol yang tidak utuh,harua di rakit terlebih dahulu.
Panitia menyebut negara China untuk maju kedepan.
" Jiang...Majulah..." ucap Mayor Jendral Tang Shin.
" * Siap pak..." ucap Bayu.
Bahu berjalan ke depan,lalu berhenti di posisinya.
Setelah semua peserta lengkap. Bayu meletakkan jari telunjuk di tanah sesuai arahan panitia. Lalu berputar tujuh kali.
Selesai berputar,Bayu tak merasakan pusing,karena sudah terbiasa. Bayu berlari ke arah meja,lalu dengan cepat merakit pistol itu.
Selesai merakit,Bayu membidik kaleng yang tersusun.
Dooor....
Dooor....
Dooor....
Dooor...
Door...
Dooor...
Dooorr...
7 kaleng yang di suaun berhasil Bayu tembak. Ia peserta pertama yang berhasil menyelesaikan lomba tersebut.
Setelah itu berjalan ke arah rombongannya.
" Kerja yang bagus Jiang..." ucap Mayor Jendral Tang Shin merasa sangat puas atas hasil yang di lakukan oleh Bayu.
2 jam kemudian acara bebas.
Para peserta bebas melakukan apa saja.
Para tentara Malaysa menunjukkan kebolehannya di depan para peserta lainnya.
Setelah itu negara Indonesia.
" Kita menunjukkan kebolehan apa ini.." ucap Chong Shang .
" * Bagaimana melempar kerikil,tapi kita tidak boleh melihatnya.." ucap Bayu.
" Siapa yang mau di lempar..?" ucap Chong Shang.
" * Biar aku saja...Kamu melempar satu persatu kerikil. Mataku di tutup pakai kain.." ucap Bayu.
" Ayoo.." ucap Chong Shang.
Tak lama kemudian,giliran negara China menunjukkan kebolehannya.
Bayu berdiri,lalu menutup matanya memakai kain hitam sebanyak 4 lapis.
Chong Shang berdiri di depan Bayu berjarak 10 meter.
" * Oke...Aku siap..." ucap Bayu.
Chong Shang lantas melempar batu kerikil ke arah Bayu.
Bayu dapat merasakan arah serangannya itu,ia langsung menghidarinya.
Sebanyak 10 batu kerikil di lempar ke Bayu. Namun tak satupun mengenai.
" Coba pakai senjata api..Berani tidak.." ucap salah satu pria dari Indonesia.
"* Apa yang di katakan oleh dia.." ucap Bayu pura - pura tidak tahu.
Lantas seorang tentara Malaysa menejemahkan ke bahasa inggris.
Mayor Jendral Tang Shin yang bisa bahasa inggris,lantas memberi tahu Bayu.
" * Chong Shang...Ambil pistol,lalu tembak aku.." ucap Bayu.
" Aku tidak mau..Apakah kamu sudah gila.." ucap Chong Shang.
" * Percayalah...Aku bisa melakukannya,tapi tembak saja ke arah kakiku,jadi jika aku tertembak,aku masih selamat..." ucap Bayu.
" Bagaimana ini pak...?" ucap Chong Shang melihat ke arah Mayor Jendral Tang Shin.
" Tidak apa..Aku percaya pada Jiang,bahwa dia mampu menghindarinya.." ucap Mayor Jendral Tang Shin.
Chong Shang lantas mengambil pistol lalu mengarahkan ke kaki Bayu.
Semua peserta yang melihat aksi itu nampak tidak percaya.
Doooorrr.....
Peluru melesat sangat cepat di bandingkan batu kerikil yang di lempar.
Bayu langsung menghidar ke samping sebelum peluru itu mengenai kakinya.
Proook...Proook...Prook....Prookk...Prookk...
Seluruh peserta bertepuk tangan melihat hal gila yang di lakukan oleh Bayu dan Chong Shang.
Bayu membuka ikatan yang menutup matanya. Mayor Jendral Tang Shin menghampiri Bayu.
Lalu berjalan ke arah rombongan Indonesia.
" * Sekarang giliran kalian seperti yang aku lakukan tadi.." ucap Bayu.
Mayor Jendral Tang Shin menerjemahkam ke bahasa inggris.
Para peserta dari negara indonesia tak ada yang berani melakukannya.
" Jika kalian belum bisa melakukannya,jangan menyuruh orang lain melakukannya. Dasar provokator" ucap Bayu jengkel.
Para tentara Indonesia terkejut mendengar ucapan Jiang barusan.
" Kamu bisa bahasa indonesia Jiang?" ucap Mayor Jendral Tang Shin terkejut.
" * Siap..Bisa pak.." ucap Bayu.
Bayu melihat lagi ke tentara Indonesia.
" Apakah kalian mampu menahan nafas selama 10 menit di dalam air..?"
" Jika kalian mampu,aku akan memberimu uang 10 juta Yen..."
Tak ada yang berani menjawab ucapan Bayu,mereka terdiam semua.
" Aku berkata seperti ini karena aku mampu,jika kalian mau bukti. Kalian harus menyediakan uang 100 Milyar. Jika aku berhasil,maka uang itu jadi milikku..Bagaimana?" ucap Bayu.
" Maaf... Kami tidak bisa melakukan itu. Kami mohon maaf atas ucapan salah satu teman saya kepada kalian.." ucap salah satu tentara.
" Baiklah...Aku maafkan kalian.."
" Lain kali jangan asal bicara kepada orang yang belum anda kenal,apa lagi ini ajang lomba internasional. Jangan membuat malu negara Indonesia di depan mata dunia " ucap Bayu.
Para tentara indonesia berjabat tangan ke Bayu.
Prok....Prok....Prook...Prok....
Para tentara dari Malaysa bertepuk tangan,karena mereka paham ucapan yang Bayu katakan. Lalu para peserta dari negara lain juga ikut bertepuk tangan.
Setelah itu Bayu memberi tahu apa yang ia ucapkan barusan ke Mayor Jendral Tang Shin ke bahasa china
" Kamu memang yang terbaik...Aku bangva padamu Jiang..." ucap Mayor Jendral Tang Shin.
***
Acara itu di laksanakan hanya 4 hari saja.
China tampil di peringkat atas karena selalu memenangkan lomba. Dan Jiang adalah eksekutornya.
Mayor Jendral Tang Shin maju ke depan,lalu di susul perwakilan dari negara yang di panggil.
Sore harinya.
Rombongan Bayu pergi menuju hotel menggunakan bis.
" Sekarang aku bisa mendatangi mesjid itu lagi,dan menanyakan hal - hal yang ingin aku tanyakan.." ucap Bayu dalam hati.
Sesampainya Bayu di hotel.
Bayu berwudhu lalu shalat,sebab saat waktu mau shalat,dirinya tidak sempat shalat,karena rombongan Bayu bergegas meninggalkan tempat itu
30 menit kemudian.
Bayu bersama teman - temannya berada di restoran.
Setelah selesai makan,Bayu izin ke Mayor Jendral Tang Shin untuk pergi keluar.
Mayor Jendral Tang Shin memberi izin,dan menyuruh Bayu jangan pergi jauh - jauh. Bayu mengiyakan saja.
Nampak Bayu berjalan kaki menuju mesjid yang pertama kali ia kunjungi. Bayu memakai pakaian lengkap dinas militernya.
Begitu sampai di halaman mesjid,Bayu melihat suasana Mesjid sangat ramai daripada saat dirinya pertama kali berkunjung.
Lantunan Ayat - ayat suci terdengar dari pengeras suara.
Bayu duduk di anak tangga,lalu melepas sepatunya.
Bayu menjadi pusat perhatian orang - orang sekitar,Karena melihat sosok tentara luar negeri berada di mesjid.
Setelah melepas sepatu,Bayu masuk ke dalam mencari pria pertama yang ia temui.
" Di mana dia ya..?" ucap Bayu dalam hati celingukan mencari.
Bayu memasuki ruang khusus wanita.
Nampak ada 10 orang wanita berada di sana.
" Apakah dia mengikutiku?" ucap Bayu. Ia merasa wanita yang mengajak ketemuan berada di antara wanita itu.
Begitu para wanita itu melihat ke arah Bayu.
" Bukan..." ucap Bayu dalam hati,lalu berjalan ke arah lain.
Tiba - tiba Bayu merasakan di sentuh oleh orang yang berada di belakangnya. Bayu reflek memegang tangan itu lalu membantingnya.
Bruuuk....
Semua orang melihat ke arah Bayu.
"Eh....!!!?? Bayu terkejut melihat orang yang barusan ia banting tadi rupanya pria yang ia cari .
" Maaf Pak...Maaf...."
" Saya reflek membanting bapak..." ucap Bayu sambil menangkupkan kedua telapak tangannya.
.
.
.