
Security membuka pintu pagar. Setelah pintu pagar terbuka.
Archie menghampiri Bayu lalu bersalaman.
" Kenapa anda tidak menelpon dulu jika mau datang ke rumah.." ucap Archie.
" Ya mana aku tahu kang kalau ini rumah sampeyan..." ucap Bayu.
" Ooo..Begitu.."
" Mereka semua teman - teman anda pak?" ucap Archie melihat semua rombongan Bayu.
" Iya...Aku datang ke sini untuk menemui Marthen.." ucap Bayu.
" Marthen..?" ucap Archie.
" Iya..Sampeyan kenal gak kang?" ucap Bayu.
" Iya..Saya kenal..Bahkan saya sangat mengenalnya.." ucap Archie.
" Tolong panggilkan dia kang...Aku ada perlu sama dia.." ucap Bayu.
" Maaf..Ada perlu apa ya pak Bayu dengan adik saya.." ucap Archie.
" Jancook...!!!" Bayu terkejut ketika Archie menyebut kata adiknya.
" Marthen itu adik sampeyan kang..?" ucap Bayu.
"Iya...."
"Marthen itu adik saya " ucap Archie.
" Aku ingin bertemu dengan adik sampeyan..Penting.." ucap Bayu.
" Maaf,kalau boleh saya tahu..Ada perlu apa pak Bayu ingin bertemu dengan Marthen..?" ucap Archie.
" Kalau gak bertemu,sampeyan gak akan tahu masalahnya apa.." ucap Bayu.
" Mari pak...Silahkan masuk.." ucap Archie.
" Nah gitu dong...Tapi...Teman - temanku boleh masuk apa gak kang?" ucap Bayu.
" Boleh...Tapi jangan teriak - teriak seperti tadi..Seperti demo di depan DPR saja.." ucap Archie.
" Maklum...Tadi security bilang bahwa Marthen gak mau di ganggu,aku jadi emosi..Mau ku robohkan aja pagar ini...Ayo semuanya..Kita masuk.." ucap Bayu.
Mereka pun masuk ke halaman rumah.
" Marthen ada buat masalah dengan anda ?" ucap Archie.
" Iya kang..." ucap Bayu.
Mereka masuk ke dalam rumah.
" Tunggu sebentar ya pak..Saya panggil dulu adik saya." ucap Archie.
" Iya kang..." ucap Bayu.
" Silahkan duduk.." ucap Archie lalu pergi ke dalam.
" Kamu kenal dia Bay?" ucap Daniel.
" Kenal..Cuman aku baru ketemu sekali aja Niel..Pas ku maen ke kantor papahku..." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu..." ucap Daniel.
Muncul seorang ibu - ibu dan bapak - bapak membawa kardus berisi minuman dalam kemasan,lalu membuka kardus dan meletakkan minuman di meja. Selesai meletakkan semua minuman di meja,ke dua orang itu masuk ke dalam.
Salah satu anak buah Bayu hendak mengambil minuman tersebut.
" Kang...Jangan dulu..Kita belum di izinkan untuk mengambil.." ucap Bayu.
Tak lama kemudian muncul Rafael,ayah Archie dan juga Marthen.
Bayu berdiri lalu bersalaman ke pak Rafael tak lupa cium punggung tangan.
Kemudian muncul Archie bersama Marthen.
" Ada masalah apa,nak Bayu dengan putra saya..?" ucap pak Rafael.
" Dia mengganggu dan menyakiti keluargaku yang bernama Daniel pak..."
" Dia memyuruh orang untuk memukuli Daniel.."
" Maka dari itu,saya datang kemari..Untuk mempertanyakan dan juga memberi peringatan pertama dan terakhir..." ucap Bayu.
Pak Rafael melihat ke arah Marthen.
" Apa benar itu Marthen?" ucap pak Rafael.
" Bohong pah...Aku gak ada menyuruh orang untu memukuli Daniel.." ucap Marthen.
Bayu mendengar ucapan Marthen menjadi emosi lalu memukul meja yang terbuat dari kaca yang sangat tebal dengan kuat memukul.
DUUK...PYAAAAAAR.......minuman yang di meja berjatuhan,laca pecah menjadi potongan.
Semua orang terkejut.
" Oke...Jika kamu gak mau mengaku...(Bayu menunjuk ke arah Marthen)."
" Ketika aku keluar dari rumah ini..."
" Kamu ( Bayu kembali menunjuk Marthen)akan mati..." ucap Bayu lalu berdiri.
" Sabar....Sabar nak Bayu..." ucap pak Rafael kalem,agar Bayu tak menjadi emosi.
Pak Rafael berdiri lalu melihat ke arah Marthen.
" MARTHEN...Katakan sejujurnya..atau papah usir kamu dari rumah ini..." ucap pak Rafael marah.
" Kamu harus mengakui perbuatanmu,kamu lihat sendirikan teman - temannya sangat banyak." ucap Archie.
" Benar pah...Aku gak ada melakukannya.." ucap Marthen lalu menundukkan kepala.
" Apa kamu tahu siapa yang papah ajak bicara?" ucap pak Rafael.
" Iya..Aku tahu...Pemuda gembel dan juga preman kampung..." ucap Marthen.
" JAGA MULUTMU..." teriak pak Rafael.
"Dia ini putra pak Jien Lie,keluarga Han..." ucap pak Rafael.
Eh....!!! Marthen terkejut dan menjadi ketakutan. Ia berpikir pemuda yang bicara dengan ayahnya adalah preman di pasar.
" Sekali lagi papah tanya..Apa benar yang di katakan Bayu..Kamu menyakiti Daniel dengan cara kamu menyuruh orang lain?" ucap pak Rafael.
" I...I..Iya pah...Aku menyuruh orang untuk memghajar Daniel..." ucap Marthen.
PLAAAAAK...... pipi Marthen di tampar keras oleh pak Rafael.
Pak Rafael kemudian melihat ke arah Bayu yang masih berdiri. Lalu membungkukkan badannya.
" Maafkan anak saya nak Daniel dan nak Bayu." ucap pak Rafael.
" Niel..." ucap Bayu.
" Saya akan memaafkan Marthen asal membayar apa yang telah dia lakukan padaku.." ucap Daniel.
Pak Rafael menegapkan kembali badannya.
" Berapa yang anda minta..?" ucap pak Rafael.
" Tidak banyak..Hanya 5 Milyar saja." ucap Daniel.
" Jancook...Malah meras .."
" Tapi..Gakpapa seh..Itung - itung biar mereka kapok.." ucap Bayu dalam hati.
" Kalau tidak mau...Maka saya akan melaporkan ini ke polisi dan juga kakek saya.." ucap Daniel mengancam.
" Baiklah...Tapi saya tidak punya uang cash.." ucap pak Rafael menuruti,sebab jika tidak. Dirinya dan beserta keluarganya akan terkena imbasnya meakipun Marthen di penjara.
" Cek juga boleh pak..." ucap Daniel.
" Tunggu sebentar.." ucap pak Rafael lalu berjalan ke dalam untuk mengambil cek.
" Mampus ...Makanya jangan macam - macam sama aku dan Bayu.."
" Mayan..Dapat duit secara gratis,meskipun kena bogem mentah seh.." ucap Daniel dalam hati.
Tak lama kemudian muncul pak Rafael sambil memegang selembar kertas.
" Ini cek 5 Milyar...Maafkan kesalahan anak saya.." ucap pak Rafael.
" Iya saya maafkan pak...Tapi.."
" Kalau berulah lagi.."
" Teman - temanku akan memasukkan Marthen ke rumah sakit dengan keadaan bersimbah darah.."
" Ayo Bay...Kita pulang..Dah mau magrib.." ucap Daniel.
" Maaf pak...Tadi saya pecahin mejanya..Soalnya saya emosi mendengar Marthen gak mau mengakui perbuatannya.." ucap Bayu.
" Iya...Tidak apa - apa.." ucap pak Rafael.
" Kalau begitu,kami pamit undur diri dulu pak.." ucap Bayu.
" Iya..." ucap pak Rafael.
Setelah Bayu dan rombongannya pergi.
" Papah malu di depan anaknya pak Jien Lie.."
" Untung dia hanya minta ganti 5 Milyar.."
" Mulai saat ini..Uang jajanmu papah potong selama 6 tahun..." ucap pak Rafael.
" Jangan pah...Pliisss..."
"Kalau di potong,aku gak bisa belanja pah..." ucap Marthen.
" Kamu harus bertanggung jawab apa yang telah kamu lakukan...Semoga aja pak Jien Lie tidak menarik sahamnya.." ucap pak Rafael.
" Kenapa kamu mencelakai Daniel?" ucap Archie.
" Dia telah merebut Selvie dariku bang..." ucap Marthen.
" Astaga...Karena masalah cewek terus kamu mencelakai dia..?"
" Apa kamu gak melihat..Daniel itu siapa.." ucap Archie.
" Lihat..Aku kira dia mahasiswa biasa yang bekerja di Cafe..." ucap Marthen.
" Mobil yang kamu pakai papah tarik,..Kamu sekolah di antar jemput..Jika keluar pakai angkot.." ucap pak Rafael lalu berjalan masuk ke dalam.
" Gak bisa begitu paa...Apa kata teman - temanku nanti di sekolahan.." ucap Marthen.
" Kamu jangan jawab ucapan papah.." ucap Archie pelan gregetan,ingin sekali menjitak kepala adiknya.
Pak Rafael menghentikan langkah lalu membalikkan badan ke arah Marthen.
" Kartu kreditmu papah blokir..Uang jajanmu hanya 20 ribu setiap hari.Semua kendaraanmu papah akan sita..."
" Dan untukmu Archie...Jangan beri dia uang sepeserpun atau meminjamkan kendaraanmu pada Marthen.." ucap pak Rafael.
" Siap pah..."
Pak Rafael kembali berjalan.
" Kalau papah marah..Jangan kamu bantah..Di tambah lagi kamu yanh salah..Papah jadi semakin marah jika kamu melawan.."
" Jawab yang jujur..Apakah kamu masih menyimpan dendam le Daniel?" ucap Archie.
" Iya bang...Karena dia telah merebut Selvie dan duit jajanku di potong.." ucap Marthen.
" Aku cuman bisa kasih saran..Lupakan Selvie.."
" Bila masih ngotot..Bersiap - siap saja di usir dari rumah kemudian mereka akan menghajarmu hingga kamu mati.." ucap Archie lalu berjalan meninggalkan Marten.
Marthen terduduk lemas,aset yang di berikan papahnya di tarik,serta uang jajannya berkurang drastis.
***
Sementara di sisi Bayu.
" Gilaaa lu Niel...Bisa mendapatkan duit banyak banget, 5 Milyar lagi..."ucap Alex sambil berjalan ke parkiran.
" Yo'i...Kamu tenang aja Lex..Aku akan membagi uang ini.."ucap Daniel.
" Kalau bisa,sering - sering aja lu begini Niel..Biar cepat kaya.." ucap Edi anak buah Bayu.
" Juancook...Yang ada badanku sakit semua kang.." ucap Daniel.
" Tapi kan dapat duit.." ucap Edi.
" Iya...Besok aku cairin cek ini..Setelah cair,aku akan membagi - bagikan ke kalian.." ucap Daniel.
Kirana merangkul Daniel.
" Terima kasih beb...." ucap Kirana
Daniel merasakan bergidil di rangkul oleh Kirana.
" Di cium dong.." ucap Bayu.
Kirana memonyongkan bibirnya hendak men ium Daniel.
" Juancooook...Ra sudi aku di ambung awakmu.." ucap Daniel sambil menahan muka Kirana.
"Ha...Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha.. " tawa semua orang.
Setelah itu mereka naik ke kendaraannya masing - masing lalu pulang.
Daniel bersama Bayu dalam satu mobil.
" Kirain masih di Kalimantan Bay.." ucap Daniel.
" Enggak...Urusanku dah selesai Niel..."
" Kamu ke Cafe atau langsung pulang ?"ucap Bayu.
" Muleh wae Bay....Tiwas kesel akh bolak balik..." ucap Daniel.
" Kang...Langsung pulang.." ucap Bayu pada supirnya.
" Siap pak bos..." ucap supir.
" Eh Niel...Kirana itu jago berantem kah?" ucap Bayu penasaran akan sosok Kirana yang Feminim bagaikan cewek.
" Bisa Bay..."
" Kalau dia berantem,keluar sifat aslinya..." ucap Daniel.
" Buseet dah...Kirain gak bisa berantem.."
Bayu merasakan ponselnya bergetar panjang,lalu ia memgecek siapa yang menelpon.
Nampak di layar panggilan dari Ayu.
" Assalam mu'alaikum yomesan..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam shujin...Shujin lagi di mana?" suara Ayu.
" Perjalanan pulang cantik.." ucap Bayu.
" Apakah Daniel baik - baik saja..?" suara Ayu.
" Baik,hanya ada luka lebam saja..." ucap Bayu.
" Shujin...Apakah pelakunya sudah di selesaikan ?" suara Ayu.
" Sudah yomesan..." ucap Bayu.
" Syukurlah..Jika belum,maka pasukan asasin yang akan menyelesaikan.."
" Sudah dulu ya shujin...Assalam mu'alaikum.." suara Ayu.
" Wa'alaikum salam..." ucap Bayu lalu menekan tombol matikan panggilan.
" Jika pasukan Asasin yang bergerak,ya mati semua..." ucap Bayu dalam hati.
Tak terasa mereka pun sampai di rumah. Bayu berjalan cepat karena sudah adzan Magrib sebelum masuk di pintu gerbang perumahan Golden Hills.
Lukman tiba memakai sepeda motornya.
" Aseem...Aku di tinggal.." ucap Lukman.
" Lah...Kirain gak mau ikut.." ucap Daniel yang baru keluar dari mobil.
" Entut... "
" Tak golek i mubeng - mubeng Cafe ra ono..Mobilmu tak ndelok jek ono..Jebulle melu Bayu...Jancook.." ucap Lukman.
"Ya maaf..Tapi tenang aja..Aku dapat duit.." ucap Daniel.
" Duwet opo?" ucap Lukman.
" Tadi aku minta uang damai..." ucap Daniel.
" Wheeeesss...."
"Aku kecipratan opo ora iki?" ucap Lukman.
" Kecipratan lah...Ayo ndang shalat kono..Wektune meh entek.." ucap Daniel.
Daniel dan Lukman berjalan ke dalam rumah.
" Bukannya Bayu jek nang Kalimantan?" ucap Lukman.
"Pikirku yo ngono...Tibakno wes muleh.." ucap Daniel.
"Oleh duit piro kuwe Niel?" ucap Lukman.
" Lumayan..Bisa buat beli rokok.." ucap Daniel.
" Diamput..Rokok loh gak sampe sepuluh ewu.." ucap Lukman.
" Rokok 4 gudang..." ucap Daniel.
" Berqrti wakeeeh..." ucap Lukman.
Di saat mendekati anak tangga terakhir di lantai 2,Daniel dan Lukman melihat Ida berjalan memakai mukena.
Ida melihat ke arah Daniel dan Lukman dan tersenyum,lalu melihat ke depan.
Lukman dan Daniel mengucek - ucek matanya.Ia mengira melihat penampakan hantu Putri. Lalu mereka melihat Ida berjalan menyentuh lantai.
" Ha...Ha...Hantuuu...." ucap ucap Lukman kemudian berlari ke kamarnya,Daniel pun ikut berlari.
????....Ida
Setelah selesai mandi dan shalat,Lukman keluar dari kamarnya,lalu berjalan ke arah dapur untuk membuat kopi.
Setelah sampai di dapur,ia melihat lagi wanita yang mirip dengan Putri,tapi tidak memakai jilbab mencuci piring.
Di belakang Lukman,ada Bayu berjalan mengendap - endap hendak mengkagetkan Lukman.
" Juangkrek...Kok hantunya muncul lagi.." ucap Lukman dalam hati,lalu membalikkan badan tak jadi membuat kopi.
" Huaaaaaa...." ucap Bayu.
Lukman tersentak kaget.
" Jancoook...Wes wedi ngene malah di kagetin.." ucap Lukman.
" Wedi opo toh Man.."ucap Bayu.
"Kae lohh...(Lukman berkata sambil memutar tubuh dan menunjuk ke tempat cucian piring).
Looh...Endi..Tadi ada di situ.." ucap Lukman tak melihat Ida di tempat cucian piring.
Sementara Ida duduk jongkok mengambil sesuatu di lemari kayu,sehingga ia tak terlihat oleh Lukman.
"Siapa Man...?"ucap Bayu.
Lukman melihat ke Bayu lagi.
" Tadi aku ndelok penampakan Putri Bay..."ucap Lukman.
"Putri..?"ucap Bayu.
" Iyoo...Pas muleh ndelok Putri gawe mukena,terus sak iki ndelok Putri nyuci piring.." ucap Lukman.
Ida berdiri lalu berjalan ke arah Bayu sambil membawa toples berisi nastar dan berhenti di samping Lukman.
"Ooo... Seperti di sebelah kananmu itu kah Man?" ucap Bayu.
Lukman menoleh sebelah kanan,Ida pun melihat ke Lukman.
" ALLAAAAH...HUAAAAKBAAAR.....!!!!! Teriak Lukman sampai ia melompat.
Lukman kemudian bersembunyi di balik punggung Bayu.
" Bay....Kenapa arwah Putri muncul Bay.." ucap Lukman ketakutan.
" Hantu nyentuh tanah apa enggak Man?" ucap Bayu.
" Mana aku tahu Bay..."
" Sepertinya Putri kabur dari alam kubur Bay.." ucap Lukman.
Datang Diana dan Sulis.
" Iya...Dia datang untuk menagih janjimu Man.." ucap Diana.
Lukman melihat ke arah Diana.
" Janji opo Na..?" ucap Lukman.
" Katanya tiap malam Jum'at,kamu mau datangi kuburannya Putri..." ucap Diana.
Ida memberikan toples ke Bayu.
" Wasssuuu...Aku gak ada bilang koyok ngono loh Na...Sumpah.." ucap Lukman.
Bayu mendekatkan wajahnya ke telinga Ida.
" Dekatin temanku itu,pura - pura adek jadi Putri dan menagih janji,namanya Lukman..Jangan panggil kak," ucap Bayu pelan.
Ida menghampiri Lukman.
" Mana janjimu..." ucap Ida.
Lukman menoleh ke Ida.
Lukman segera membaca ayat kursi.
Sulis dan Diana melihat Lukman di kerjai menahan tawanya.
Ida memegang pundak Lukman.
Belum selesai membaca ayat kursi,Lukman berlari meninggalkan dapur.
" Ha....Ha....Ha....Ha....Ha....Ha....Ha...Ha..." tawa Bayu,Diana dan Sulis melihat Lukman di kerjai.
" Maaaaan...Jangan kabur..." ucap Bayu agak nyaring.
" Tadi itu siapa kak?" ucap Ida.
" Dia itu Lukman,salah satu sahabatku..Dia tinggal di rumah ini.." ucap Bayu.
" Ooo..Begitu.." ucap Ida.
Bayu mengambil teh Kotak lalu berjalan ke ruang keluarga bersama Ida dan kedua istrinya.
Sesampai di ruang keluarga.
Bayu memakan kue buatan istrinya.
" Enak gak mas..?" ucap Sulis.
" Enak banget yank..."
Bayu mengambil kue nastar lagi. Kemudian ia melihat Lukman berjalan bersama Daniel.
" Nieeeel...Maaan..."
" Siniiiii.." ucap Bayu.
Lukman dan Daniel berjalan ke arah Bayu.
" Tuh lihat...Putri masih ada tuh.." ucap Lukman.
" Bay...Kenapa arwah Putri muncul di rumah ini?" ucap Daniel.
" Duduk dulu.." ucap Bayu.
" Takut aku Bay..." ucap Daniel.
" Dia bukan hantu...." ucap Bayu.
" Bukan hantu?...Terus kalau bukan hantu,dia itu siapa?" ucap Lukman.
" Arwahnya..." ucap Bayu.
" Juancook...." ucap Lukman.
" Kenalin...Dia Ida...Gadia dari kalimantan..." ucap Bayu.
" Heeeh...Serius Bay?" ucap Daniel.
" Iyoo Daniel san..Ngapain aku botek.." ucap Bayu.
" Boteek...??? Botek kuwi opo Bay?" ucap Lukman.
" Bohong,ngapusi..."ucap Bayu.
" Diampuuut..." ucap Lukman.
Akhirnya,Lukman dan Daniel berkenalan dengan Ida,lalu duduk .
" Wajahhe muiiirip tenan ee Bay.." ucap Lukman.
" He eh...Aku wae sempat kaget kok,pas ndelok Ida...Tak kiro Putri..Jebulle Ida.." ucap Bayu lalu menyodorkan toples ke Lukman.
" Lah...Terus Ida ke sini sama siapa Bay." ucap Daniel.
" Sama aku lah..." ucap Bayu.
" Wong tuane..?" ucap Lukman sambil memberikan toples ke Daniel.
" Di rumah..Mereka gak bisa ikut...Hari minggu sore tak antar pulang..." ucap Bayu lalu meminum teh Kotak.
" Oalaaaah....Ngono to..."
Lukman melihat ke Ida.
" Ida..Kamu di ajakin nikah gak sama Bayu weduus ini?" ucap Lukman.
Uhuuuuk....Uhuuuk...Uhuuuk... Bayu kesedakan.
" Enggeh kak..Ulun di ajakin kawin,tapi ulun kada di bolehin sama emak ulun.."ucap Ida.
" Ulun...? Ora mudeng aku kowe ngomong opo.." ucap Lukman.
" Ulun itu saya kak.." ucap Ida.
" Oalaaah...Yo..Yoo..Ngerti aku..." ucap Lukman.
" Kamu orang Dayak kah Da...?" ucap Daniel.
" Bukan...Ulun mah orang banjar.." ucap Ida.
" Banjarmasin Niel.."
Bayu melihat jam tangannya.
" Delapan menit mau masuk Isya'... Yook kita ambil air wudhu.." ucap Bayu.
" Mirip banget wajahhe yoo Niel.." ucap Lukman.
" Iyoo..Aku wae sempat wedi kok..Tak pikir Laura ke dua.." ucap Daniel.
" Niel..Kowe seng gawe kopi yoo..Aku tak sholat diseek.." ucap Lukman.
" Yooo..." ucap Daniel.
Selesai shalat Isya'.
Bayu bersama para istrinya dan Ida makan bersama.
" Apakah sayang sudah bertemu dengan Marthen ?" ucap Diana.
" Sudah yank...Aku ke sana rame - rame..Seperti orang mau Demo.."
" Pas sudah sampai di sana,malah security bilang Marthen gak mau di ganggu..Ya aku teriakin..." ucap Bayu lalu menyendok nasinya.
" Terus..." ucap Diana.
" Ada yang keluar dari dalam rumah,kulihatiiin itu orang yang jalan.."
" Pas ku lihat wajahnya..Aku mengenalnya yank.." ucap Bayu.
" Siapa orang itu mas?" ucap Sulis.
" Dia kang Archie...."
" Pas papah memanggilku di suruh datang ke kantor..Aku bertemu dengan dia dan berkenalan.." ucap Bayu.
" Archie..??"
" Sepertinya aku pernah mendengar nama itu yank.." ucap Diana.
" Ayahnya bernama Rafael.." ucap Bayu.
" Aaaaa....Iya..Aku ingat yank.." ucap Diana.
" Sayang kenal sama Archie..?" ucap Bayu.
" Kenal...Dia menyatakan cinta kepadaku..Tapi ku tolak..." ucap Diana.
" Ooo...Begitu.." ucap Bayu.
" Apakah shujin menghajar Marthen?" ucap Ayu.
" Enggak...." ucap Bayu.
" Kenapa gak mas hajar aja itu si Marthen.." ucap Sulis.
" Daniel minta uang Damai...Jika enggak di kasih katanya mau di laporin ke polisi dan akan melaporkan itu ke kakek..." ucap Bayu.
" Berapa di kasihnya yank?" ucap Diana.
" Tanyakan ke Daniel..."
" Tambah lagi Da...Gak usah sungkan..." ucap Bayu melihat Ida sudah selesai makannya.
" Kenyang kak aee...kada muat perut ulun.." ucap Ida.
" Heemm...Ya amar bisa buat kue seperti kue ulang tahun..?" ucap Bayu.
" Bisa ya habib albi..." ucap Aisyah.
" Heemm...Aku punya plaining.."
" Kan ruko yang kita bangun itu ada tiga.."
" Satu buat Daniel, satu lagi toko ATK satunya kosong.."
" Nah....Yang kosong itu buat toko kue...Gimana menurut kalian..?" ucap Bayu.
" Jauh yank..Jika kita sudah pindah rumah.." ucap Diana.
" Iya juga seh..."
" Hemmm...Kita buka toko di sana aja..."
" Kan lumayan itu,hitung - hitung buat kalian tidak jenuh..."
" Jadi ada kegiatannya..." ucap Bayu.
" Setuju mas..." ucap Sulis.
" Ya amar mau buka usaha kue apa enggak?" ucap Bayu.
" Nak...Tapi jika sendirian..Saye tak bisa melakukan itu semua.." ucap Aisyah.
" Tenang aja Syah...Nanti kita bantu..." ucap Diana.
" Kak...Mel..Gak jadi kuliah.." ucap Melisa.
" Kenapa sayang gak jadi kuliah?" ucap Bayu.
" Jauuh kak..."
" Capek di jalan..." ucap Melisa.
" Iya seh..." ucap Bayu.
Diana mengambil piring bekas Bayu makan,lalu berjalan ke dapur.
" Mas mau kopi...?" ucap Sulis.
" Boleh...Kopi tanpa gula ya cantik.." ucap Bayu.
" Siap ganteng.." ucap Sulis.
Bayu berdiri .
" Mau ikut ngobrol di balkon apa ikut para istriku Da..?" ucap Bayu.
" Balkon? Di mana tuh kak?" ucap Ida.
" Lantai dua...Tempat ahli hisap..Tapi semua cowok.Kalau mau gabung susul aja.." ucap Bayu lalu berjalan ke arah Balkon lantai 2.
Sebelum ke Balkon,Bayu mengambil rokoknya yang ada di dalam kamar Ayu,lalh berjalan menuju balkon.
Sesampai di balkon lantai 2,Bayu duduk di samping Lukman yang lebih dulu berada di balkon bersama Daniel.
" Bay..Kiro - kiro tak kasih berapa ya teman - teman.." ucap Daniel.
" Utamakan Alex dan teman - temannya Niel.."
" Kasih mereka lebih banyak daripada anak buahku..." ucap Bayu.
" Oke...Engko sek...Tadi yang ikut sama Alex berapa orang ya.." ucap Daniel.
" 15 orang...Kasih 100 juta dah senang mereka..." ucap Bayu.
" Satu setengah milyar..Terus anak buahmu piro?" ucap Daniel.
" Gak ngitung aku.."
" Anggap aja 30 orang,kasih 30 juta...900 juta.."
" Terus supir sama 4 pengawal ,jadi satu milyar 50 juta..sisa 2 milyar 450 juta.Sampeyan ambil 2 milyar,sisanya sembarang kamu Niel.." ucap Bayu.
" Oke...Awakmu 1 Milyar,Cempe 150 juta,Kebo 150 juta,kang Paijo 150 juta.." ucap Daniel.
" Heemm..Beli kapal pakai duit itu halal gak ya.." ucap Bayu dalam hati.
Sebab duit dari Daniel hasil permintaan uang damai plus memeras.
" Emangnya kamu dapat berapa Bay..?" suara Jalu.
" 1 Milyar pakde..." ucap Bayu dalam hati.
" Kenapa gak minta 10 Milyar Niel..." ucap Lukman.
" Kebanyakan itu Man..." ucap Daniel.
Ida muncul sambil membawa segelas kopi,lalu di letakkan di depan Bayu dan duduk di samping Bayu.
" Di minum kak..." ucap Ida.