SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
AKU SANGAT MENCINTAIMU


Dari dalam muncul Hinata bersama Melisa.


"Melisa...!!!?? ucap Mei Lien terkejut.


"Bibi Mei...!!!?? ucap Melisa juga ikut terkejut.


"Bibi....!!!?? ucap semua orang.


"Kok bibi Mei tahu kalau Mel di sini?" ucap Melisa.


"Kalian masih keluarga...??" ucap Bayu bingung dan penasaran.


"Iya kak..Dia bibiku...." ucap Melisa.


Bayu berdiri di antara Mei Lien dan Melisa,Bayu melihat ke Mei Lien lalu ke Melisa kemudian menoleh ke Mei Lien.


"Aaaarrrggghh.....


"Kamu apakan ponakanku Bay? kenapa dia ada di rumahmu?" ucap Mei Lien.


"Gak ada aku apa - apain,dia sering ke sini,kadang tidur di rumahku... Tunggu dulu.. Melisa keluarga Han...Apa kamu juga keluarga Han Mei?" ucap Bayu memastikan.


"Iya...Aku keluarga Han...Nama lengkapku Mei Lien Han.." ucap Mei Lien.


"Jangan marahin kak Bayu bi.... Ini keinginan Mel sendiri... Mel lebih senang berada di sini" ucap Melisa.


Hana mendatangi mereka,karena terdengar suara keributan di ruang depan.


"Ada apa sayang? Ibu mendengar kalian ribut.." ucap Hana.


"Ini bu... Mei Lien ternyata masih keluarga dengan Melisa bu,dan Mei Lien menuduh aku lagi kalau Melisa aku apa - apain di rumah ini." ucap Bayu.


"Oooo... Begitu...


Hana melihat ke arah Mei Lien.


"Ayoo duduk dulu nak.. " ucap Han berkata lembut.


Mereka pun duduk di kursi tamu.


"Nak Mei Lien... Melisa di sini sudah ibu anggap sebagai anak ibu. Dia sering datang kemari, dan ibu juga sudah berbicara pada orang tuanya." ucap Hana.


"Maafin saya tante..Saya salah sangka terhadap Bayu" ucap Mei Lien.


"Iya ibu maafin.." ucap Hana.


"Dia adik sepupuku rupanya..." ucap Hana dalam hati.


"Saya masih penasaran tante,mengapa Melisa bisa ada di sini" ucap Mei Lien.


"Bibi ingat peristiwa penyerangan di kampus " ucap Melisa.


"Iya ingat..." ucap Mei Lien.


"Mel menolong seorang cowok yang berkelahi dengan ninja itu,tapi Mel malah di bantu sama itu cowok,Mel hampir tertembak dan terkena Shuriken,cowok yang Mel tolong,melindungi Mel..Dan cowok itu adalah kak Bayu...Jika kak Bayu tak menolong Mel,maka Mel sudah tewas.." ucap Melisa.


Deg...


Mei Lien merasa peristiwa itu tidak penting bagi dirinya,sebab ia di lindungi oleh pengawalnya yang membawa senjata api.Jadi Mei Lien malas untuk mencari tahu mengapa ninja itu menyerang di kampusnya.


"Lalu kakek buyut Zhang memberikan rumah ini sebagai hadiah karena menolong Mel.." ucap Melisa.


"Apaaaa...!!!?? ucap Mei Lien terkejut.


"Serius kamu Mel,kakek Zhang memberikan rumah ini pada Bayu?" ucap Mei Lien.


"Iya bi...Kalau bibi Mei gak percaya tanyakan saja ke kakek buyut.." ucap Melisa.


Mei Lien mengambil hapenya,lalu menghubungi kakek Zhang.


Mei Lien menggunakan bahasa china saat berbicara dengan kakek Zhang di telpon.


"Halo kek..Apa benar kakek memberikan rumah pada Bayu?" ucap Mei Lien.


"Iya benar...Kakek memberikan rumah itu pada Bayu.." suara kakek Zhang.


"Mengapa kakek beri dia rumah ini..." ucap Mei Lien.


"Kamu ada di rumah Bayu..?" suara kakek Zhang.


"Iya kek.. Mei berkunjung ke sini dan Mei terkejut ada Melisa di sini. Melisa yang memberi tahuku bahwa kakek yang memberikan rumah ini pada Bayu.." ucap Mei Lien.


"Iya... Kakek beri Bayu rumah itu karena Bayu menyelamatkan Melisa.."suara Zhang.


"Kenapa tak di beri uang saja kek,kenapa harus rumah..." ucap Mei Lien seperti tak terima.


"Kakek yang memutuskannya... Ayahmu setuju,dan pamanmu juga setuju,lalu mengapa kamu seperti tak setuju Mei?" suara kakek Zhang.


"EH....!!?? Mei Lien terkejut saat kakeknya menyebut ayahnya setuju memberikan rumah ini pada Bayu.


"Maaf kek.. Mei setuju kok.. " ucap Mei Lien.


"Ya sudah.. Kakek mau mau keluar karena ada urusan.." suara kakek Zhang.


Panggilan pun terputus.


Mei Lien menaruh hapenya.


Melisa menggunakan bahasa china ke Mei Lien.


"Bibi sudah dengarkan apa yang di ucapkan kakek buyut.. Mel saja sangat setuju kakek buyut memberikan rumah ini.Kak Bayu sempat menolak,tapi kakek buyut memaksa,akhirnya kak Bayu mau menerima dengan syarat keluarganya menyetujuinya. Mereka pun menyetujuinya. Jadilah rumah ini milik kak Bayu,Bahkan Mel sempat memberikan kesucian Mel pada kak Bayu.. Tapi kak Bayu menolaknya.


Mel di sini di anggap keluarga,dan Mel sangat betah di sini bi..." ucap Melisa.


"Maafkan aku Bay... Aku telah berprasangka buruk lagi padamu..." ucap Mei Lien.


"Iya Mei... Ini hanya kesalah pahaman saja." ucap Bayu.


"Nah... Sekarang sudah clear masalah ini. Ibu harap kalian jangan ribut - ribut lagi. " ucap Hana.


"Iya bu..." ucap mereka semua yang ada di sana.


"Iya Tante..." ucap Mei Lien.


"Ibu tinggal dulu..." ucap Hana.


"Ibu mau kemana?" ucap Mel.


"Mau lanjut jahit lagi nak.." ucap Hana.


"Bu.. Tadi Bayu ke pasar.. Bayu membelikan Baju buat ibu... Ini bajunya bu.." ucap Bayu sambil menyerahkan kantong plastik berisi pakaian.


"Terima kasih sayang..." ucap Hana.


Hana berjalan masuk ke dalam.


"Ayu san... Ini Baju untukmu.." ucap Bayu sambil menyerahkan kantong plastik berisi pakaian.


"Terima kasih Bayu san.." ucap Hinata. Lalu memeluk Bayu.Setelah itu melepaskan pelukannya.


"Dan ini untukmu Mel..." ucap Bayu memberikan kantong platik berisi pakaian.


Melisa menerima pemberian Bayu,lalu memeluk Bayu.


"Makasih kak...Mel pikir kak Bayu gak belikan baju ke Mel.." ucap Melisa


"Ya di belikan donk...Nanti ngambek lagi..." ucap Bayu.


Melisa melepaskan pelukannya.


"Hehehehe....Kak Bayu tahu aja.." ucap Melisa.


Mei Lien diam memperhatikan Bayu.


"Maaf loh ya.. Jika gak sesuai dan gak pas.. Soalnya aku asal memilih dan kira - kira saja... " ucap Bayu.


Melisa mengambil pakaian di dalam kantong plastik.


Rupanya Bayu membelikan Baju muslim terusan lengan panjang. Melisa menempelkan pakaian itu di tubuhnya.


"Cocok kak..Mel suka...Makasih kak..." ucap Melisa kesenangan mendapatkan Baju dari Bayu.


"Melisa nampak senang dan bahagia di belikan baju oleh Bayu,meskipun itu bukan baju mahal,tapi kenapa aku juga ingin di belikan baju oleh dia. " ucap Mei Lien dalam hati memperhatikan Bayu.


Dewi datang membawa minuman dan makanan ringan di kereta dorong,lalu di letakkan meja.


"Makasih mbak Dewi.." ucap Bayu.


"Sama - sama kang.." ucap Dewi lalu pergi.


"Silahkan di minum Mei..." ucap Bayu.


Mei Lien tak menjawab,ia terus melihat Bayu.


"Mei...Mei Lien..." ucap Bayu.


"Baju untukku mana Bay?" ucap Mei Lien spontan terucap.


"Ya maaf Mei... Aku gak tahu jika kamu gak beli baju pas di pasar tadi" ucap Bayu.


"Eh....!!?? Mei Lien tersadar.


Mei Lien menundukkan kepalanya karena malu.


"Sial... Gara - gara melihat Melisa di belikan baju oleh Bayu malah aku juga pengen di belikan,dan itu langsung terucap di mulutku. Tapi aku ingin sekali di belikan baju oleh dia." ucap Mei Lien dalam hati.


Tak terasa air mata Mei Lien keluar.


Hinata menghampiri Mei Lien.


"Anoo...Ini buat bibi saja.Saya masih punya.." ucap Hinata mengikuti Melisa memanggil Mei Lien bibi sambil memberikan kantong plastik berisi pakaian kepada Mei Lien.


Hinata melakukan itu karena Mei Lien adalah keluarga Han yang baik hati memberikan rumah ini pada Bayu.


Mei Lien mendongakkan kepala.


"Tidak terima kasih..." ucap Mei Lien.


Hinata meraih tangan Mei Lien lalu memberikan plastik tersebut.


"Tidak apa - apa.. Saya ikhlas..." ucap Hinata.


"Terima kasih,tapi maaf.. Ukuran kita berbeda.." ucap Mei Lien menolak.


Hinata menoleh ke Bayu.


"Kalau dia yang pakai maka kekecilan Ayu san " ucap Bayu.


"Bayu san bisa ke pasar lagi..?" ucap Hinata.


"Ke pasar mau beli apa Ayu san.." ucap Bayu.


"Belikan Baju buat bibi ini..Kasihan dia Bayu san... " ucap Hinata.


"Baiklah...


"Ayo Mei....Kita kepasar.." ucap Bayu.


"Gak...Gak usah Bay.. " ucap Mei Lien.


Bayu memghampiri Mei Lien,lalu memegang tangannya.


"Ayoo Mei..." ucap Bayu.


Mau tak mau Mei Lien menerima ajakan Bayu.


Mereka pun berjalan keluar setelah itu masuk ke dalam mobil.


"Kita ke pasar apa mall Mei?" ucap Bayu.


"Gak usah Bay... Bajuku masih banyak..Antar aku pulang saja.." ucap Mei Lien masih mengeluarkan air mata.


"Baiklah..." ucap Bayu.


Bayu menjalankan mobilnya,ketika pintu pagar terbuka,Bayu belok kanan menuju gerbang perumahan,seharusnya belok kiri.


"Bay.. Kenapa gak antar aku pulang?" ucap Mei Lien.


"Aku gak tega melihatmu menangis.. Maaf ya... Jika aku tahu kamu belum beli Baju,aku pasti membelikanmu juga.." ucap Bayu.


Mei Lien terdiam sambil menghapus air matanya.


"Aku gak tahu jalan ke arah Mall..Kalau kamu mau ke Mall tunjukin jalannya Mei.." ucap Bayu.


"Ke pasar saja Bay..." ucap Mei Lien.


"Baik non... " ucap Bayu menirukan supir Mei Lien.


"Apaan seh kamu Bay..." ucap Mei Lien sambil meninju pelan bahu Bayu.


"Aku kan supirmu Mei..." ucap Bayu.


"Iya Bay... Kamu memang supir...Supir hatiku.. Aku akan mengikutimu kemanapun kamu pergi.." ucap Mei Lien.


Mei Lien mengira,Hinata adalah adik Bayu. Sehingga tak ada rasa kecurigaan dia terhadap Bayu.


"Jangkreek...Malah gombal lagi..." ucap Bayu dalam hati.


"Kamu yakin beli di pasar Mei...?" ucap Bayu.


"Iya Bay...Emangnya kenapa?" ucap Mei Lien melihat ke arah Bayu.


"Aku takut kulitmu gak cocok dengan pakaian di pasar..." ucap Bayu.


"Jancoook... Aku salah ngomong lagi.." ucap Bayu dalam hati.


Mereka sudah sampai di pasar,Bayu memarkikan mobilnya.


"Bay... " ucap Mei Lien masih menatap Bayu.


Bayu menoleh ke Meilin.


"Iya Mei.." ucap Bayu.


"Kapan kamu akan melamarku..." ucap Mei Lien.


Uhuuuk....Uhhuuuk...Uhuuuk....


"Diampuuut..." ucap Bayu dalam hati.


Cuupp.... Mei Lien mencium pipi Bayu.


Bayu keluar dari mobil,kemudian Mei Lien juga keluar.


Mei Lien menggandeng tangan Bayu saat berjalan ke pasar.


"Mei...Tolong lepas tanganmu...Aku gak ingin orang salah paham.." ucap Bayu.


"Enggak,...Aku gak mau..." ucap Mei Lien.


"Pliisss ..." ucap Bayu.


"Ya udah udah deh..." ucap Mei Lien,kemudian melepaskan pegangan tangannya di lengan Bayu.


"Aku senang banget hari ini Bay....Kita bisa jalan berdua.." ucap Mei Lien.


Bayu diam tak menjawab.


"Kenapa sayang diem saja?" ucap Mei Lien.


"Gakpapa Mei..." ucap Bayu.


"Aku tahu... Pasti sayang memikirkan cara melamarku kan?...


"Aku gak minta yang mewah,yang penting keluarga sayang datang kerumah untuk melamarku,dan aku siap mengikuti keyakinanmu sayang.." ucap Mei Lien.


"Gara - gara Kevin laknat... Dia semakin gila padaku... Aku harus ngapain coba.." ucap Bayu dalam hati.


Mereka pun sudah di toko pakaian muslim.


"Mei... Silahkan kamu pilih bajunya.." ucap Bayu.


"Aku mau kamu yang memilihkankan untukku sayang.." ucap Mei Lien.


"Asem..." gumam Bayu.


Kemudian Bayu memilih Baju yang pas di gunakan oleh Mei Lien.


Bayu membelikan 3 baju untuk Mei Lien. Setelah itu Bayu membayar Baju tersebut. Lalu mereka berjalan menuju mobil.


Kruucuk...Krucuk... suara perut Mei Lien.


"Mau makan apa Mei...?" ucap Bayu.


"Hem...Sembarang sayang aja..." ucap Mei Lien.


Bayu berjalan ke warung makan.


Bayu memilih warung padang.Lalu mereka pun masuk kedalam warung tersebut.


"Dah kamu pilih aja menunya Mei..." ucap Bayu saat sampai dan duduk di kursi.


"Hem...Di samain aja sama menumu yank..." ucap Mei Lien.


"Aku lagi puasa Mei..." ucap Bayu.


"Eh...!!??? Mei Lien terkejut.


"Gak jadi yank... Kalau sayang lagi puasa.." ucap Mei Lien.


"Gakpapa...Kalau kamu kenapa - kenapa aku yang repot." ucap Bayu.


Akhirnya Mei Lien memesan makanannya.


"Bay..." ucap Mei Lien.


"Iya..." ucap Bayu.


"Kamu kulihat seperti orang china,apa kamu ada keturunan chinanya?" ucap Mei Lien.


"Hem....Gak ada Mei..." ucap Bayu.


"Ooo...


Mereka terdiam.


"Melisa di rumahmu ngapain aja Bay?" ucap Mei Lien oenasaran


"Hem... Latihan aja Mei..." ucap Bayu.


"Latihan apa Bay..." ucap Mei Lien.


"Masak, sama lempar Shuriken.dan membaca buku,kadang ngerjain tugas sekolah dia di sini.." ucap Bayu.


"Masak...? Siapa yang ajarin Mel masak Bay?" ucap Mei Lien.


"Ibuku..." ucap Bayu.


Pesenan Mei Lien pun datang.


"Apa kamu gak punya pembatu Bay?" ucap Mei Lien.


"Punya... Tapi ibuku lebih suka memasak sendiri... Dah cepetan makan,nanti dingin makananmu" ucap Bayu.


Mei Lien pun mulai makan.


Selesai makan,Bayu membayar makanan tersebut lalu berjalan ke arah mobilnya.


Mei Lien kembali memegang lengan Bayu saat berjalan ke mobil.


Bayu melihat seorang kakek yang tua renta,terlihat dari kerutan di kulut dan wajahnya berjualan permen kapas di pinggir jalan yang sepi pembeli,lalu Bayu menghampiri kakek tersebut.


Bayu duduk jongkok di depan kakek tersebut.


"Mbah.... Saya beli 3 permen kapasnya..." ucap Bayu.


Kakek itu membuatkan pesenannya Bayu.Setelah jadi,kakek itu memberikan pada Bayu.


"Berapa mbah...?" ucap Bayu.


"9 ribu aje.." ucap kakek itu.


Bayu memberikan uang 600 ribu.


"Ini buat mbah... Suwun yo mbah.." ucap Bayu.


Lalu berdiri hendak berjalan lagi.


"Kebanyakan duitnye.." ucap kakek itu sambil memberikan kelebihan uang yang di berikan Bayu.


"Gakpapa...Ambil saja mbah,itu rejeki buat mbah..."ucap Bayu.


"Alhamdulileh....


Kakek itu meneteskan air matanya.


"Terime kasih pak..semoge kalian cepat di beri momongan..." ucap kakek itu.


"Amiin..." ucap Mei Lien.


"Mbah.... Saya be..." ucap Bayu lalu mulutnya di bekap oleh Mei Lin.


"Imeh... Kakek akan membawamu berobat.." ucap kakek itu lirih.


Bayu mendengar ucapan kakek.


Kakek itu mengangkat dagangannya.


"Maaf mbah... Tadi saya dengar mbah mau membawa berobat seseorang.. Apakah itu benar?" ucap Bayu.


"Iye pak...Cucu saye sedang sakit..." ucap kakek itu.


"Sakit apa mbah...?" ucap Bayu.


"Sakit panas pak..." ucap kakek tersebut.


"Maaf mbah...Coba mbah sebutkan nama lengkap cucu mbah dan nama ibunya..." ucap Bayu.


"Bapak mau ngapain?" ucap kakek.


"Saya akan mendo'kan supaya cucu mbah cepat sembuh dan bisa bermain kembali." ucap Bayu.


Kakek itu memberi tahu nama cucunya dan menantunya.


Bayu kemudian mengadahkan tangan lalu berdo'a dalam hati.


Setelah selesai membaca do'a.


"Saya pulang dulu ya mbah...Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam ." ucap Kakek.


Kakek itu berjalan ke rumahnya.


Setibanya kakek itu di rumah .Ia melihat cucunya bermain dengan teman sebayanya di depan rumah.


Kakek itu terkejut melihat cucunya yang sudah sembuh dan kembali ceria.


"Siapa pemuda itu...?" ucap kakek itu dalam hati penasaran.


---***---


Di mobil Bayu.


"Bay..." ucap Mei Lien.


"iya Mei.." ucap Bayu.


"Aku salut padamu Bay... Kamu orangnya baik,ganteng,dermawan lagi...


"Tahu gak Bay..." ucap Mei Lien.


"Aku gak tahu Mei." ucap Bayu.


"Issssh... Dengerin aku dulu..." ucap Mei Lien.


"Iya aku dengarin.." ucap Bayu.


"Aku kenal beberapa cowok anak orang kaya,Dia itu selalu saja memamerkan kekayaan orang tuanya,terus itu dia sombong,dan angkuh terhadap orang miskin. Cowok itu menghambur - hambur uang untuk kesenangannya,suka gonta ganti pasangan,pergi ke club malam,bahkan nidurin ceweknya itu... Makanya aku malas berhubungan dengan cowok anak orang kaya.


"Tapi setelah aku mengenalmu dan melihatmu secara langsung. Pikiranku berubah.


"Kamu cowok spesial yang pernah aku temui dan aku kenal. Aku semakin jatuh cinta padamu Bay...." ucap Mei Lien.


Bayu diem saja tak menjawab.


"Aku tak peduli kamu berasal dari mana... Aku ingin kamu jadi pacar dan suamiku Bay..." ucap Mei Lien.


Bayu diam tak menjawab.


"Kenapa kamu diam Bayu...?" ucap Mei Lien.


"Maaf,aku hanya mengikuti ucapanmu tadi Mei,aku kamu suruh dengarin,ya aku dengarin saja.." ucap Bayu.


"Iiiiisssh....Sebel...Sebel..Sebel....." ucap Mei Lien.


"Maafkan aku Mei... Aku sudah punya kekasih " ucap Bayu sambil fokus menyetir.


"Serius kamu sudah punya kekasih Bay?" ucap Mei Lien tak percaya.


Tiba - tiba ia mengeluarkan air mata karena sedih mendengar Bayu memiliki kekasih.


"Iya.... Bahkan kamu sudah bertemu dengan dia.." ucap Bayu.


"Melisa keponakanku ?" ucap Mei Lien.


"Bukan..." ucap Bayu.


"Lalu siapa kekasihmu itu Bayu" ucap Mei Lien sambil menangis.


"Ayu... Dia yang memberikan pakaian itu padamu saat dirumah" ucap Bayu.


"Gak..Gak...Gak Bay....


"Aku mau kamu jadi kekasihku Bayu... Aku sungguh mencintaimu Bayu,bahkan aku rela pindah keyakinanku.


"Pliiss Bayu terima cintaku...


Hikss....Hikss....Hiks...


"Aku rela melakukan apapun asal kamu mau menerima aku..


"Kumohon...


"Aku sangat mencintaimu...