
"Hemm...Maaf bi..
"Meskipun sudah usang..jam tanganku ini sangat bernilai bagiku...
"Bahkan bila di bandingkan dengan kekayaan keluarga Han..Jam ini tak ternilai harganya.." ucap Bayu.
"Apakah jam itu kenang - kenangan dari seseorang Bay?" ucap Mei Lien.
"Iya bi...Mulai dari SMP hingga sekarang,Jam ini menemaniku.Tapi bibi Mei tenang saja. Jam tangan dari bibi akan Bayu pakai,tapi gak sekarang.." ucap Bayu.
"Itu kan Jersey MU.... Tim kesayangnya Lisa.." ucap Lukman pada Bimo.
"He eh Man...Sampai rela begadang demi menunggu tim kesayangannya Maen..." ucap Bimo.
"Jadi teringat waktu pertama masuk sekolah aku Bo...Pas ketemu sama Lisa.." ucap Lukman.
Tiba - tiba Bayu mengeluarkan air matanya. Ia juga teringat saat pertama kali bertemu dengan Khalisa.
"Kenapa Bayu san menangis..." ucap Hinata.
"Teringat sama orang - orang di kampung Ayu san " ucap Bayu.
"Oh iya Bay...Kata temanku ada neh motor legenda..Masih muluss. Surat komplit,pajaknya hidup.." ucap Paijo.
"Hem...Hargany Berapa Kang?" ucap Bayu.
"7 juta Bay..." ucap Paijo.
"Bisa kurang gak kang..?" ucap Bayu.
"Lihat dulu barang Bay...Baru nego..Cocok angkut..." ucap Paijo.
"Hem.....Pulang kuliah gimana kalau kita cek kang" ucap Bayu.
"Boleh...Bentar aku sms temanku dulu Bay.." ucap Paijo.
"Jam 4 bangunin aku ya Bay..." ucap Daniel.
"Tumben minta bangunin jam 4 Nil...Mau ke sawah kah?" ucap Bayu.
"Aku mau nyoba puasa Bay...Masa cuman Melisa aja yang puasa." ucap Daniel.
"Kok lu ikutan Melisa puasa Niel?" ucap Mei Lien heran.
"Biar Melisa gak sendirian puasanya... Ya gak Mel..." ucap Daniel.
"Iya Kak Daniel.." ucap Melisa.
"Aku juga ikut..." ucap Lukman.
"Wadooh...Kalau kalian puasa.. Aku kudu piye?" ucap Bimo.
"Sembarang kamu Bo...Ikut ya monggo,gak ikut ya monggo" ucap Bayu.
"Yo weslah...Tapi sebelum puasa,aku keluar dulu,mau puas - puasin ngerokok..." ucap Bimo.
"Ikut aku boo...." ucap Lukman.
Daniel ikut berdiri.
"Niel... Bawa kopi ke atas ya..." ucap Lukman.
"Jancoook... Kok aku yang bawa kopinya?" ucap Daniel.
"Kamu kan terakhir berdiri...Mau merokok juga kan?" ucap Lukman.
"Aseeem...Yoo....yoo....Aku bawa 3 gelas besar." ucap Daniel.
Setelah mereka pergi.
"Kenapa mereka pada puasa Bay?" ucap Mei Lien masih penasaran.
"Supaya mereka kuat menghadapi kerasnya kehidupan bi.." ucap Bayu.
"Kak Bayu..."ucap Melisa.
"Iya Mel..." ucap Bayu.
"Kasih tau saja ke bibi Mei kak..Mengapa kita puasa." ucap Melisa.
"Kalian menyembunyikan sesuatu yang belum aku ketahui ya..?" ucap Mei Lien menyelidik.
"Baiklah... Bayu akan memberi tahu..Tapi bibi Mei harus janji tidak memberi tahu ke yang lain" ucap Bayu.
"Kok pakai janji segala Bay?" ucap Mei Lien heran.
"Ya sudah kalau gak mau...Bayu gak maksa kok..." ucap Bayu.
"Iya..Ya..Iya....Aku janji tidak memberi tahukan kepada orang lain" ucap Mei Lien.
"Termasuk keluarga bibi.." ucap Bayu.
"Baiklah...Aku janji kepada siapapun...Puas.." ucap Mei Lien.
"Seperti gak ikhlas gitu bi.." ucap Bayu.
"Hiiiiiiiiiiiiiiiiiii..(Mei Lien gregetan).
"Aku berjanji tidak akan memberi tahukan kepada siapapun Bayu..." ucap Mei Lien.
"Mereka mau Bayu ajarkan tapak geni bi.." ucap Bayu.
"Tapak geni? Tapak geni itu apa Bay..?" ucap Mei Lien bingung.
"Orang yang terkena pukulan atau orang yang kita pegang,kulitnya akan melepuh. Geni itu artinya api bi....." ucap Bayu.
"Serius Bay...Jika orang yang terkena akan melepuh?" ucap Mei Lien tak percaya.
"Bentar bi...Bayu ke dapur dulu..." ucap Bayu
Bayu berdiri lalu berjalan ke dapur.
Tak lama kemudian Bayu datang membawa panci yang berisi air.Lalu duduk di dekat Mei Lien.
"Coba bibi sentuh air ini.." ucap Bayu.
Mei Lien menyentuh air di dalam panci.
"Biasa saja Bay..." ucap Mei Lien lalu mengeluarkan tangannya.
"Bentar bi...
Bayu memegang bagian bawah panci tersebut
"Perhatikan air ini ya bi..." ucap Bayu.
lalu Bayu membaca mantra dalam hati.
Perlahan muncul uap air dan gelembung kecil,lalu air itu mendidih.
"EH.....!!!?? Mei Lien terkejut,
"Jangan sentuh airnya bi...Ini air panas..." ucap Bayu.
"Kok bisa mendidih Bay?" ucap Mei Lien masih bingung.
"Itu Bayu menggunakan ajian tapak geni bi...Makanya airnya mendidih" ucap Bayu.
"Jadi.......
"Melisa ingin puasa itu karena ingin seperti itu ya Bay?" ucap Mei Lien baru paham.
"Iya bi...Kedengarannya seh mudah... Tapi di saat menjalani terasa berat,sebab hanya nasi putih dan air putih saja yang di makan,gak boleh ada bahan lainnya..." ucap Bayu.
"Aku mau Bay...Ajarin aku ya..." ucap Mei Lien.
"Puasanya gak cuman sehari aja loh bi.." ucap Bayu.
"Heeeh... !!! Mei Lien terkejut,ia mengira hanya sehari saja.
"Emang berapa hari Bay?" ucap Mei Lien.
"21 hari... kalau wanita gak boleh halangan saat menjalankan puasa itu bi." ucap Bayu.
"Siaaal... Aku pikir hanya sehari saja,gak tahunya 21 hari.." ucap Mei Lien dalam hati.
"Aku gak sanggup Bay...Jika selama 21 hari.. Bila 2 hari saja gimana Bay?" ucap Mei Lien bernegosiasi.
Bayu mengelengkan kepala.
".Bibi gak akan bisa menguasai ilmu yang Bayu berikan bi..."ucap Bayu.
"Aiiissh..." ucap Mei Lien.
"Di coba saja dulu bi...Ini Mel mau mencobanya... Siapa tahu bisa.." ucap Melisa.
"Gak bisa Mel..5 hari lagi adalah jadwalku," ucap Mei Lien.
"Bibi Mei jadi tidur sini?" ucap Bayu.
"Hem....Besok aja Bay..." ucap Mei Lien.
Pukul 3.00
Bayu terbangun,Lalu Bayu melakukan rutinasnya seperti biasa.Sebelum Bayu tidur,Bayu menuliskan amalan lalu di berikan pada Bimo,Lukman,Daniel dan Melisa. Hinata tak ikut,karena jadwalnya 2 hari lagi ia halangan.
Jam 3.50.
Bayu membangunkan Bimo,Daniel,Lukman dan terakhir Melisa.
Melisa yang tak terbiasa bangun pagi buta nampak malas bangun,pintu kamarnya sengaja tak di kunci agar Bayu bisa masuk untuk membangunkan dirinya. Sedangkan Daniel,Lukman dan Bimo terbiasa bangun subuh.
"Mel...Ayo banguun..." ucap Bayu.
"Mel masih ngantuk kak.." ucap Melisa.
"Katanya mau belajar tapak geni.." ucap Bayu.
"Gendong kak..." ucap Melisa manja.
"Asem....." ucap Bayu.
Mau tak mau Bayu memggendong Melisa menuju dapur.
Di dapur sudah ada Bimo,Lukman dan Daniel,mereka menunggu Melisa datang.
"Bay...Jika di campur sedikit kuah,boleh gak?" ucap Bimo saat Bayu tiba.
"Gak boleh.. Harus 100 persen nasi putih dan air putih." ucap Bayu sambil menaruh Melisa di kursi.
Akhirnya mereka pun makan nasi putih dan air putih saja.
Pukul 11.40.
Bayu bersama teman - temannya berada di suatu tempat. Bayu ingin membeli sepeda motor seken,Mei Lien ikut bersama Bayu.
"Itu Bay rumahnya...." ucap Paijo sambil menunjuk.
Kemudian mereka berjalan kaki ke arah rumah yang di tunjuk Paijo.
Setelah sampai di tempat,Bayu melihat ada beberapa sepeda motor berjejer rapi.Rata - rata motor jadul semua yang ada,hanya sedikit motor keluaran terbaru.
Paijo menemui temannya itu.
"Kalian mau sepeda motor seken apa enggak?" ucap Bayu.
"Gak bawa duit aku Bay..Duitku masih di atm.." ucap Bimo.
"Sama Bay..." ucap Lukman.
"Kalau kalian pengen sepeda motor seken ini ya di pilih aja,aku pilih yang itu..." ucap Bayu sambil menunjuk motor grand impresa warna hitam putih.
Teman Paijo datang bersama Paijo.
"Silahkan bang di pilih...Yang mana di suka...Ini motor semuanya lengkap surat - suratnya..." ucap penjual.
"Iya pak.." ucap Bayu.
"Niel kamu mau gak? biar kita sama" ucap Bayu.
"Duitku gak cukup Bay..." ucap Daniel.
"Aku yang bayarin...Dah kalian pilih yang mana..
"Bibi Mei mau juga kah?" ucap Bayu.
"Enggak Bay...Aku gak suka motor seken..." ucap Mei Lien.
"Kang Paijo mau motor juga?" ucap Bayu.
"Enggak Bay..." ucap Paijo.
"Serius gak mau kang...?" ucap Bayu.
"Iya...Aku serius.." ucap Paijo.
Akhirnya mereka bertiga sama - sama memilih motor yang sama dengan Bayu.
Bayu bernegosiasi mengenai harga.Setelah Deal harga,Bayu membayarnya. Kemudian Bayu meminta sepeda motor itu di antar ke rumahnya.
Kemudian mereka ke toko Helm.
Bayu mencoba sepeda listrik dahulu,agar tidak kaget saat mengendarai sepeda motor.
Setelah 20 menit menaiki sepeda listrik,Bayu mencoba naik sepeda motor yang ia beli.
"Bismilah...Semoga bisa..." ucap Bayu.
Bayu menarik gas pelan.
Nampak Bayu mengelilingi rumahnya menggunakan sepeda motor.
Sedangkan teman - temannya tidur. Karena merasa laper,haus dan ingin merokok.Mereka berusaha menjalani puasa mutih.Melisa juga demikian. Sepulang sekolah,ia langsung tidur di kamarnya di rumah Bayu.
setelah beberapa putaran,Bayu beristirahat di Gazebo tempat ia sering verlatih melemoar Shuriken.
"Tinggal mencoba di mutar - mutar di perumahan,lalu jalan raya..." ucap Bayu.
Dewi datang menghampiri Bayu sambil membawa teh kotak kesukaan Bayu.
"Terima kasih mbak Dewi...Tahu aja kalau aku lagi haus " ucap Bayu.
"Sama - sama kang..." ucap Dewi
Sedangkan Hinata bersama Hana di dalam rumah.
Selesai istirahat sebentar.,Bayu mengambil Shuriken yang di letakkan dalam lemari.
Kemudian Bayu kembali berlatih melempar Shuriken.
Wuuut.....Shuriken melesat ke papan target yang berjarak 40 meter.
Jleb....Shuriken menancap,tapi tak mengenai titik merah sebagai sasaran.
"Agak susah ya....
Bayu mencoba lagi,dan lagi.
Tak terasa waktu hampir menjelang shalat Magrib.
Namoak Daniel,Bimo,Lukman dan Melisa nampak lemas duduk di kursi ruang makan keluarga.
"Gimana...Masih mau lanjut apa sudahan ?" ucap Bayu di depan mereka semua.
"Aku baru kali ini puasa Bay...Asli...Gak kuat aku bay...Tapi aku akan berusaha semampuku.." ucap Daniel.
"Mel juga kak...Baru ini Mel puasa...Sebelumnya gak pernah...Tapi...
"Demi ajian tersebut,Mel terpaksa melakukannya..." ucap Melisa.
"Ya emang begitu...Tapi kalau dah dah berjalan 5 hari akan terasa ringan. " ucap Bayu.
"Aku gak kuat Bay... Pengen merokok..." ucap Lukman.
"Tenang...Nanti aku belikan 10 dus rokok jika kamu sanggup puasa 21 hari Man.." ucap Bayu.
"Asem....Rokok yang kamu belikan masih banyak Bay...." ucap Lukman.
Bayu melihat jam tangannya.
"Hem....Dah magrib..Monggo kalian minum lalu makan.." ucap Bayu.
"Alhamdulilah....." ucap Lukman dan Bimo.
Mereka pun minum lalu makan nasi putih.
"Bay..." ucap Daniel.
"Ya Niel.." ucap Bayu.
"Jika orang tak punya itu seperti ini ya Bay..Makan nasi aja sama air putih." ucap Daniel.
"Kurang lebih Niel... Ada yang pakai sambal saja,ada yang pakai ikan asin,bahkan ada yang makan sehari sekali saja.." ucap Bayu.
"Dulu aku pernah mengalami sepeti itu Niel.. Aku makan Nasi lauknya cuman garam doank..Habisnya gak ada duit buat beli sayuran.." ucap Lukman.
Melisa hanya menyimak saja sambil makan nasi putih.
"Kalau aku pakai kelapa yang di parut Man,terus pakai sambal bawang,rasanya maknyuuuss..." ucap Bimo.
"Jangan lama - lama ya makannya...Keburu waktu magrib habis,dan jangan merokok...Aku tinggal dulu.." ucap Bayu.
"Siap guru..." ucap Lukman.
"Siap pak kyai.." ucap Daniel dan Bimo.
"Iya kak.." ucap Melisa.
Pukul 20.20.
Mereka berkumpul di ruang keluarga,
Nampak Daniel dan Bimo bermain PS untuk membunuh rasa keinginanya merokok,begitu pula dengan Bimo.
Lukman bermain hapenya.
"Tumben kalian tidak merokok di luar" ucap Hana.
"Lagi puasa mutih bu.." ucap Daniel,Bimo dan Lukman.
"Ooo....Puasa mutih...
"Kalian puasa mutih untuk apa?" ucap Hana.
"Belajar tapak geni bu..." ucap Lukman.
"Apakah Bayu yang mengajari kalian?" ucap Hana.
"Iya bu..." ucap Bimo,Daniel,Lukman dan Melisa serempak.
"Melisa juga ikut puasa?" ucap Hana.
"Iya bu...Mel ingin mempunyai ajian itu..Biar bisa menjaga diri Mel..." ucap Melisa.
"Jika kalian berhasil,jangan takabur ya .." ucap Hana.
"Iya bu..." ucap Bimo,Lukman dan Daniel.
"Takabur itu apa bu?" ucap Melisa yang belum paham.
"Takabur itu sombong,angkuh. suka menindas yang lemah...Ibu gak suka sama orang yang takabur.." ucap Hana.
"Ooo...itu...
"Iya bu...Mel janji tidak akan takabur.." ucap Melisa.
---****----
Di suatu tempat .
Nampak 6 orang sedang berkumpul di sebuah ruangan.
Ada sebuah buku yang nampak kusam.
"Aku telah menemukan buku kuno ini di reruntuhan bagunan tua...
"Di dalam buku itu menjelaskan bahwa ,jika ada seseorang mempunyai mata pelangi,maka umur kita bisa lebih panjang dan awet muda,serta kita memiliki kekuatan di atas manusia normal..
"Apakah di antara kalian ada yang mengetahui atau pernah lihat siapa pemilik mata pelangi itu?" ucap pria A.
"Maaf bos...Saya baru mendengarnya.." ucap pria B.
"Sama bos...Saya juga.." ucap wanita1.
"Hem....Kalau mata biru aku tahu.Tapi kalau pelangi saya baru tahu bos.." ucap pria 3.
"Baiklah...Jika kalian mendapat informasi mengenai mata pelangi beritahu aku..
"Sebab...Dengan mata itu,kita bisa menguasai dunia ini.." ucap pria 1.
"Bagaimana cara mengetahuinya bos?" ucap wanita.
"Setiap hari ulang tahunnya,orang yang memiliki mata pelangi akan lemas dan tak bertenaga. Dan saat itu juga aku akan mengadakan ritual untuk mengambil kekuatannya.." ucap pria 1.
"Ulang tahunnya ya bos..." ucap pria 2.
"Iya...Kalian kerjakan tugas kalian seperti biasa sambil mencari informasi itu.Apa kalian paham.." ucap pria 1.
"PAHAM BOS...." ucap orang yang hadir.
----***---
Di kantor polisi.
Bayu duduk sambil menunggu antriannya untuk mengambil SIM ,dan juga mengurus SIM A yang mau habis masa berlakunya.
Bayu di dampingi pengacara Zhang dan juga pengawalnya.
Setelah selesai,mereka kembali ke rumah.
Berkat di dampingi pengacar Zhang,Bayu tak mengikuti tes. Ia langsung terima beres. Hanya ikut mengantri saja.
Bimo,Daniel,Lukman dan Melisa sudah menjalani puasa mutih selama 5 hari.
Mereka tak lagi lemas seperti sebelum - sebelumnya.
Hari Minggu pukul 7.20.
Bayu berada di monas sendirian. Tanpa di kawal.Karena Bayu ingin jalan sendiri tanpa di ikuti seorang pun,termasuk Hinata. Bayu ke monas mengendarai mobil Lamborghini .
Bayu mengenakan celana pendek kaos partai pembagian saat pemilu,duduk di kursi tak jauh dari mobilnya di parkir.
Banyak orang melirik dan mendekati mobil Bayu,Bayu cuek saja sambil meminum teh kotak.Lalu memakan choki - choki.
"Wuuiih...Mobil mahal ini...
"Iyaa... Mobil orang kaya...
Ada yang berfoto - foto.Untuk mengabadikannya.
"Di mana kamu Put...Hidupku terasa hampa bila belum menemukanmu." ucap Bayu dalam hati.
Tiba - tiba hapenya berdering.Bayu mengambil hape N 73 dari kantong celananya.
Nampak panggilan dari Hana.
"Assalam mu'alaikum bu..." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam... Kamu di mana sayang...Kok ibu cari gak ada di rumah?" suara Hana.
"Di monas bu...Lagi pengen menyendiri.." ucap Bayu.
"Ooo...Di Monas..Ibu minta tolong belikan pembalut ya nak..Stok pembalut ibu dah habis." suara Hana.
"Siap bu...Kapan belinya bu..?" ucap Bayu.
"Tahun depan sayang..." suara Hana.
"Ooo...Tahun depan"ucap Bayu.
"Ya sekarang Bayuku sayang....Ini Ibu mau pakai.." suara Hana.
"Siap bu..." ucap Bayu.
"Yang gak pakai sayap ya sayang..." suara Hana.
"Iya bu.." ucap Bayu.
"Dah itu saja,ibu tunggu...Assalam mu'alaikum" suara Hana.
"Wa'alaikum salam warahmatullah..." ucap Bayu.
Bayu memasukkan hapenya lalu membuang teh kotak ke dalam tempat sampah,lalu berjalan ke mobilnya. Bayu memakai maskernya kembali saat berjalan.Sengaja ia lakukan itu agar para gadis tak mengejar - ngejar dirinya.
Nampak para gadis cantik,rambut panjang,memakai rok selutut,dan memakai kaos di oadu dengan jaket berfoto sambil memegang mobil Bayu.
"Permisi mbak..." ucap Bayu karena terhalang oleh seorang gadis yang berdiri di pintu kemudi.
Para gadis itu melihat ke arah Bayu.
"Lu gembel gak pantas ikutan berdiri di sini... Lu pantasnya di tempat sampah.." ucap gadis yang menghalangi pintu.
"Maaf mbak ini mobil saya..." ucap Bayu tetap sopan.
"Mobil Lu? ngaca donk...Lu aja memakai Baju gembel ngaku - ngaku ini mobil lu.." ucap gadis lainnya.
Bayu tak menggubris,ia mengeluarkan kunci mobilnya,lalu menekannya.
Tiiit.....Tiiiit......Suara mobil .
Eh....!!!?? para gadis itu terkejut.
Bayu membuka pintu mobil lalu masuk ke dalam mobil.
Semua orang yang menyaksikan nampak terbengong. Mereka tak menyangka ,pemuda yang bernampilan biasa saja ternyata pemilik mobil mewah tersebut.
Perlahan mobil Bayu meninggalkan tempat itu.
"Siaaal...Gue kira dia gembel...Gak tahunya orang tajir...Nyesel gue.. Coba enggak aku bisa kenalan..