
Aisyah yang melihat Hana terduduk sambil menangis datang menghampiri.
Lalu duduk jongkok.
" Bu..." ucap Aisyah.
" Tinggalkan ibu..Ibu ingin menyendiri dulu..." ucap Hana sambil memyembunyikan wajahnya di kedua pahanya.
Aisyah tak tega melihat ibunya Bayu menangis. Tapi,ia harus mematuhi apa yang di ucapkan ibunya Bayu,bahwa Hana ingin menyendiri.
Aisyah berdiri lalu berjalan ke arah kamar tidurnya,sebab ia bingung mau mengerjakan apa.
Ketika akan melewati kamar Diana yang terbuka pintunya,Diana melihat Aisyah akan melewati ointu kamarnya. Diana segera menghampiri Aisyah.
" Aisyah..."
Aisyah memghentikan langkahnya.
" Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi,tapi jangan terlalu nyaring,pelan saja." ucap Diana pelan.
Aisyah pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Diana menutup mulutnya ketika mendengar ucapan Aisyah.
" Apakah yang kamu ceritakan itu benar..?" ucap Diana pelan.
" Demi Allah...Saya bercakap sesungguhnya.." ucap Aisyah.
" Berapa banyak gadis yang di renggut oleh Bayu?" ucap Diana pelan
" Banyak...Saya lupa jumlahnya.." Aisyah pelan.
" Apakah kamu tahu berapa nomor handphonenya?" ucap Diana pelan.
" Tak...Saya tak di beri tahu.." ucap Aisyah.
" Apakah kamu tahu alamat rumah pacarnya.?" ucap Diana pelan.
" Saya tak paham bahasa china,jadi saya tak tahu...Berangkat ke bandara pun memakai pesawat Helikopter,selepas tu memakai maskapai penerbangan." ucap Aisyah pelan.
" Helikopter...??"
" Apakah rumah pacarnya itu sangat besar?" ucap Diana pelan.
" Benar...Rumahnya sangat besar,banyak pria berjaga di depan rumahnya.." ucap Aisyah pelan.
" Siapa nama pacar Bayu itu?" ucap Diana pelan.
" Hemmm...."
" Qinglin...Qinglin...Saya lupa..Qinglin apa" ucap Aisyah.
" Qinglin?" ucap Diana pelan.
" Benar..." ucap Aisyah.
" Apa kamu yakin namanya Qinglin?" ucap Diana sambil melihat minik muka Aisyah.
" Be..Benar..Dia Qinglin.." ucap Aisyah.
Diana tak percaya pada ucapan Aisyah,sebab Aisyah seperti memyembunyikan sesuatu.
" Katakan sejujurnya...Kami tak ingin ada wanita di dalam keluarga ini berbohong,apa lagi kamu calon istri Bayu suamiku..Jika kamu berbohong.."
" Kami tak akan mengizinkan Bayu menikahimu"
Aisayah memainkan jarinya.
" Apakah pacar Bayu itu mengancammu dan keluargamu?" ucap Diana pelan.
" Iya...Dia mengancam kelyarga saya.." ucap Aisyah.
" Tak perlu takut,Keluargaku akan melindungi keluargamu..."
" Bahkan keluargaku bisa mengerahkan seribu prajurit TNI untuk melindungi dan menjaga keluargamu..."
"Tunggu sebentar di sini.."
Diana masuk ke dalam kamar untuk memgambil pistol. Setelah itu keluar kamar.
" Lihatlah.."
Diana menunjukkan pistol ke Aisyah.
Aisyah terkejut melihat istri Bayu .emiliki senjata api.
" Ini senjata api sungguhan sebagai bukti,jika keluargaku mampu melindungimu" ucap Diana pelan.
" Namanya Xiang..Tapi sayabtak tahu kepanjangannya" ucap Aisyah pelan.
" Xiang..?" ucap Diana.
" Iya..Xiang.." ucap Aisyah.
" Apakah kamu tidak berbohong?" ucap Diana.
" Demi Allah...Yang saya cakap adalah kebenaran.." ucap Aisyah pelan.
" Baiklah...Aku percaya padamu.." ucap Diana.
" Bagaimana kamu dapat senjata itu?" ucap Aisyah penasaran.
" Aku minta pada keluargaku,semua jenis senjata api ada di rumah keluargaku,dan itu senjata api sudah terdaftar " ucap Diana.
---***----
Di sebuah rumah kawasan Ibu kota negara.
Terdapat 5 orang pria sedang berkumpul dalam satu ruang.
" Aneh...Kenapa setiap gue datang ke Cafe tak melihat istri Bayu.." ucap Pria 1 yang merupakan otak di balik kematian Putri dan juga pimpinan kelompok itu.
"Sama bos... Setiap gue datang ke kampusnya,tak melihat Bayu atau keluarganya. " ucap pria 2.
" Apakah dia tahu kalau kita incar?" ucap pria 1.
" Tak mungkin di tahu bos..."
" Kita melakukannya seperti yang bos katakan.." ucap Pria 4.
" Apakah kalian telah menanyakan ke teman - temanya?" ucap pria 1.
" Sudah...Mereka bilang tidak tahu.." ucap Pria 5.
Braaak...... Pria 1 menggeprak meja.
" Jika begini..Kita tak bisa membunuh keluarga Bayu.." ucap pria 1.
" Bagaimana jika kita membunuh keluarga Bayu yang lainnya.." ucap pria 2.
Pria 1 melihat ke arah pria 2.
" Maksud lu apa?" ucap pria 1.
" Ya maksud gue itu.. "
" Bayu kan keluarga Han..Bagaimana kita invar keluarga Han" ucap pria 2.
" Lu mau...Semua keluarga lu di bunuh oleh keluarga Han. Tak hanya lu saja...Kita juga bisa terseret.." ucap pria 1.
" Bukannya Bayu itu keluarga Han?" ucap pria 2.
" Dia bukan keluarga Han..."ucap pria 1.
" Kenapa dia di jaga dengan keluarga Han?" ucap pria 2.
" Bayu bukan keluarga Han.."
" Dia hanya menikahi anak dari keluarga Han..."
" Jika lu mengganggu keluarga Han.."
" Gue gak ikut campur..." ucap pria 1.
" Lantas...Di mana keluarga Bayu bos..?" ucap pria 3.
" Kalau gue tahu..."
" Gue gak akan nyuruh kalian mencari Bayu dan keluarganya..." ucap pria 1.
" Gue punya kenalan yang kerja di kantor pusat keluarga Han."
" Ketika gue tanya,apakah mengenal Bayu.."
" Dia jawab gak kenal.."
" Lalu gue tanya keluarga Han,dia kenal.." ucap Pria 5.
" Tuh dengar tuh..."
" Gue bilang juga apa..."
" Bayu itu bukan keluarga Han.." ucap pria 1.
" Sama saja.."
" Jika kita membunuh istri Bayu lainnya..Keluarga Han akan mengejar kita.." ucap pria 2.
" Bila kita mengincar keluarga Han dan berhasil membunuhnya.."
" Mereka tak akan tinggal diam..."
" Semua pasukannnya akan mengepung kota Jakarta..."
" Lu lihat sendiri kan di kota Lampung itu" ucap Pria 1.
" Iya gue lihat.. Para polisi mengepung kota lampung dan mencari kita.." ucap pria 2.
" Nah itu lu tahu.."
" Jika kita memgganggu keluarga Han ,...Seluruh kepolisian akan mengepung kota jakarta,karena setiap jalan ada polisi yang berjaga. " ucap pria 1.
" Gue rasa Bayu termasuk keluarga Han jika melihat para polisi menutup jalur akses keluar masuk kota Lampung.." ucap Pria 4.
" Kalian dendam ke Bayu atau keluarga Han?" ucap pria 1.
" Bayu..." ucap ke 3 pria.
" Nah tuh kalian tahu..."
" Yang kita incar itu Bayu dan keluarganya..Bukan keluarga Han" ucap pria 1.
" Apakah bos sudah mendapat kabar keberadaan Bayu?" ucap pria 4.
" Belum...Bayu lenyap bagai di telan bumi.." ucap pria 1.
Pria 5 mengambil koran bekas di dekatnya. Lalu membaca koran itu dalam hati,oria itu membalik - balikkan halaman.
Di saat di halaman berita internasional,ada berita yang memuat perlombaan antar negara yang ada di Malaysa.
" Wiiih....Hebat...China juara 1 dalam ajang lomba... Bahkan ada yang memecah rekor tercepat dan terlama di dalam kolam renang tanpa alat bantu.." ucap pria 5.
Pria 3 mendekati pria 5.Lalu melihat koran yang di baca. Ia melihat foto Bayu memakai seragam militer China memegang mendali.
" Mirip Bayu..." ucap pria 3.
Pria 1 merebut koran tersebut lalu melihat berita yang di baca oleh temannya itu.
" Iya...Mirip.."
" Tapi di sini tertulis Jiang..." ucap pria 1.
" Itu kembarannya Bayu..." ucap pria 2.
" Kembaran dari hongkong..." ucap pria 1
----****----
China.
Markas Militer China.
Nampak Bayu berlari bersama anak buahnya setelah seminggu tak masuk.
Sebelum berangkat,Bayu merasakan sesak di dadanya. Ia tak tahu kenapa dadanya merasa sesak.Ia berpkir jika dirinya tak ada lari pagi selama libur .
Sudah 1 jam lebih Bayu berlari mengitari lapangan.
Bayu memberi tanda untuk istirahat,anak buah Bayu segera menepi lalu duduk selojor di tempat yang tak terkena sinar matahari.
Sedangkan Bayu duduk di tempat yang terkena cahaya matahari. Bayu tak merasakan panas.
" Apakah terjadi sesuatu pada ibu?" ucap Bayu dalam hati. Masih merasakan sedikit sesak.
Bayu memutuskan untuk menelpon ibunya.
Ia menyalakan ponsel yang biasa menghubungi ibunya. Setelah ponselnya menyala. Ia menekan nomor telpon kemudian menempelkan di telinga.
Tuuut....Tuuuut...Tuuuut....
" Apa kamu sudah melupakan ibu?" suara Hana.
" Tidak bu...Apakah di sana sehat semua?" ucap Bayu pelan.
" Jika kamu masih menganggap aku ini ibumu..Lakukan apa yang ibu perintahkan" suara Hana.
" Tentu anda adalah ibu Bayu,bagaimana Bayu bisa tak memganggap ibu adalah ibuku.." ucap pelan.
" JANGAN LAKUKAN HUBUNGAN BADAN DENGAN WANITA YANG BUKAN ISTRIMU"
" Bila kamu masih melakukannya..Ibu akan sangat kecewa padamu...Dan kamu bukan anak ibu..." suara Hana.
" Bagaimana ibu bisa tahu.." ucap Bayu dalam hati.
" Apakah kamu mau berjanji pada ibu?" suara Hana.
" Jika Bayu tak melakukannya,dia akan curiga bu.." ucap Bayu.
" Jauhi dia atau kamu kehilangan ibu untuk selamanya..." suara Hana.
Panggilan terputus.
" Bu...Identitasku akan ketahuan bu.." ucap Bayu pelan.
Bayu melihat layar ponselnya.
" Sial...Pulsanya habis.." ucap Bayu dalam hati.
Lalu teringat ucapan ibunya yang bernada marah pada dirinya.
" Bayu gak mau kehilangan ibu..."
" Baiklah bu..."
" Bayu akan meninggalkan Xiang.." ucap Bayu pelan.
Tak lama kemudian seorang pria mendatangai Bayu. Bayu segera mencabut batrei ponselnya agar ibunya tak menelpon.
3 jam kemudian,Bayu memutuskan untuk keluar membeli pulsa karena tak tugas yang di lakukannya.
Bayu mengendari mobil dinas menuju toko ponsel. Ketika sampai,ia mengisi pulsa.
Setelah terisi,ia berjalan mencari tempat untuk menelpon ibunya. Bayu melihat sebuah gang sepi,lalu masuk kdalam gang tersebut sesekali melihat kebelakang.
Bayu berhenti 10 meter lalu melihat sekitar,yakin tak ada yang memgikuti,Bayu menelpon ibunya.
Tuuut...Tuuut...Tuuut...
" Baiklah..Ibu percaya.."
" Apakah sayang bisa mengajukan pengunduran diri?" suara Hana.
" Hem...Bisa bu.."
Seorang wanita berjalan bersama seorang pria.
" Sebentar bu,ada orang lain mau lewat" ucap Bayu pelan.
" Pakai bahasa china saja..Ibu bisa bahasa China." suara Hana.
" * Baiklah.."ucap Bayu.
" Apakah sayang telah membaca buku yang di berikan oleh teman sayang.?" suara Hana.
"* Tidak ada.."ucap Bayu.
Wanita dan pria itu berjalan melewati Bayu.
" Apa maksud sayang tidak ada?" suara Hana.
Bayu melihat pria dan wanita itu berhenti 3 meter darinya sambil mengobrol. Bayu berjalan menjauh.
" * Tertukar "
" * Saat di bandara tas itu tak sengaja tertukar.." ucap Bayu lalu berhti 5 meter dari tempatnya semula,lalu melihat wanita dan pria itu.
Pria dan wanita itu berjalan lagi ke arah Bayu.
"Sepertinya mereka mengikutiku" ucap Bayu dalam hati curiga dengan gerak gerik pria dan wanita yang ada di dekatnya.
" Siapa nama pacar sayang?" suara Hana.
"* Aku matikan dulu.."
Bayu berjalan lagi menuju mobilnya berada.
" Ono telik sandi" ucap Bayu lalu mematikan ponselnya.
" Jangkrek...Kuwi mata - mata apa bukan seh.." ucap Bayu dalam hati.
Sesampai di mobil,ia menjalankan mobil itu kembali ke markas Militer.
***
Sore hari.
Bayu mampir ATM untuk memgambil uang dari kartu kredit Xiang. Ia mengambil 1 juta Yuan. Setelah itu pergi menuju rumah Xiang. Uang yang ia ambil di letakkan di dashboard. Ia melepas kartu sim card yang biasa ia buat menelpon,lalu menyimpannya di tempat aman.
Sesampai di rumah Xiang,ia masuk ke dalam rumah menuju kamar Xiang.
Setelah sampai di dalam kamar Xiang. Nampak Xiang duduk di tempat tidur sambil membaca buku.
" * Sayang..Aku mau bicara padamu.." ucap Bayu sambil berjalan.
Xiang menutup buku lalu melihat ke arah Bayu.
Bayu duduk di tepi ranjang.
" Sayang mau bicara apa?" ucap Xiang.
" * Aku tidak bisa melakukan lagi berhubungan badan dengan wanita yang bukan istriku..Jika sayang memaksa,aku akan pergi meninggalkanmu.." ucap Bayu.
" Sebelum aku jawab pertanyaan sayang.."
" Aisyah menghilang di Jakarta" ucap Xiang.
" *Apaaaa...!!!"
"* Sayang serius...?" ucap Bayu
" Iya...Aku serius sayang..."
" Aku dapat informasi jika Aisyah pergi naik mobil taksi warna biru..Ketika di ikuti,dia menghilang.." ucap Xiang.
" Jancok..."
" * Apakah dia di culik sayang?" ucap Bayu.
" Di culik?" ucap Xiang.
" * Iya di Culik.."
" * Jakarta adalah kota besar,ada penjahat berpura - pura baik,lalu membawa korban..."ucap Bayu.
" Sepertinya Aisyah beneran hilang" ucap Xiang dalam hati melihat ekspresi Bayu.
" Tadi sayang bilang apa?" ucap Xiang memgalihkan topik pembericaraan.
"* Apakah yang mengikuti Aisyah masih di sana sayang?" ucap Bayu.
" Masih,dia mencari Aisyah sampai 7 hari,setelah itu kembali pulang.." ucap Xiang
" * Tadi aku bilang,Apakah sayang sudah makan?" ucap Bayu.
" Belum..." ucap Xiang.
"* Baiklah..."
" * Sayang mau makan apa?" ucap Bayu.
" yang asin - asin saja sayang.." ucap Xiang.
" * Garam...Sayang mau makan garam?" ucap Bayu.
" Sayang ingin aku punya penyakit tekanan darah tinggi?" ucap Xiang.
" * Becanda..."
"* Aku mau bilang...Aku tidak akan berhubungan badan dengan wanita yang bukan istriku...Jika sayang memaksa"
"* Aku akan pergi dari sini..." ucap Bayu.
" Sayang sudah janji kepadaku.." ucap Xiang.
"* Aku sudah berjanji pada ibuku sayang.."
" *Dia marah padaku." ucap Bayu.
" Marah pada sayang?"
" Kapan ?" ucap Xiang.
"* Dadaku sesak..."
" * Dan akubteringat dengan ucapanku pada ibuku...Jika aku melanggar dadaku terasa sesak.." ucap Bayu.
" Ibu sayang sudah tidak ada..."
" Tidak mungkin dia tahu.." ucap Xiang.
" Maaf...Aku tak bisa..."
Bayi berdiri.
" Hubungan kita cukup sampai di sini...Semoga kamu mendapat penggantiku." ucap Bayu lalu berjalan ke arah pintu.
Xiang segera turun dari tempat tidur dan mengejar Bayu. Ia berhasil memegang tangan Bayu.
" Jangan tinggalin aku sayang...Aku tidak mau kamu pergi meninggalkan aku.." ucap Xiang.
Bayu menoleh ke Xiang.
" * Aku akan tetap bersamamu,asal kita tidak berhubungan badan, dan aku tidak akan berhubungan badan denga wanita yang bukan istriku.." ucap Bayu.
" Baiklah...Aku tidak akan menyuruh sayang lavi untuk menyetubuhi gadis lain..."
Xiang memeluk Bayu.
" Tapi sayang harus janji...Jangan tinggalin aku.."
" Aku sungguh sangat mencintaimu..." ucap Xiang.
Bayu mengusap rambut Xiang.
" *Jika sayang ingin bercinta denganku..Maka sayang harus menikah denganku..Jika tidak mau,aku tidak akan melakukannya.." ucap Bayu.
Xiang melepas pelukannya.
" Apakah sayang ingin segera menikah denganku?" ucap Xiang.
" * Jika sayang mau..."
" * Kalau tidak mau tidak masalah..."
" *Aku akan tinggal di rumah dinas.." ucap Bayu.
Xiang memeluk Bayu lagi.
" Baiklah...Aku mau sayang..Aku mau.."
"Jangan tinggalin aku ya...Aku sangat mencintaimu.." ucap Xiang.
"* Aku juga mencintaimu..." ucap Bayu.
Xiang melepaskan pelukannya.
" Sayang maunya kapan kita menikah?" ucap Xiang.
" *Lebih cepat lebih baik."
" * Jadi...Ketika sayang ingin bercinta denganku...Maka kita bisa melakukannya. Kan sudah suami istri.." ucap Bayu.
" Hemmm....Jika kita menikah,acaranya sederhana saja sayang,aku tak berani mengundang banyak orang" ucap Xiang.
" * Tidak masalah..Yang penting kita menikah" ucap Bayu.
" Bagaimana besok kita menikah ?" ucap Xiang.
"* Besok...?" ucap Bayu
" Iya..." ucap Xiang.
"* Baiklah...Tapi aku harus minta izin dulu.sama atasanku.." ucap Bayu.
" Biar aku saja yang minta izin sayang."
" Aku akan mengurus semuanya..." ucap Xiang.
" * Lalu acaranya di mana?" ucap Bayu.
" Di rumah saja sayang...Biar aman" ucap Xiang.
" * Baiklah..." ucap Bayu.
" Mana ponsel sayang.." ucap Xiang.
" *Buat apa sayang?" ucap Bayu.
" Aku tidak ingin,di saat acara ada yang menelpon sayang..."
Bayu memgeluarkan ponsel yang biasa ia pakai.lalu memberikan ke Xiang.
" Yang satunya mana sayang...?" ucap Xiang.
" Asem...."
" Untung sudah aku lepas.." ucap Bayu dalam hati lalu memberikan ke Xiang.
"* Maaf sayang...Acara nikahnya itu bagaimana?" ucap Bayu.
" Ya seperti biasa..." ucap Xiang.
" * Aku beneran tidak tahu...Jadi beritahu aku sayang..."ucap Bayu
Xiang pun memberitahu ke Bayu,tata cara orang menikah.
" Begitu sayang...Mudah kan..." ucap Xiang.
" * Iya...Mudah..." ucap Bayu.
" Sebentar aku telpon koki dulu untuk membuatkan makanan,setelah itu aku akan menelpon bawahanku sayang..." ucap Xiang.
" * Iya..." ucap Bayu.
" Sial...Aku gak bisa nelpon ibuku.."
" Oh iya...Tadi Xiang bilang,kalau Aissyah hilang..Apakah Aisyah di culik atau sudah sampai di rumah ibuku.."
" Maaf Bayu bu...Bayu menikah dengan Xiang sesuai ucapan ibu.."
" Bahwa aku harus menikah dulu dengan Xiang."ucap Bayu dalam hati.
20 menit kemudian pelayan datang membawa makanan.
Bayu melihat jam tangannya. Waktu menunjukkan sudah masuk Magrib.
Bayu berjalan ke kamar mandi untuk shalat Magrib.
Di saat Xiang selesai menelpon pak presiden.Xiang melihat ke arah Bayu. Nampak Bayu sedang berdiri lalu memgangkat kedua tangannya.
Xiang yang hendak bicara dengan Bayu tak jadi bicara,sebab ia tahu,di saat ia bicara pada Bayu sedang sujud,Bayu tak menjawab ucapannya.
Ketika Bayu menolehkan kepala kekanan lalu ke kiri,barulah Xiang bicara.
" Sayang..." ucap Xiang.
"* Iya...." ucap Bayu sambil menoleh ke Xiang.
" Besok kita menikah..."
" Aku sudah menelpon pak presiden,dia bilang bahwa sayang mendaoat izin langsung.." ucap Xiang.
" * Prsiden?" ucap Bayu lalu berjalan ke arah Xiang.
" Iya..."
" Daripada aku nelpon atasan sayang,nanti tiba - tiba sayang dapat misi dari Jendral. Mending aku telpon pak presiden aja.." ucap Xiang.
" Buset dah..Langsung ke wedus ( presiden)..Aku pikir pak Tang Shin...." ucap Bayu dalam hati.
Bayu mulai berpikir,jika Xiang bukan orang sembarangan. Sebab dengan mudahnya menelpon pak Presiden yang memimpin negara China,orang nomor 1 di negeri tirai bambu.
Bayu dan Xiang makan bersama.
" Seperti cerita Dwi Widodo,bahwa keluargaku bukanlah orang biasa,mereka adalah keluarga terpandang di kalangan Militer,meskipun begitu keluarganya tetap rendah hati,jarang tampil di muka umum seperti artis terkenal yang memamerkan kekayaaanya .."
Bayubteringat tentang keluarga Xiang.
" Terus keluarganya tidak ada,baik paman atau bibinya..Ke mana ya mereka"
" Katanya ada yang membunuh keluarganya...Tapi siapa?"
" Kamu wanita misterius" ucap Bayu dalam hati sambil memandang Xiang yang sedang makan memakai tangan,tak memakai sendok maupun sumpit.Sejak di akari Bayu makan menggunakan jaribtangan. Xiang menjadi ketagihan. Sebab terasa lebih enak memakai tangan langsung. Kecuali jika dirinya berada di luar rumah.
" Sayang tidak makan?" ucap Xiang.
" * Makan " ucap Bayu lalu memakan makanannya.
" Apakah keluarganya itu termasuk yang aku bantai bersama keluaragaku?" ucap Bayu dalam hati.
Sebab Bayu mendengar cerita dari kakek Zhang,bahwa 1 hotel semua orang tewas,baik musuhnya maupun pengunjung hotel.