SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
BERTEMU DENGAN KAKEK MISTERIUS


Setelah sampai di Jakarta,Bayu meminta bantuan pengacaranya untuk membuatkan paspor untuk keluarga pakdenya.


Selasa


Pukul 14.20.


Bayu dan yang lainnya berada di Cafe Mantan.


Nampak Bayu duduk di Gazebo,tangan kanan memegang teh Kotak.


" Jika aku ke Jepang,nanti aku bawa teh kotak aja ke sana..Sama choki - choki..." ucap Bayu dalam hati lalu meletakkan teh Kotak di samping. Kemudian memgambil daun janur untuk membuat ketupat.


Tak sampai 2 menit,Bayu selesai membuat ketupat,lalu mengambil janur kembali.


Bimo dan Lukman berjalan ke arah Bayu.


" Bay..." ucap Lukman.


" Opo Man...?" ucap Bayu lalu menoleh ke Lukman.


Daniel,Lukman dan Bimo duduk di Gazebo.


" Aku mau ngajak bapak lan ibuku...Oleh gak?" ucap Lukman.


" Aku yo ape ngajak mbokku lan bapakku Bay..Oleh gak?" ucap Bimo.


" Boleh....Besok kalian pulang,minta foto kopi ktp sama foto terbaru..." ucap Bayu.


" Yes ....Suwun yo Bay..." ucap Lukman.


" Yooo.... Yen wong liyo aku wegah..." ucap Bayu. ( Kalau orang lain aku gak mau).


" Tak telpon disek bapakku,dadi nak sampe omah iso langsung muleh.." ucap Lukman.


Nampak 3 orang gadis masih mengenakan seragam SMA berjalan ke arah Gazebo.


" Hai...Boleh kenalan gak?" ucap salah satu gadis.


Bayu tak melihat ke arah gadis itu,ia melihat janur yang berada di tangannya.


Ketiga teman Bayu yang meladeni ketiga siswi SMA tersebut.


Salah satu gadis menyodorkan tangan ke Bayu untuk bersalaman.


Bayu menangkupkan kedua tangan ke arah gadis itu.


" Bayu gak bisa bersalaman ke cewek .." ucap Daniel.


" Boleh minta nomor hapenya?" ucap gadis yang lain.


" Maaf tidak bisa...Saya sudah punya istri.." ucap Bayu.


Ketiga gadis siswi SMA itu pun kecewa. Akhirnya mereka meninggalkan Bayu.


" Nanti ku pinjam mobilnya boleh gak Bay?" ucap Daniel.


" Bawa aja...Asal jangan ngebut dan.."


" Kalau kotor di cuci selesai pakai.." ucap Bayu.


" Siap bos..." ucap Daniel.


" Itu mesjidnya ku lihat sudah bisa di pakai shalat jum'at Bay.." ucap Lukman.


" Iya bisa...Tapi masih berantakan...Masa shalat tempatnya berantakan...Ya gak enak lah.."


" Tunggu selesai... Baru kita buat shalat..." ucap Bayu.


" Terus mushalla yang itu gimana Bay?" ucap Bimo.


" Tetap di pakai..Jika ada pengunjung atau karyawan gak sempat ke mesjid.." ucap Bayu.


" Waktu itu ada orang - orang datang ke mesjid mau shalat Jum'at..Terus balik lagi..Di kiranya mesjidnya sudah bisa di pakai.." ucap Daniel.


" Emang gak di kasih papan pengumuman kah Niel?" ucap Bayu.


" Hemm...Setahuku gak ada Bay..." ucap Daniel.


" Ya sudah...Aku kesana dulu mau ngecek..."


" Jika istriku tanya..Bilang aja ke mesjid.." ucap Bayu lalu berjalan ke arah Mesjid yang sedang di bangun.


Bayu berjalan kaki menuju mesjid sendirian,Nampak dinding seng sebagai pengaman agar tidak ada pencurian di lokasi proyek.


Saat hendak masuk pintu keluar masuk kegiatan proyek.


Seorang pria menghampiri Bayu.


" Selamat siang pak.." ucap pria itu.


" Siang juga..."


Bayu melihat tak ada pengumuman tentang kegiatan ibadah. Bangunan fisik mesjid sudah jadi. Kubah besar yang berada di tengah juga sudah terpasang. 4 menara juga sudah berdiri.


" Pak...Nanti tolong buatkan plang tulisan..."


" Mohon maaf untuk sementara mesjid ini tidak bisa di buat ibadah. Tertanda ketua Mesjid. Ya pak.." ucap Bayu.


" Siap pak..."


" Apakah bapak ingin masuk ke dalam?"ucap pria itu.


" Hemmm...Oke...Saya mau lihat - lihat..Sudah sampai mana pembangunan mesjid ini." ucap Bayu.


Bayu di beri helm proyek dan juga sepatu safety. Setelah memakai,Bayu berjalan masuk melihat - lihat para pekerja yang sibuk bekerja.


Terdengar obrolan para pekerja memakai bahasa jawa. Bayu mendatangi kelompok pekerja tersebut.


Nampak seorang pria mengaduk semen lalu di tuangkan di ember kecil.


" Kurang iki cok..."


" Kalau kebanyakan tumpah - tumpah nanti..,,"


" Ben cepat rampung toh zoo..."


" Nyoooh..."


Bayu melihat pekerja itu geleng - geleng kepala. Di atas Bayu ada irang sedang memasang batu bata,tiba - tiba batu bata yang di pegangnya terlepas,lalu jatuh kebawah.


Bayu menyadari ada sesuatu yang mengarah dari atas,ia pun segera melihat ke atas. Rupanya sebuah batu bata merah melesat ke arah kepalanya.


Tap....Bayu menangkap batu bata tersebut.


" Ojo melamun wae kang yen kerjo.." ucap Bayu.


" Maaf ..Gak sengaja terlepas.." ucap pria di atas Bayu.


" Bocah kucluk...Kowe gak ngerti kah..Kuwi bos seng duwe mesjid iki..." suara pria dari atas.


" Maaf...Maaf bos..." ucap pria yang gak sengaja menjatuhkan batu bata.


" Iya...Gakpapa..."


" Jika bayaran kalian kurang dari perjanjian kerja...Beri tahu aku ya..Aku ada di Cafe Mantan."ucap Bayu.


" Siaap boss..." ucap para pekerja.


" Ya sudah...Aku tinggal dulu..Assalam mua'laikum" ucap Bayu lalu berjalan ke tempat lainnya.


" Wa'alaikum salam..." ucap para pekerja.


Nampak seorang pria tua usianya 60 tahun lebih sedang mengecat dinding menggunakan kuas rol. Bayu datang menghampiri pria tua tersebut.


" Assalam mu'alaikum pak..." ucap Bayu.


Pria tua itu menoleh.Lalu meletakkan kuas rolnya.


" Wa'alaikum salam warah matulah pak Kyai.." ucap pria tua tersebut.


" Eh....!!!?? Bayu terkejut. Sebab ia tak mengenal pria tua itu.


" Kenapa bapak manggil saya pak Kyai...Sedangkan saya bukan seorang Kyai.." ucap Bayu heran dan penasaran.


Pria tua itu tersenyum.


" Bagi saya...Ananda Bayu ini sudah menjadi kyai.."


" Ananda Bayu sangat peduli kepada orang - orang di sekitar tentang ibadah kepada Allah SWT.."


" Dalam hadits riwayat Ibnu majah di sebutkan.."


" Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga."


Bayu terkejut dengan ucapan pria tua tersebut.


"Juancook.... Dia hapal hadits rek.." ucap Bayu dalam hati.


" Allah SWT juga berfirman di dalam Al Qur'an dalam surah At Taubah ayat 18.."


" Innamā ya'muru masājidallāhi man āmana billāhi wal-yaumil-ākhiri wa aqāmaṣ-ṣalāta wa ātaz-zakāta wa lam yakhsya illallāh, fa 'asā ulā`ika ay yakụnụ minal-muhtadīn.."


" Yang artinya Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk." ucap pria tua.


" Subhanallah..."


Bayu menyodorkan tangan untuk bersalaman,pria tua itu menyambut,Bayu mencium tangan pria tua itu lalu Bayu melepaskan jabatan tangannya.


" Pak Kyai namanya siapa?" ucap Bayu.


" Nama saya Asnawi pak Kyai...Saya juga bukan seorang kyai" ucap pria tua.


" Apakah pak kyai sudah lama kerja di sini?" ucap Bayu.


" Baru hari ini bekerja..."


" Bapak hanya memberi saran..."


" Pak Kyai masih muda...Tinggal di ibu kota.."


" Banyak sekali cobaan yang akan menerpa hidup pak kyai.."


" Jangan pernah putus asa atau menyerah dalam berjuang di agama Allah..."


" Insya Allah...Allah akan membantu pak Kyai..." ucap pak Asnawi.


Tiba - tiba hape Bayu berdering nada panggil. Bayu mengecek siapa yang menelpon dirinya. Nampak di layar nama Istriku Putri muncul.


" Maaf...Saya angkat telpon dulu.."


Pak Asnawai memberi kode mempersilahkan Bayu.


" Assalam mua'alaikum dek...Ada apa?" ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam... Mas di mesjid kah...?" suara Putri.


" Iya dek... Ini mas lagi ngecek aja..." ucap Bayu.


" Ya sudah kalau gitu mas...Assalam mu'alaikum..." suara Putri.


" Wa'alaikum salam warah matullah..." ucap Bayu lalu mengantongi hapenya.


" Akan tiba saatnya pak kyai akan mempertemukan saudara pak kyai dengan saudara kyai lain yang tak pernah bertemu...Tapi itu akan membuat pak kyai terluka..."


" Bapak tinggal dulu...Assalam mu'alaikum..." ucap Asnawi lalu pergi meninggalkan Bayu.


" Pertemukan saudara yang gak pernah bertemu??"


" Pak kyai...Tunggu..." ucap Bayu lalu mengejar pak Asnawi yang berbelok di balik tembok.


Bayu menoleh kesana kemari. Namun tidak menemukan sosok pak asnawi.


Bayu menghampiri salah seorang pekerja proyek yang dekat dengannya.


" Permisi pak..." ucap Bayu.


" Iya pak...Ada yang bisa saya bantu..?" ucap pekerja proyek.


" Tadi bapak lihat gak orang tua lewat sini...Yang ngecat bagian tembok sebelah sana.." ucap Bayu lalu menunjuk tempat pak Asnawi mengecat tadi.


" Saya gak lihat pak..." ucap pekerja proyek.


" Oke...Terima kasih pak...Permisi.." ucap Bayu lalu berlari mencari pak Asnawi.


Satu persatu Bayu menanyakan pekerja proyek. Namun tak satupun mengenal pak Asnawi.


" Jiangkrek...."


" Cepat banget ngilangnya koyok demit.."


" Hem...Aku tanya mandor saja kalau gitu.."


Bayu mendatangi kepala mandor proyek mesjid.


Nampak mandor proyek berdiri sambil mengawasi anak buahnya satu persatu.Agar tidak asal - asalan dalam bekerja.


" Asslam mua'alaikum pak.." ucap Bayu.


Mandor proyek menoleh ke Bayu.


" Iya wa'alaikum salam pak..." ucap mandor.


" Apakah di bagian pengecatan tembok ada yang bernama pak asnawi..Umurnya sekitar enam puluhan gitu.." ucap Bayu.


" Hemmm..."


" Pekerja di sini paling tua umur lima puluh empat pak..Kalau enam puluhan tidak ada..dan.."


" Bagian pengecatan juga tidak ada yang tua... " ucap mandor.


" Masa seh pak...?" ucap Bayu tak percaya.


" Beneran pak..."


" Jika usia enam puluh ke atas,kami tidak bisa memperkejakannya..Karena fisiknya lemah.." ucap mandor.


" Demi Allah SWT dan nabi Muhammad SAW..."


" Saya bertemu dan berbicara dengan pria bernama pak Asnawi..Beliau bekerja di bagian cat..Saya tidak berani berdusta.." ucap Bayu menahan amarahnya karena mandor itu tak percaya dengan ucapannya.


" Baik pak...Saya akan mengecek kesana..Mohon bapak tunggu.." ucap mandor.


" Silahkan...Semua daftar nama yang ada di sini saya minta,tolong bawakan sekalian.." ucap Bayu.


" Baik pak...Permisi.." ucap mandor.


Mandor proyek berjalan meninggalkan Bayu.


" Asemm...Aku lagi serius malah di kiranya bohong lagi..."


" Kalau gak bisa ku kendalikan emosiku,bisa mati itu pak mandornya ku hajar.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu teringat kembali ucapan pak Asnawi.


"Akan tiba saatnya pak kyai akan mempertemukan saudara pak kyai dengan saudara kyai lain yang tak pernah bertemu...Tapi itu akan membuat pak kyai terluka..."


" Maksudnya apa ya....?"


" Apa keluarga mbah buyut punya saudara lain yang gak pernah bertemu?"


" Tapii...."


" Kenapa aku terluka?"


" Aku pakai cincin Merah Delima.."


" Apakah batinku yang terluka?"


" Ya Allah...."


" Siapa sebenarnya pak Asnawi tadi..."


" Mengapa aku kejar langsung tidak ketemu orangnya.."


" Apakah keluargaku akan ada yang terluka atau meninggal?"


Bayu mengacak - ngacak rambutnya . Karena pikirannya kacau.


" Ya Allah....Jagalah keluargaku...Agar mereka tidak ada celaka...Amiin..." ucap Bayu dalam hati.


Setelah agak lama menunggu,akhirnya pak mandor datang sambil membawa buku.


" Maaf pak... Saya sudah tanyakan ke bagian yang ngecat tembok..."


" Tidak ada yang bernama Asnawi berusia enam puluh..."


" Ada yang bernama Asnawi..Tapi orangnya masih muda,usianya dua puluh empat. Di bagian plester tembok pak.."


" Ini data semua pekerja proyek di sini.." ucap mandor lalu memberikan buku ke Bayu.


Bayu menerima dan membuka buku tersebut.


Halaman demi halaman Bayu lihat dengan seksama dan teliti.


Hanya ada satu nama yang bernama Asnawi.Seperti yang di katakan mandor proyek.


" Apakah semua pekerja proyek ini tercatat di buku ini?" ucap Bayu.


" Iya pak...Semua pekerja tercatat di buku itu..Demi tuhan..Saya tidak berbohong pada bapak..Karena setiap hari saya cek kehadiran para pekerja..Apakah masuk atau tidak.." ucap mandor proyek.


" Ya sudah kalau gitu pak..Maaf tadi saya sempat emosi.."


" Karena ucapanku tadi adalah sebuah fakta,bukan halusinasi.." ucap Bayu.


" Mungkin bos ketemu sama hantu.." suara salah satu pekerja proyek.


Bayu menoleh ke orang yang barusan bicara tersebut.


" Orangnya itu menyentuh tanah..Kalau melayang aku tahu itu hantu... Kamu sudah pernah aku pukul apa belum? Kalau belum sini aku pukul kamu sampai mati" ucap Bayu.


"Ma..Ma.. Maaf pak..." ucap orang itu.


" Ya sudah..Aku tinggal dulu...Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam..." ucap orang - orang.


Bayu berjalan ke arah Cafe lama.


Setelah sampai di cafe lama,Bayu berjalan ke Gazebo lalu berebah,kemudian memijat kepalanya yang sedikit pusing memikirkan ucapan sosok pak Asnawi yang misterius tadi.


Bayu teringat ucapat kakek buyutnya mengenai musuh bebuyutannya di Cina.


Bayu bangkit lalu mengambil hapenya.


Lalu menghubungi kakek buyutnya.


Tuuut....Tuuuut...Tuuut...


" Assalam mua'alaikum..." suara kakek Zhang.


" Wa'alaikum salam..Mbah sibuk gak?" ucap Bayu.


" Lagi periksa berkas Bay...Ada apa menghubungi kakek..Apakah kamu kekurangan uang?" suara kakek Zhang.


" Mengenai Cina..." ucap Bayu lirih lalu berjalan ke arah kamar tidur.


" Cina..? Maksudnya apa Bay..Kakek gak paham.." suara kakek zhang.


Setelah Bayu sampai di dalam kamar,Bayu mengunci pintu.


" Tadi Bayu bertemu seorang kakek - kakek di proyek mesjid... Namanya pak Asnawi" ucap Bayu agak pelan.


" Terus...Kenapa suaramu mengecil Bayu..." suara kakek Zhang.


" Ini juga mengenai musuh kita.." ucap Bayu.


" Apakah kamu sendirian di sana?" suara kakek Zhang.


" Iya mbah..Bayu ada di dalam kamar cafe sendirian.."


" Bayu sempat mengobrol dengan kakek itu.."


" Ternyata kakek itu hapal hadits dan Al Qur'an seperti Bayu mbah..." ucap Bayu.


" Terus..." suara kakek Zhang.


" Nah Bayu di telpon oleh Putri,tapi sebntar aja,terus kakek itu bilang kepada Bayu.."


"Akan tiba saatnya pak kyai akan mempertemukan saudara pak kyai dengan saudara kyai lain yang tak pernah bertemu...Tapi itu akan membuat pak kyai terluka..."


" Begitu mbah...Apakah mbah punya saudara yang tidak pernah bertemu?" ucap Bayu.


" Hemm...Kalau untuk bertemu..Kakek memang sangat jarang ke Cina...Tapi mereka adalah saudara tiri kakek.. Yang ada sekarang adalah generasi ke lima.."


" Lalu pak Asnawinya di mana sekarang Bay?"suara kakek Zhang.


" Nah itu dia mbah...Dia menghilang saat Bayu kejar...Bayu tanya ke mandor.."


" Mandornya bilang gak ada pria tua bernama Asnawi. Yang ada pria berusia 24 tahun mbah.." ucap Bayu.


" Sudah Bayu cari sekeliling proyek?" suara Zhang.


" Sudah mbah...Malah di kira salah satu pekerja proyek bilang Bayu bertemu hantu.." ucap Bayu.


" Asnawi bilang apa tadi Bay.." suara kakek Zhang.


"Akan tiba saatnya pak kyai akan mempertemukan saudara pak kyai dengan saudara kyai lain yang tak pernah bertemu...Tapi itu akan membuat pak kyai terluka..."


" Yang membuat Bayu terluka itu yang bikin Bayu pusing mbak..."ucap Bayu.


Tok...Tok....Tok...


" Sayang... " suara Diana.


" Iya sayang..." ucap Bayu.


" Apakah kamu kurang tidur Bay?" suara kakek Zhang.


Bayu berdiri lalu berjalan ke arah pintu.


" Bayu gak kurang tidur mbah..." ucap Bayu sambil membuka pintu.


" Nanti aja kita lanjut Bay... Kepala kakek jadi pusing mikirin ceritamu.." suara kakek Zhang.


" Sama....Bayu juga pusing ini mbah..."


" Ya sudah kalau gitu mbah...Assalam mua'alaikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam. " suara kakek Zhang.


Bayu mematikan panggilan.


Terdengar suara adzan dari Mushalla.


" Ada apa sayang?" ucap Bayu.


" Kamarnya kok di kunci yank?" ucap Diana.


" Nanti malam aku cerita...Kita ke Mushalla yuk.." ucap Bayu.