
(Note. Memang dalam islam. Seorang pria hanya boleh memiliki 4 orang istri*,gak boleh lebih,karena takut tidak adil.(* Kesepalakatn paara alim ulama dari dasar firman Allah dalam surah An nisaa ayat 3 dan hadits). Soo..Ini hanya cerita fiksi,bukan kisah nyata.Yang penting sudah saya beritahu. Soal membunuh ya emang begitu ceritanya.Kalau gak mau ada membunuh ya silahkan buat cerita sendiri.)
Begitu sampai di rumah sewaan,Bayu turun dan berjalan ke pintu.
Ceklek....Ceklek...
Terdengar suara sepeda motor,Bayu melihat ke arah asal suara tersebut sambil membuka pintu.
Bayu melihat ternyata yang naik motor itu Fuad bersama Ida.
Ida turun dari motor lalu berlari ke Bayu,setelah sampai Ida memeluk Bayu.
" Kak...Adek ikut ya..." ucap Ida.
" Ikut kemana?" ucap Bayu.
" Ke Jakarta..." ucap Ida..
Heeeeh.....!!! Bayu terkejut.
" Jika kakak gak mau bawa adek.."
" Adek gak akan maafin kak Bayu..." ucap Ida.
Ida melepaskan pelukannya.
" Kalau Ida kesana,siapa yang nemenin kang?" ucap Bayu melihat Fuad.
" Bawa aja Bay...Kita sudah percaya denganmu..Piyan pasti bisa menjaga Ida dengan baik saat di Jakarta..." ucap Fuad.
" Sampeyan aja yang nemenin..." ucap Bayu.
" Aku masih sibuk Bay...Minggu besok baru bisa cuti.."
" Pas bapak pulang,Ida cerita ke kami..Lalu kami menyetujuinya..Kami mau ikut kada bisa..." ucap Fuad.
" Heemmm.... "
[ " Asem...Jika acaranya minggu depan lagi,aku ngajakin Fuad,biar Ida bisa pulang dengan Fuad." ucap Bayu dalam hati ]
" Gimana ya...." ucap Bayu.
" Ya sudah jika kada mau..Ulun tak mau memaafkan kak Bayu,sampe kiamat pun ulun bakal kada mau maafin..." ucap Ida.
" Jangaaan....Ya sudah...Besok ikut ke jakarta..."
"Ayoo masuk dulu..."
Mereka pun masuk ke dalam rumah,Bayu menyalakan lampu ruangan. Kemudian duduk.
Bayu memberikan teh kotak yang ada di dekat tembok ke Fuad dan Ida,serta roti.
" Hemm... Tapi sebelumnya,aku ingin memberitahumu dek.."
"Jujur.. Istriku masih ada lagi,semuanya 5 orang.." ucap Bayu.
"Ehhh....!!!!? Ida dan Fuad terkejut.
" Serius kak?" ucap Ida.
" Iya..Kakak serius..Niatnya hanya satu saja,malah jadi 5 karena ada sebab yang tak bisa kakak ceritakan kepada kalian..."
" Apakah dek Ida tetap ingin pergi ke Jakarta?" ucap Bayu.
Nampak Ida berpikir lalu menoleh ke Fuad sambil berbicara memakai bahasa daerah.
" Sembarang kamu Da...Kan kamu yang mau ikut dan ingin melihat kota Jakarta.." ucap Fuad.
" Kalau gak mau juga gakpapa...Kakak gak maksa"
" Pulangnya nanti kakak antar hingga sampai di rumah.." ucap Bayu.
Ida terdiam sambil berpikir.
" Ulun mau.." ucap Ida.
"Sebentar aku telpon temanku dulu..."
Bayu mengeluarkan ponselnya.
" Nama adek Ida Zahratul Azizah kan...." ucap Bayu.
" Iyek kak..." ucap Ida.
" Iyek ???....Apa itu Iyek...?" ucap Bayu.
" Enggeh kak.." ucap Ida.
" Kang..Nomor bapak sampeyan berapa?" ucap Bayu.
" Kalian berdua aja..." ucap Fuad.
" Aku mau ngajakin orang tua sampeyan sama Dewi ke Jakarta.." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu..." ucap Fuad.
" Mau ikut apa enggak kang? Sekalian lihat Monas.." ucap Bayu.
" Bangkek...Aku tuh pengen ikut..Tapi kada bisa.." ucap Fuad.
" Ya sudah...Sampeyan cuti aja," ucap Bayu.
" Minggu depan baru bisa cuti.." ucap Fuad.
" Ya sudah..Minggu depan sampeyan cuti,nanti ke Jakarta.." ucap Bayu.
" Kadada duit lah .." ucap Fuad.
" Aku yang belikan tiket...Transportasi nanti ada yang jemput sampeyan..Gimana?" ucap Bayu.
" Okee...Aku penasaran..Jakarta itu seperti apa,sama atau tidak seperti di tivi.." ucap Fuad.
" Endi nomor bapak?" ucap Bayu
" Oh iya...Lupa.."
Fuad mengeluarkan ponselnya.
" 08134****** " ucap Fuad.
Bayu menekan tombol angka,lalu menelpon pak Anwar. Ia sengaja menelpon pak Anwar untuk memastikan ucapan Ida dan Fuad. Apakah benar atau tidak,takutnya mereka mengada - ngada.
Tuuut...Tuuut....Tuuut...
" Halloo..." suara pak Anwar.
" Assalam mu'alaikum pak..Ini saya Bayu,ini Ida dan kang Fuad ada di rumah sewaan saya pak.."
" Kata Ida,dia ingin ikut Bayu ke Jakarta." ucap Bayu.
" Enggeh... Ida juga bilang begitu ke bapak.."
" Bawa saja Ida...Tapi hari senin dia harus ada di rumah dan sekolah.." suara pak Anwar.
" Ooo..Begitu..."
" Kenapa bapak gak ikut sekalian?" ucap Bayu.
" Kada bisa... Kapal yang bapak buat harus cepat di selesaikan..." suara pak Anwar.
" Baiklah...Itu saja yang Bayu omongin pak..Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." suara pak Anwar .
Bayu mematikan panggilan. Lalu menghubungi pengawalnya.
Tuuut...Tuuut...Tuuut...
" Halloo..." suara pengawal.
" Assalam mua'alaikum kang," ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam pak bos..." suara pengawal.
" Maaf mengganggu...Tolong pesankan tiket atas nama Ida Zahratul Azizah ya kang.." ucap Bayu.
" Ida Zakaratul Azizah? .." suara pengawal.
" Nanti ku sms kang... Dia mau ikut aku Ke Jakarta..." ucap Bayu.
" Oke...Siap pak bos.." suara pengawal.
" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam.." suara pengawal.
Bayu mematikan panggilan.
" Kita nanti ke Jakarta gak hanya berdua,ada teman - temanku juga..Makanya ku nelpon buat pesan tiket..Kita berangkat dari rumah jam 9..."
Bayu berbicara sambil mengetik pesan.Lalu melihat ke arah Ida.
" Minggu sore...Dek Ida pulang,saat berada di Jogja..." ucap Bayu.
" Enggeh kak..." ucap Ida.
" Di minum tehnya.." ucap Bayu lalu mengambil teh Kotak.
" Kamu pernah ke Jepang gak Bay?" ucap Fuad sambil mengunyah roti.
" Pernah kang..."
" Aku sama keluargaku dan ke tiga sahabatku" ucap Bayu.
" Bagus gak Bay tempatnya..?" ucap Fuad.
" Bagus... Pas kita kesana itu musim dingin.." ucap Bayu.
" Ada salju dong.." ucap Fuad.
" Iyaa...Banyak saljunya kang" ucap Bayu.
" Pantas saja kakak bisa bahasa Jepang.." ucap Ida.
" Belajar dek...Sebelumnya kakak mana bisa bahasa Jepang.."
" Oh iya...Setelah pulang..Masukkin baju adek ke tas..Gak usah bawa makanan..." ucap Bayu.
" Enggeh kak.." ucap Ida.
" Kang...Ingat pesanku ya...Jangan sampe sampeyan langkahi alat pancing yang ku berikan,dan jangan lupa berdo'a kepada Allah. Agar mendaoatkan ikan yang melimpah.." ucap Bayu.
" Kenapa gak boleh di langkahi broo..?" ucap Fuad.
" Itu ibaratnya makanan,sampeyan jika melihat makanan di lantai,sampeyan langkahi atau enggak?" ucap Bayu.
" Ya kagak lah...." ucap Fuad.
" Jangan lupa niat kang..Niat kita mencari rezeki buat kita sendiri dan orang lain,dalam artian. Kita membagi hasil ikan yang kita peroleh,agar berkah.Dan..."
" Sebagai ungkapan kita bersyukur kepada Allah karena di beri rezeki.." ucap Bayu.
" Iya...Heeemmmm..."
" Maaf loh broo..Itu Reel yang kamu berikan,Setahuku itu Reel hqrganya jutaan? Apakah kamu orang kaya?" ucap Fuad.
Bayu menggelengkan kepalanya.
" Aku bukan orang kaya kang...Yang kaya itu keluargaku"ucap Bayu.
" Waktu itu kamu bilang kamu anak desa,dan gak punya keluarga..Apakah mertua dari keluarga orang kaya?" ucap Fuad.
" Sebagian iya,sebagian tidak.."
" Sedikit cerita,memang sejak kecil hingga lulus SMA,aku tuh gak punya kerabat keluarga kandung,entah paman,kakek,nenek..."
" Kata ibuku...Kakek dan nenek sudah meninggal..Dan gak tahu apakah punya saudara apa enggak. "
" Saat kuliah,ada yang mengaku aku dan ibuku adalah keluarganya,mereka membuktikan foto."
" Ibuku yqng melihat foto itu terkejut. Sebab itu foto ayah kandungnya,.."
" Sejak bayi,orang tua ibuku sudah tiada. Lalu di rawat oleh pembantunya..."
" Akhirnya...Aku yang selama ini memganggap tak punya kerabat akhirnya aku punya kerabat dekat.. Ada paman,pakde,kakek dan nenek..Mereka orang kaya.."
" Lalu mereka memberiku uang dan tempat tinggal..Begitu kang.." ucap Bayu.
" Ooo..Begitu.." ucap Fuad.
" Dek Ida beneran jadi pergi ke Jakarta?
" Jadi kak..." ucap Ida.
Mereka kemudian terdiam agak lama.
" Ya sudah Bay..Kita pulang dulu.." ucap Fuad.
" Iya kang..." ucap Bayu.
" Assalam mu'alaikum.." ucap Fuad.
" Wa'alaikum salam warah matullah.." Bayu.
Bayu mengantar Ida dan Fuad hingga ke teras.
Setelah Ida dan Fuad pergi,Bayu memasukkan sepeda motor Supra Fit lalu mengunci pintu. Kemudian ke kamar mandi untuk sikat gigi dan wudhu.
Selesai wudhu,Bayu berbaring di kasur sambil menatap plafon. Dirinya memikirkan ayat Al Qur'an dan hadits.
Bayu berpikir,apakah dirinya akan menceraikan istrinya apa tidak.Dan mengapa Ida ingin sekali ikut ke Jakarta,padahal dirinya sudah memberitahukan mengenai dirinya.
Setelah itu Bayu membaca do'a sebelum tidur lalu berzikir dalam hati hingga ia tertidur.
Pagi hari pukul 6.05.
Bayu berjalan sambil menenteng kresek berisi roti dan minuman yang masih utuh. Ia akan memberikan kresel itu ke tetangga sebelahnya.
Nampak seorang pria memakai seragam kerja duduk di pintu masuk memakai sepatu.
" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.
Pria itu melihat ke Bayu sambil berkata " Wa'alaikum salam.."
" Ini kang... Aku ada makanan dan minuman..Masih utuh gak aku makan.." ucap Bayu sambil menyerahkan kantong kresek.
Pria itu lantas berdiri lalu menerima kantong kresek tersebut.
" Terima kasih mas..." ucap pria itu.
" Sama - sama kang...Sampeyan mau kerja kang..?" ucap Bayu.
" Iya..." ucap pria itu.
Seorang wanita muncul sambil menggendong Balita.
Bayu kembali masuk ke dalam rumah lalu mengeluarkan sepeda motor supra Fit. Setelah itu duduk menunggu Wardoyo datang.
20 menit kemudian.
Wardoyo muncul di pintu.
" Assalam mu' alaikum.." ucap Wardoyo.
" Wa'alaikum salam..Masuk kang.."
Wardoyo melepas sepatunya lalu masuk dan bersalaman kemudian duduk di samping Bayu.
Bayu menyerahkan kunci motor dan STNK ke Wardoyo.
" Terima kasih loh kang...Dah minjamin aku sepeda motor ( Bayu mengeluarkan uang yang telah di siapkan,lalu menyerahkan ke Wardoyo.) Dan ini uang sewanya.." ucap Bayu.
" Iya bos...Sama - sama.."
Wardoyo menghitung uang pemberian Bayu.
" Kelebihan ini bos.." ucap Wardoyo lalu mengembalikan uang kelebihan.
" Itu buat sampeyan buat ganti oli..Soalnya lom ku ganti..Cuman ganti ban luar dan dalam aja.." ucap Bayu.
" Makasih loh bos.." ucap Wardoyo kesenangan.
" Maaf loh...Motornya belum aku cuci..Kada sempat ulun mencuci.." ucap Bayu.
" Gakpapa bos..Nanti aku cuci sendiri..Oh iya..Aku langsung ya bos..Soalnya takut telat.." ucap Wardoyo.
" Iya..."
Wardoyo berdiri di ikuti Bayu.Lalu berjalan ke teras.
" Hati - hati kang.." ucap Bayu.
" Iya bos...Ini helmnya bos.." ucap Wardoyo menyerahkan helm yang di beli Bayu.
" Buat sampeyan...Aku kan gak di sini lagi..Kalau ku kesini tak pinjam lagi ya motor sampeyan.." ucap Bayu.
" Siaap bos...Kalau bos mau pake,pake aja..."
Wardoyo menyalakan sepeda motornya.
" Assalam mu'alaikum.." ucap Wardoyo.
" Wa'alaikum salam..." ucap Bayu.
" Tinggal menyerahkan kunci sambil berpamitan..Terus kerumah Ida..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu masuk kembali kedalam untuk mengambil tasnya dan pergi menuju rumah bu Nita.
Setelah selesai menyerahkan kunci rumah sewaan ke bu Nita,Bayu menelpon pengawalnya. Lalu ia bersama pengawalnya meluncur ke rumah Ida memakai mobil.
Setelah sampai di depan gang.
Bayu berjalan kaki kerumah Ida. Sebab mobil yang ia tumpangi tak bisa masuk. Hanya mobil warga saja yang bisa,jalan masuk kerumah Ida hanya bisa di lewati 1 mobil saja,dan tidak ada yang memarkirkan mobil di jalan tersebut,jika parkir maka di luar .
Nampak pintu rumah Ida terbuka.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu,ia melihat Ida bersama kedua orang tuanya di ruang tamu.
" Wa'alaikum salam " ucap Ida dan kedua orang tuanya.
Bayu masuk lalu bersalaman ke pak Anwar tak lupa cium tangan,kemudian menangkupkqn tangan ke ibunya Ida lalu duduk.
Ida meletakkan teh di depan Bayu.
" Di minum kak.." ucap Ida.
" Iya dek..."
Bayu memgambil teh.
" Bismilah..."
Glek...Glek...Glek..
Setelah minum tiga tegukan,Bayu meletakkan gelas ke tempat semula.
" Sudah di periksa barang bawaannya?" ucap Bayu.
" Sudah kak.." ucap Ida.
Bayu melihat jam tangannya.
" Maaf pak..Ibu...Kami harus segera pergi..Jika tidak,kami ketinggalan pesawat." ucap Bayu.
" Iya...Bapak nitip Ida kepadamu..Tolong jaga dia baik - baik.." ucap pak Anwar.
" Injih pak..." ucap Bayu.
Ida kemudian bersalaman kepada kedua orang tuanya.
Setelah itu mereka berdiri.
Bayu memegang tasnya Ida lalu berjalan ke teras.
" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam.." ucap ke dua orang tua Ida.
Bayu dan Ida berjalan menuju depan gang.
" Kak.." ucap Ida sambil berjalan.
" Iya.." ucap Bayu.
" Adek baru kali ini naik pesawat kak.."
" Adek takut.." ucap Ida.
" Gak usah takut..." ucap Bayu.
Mereka pun sampai di mobil,lalu masuk ke dalam mobil.
Setelah mereka masul,mobil itu segera berjalan meluncur ke bandara.
" Rumah kak Bayu besar kah?" ucap Ida.
" Hemm..Lumayan dek,gak besar gak kecil.." ucap Bayu.
" Semua bini kakak tinggal satu rumah?" ucap Ida.
" Iya..." ucap Ida.
" Ini pegang ya dek...Jangan sampe hilang..Nanti buat chek in.." ucap Bayu sambil menyerahkan selembar kertas tiket pesawat.
" Enggeh..." ucap Ida sambil menerima.
Setelah itu tak ada percakapan lagi hingga mereka sampai di dalam bandara untuk chek in.
Bayu menyerah tiket kepetugas,kemudian Ida.Bayu menunggu Ida selesai chek in,setelah Ida selesai,Bayu dan Ida berjalan ke ruang tunggu.
" Dalam bandara luas banar ya kak.." ucap Ida.
" Iya...Tapi lebih luas lapangannya..." ucap Bayu.
" Kak...Adek kebelet.." ucap Ida.
" Ayo kakak antar.." ucap Bayu.
Setelah Bayu dan Ida kembali dari Toilet dan menunggu pengumuman,akhirnya suara pengumuman tentang penerbangan yang Bayu pakai terdengar.
Bayu bersama Ida dan pengawal berjalan menuju ke pesawat.
" Ganalnya pang.." ucap Ida melihat pesawat.
" Ganal..?" ucap Bayu.
" Ganal itu besar kak ai.." ucap Ida.
" Oalah....Guedi to..." ucap Bayu.
Seharusnya Bayu duduk bersebelahan dengan pengawal,namun Bayu meminta pengawal tersebut pindah ke kursinya.
Ida duduk di samping kaca,lalu melihat ke arah kaca.
" Dek...Matikan ponselnya ya.." ucap Bayu.
Ida menoleh ke Bayu.
" Kenapa harus di matikan kak?" ucap Ida.
" Sudah peraturannya dalam dunia penerbangan..." ucap Bayu.
Terdengar suara pramugari dari speker.
" Ooo..Begitu.." ucap Ida ,kemudian mematikan ponselnya.
Bayu memasangkan sabuk pengaman ke Ida,lalu Bayu memakai sendiri sabuk pengaman.
Seorang pramugari mengecek para penumoang,apakah sudah memakai sabuk pengaman apa belum.
Setelah selesai mengecek,ia memberitahukan le Pilot.
Pesawatpun mulai berjalan meninggalkan bandara untul lepas landas.
Ida melihat ke arah kaca jendela pesawat.
Tak lama kemudian,pesawat mulai meningkatkan kecepatannya saat berjalan di landasan pacu.
Ida memegang lengan Bayu,karena merasa takut.
" Kak...Adek takut..." ucap Ida.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.
.
Maaf... Kemarin mau update gak bisa. Kemarin malam jam setengah dua di telpon sama teman. Ngajakin mancing pakai kapalnya dia. Pas sudah tidur lagi. Untung aku terbangun. Padahal kemarin itu,niatku cuman merinta aja di jembatam dermaga,sambil ngetik cerita jika belum ada ikannya.
Cuman berdua aja. Temanku pake udang hidup,aku pakai Rinta/sabiki. Sampai 4 set rintaku hancur(rinta buatan sendiri),3 kusut,1 di begal. Paling banyak hasil rintaan. Udang gak seberapa. Sampe rumah,badan teeasa goyang sendiri,tangan dan bahu pegel poll..