
Hana memeluk kakek Zhang.
"kakeeeeeeeeeek.......Huuuuu.....Jangan tinggalin Hana kek..." ucap Hana seketika tangisannya pecah.
Pengawal kakek Zhang terkejut.
"Kakeeeek.....Huuuuu...." ucap Hana menangis sejadi jadinya...
Pengawal kakek Zhang segera berkumpul semua,termasuk para ART. Mereka ikut menangis.
Air mata Hana mengalir mengenai wajah kakek Zhang,lalu ke mulut.
Kakek Zhang merasakan mulutnya asin,kemudian terbangun tapi tetap memejamkan mata karena mendengar tangisan Hana yang memeluk dirinya.
"Kamu masak apa cucuku..." ucap kakek Zhang lirih masih memejamkan matanya.
"EH....!!!!??? Hana terkejut.Lalu melepaskan pelukannya. Ia hendak mencubit perut kakek Zhang karena mengerjainya,tapi di tahan.
Hana mengelap air matanya.Kakek Zhang membuka matanya.
Seluruh anak buahnya terkejut,mereka pikir Zhang Yong Han telah meninggal.
"Hana masak sayur sop ayam kek..." ucap Hana.
"Bantu kakek berdiri..." ucap kakek Zhang.
Hana kemudian membantu kakek Zhang berdiri.
"Maaf ya cucuku yang cantik,tadi kakek tertidur.Anginnya sepoi - sepoi,hingga membuatku mengantuk " ucap kakek Zhang.
"Iya kek..." ucap Hana.
"Ooo...Tertidur..Kupikir ngerjain aku.." ucap Hana dalam hati.
Kakek Zhang menepuk belakang membersihkan celananya yang kotor,lalu berjalan bersama Hana.
"Hana pikir tadi kakek meninggalkan Hana tuk selama - lamanya.." ucap Hana sambil berjalan di samping kakek Zhang.
"Enggalah sayang...Mana mungkin aku meninggalkan cucuku yang cantik ini .." ucap kakek Zhang sambil memegang dagu Hana.
Setelah sampai di ruang meja makan keluarga,mereka duduk.
Hana mengambil nasi untuk kakek Zhang, lalu untuk Hana sendiri. Mereka pun makan bersama - sama.
"Masakanmu sungguh enak" ucap kakek Zhang saat merasakan masakan Hana.
"Terima kasih kek atas pujiannya.. " ucap Hana.
"Kakek gak muji,ini beneran enak....Pamanmu saja tak bisa membuat masakan seperti ini.." ucap kakek Zhang.
*Saat kematian sahabatnya Agus,Agus Irawan Mahendra datang bersama istrinya ke rumah sakit. Sebenarnya Agus ingin menemui Hana untuk melihat Hana dan juga Bayu yang selama ini ia tinggalkan,tapi berhubung istrinya ikut ,ia mengurungkan niatnya,takut istrinya mengetahui keberadaan Hana. Jika istrinya tidak ikut,maka anak buah kepercayaan istrinya akan mengikuti kemanapun Agus pergi bila keluar kota.Sehingga Agus susah bergerak untuk menemui Hana hingga saat ini.*
kembali ke cerita.
Selesai makan,kakek Zhang berpamitan undur diri.
"Hana... Kakek ingin sekali berlama - lama di sini,tapi kakek ada keperluan.Di dalam amplop ini ada kata sandi brankas yang ada di dalam kamarmu"ucap kakek Zhang sambil memberikan sebuah amplop putih pada Hana.
"Iya kek...Rumah kakek di mana? Nanti Hana akan mampir kesana.." ucap Hana menerima amplop putih tersebut.
"Anak buah kakek akan mengantarmu jika ingin ke sana,tapi telpon dulu,kakek takut pas Hana kesana,kakek tidak ada di rumah..." ucap kakek Zhang .
"Iya kek..." ucap Hana.
Hana bersalaman tak lupa cium tangan.
"Kakek pergi dulu..." ucap kakek Zhang.
Hana mengantar kakek Zhang kedepan.
Hana melambaikan tangannya juga ke arah kakek Zhang.
Setelah mobil kakek Zhang tak terlihat lagi,Hana masuk ke dalam rumah,ia berjalan ke arah kamarnya.
Setelah sampai di dalam kamar,Hana mengunci pintu kamar tersebut lalu berjalan ke brankas.
Hana membuka amplop putih tersebut.
Di dalamnya tertulis.
¤Hana cucuku,di dalam lemari besi kamar tidurmu semuanya adalah milikmu. Kata sandinya
15226646.
Didalam ada kertas petunjuk jika ingin merubah kata sandinya.¤
Hana menekan angka di layar lemari besi tersebut.
Tit...Tit...Tit...Tit...Tit...Tit...Tit..Tit...
Lampu bewarna hijau.
Hana memutar tuas lemari besi tersebut.
Nampak tumpukan uang ratusan ribu dan puluhan emas batangan di dalam lemari besi itu,dan selembar kertas petunjuk mengenai petunjuk cara merubah kata sandi dan juga sebuah Foto.
Hana mengambil Foto yang berada di atas tumpukan emas batangan.
Hana memandang foto tersebut.
"Ayaaah....!!!??." ucap Hana terkejut ketika melihat foto itu.
Dulu Hana mempunyai foto itu,baik foto ayahnya,maupun ibunya,tapi sayang sudah rusak. Kini ia melihat lagi wajah ayahnya.
Tak terasa air mata mengalir di pipinya.
Hana berjalan berjalan ke tempat tidur. Ia mengusap foto itu dengan berderai air mata.
"Ayaah... Hana kangeen...." ucap Hana sambil menangis.
Hana memeluk foto itu.
Rasa kerinduan Hana pada ayah dan ibu kandungnya hanya bisa tercurahkan memeluk foto dan mengunjungi kuburan ayah dan ibu kandungnya. Ia ingin sekali bisa bicara pada ayah dan ibu kandungnya,meskipun hanya 10 detik. Tapi itu mustahil,sebab ayah kandungnya telah tiada.
Tiba - tiba muncul dua sosok yang menyerupai Changyi Fei Han dan Ibunya Hana
"Putriku..." ucap sosok itu.
Hana mendongakkan kepalanya,ia melihat sosok menyerupai ayahnya.
"Ayaaah...Ibuuuuuu......!!" ucap Hana.
"Ayah dan ibu selalu menyanyangimu nak." ucap sosok itu.
Hana berdiri hendak memeluk sosok yang menyerupai ayah dan ibunya itu.
Kedua sosok itu tersenyum lalu menghilang.
"AYAAAAAAAAAAAH....IBUUUUUUUU....
." teriak Hana.
Hana mencari sekeliling kamar itu,tapi ia tak menemukan sosok ayah dan ibunya lagi.
Hana terduduk di tempat tidur.
"Hana juga menyayangi ayah dan Ibu..." ucap Hana sambil mengusap air matanya.